• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERPAJAKAN (Lanjutan) e. Penghasilan (Beban) Pajak

31 Desember 2013 dan 2012

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Desember 2013 dan 2012

26. PERPAJAKAN (Lanjutan) e. Penghasilan (Beban) Pajak

2 0 1 3 2 0 1 2

US$ US$

Beban pajak penghasilan kini :

Perusahaan – –

Entitas Anak – –

– –

Penghasilan (beban) pajak tangguhan :

Perusahaan 6.403.573 9.641.186

Entitas Anak – –

6.403.573 9.641.186

Jumlah penghasilan pajak 6.403.573 9.641.186

f. Surat Ketetapan Pajak a. Perusahaan

• Pada tanggal 5 Desember 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan September 2012. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00007/407/12/092/13, Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 12.123.297.247. Atas kelebihan bayar pajak pertambahan nilai tersebut telah diterima pada tanggal 30 Desember 2013.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Badan untuk tahun 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00043/406/11/092/13, Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 36.185.444.544. Atas kelebihan bayar pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juli 2013 dengan hutang pajak lainnya untuk tahun fiskal 2011 dengan total sebesar Rp 272.501.798. Dan atas sisanya sebesar Rp 35.912.942.746 telah diterima pada tanggal 10 Juli 2013. Kemudian pada tanggal 27 Agustus 2013, Perusahaan mengajukan surat keberatan kepada Direktorat Jenderal Pajak sehubungan dengan koreksi pajak atas beban penurunan nilai kepada PT Texmaco Jaya Tbk sebesar Rp 1.100.061.519.201. Sampai dengan tanggal laporan selesai, hasilnya belum dapat ditentukan.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk tahun 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00034/201/11/092/13, Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 120.326.000. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juli 2013 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2011.

DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) 31 Desember 2013 dan 2012

26. PERPAJAKAN (Lanjutan)

f. Surat Ketetapan Pajak (Lanjutan) a. Perusahaan (Lanjutan)

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Januari 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00268/207/11/092/13, Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 2.000.000. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juli 2013 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2011.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Pebruari 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00206/507/11/092/13, Perusahaan tidak mempunyai tambahan hutang pajak.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Maret 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00269/207/11/092/13, Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 7.360.000. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juli 2013 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2011.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan April 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00270/207/11/092/13, Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 2.000.000. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juli 2013 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2011.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Mei 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00271/207/11/092/13, Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 4.163.200. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juli 2013 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2011.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Juni 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00272/207/11/092/13, Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 6.219.186. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juli 2013 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2011.

DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) 31 Desember 2013 dan 2012

26. PERPAJAKAN (Lanjutan)

f. Surat Ketetapan Pajak (Lanjutan) a. Perusahaan (Lanjutan)

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Juli 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00273/207/11/092/13, Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 10.336.080. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juli 2013 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2011.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan September 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00274/207/11/092/13, Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 3.305.000. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juli 2013 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2011.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Oktober 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00275/207/11/092/13, Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 8.839.600. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juli 2013 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2011.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Nopember 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00276/207/11/092/13, Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 65.453.976. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juli 2013 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2011.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Desember 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00277/207/11/092/13, Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 42.498.756. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juli 2013 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2011.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Juli 2012. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00055/407/11/092/13, Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 12.006.437.648. Atas kelebihan bayar pajak pertambahan nilai tersebut telah diterima pada tanggal 11 Desember 2013.

DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) 31 Desember 2013 dan 2012

26. PERPAJAKAN (Lanjutan)

f. Surat Ketetapan Pajak (Lanjutan) a. Perusahaan (Lanjutan)

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk tahun 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00010/543/11/092/13, Perusahaan tidak mempunyai tambahan hutang pajak.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 23 untuk tahun 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00023/503/11/092/13, Perusahaan tidak mempunyai tambahan hutang pajak.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 4(2) untuk tahun 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00025/540/11/092/13, Perusahaan tidak mempunyai tambahan hutang pajak.

• Pada tanggal 3 Juni 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 26 untuk tahun 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00018/504/11/092/13, Perusahaan tidak mempunyai tambahan hutang pajak.

• Pada tanggal 30 Mei 2013, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 26 untuk bulan Juli 2012. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00005/104/12/092/13, Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 12.747.875. Atas utang pajak tersebut telah dibayarkan pada tanggal 7 Juni 2013.

• Pada tanggal 7 Nopember 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 26 untuk bulan Maret 2012. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00004/104/12/092/12, Perusahaan mempunyai tambahan hutang pajak sebesar Rp 20.905.432. Atas utang pajak tersebut telah dibayarkan pada tanggal 28 Nopember 2012.

• Pada tanggal 5 September 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Agustus 2011. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00028/407/11/092/12, Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 17.500.076.809. Atas kelebihan bayar pajak pertambahan nilai tersebut telah diterima pada tanggal 27 September 2012.

DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) 31 Desember 2013 dan 2012

26. PERPAJAKAN (Lanjutan)

f. Surat Ketetapan Pajak (Lanjutan) a. Perusahaan (Lanjutan)

• Pada tanggal 30 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk tahun 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 000152/501/10/511/12, Perusahaan tidak mempunyai tambahan utang pajak.

• Pada tanggal 30 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 4(2) untuk tahun 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 000109/540/10/511/12, Perusahaan tidak mempunyai tambahan utang pajak.

• Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 26 untuk tahun 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 000075/504/10/092/12, Perusahaan tidak mempunyai tambahan utang pajak.

• Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Badan untuk tahun 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00033/406/10/092/12, Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 35.914.770.914. Atas kelebihan bayar pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juni 2012 dengan hutang pajak lainnya untuk tahun fiskal 2010 dengan total sebesar Rp 2.740.502.844. Dan atas sisanya sebesar Rp 33.174.268.070 telah diterima pada tanggal 27 Juni 2012. Kemudian pada tanggal 24 Juli 2012, Perusahaan mengajukan surat keberatan kepada Direktorat Jenderal Pajak sehubungan dengan koreksi pajak atas beban bunga atas utang bank sebesar Rp 2.019.141.457. Sampai dengan tanggal laporan selesai, hasilnya belum dapat ditentukan.

• Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 23 untuk tahun 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00032/203/10/092/12, Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 2.340.007.727. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juni 2012 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2010.

• Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk tahun 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00021/201/10/092/12, Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 90.627.692. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juni 2012 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2010.

DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) 31 Desember 2013 dan 2012

26. PERPAJAKAN (Lanjutan)

f. Surat Ketetapan Pajak (Lanjutan) a. Perusahaan (Lanjutan)

• Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Pasal 4(2) untuk tahun 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00016/240/10/092/12, Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 236.944.163. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juni 2012 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2010.

• Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Desember 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00013/277/10/092/12, Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 10.742.872. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juni 2012 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2010.

• Pada tanggal 22 Mei 2012, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Pertambahan Nilai untuk bulan Desember 2010. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00278/207/10/092/12, Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 55.069.976. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Juni 2012 dengan kelebihan bayar Pajak Penghasilan Badan tahun 2010.

• Pada tanggal 30 September 2010, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 26 untuk tahun 2006. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00015/204/06/092/10, Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak sebesar Rp 8.844.864.229. Selain itu, Perusahaan juga menerima bunga sebesar Rp 4.245.534.829. Total sebesar Rp 13.090.399.058 telah diterima pada tanggal 24 Nopember 2010. Direktorat Jenderal Pajak telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan pengadilan. Jika peninjauan kembali tersebut diterima dan disetujui, maka Perusahaan harus mengembalikan jumlah diatas berikut denda keterlambatan untuk mengembalikannya. Sampai dengan tanggal laporan selesai, hasilnya belum dapat ditentukan.

• Pada tanggal 21 April 2010, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 26 untuk tahun 2008. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00014/204/08/092/10, Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 20.552.395.501. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Mei 2010 dengan lebih bayar pajak penghasilan tahun 2008. Kemudian pada tanggal 7 Juli 2010, Perusahaan mengajukan surat keberatan kepada Direktorat Jenderal Pajak. Kemudian, berdasarkan surat keputusan dari Pengadilan pajak No. KEP-00127/WPJ.19/KP.0203/2012, Perusahaan mempunyai kelebihan bayar pajak penghasilan pasal 26 sebesar Rp 20.544.225.183. Atas

DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) 31 Desember 2013 dan 2012

26. PERPAJAKAN (Lanjutan)

f. Surat Ketetapan Pajak (Lanjutan) a. Perusahaan (Lanjutan)

• Pada tanggal 21 April 2010, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 23 untuk tahun 2008. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00023/203/08/092/10, Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 2.019.141.457. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Mei 2010 dengan lebih bayar pajak penghasilan tahun 2008. Kemudian pada tanggal 7 Juli 2010, Perusahaan mengajukan surat keberatan kepada Direktorat Jenderal Pajak. Sampai dengan tanggal laporan selesai, hasilnya belum dapat ditentukan.

• Pada tanggal 21 April 2010, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 21 untuk tahun 2008. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00019/201/08/092/10, Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 901.815.396. Utang pajak tersebut telah dikompensasikan pada bulan Mei 2010 dengan lebih bayar pajak penghasilan tahun 2008. Kemudian pada tanggal 7 Juli 2010, Perusahaan mengajukan surat keberatan kepada Direktorat Jenderal Pajak. Sampai dengan tanggal laporan selesai, hasilnya belum dapat ditentukan.

g. Administrasi

• Sebagai catatan, Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Oktober 2012 sampai dengan Juni 2013 dan Pajak Penghasilan Badan untuk tahun 2012 sedang dalam proses pemeriksaan oleh Direktorat Jenderal Pajak, dan sampai dengan tanggal laporan selesai, hasilnya belum ditentukan.

• Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perusahaan dan Entitas Anak menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terhutang secara individu. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak terhutang dalam jangka waktu tertentu. Untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya, jangka waktu tersebut adalah sepuluh (10) tahun sejak saat terutangnya pajak tetapi tidak lebih dari tahun 2013, sedangkan untuk tahun 2008 dan seterusnya, jangka waktunya adalah lima (5) tahun sejak saat terutangnya pajak.

• Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa Perusahaan dan Entitas Anak telah patuh terhadap peraturan perpajakan yang ada.

DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) 31 Desember 2013 dan 2012

Dokumen terkait