• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran-saran

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. (Halaman 91-111)

BAB IV : PENUTUP

B. Saran-saran

Sedangkan di dalam hukum positif di Indonesia, status hak waris anak sumbang (hasil dari pernikahan sedarah), anak itu tidak mendapat hak waris melainkan mendapatkan hak boedel saja.

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis uraikan dalam BAB III, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Status Hak Waris Anak Dari Pernikahan Sedarah Perspektif Fiqh Kontemporer

Pernikahan sedarah adalah pernikahan yang diharamkan karena masih ada hubungan mahram. Oleh karena itu apabila pernikahan sedarah ini terjadi, dan salah satu atau salah keduanya mengetahui bahwa pernikahan ini adalah pernikahan yang haram dilakukan.

Maka pernikahan bagi keduanya batal demi hukum. Dengan kata lain pernikahan telah rusak dengan sendirinya. Untuk si wanita di perlukan masa iddah dan berhak atas mahar misil, sedangkan untuk sang pria maka tetap terjalin ikatan nasab atas wanita yang telah ia nikahi karena keduanya adalah saudara mahram atau masih mempunyai hubungan darah.

Hubungan pernikahan sedarah yang mereka lakukan sebelum mereka tahu bahwa pernikahannya adalah pernikahan yang dilarang, pernikahan tersebut sah dan tidak dianggap melakukan perbuatan zina karena belum diketahui cacat atau fasakhnya nikah.

Lainhalnya jika pernikahan sedarah tersebut terjadi, dan mereka mengetahui bahwa mereka adalah saudara atau hal-hal yang bisa menyebabkan mereka dilarang menikah, maka pernikahan tersebut adalah pernikahan yang tidak sah dan dianggap sebagai melakukan perbuatan zina.

Hasil hubungan dari pernikahan sedarah yang tidak diketahui sebelumnya bahwa pernikahan mereka adalah pernikahan sedarah. Maka status hak waris anak dari pernikahan ini yaitu sama seperti status hak waris anak yang sah lainnya (berhak menerima waris dari bapak dan ibunya).

Sedangkan hasil hubungan dari pernikahan sedarah yang diketahui sebelumnya bahwa pernikahannya adalah haram, maka status hak waris anak dari pernikahan ini yaitu sama seperti anak yang tidak sah (berhak mendapat waris dari ibunya saja).

2. Status Hak Waris Anak Dari Pernikahan Sedarah Perspektif Hukum Positif

Menurut pasal 85 KUH Perdata (BW), kebatalan suatu perkawinan hanya dapat dinyatakan oleh hakim. Di dalam pasal 90 KUH Perdata ditentukan bahwa pembatalan segala perkawinan yang berlangsung dengan menyalahi ketentua-ketentuan termuat dalam pasal 30, pasal 31, pasal 32, dan pasal 33 boleh dituntut (dimintakan pembatalan) baik oleh suami istri itu sendiri, baik oleh orang tua atau keluarga sedarah mereka

dalam garis keatas, atau yang berkepentingan atas pembatalan itu, ataupun oleh kejaksaan.

Hak waris anak sumbang (hasil dari pernikahan sedarah) menurut pasal 867 KUH Perdata menentukan bahwa mereka tidak dapat mewaris dari orang yang membenihkanya. Tetapi undang-undang memberikan kepada mereka hak menuntut pemberian nafkah seperlunya terhadap boedel (warisan yang berupa kekayaan saja), yang besarnya tidak tertentu, tergantung dari besarnya kemampuan bapak atau ibunya dan keadaan para ahli waris sah. Hak atas nafkah itu disebut dengan hak alimentasi.

3. Persamaan Dan Perbedaan Status Hak Waris Anak Dari Pernikahan Sedarah Perspektif Fiqh Kontemporer Dan Hukum Positif Di Indonesia

Persamaan : Didalam hukum Islam Pernikahan sedarah adalah pernikahan yang diharamkan atau tidak di perbolehkan karena pernikahan sedarah (incest) adalah hubungan sedarah, dan jelas didalam hukum Islam dan hukum positif di Indonesia (KUH Perdata) pernikahan tersebut adalah pernikahan yang dilarang.

Perbedaan : Jika di dalam hukum Islam, status hak waris anak sumbang (hasil dari pernikahan sedarah), maka harus melihat dulu pernikahan tersebut diketahui atau tidak di ketahui, jika tidak di ketahui jelas anak tersebut berhak mendapat waris dari kedua orang tua.

Sedangkan jika pernikahan itu diketahui maka anak tersebut hanya mendapat waris dari ibu.

Sedangkan di dalam hukum positif di Indonesia, status hak waris anak sumbang (hasil dari pernikahan sedarah), anak itu tidak mendapat hak waris melainkan mendapatkan hak boedel saja.

B. Saran-saran

Di dunia ini tidak ada anak yang ingin dilahirkan dari sesuatu yang tidak di kehendaki, seperti pembahasan pada skripsi kali ini yang memfokuskan kepada hak waris anak sumbang (hasil dari pernikahan sedarah) maka sebaiknya sebelum menikah harus lebih hati-hati dalam memilih pasangan hidup, terutama dalam hal syarat dan rukun sekaligus larangan-larangan wanita yang tidak boleh dinikahi baik oleh Hukum Islam atau Hukum Positif yang ada di Indonesia (KUH Perdata).

Sebagai warga masyarakat yang baik seharusnya dapat mengikuti dan mentaati peraturan yang ada di dalam Hukum Islam maupun Hukum Positif di Indonesia, dan dalam mensukseskan semuanya itu maka harus ada kontrol sosial masyarakat. Agar tidak ada lagi pernikahan sedarah ini terjadi di muka bumi yang indah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Afandi, Ali. 2000. Hukum Waris Hukum Keluarga dan Hukum Pembuktian.

Jakarta: Rieneka Cipta

Aljaziri. 1982. Al-Fiqhu ‘Ala Madzahibul Arba’ah. Beirut: Darul Fikri juz IV Amiruddin, dkk. 2004. Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: PT. Raja

Grafindo Persada

Andi, Prastowo. 2012. Metode Penelitian Kualitatif Dalam Persperktif Rancangan Penelitian. Jogjakarta: Ar-ruzz Media.

Anief, Rahmawati. Kedudukan anak hasil perkawinan incest dalam perspektif

perundang-undangan perkawinan Indonesia.

(Aniefrahmawati.blogspot.co.id/2012/05/cerita-yang-tak-berujung.html?m=1) . Di akses tanggal 01 Februari 2016.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Azhari Akmal Tarigan dan Amir Nuruddin. 2006. Hukum perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana Perdana Media Group

Bungin, Burhan. 2007. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

_______, Burhan. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Busriyanti. 2013. Fiqih Munakahat. Jember: Stain Jember Press

Fatwa MUI No: 11 Tahun 2012 tentang Kedudukan Anak Hasil Zina dan Perlakuan Terhadapnya

Hatta, Ahmad. 2011. Tafsir Qur’an Perkata: dilengkapi dengan Asbabun Nuzul

& Terjemah. Jakarta: Maghfirah Pustaka

Hartanto, J. Andy. 2015. Hukum Waris Kedudukan dan Hak Waris Anak Luar Kawin menurut Burgerlijk Wetboek Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi.

Surabaya: LaksBang Justitia

Hasbi Ash Shiddieqy, Teungku Muhammad. 2010. Fiqih Mawaris. Semarang:

PT. Pustaka Rizki Putra

Hadikusuma, Hilman. 2007. Hukum Perkawinan Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Irianto, Koes. 2015. Kesehatan Reproduksi (Reproductive Health) Teori dan Praktikum. Bandung: Alfabeta

Khalil, Rasyad Hasan. 2009. TARIKH TASYRI’ Sejarah Legalisasi Hukum Islam Jakarta: Amzah.

Kompilasai Hukum Islam

Lestari, Tri Wiji dkk. 2015. Buku Ajar Kesehatan Reproduksi: Berbasis Kompetensi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Makalah tentang anak diluar nikah

(Http://arshabibisarro.blogspot.co.id/2013/02/makalah-tentang-anak-diluar-nikah.html?m=1) (diakses pada 15 April 2016)

Manan, Abdul. 2006. Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana Naim, Ngainun. 2009. Sejarah Pemikiran Hukum Islam. Yogyakarta: Teras.

Nasution , Amin Husein. 2014. Hukum Kewarisan . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Nasir, Moh. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Gaila Indonesia

Pernikahan Sedarah Tak Sengaja, Kakak Menikahi Adiknya.

(Httpmushollarapi.blogspot.co.id/2013/05/pernikahan-sedarah-tak-sengaja-kakak.html?m=1). Di akses tanggal 19 Februari 2016.

Ramulyo, M. Idris. 2000. Perbandingan Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam dengan Kewarisan Menurut Undang-undang Hukum Perdata (BW).

Jakarta: Sinar Grafika

Rasjid, Sulaiman. 2013. Fiqh Islam. Bandung: Sinar Baru Algensindo Saebani, Beni Ahmad. 2009. Fiqh Munakahat 1. Bandung: CV Pustaka Setia Salim. 2006. Pengantar Hukum Perdata Tertulis (BW). Jakarta: Sinar Grafika Sa’adah, Sri Lumatus. 2013. Pembaharuan Hukum Waris Islam di Indonesia.

Jember: Stain Jember Press

Sri Mamadji dan Soeryono Soekant. 2003. Penelitian Hukum Normatif . Jakarta:

Raja Grafindo Persada.

Stain Jember. 2014. Pedoman Penuisan Karya Ilmiah. Jember: STAIN Jember Press.

Subekti. 2003. Pokok-pokok hukum perdata. Jakarta: Intermasa

Sudarsono. 1994. Hukum Waris dan Sistem Bilateral. Jakarta: PT Rineka Cipta Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

_______, 2011. Metode Penelitian Kualitatif dan R&D. Jakarta: Alfabeta

Sunggono, Bambang. 2009. Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Suparman, Eman. 2013. Hukum Waris Indonesia Dalam Perspektif Islam Adat dan BW . Bandung: PT. Refika Aditama

Supriyadi, Dedi. 2007. Sejarah Hukum Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Syarifuddin, Amir. 2012. Hukum Kewarisan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

_______, Amir. 2006. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana Perdana Media Group.

Tutik, Titik Triwulan. 2008. Hukum Perdata dalam Sistem Hukum Nasional.

Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Zed, Mestika. 2004. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

NIM : 083 111 008

TTL : Jember, 18 Oktober 1994

Alamat : Jl. Candradimuka No. 123 RT 03/RW 04 Karanganyar Ambulu Jember

Fakultas : Fakultas Syariah Jurusan : Hukum Islam (HI)

Prodi : Al-Ahwal Al-Syakhsiyah (AS)

Riwayat Pendidikan :

1. SD NU Karanganyar Ambulu Jember (1999-2005) 2. MTs Tsanawiyah Ambulu Jember (2005-2008)

3. MA Tahfidh Annuqayah Guluk-guluk Sumenep Madura (2008-2011) 4. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember (2011-2016)

Riwayat Organisasi :

1. Osis Mts Tsanawiyah Ambulu Jember (2006-2007)

2. Osis MA Tahfidh Annuqayah Guluk-guluk Sumenep (2009-2010) 3. IPNU Karanganyar (2011)

4. Pengurus PMII Rayon Syariah (2013-2014) 5. IAA (Ikatan Alumni An-Nuqayah)

SKRIPSI

Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Hukum Islam (S.H.I)

Fakultas Syariah Jurusan Hukum Islam Prodi Al Ahwal Al Syakhsiyyah

Oleh:

MOH RASIKHUN NIZAR NIM. 083 111 008

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS SYARIAH

JURUSAN HUKUM ISLAM

PROGRAM STUDI AL AHWAL AL SYAKHSIYYAH

APRIL 2016

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... ix

DAFTAR ISI ... x

BAB I : PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Fokus Kajian ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 8

D. Manfaat Penelitian ... 9

E. Definisi Operasional... 10

F. Metode Penelitian... 11

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian... 12

2. Metode Pengumpulan Data ... 13

3. Sumber Data ... 13

4. Analisis Data ... 15

5. Keabsahan Data ... 16

G. Sistematika Pembahasan ... 17

BAB II : KAJIAN PUSTAKA ... 19

A. Penelitian Terdahulu ... 19

B. Konsep Waris Dalam Islam ... 21

1. Pengertian Waris ... 21

2. Dasar Hukum Waris ... 22

3. Harta Warisan... 24

4. Rukun dan Syarat-syarat Pewarisan ... 24

5. Penghalang Waris... 26

6. Tabir, Halangan Waris (Hijab) ... 28

3. Ahli Waris ... 34

4. Penghalang Waris... 35

D. Pernikahan Sedarah ... 36

1. Pernikahan Sedarah Dalam Hukum Islam ... 36

2. Pernikahan Sedarah Dalam Hukum Positif Di Indonesia .. 45

3. Incest Dalam Tinjauan Medis ... 50

E. Peta Pemikiran Fiqh Kontemporer ……… 56

1. Periodessasi perkembangan Hukum Islam ………. 56

BAB III : PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 73

A. Status Hak Waris Anak Dari Pernikahan Sedarah Perspektif Fiqh Kontemporer ... 73

B. Status Hak Waris Anak Dari Pernikahan Sedarah Perspektif Hukum Positif Di Indonesia ... 79

C. Persamaan dan Perbedaan Status Hak Waris Anak Dari Pernikahan Sedarah Perspektif Fiqh Kontemporer dan Hukum Positif di Indonesia ... 86

BAB IV : PENUTUP ... 88

A. Kesimpulan ... 88

B. Saran-saran ... 91

DAFTAR PUSTAKA ... 92 LAMPIRAN

Aljaziri. 1982. Al-Fiqhu ‘Ala Madzahibul Arba’ah. Beirut: Darul Fikri juz IV Amiruddin, dkk. 2004. Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: PT. Raja

Grafindo Persada

Andi, Prastowo. 2012. Metode Penelitian Kualitatif Dalam Persperktif Rancangan Penelitian. Jogjakarta: Ar-ruzz Media.

Anief, Rahmawati. Kedudukan anak hasil perkawinan incest dalam perspektif

perundang-undangan perkawinan Indonesia.

(Aniefrahmawati.blogspot.co.id/2012/05/cerita-yang-tak-berujung.html?m=1) . Di akses tanggal 01 Februari 2016.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Azhari Akmal Tarigan dan Amir Nuruddin. 2006. Hukum perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana Perdana Media Group

Bungin, Burhan. 2007. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

_______, Burhan. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Busriyanti. 2013. Fiqih Munakahat. Jember: Stain Jember Press

Fatwa MUI No: 11 Tahun 2012 tentang Kedudukan Anak Hasil Zina dan Perlakuan Terhadapnya

Kawin menurut Burgerlijk Wetboek Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi.

Surabaya: LaksBang Justitia

Hasbi Ash Shiddieqy, Teungku Muhammad. 2010. Fiqih Mawaris. Semarang:

PT. Pustaka Rizki Putra

Hadikusuma, Hilman. 2007. Hukum Perkawinan Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Irianto, Koes. 2015. Kesehatan Reproduksi (Reproductive Health) Teori dan Praktikum. Bandung: Alfabeta

Khalil, Rasyad Hasan. 2009. TARIKH TASYRI’ Sejarah Legalisasi Hukum Islam Jakarta: Amzah.

Kompilasai Hukum Islam

Lestari, Tri Wiji dkk. 2015. Buku Ajar Kesehatan Reproduksi: Berbasis Kompetensi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Makalah tentang anak diluar nikah

(Http://arshabibisarro.blogspot.co.id/2013/02/makalah-tentang-anak-diluar-nikah.html?m=1) (diakses pada 15 April 2016)

Manan, Abdul. 2006. Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana Naim, Ngainun. 2009. Sejarah Pemikiran Hukum Islam. Yogyakarta: Teras.

Nasution , Amin Husein. 2014. Hukum Kewarisan . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

sengaja-kakak.html?m=1). Di akses tanggal 19 Februari 2016.

Ramulyo, M. Idris. 2000. Perbandingan Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam dengan Kewarisan Menurut Undang-undang Hukum Perdata (BW).

Jakarta: Sinar Grafika

Rasjid, Sulaiman. 2013. Fiqh Islam. Bandung: Sinar Baru Algensindo Saebani, Beni Ahmad. 2009. Fiqh Munakahat 1. Bandung: CV Pustaka Setia Salim. 2006. Pengantar Hukum Perdata Tertulis (BW). Jakarta: Sinar Grafika Sa’adah, Sri Lumatus. 2013. Pembaharuan Hukum Waris Islam di Indonesia.

Jember: Stain Jember Press

Sri Mamadji dan Soeryono Soekant. 2003. Penelitian Hukum Normatif . Jakarta:

Raja Grafindo Persada.

Stain Jember. 2014. Pedoman Penuisan Karya Ilmiah. Jember: STAIN Jember Press.

Subekti. 2003. Pokok-pokok hukum perdata. Jakarta: Intermasa

Sudarsono. 1994. Hukum Waris dan Sistem Bilateral. Jakarta: PT Rineka Cipta Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

_______, 2011. Metode Penelitian Kualitatif dan R&D. Jakarta: Alfabeta

Sunggono, Bambang. 2009. Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Syarifuddin, Amir. 2012. Hukum Kewarisan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

_______, Amir. 2006. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana Perdana Media Group.

Tutik, Titik Triwulan. 2008. Hukum Perdata dalam Sistem Hukum Nasional.

Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Zed, Mestika. 2004. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Waris Anak Dari

Pernikahan Sedarah Perspektif Fiqh

Kontemporer

dan Hukum

Positif di

Indonesia

anak dari

pernikahan sedarah perspektif fiqh

kontemporer

dan hukum

positif di

Indonesia

dari pernikahan sedarah perspektif fiqh kontemporer

2. Hak waris anak dari pernikahan sedarah perspektif hukum positif di Indonesia

2) Dasar hukum waris 3) Harta warisan 4) Rukun dan syarat

waris

5) Penghalang waris 6) Hiab waris

7) Sebab-sebab waris 1) Pengertian waris 2) Dasar hukum waris 3) Ahli waris

4) Penghalang waris

a. Al-Qur’an b. Al-Hadis c. Buku Fiqh

mawaris d. KHI e. KUH

Perdata 2. Sekunder:

a. Jurnal b. Kamus c. Kepustaka

an d. Website

kualitatif b. Pendekatan

penelitian :

library research

c. Metode analisa

data :

1. Deskriptif Komparatif 2. Content

Analyssis

Status Hak Waris Anak Dari Pernikahan Sedarah Perspektif

Fiqh Kontemporer dan

Hukum Positif di Indonesia b. Sub Pokok Masalah

1) bagaimana status hak

waris anak dari

pernikahan sedarah

perspektif fiqh

kontemporer?

2) Bagaimana status hak

waris anak dari

pernikahan sedarah

perspektif hukum positif di Indonesia?

3) Bagaimana persamaan

dan perbedaan status hak waris anak ari pernikahan sedarah perspektif fiqh kintemporer dan hukum positif di Indinesia?

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. (Halaman 91-111)

Dokumen terkait