BAB IV : Hasil Penelitian
E. Persepsi Instansi Pengguna Alumni Jurusan Dakwah …. 61
Alumni yang telah dilahirkan oleh Jurusan Dakwah sejak berdiri tahun 1997 adalah 156 alumni, dengan rincian alumni Program Studi Manajemen Dakwah (MD) sebanyak 122 orang, alumni Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sebanyak 34 orang. Program Studi Manajemen Dakwah yang lahir lebih awal di tahun 1997 mulai mewisuda mahasiswanya pada tahun 2002. Sedangkan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang lahir pada tahun 2002 mulai mewisuda mahasiswanya pada tahun 2007.
Alumni Jurusan Dakwah menyebar di wilayah Kalimantan Timur, seperti Kutai Barat, Sangatta, Bulungan, Tenggarong. Sebagian besar alumni Jurusan Dakwah kembali ke tanah kelahirannya masing-masing untuk mengabdi dan mengamalkan ilmunya disana. Ada juga alumni Jurusan Dakwah yang melanjutkan studi ke jenjang S2 untuk lebih memperdalam keilmuannya karena dengan kuliah lagi akan menambah pengetahuan dengan banyak pembahasan di perkuliahan. Dari data alumni yang terdapat di Jurusan Dakwah terdapat berbagai profesi yang digeluti oleh para alumni, diantaranya menjadi guru, PNS Kemenag Tengarong dan Sangatta, PNS Dinsos Kota Samarinda, pegawai admnistrasi di STAIN Samarinda, Bank Bukopin, Bank Mandiri, Adminstrasi Iklan di Tepian TV, wiraswasta seperti membuka usaha sendiri, dan ada pula yang tidak bekerja atau lebih memilih menjadi ibu rumah tangga. 2
2Dari data yang ada di Jurusan Dakwah, tidak semua Alumni dapat terdeteksi, baik tempat tingalnya maupun pekerjaannya
Sebagian besar alumni dari Jurusan Dakwah adalah menjadi guru, hal ini terjadi karena kesempatan bekerja masih dibidang pendidikan, alasan lain yang membuat alumni Jurusan Dakwah bekerja sebagai guru karena kurangnya instansi yang mengetahui kompetensi keahlian dari para alumni, bahkan sebagian instansi kurang familiar dengan gelar S.Sos I (Sarjana Sosial Islam) bagi alumni Jurusan Dakwah.3
Berkaitan dengan persepsi pimpinan instansi tentang kemampuan dan keahlian alumni yang ada, yang telah diterima bekerja di instansi tersebut, seperti hasil wawancara berikut:
Kalau melihat kemampuan dari Didik Rustam yang telah bekerja disini lebih dari 2 tahun, saya rasa cukup bagus, keahlian yng dimiliki dalam bidang computer dan etika dari pergaulannya sehari-hari juga sangat baik, barangkali itu karena dia alumni dari sekolah agama, jadi tingkah lakunya pun bisa terjaga. Tadinya saya tidak tahu kalau ada program studi komunikasi, karena waktu melamar kerja kesini, yang terbaca oleh saya adalah Jurusan Dakwah.4
Dari persepsi tersebut dapat dilihat bahwa anggapan kalau di perguruan tinggi agama tidak mendapatkan pengetahuan atau materi kuliah tetang ilmu-ilmu yang bersifat umum seperti kalau di Jurusan Dakwah ada mata kuliah Komputer I dan Komputer II, Desain Grafis I dan Desain Grafis 2. Hal ini terjadi karena
3Wawancara dengan Reza Bakhtimi, S.Sos I, Alumni tahun 2009, tanggal 14 Oktober 2013
4 Wawancara dengan Darmanto, Kacab Bank bukopin Cab. Pasar pagi, tanggal 17 Oktober 2013
persepi bisa dipengaruhi oleh sudut pandang orang tersebut, seperti dalam teori persepsi dikatakan Setiap orang mempunyai kecenderungan dalam melihat benda yang sama dengan cara yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah pengetahuan, pengalaman dan sudut pandangnya. Persepsi juga bertautan dengan cara pandang seseorang terhadap suatu objek tertentu dengan cara yang berbeda-beda dengan menggunakan alat indera yang dimiliki, kemudian berusaha untuk menafsirkannya. Persepsi baik positif maupun negatif ibarat file yang sudah tersimpan rapi di dalam alam pikiran bawah sadar kita. File itu akan segera muncul ketika ada stimulus yang memicunya, ada kejadian yang membukanya. Persepsi merupakan hasil kerja otak dalam memahami atau menilai suatu hal yang terjadi di sekitarnya.
Ada beberapa alumni Jurusan Dakwah yang bekerja disini, mereka bekerja disini sesuai dengan ijazahnya yaitu tidak ada yang menjadi guru, seperti Reza yang menjadi Kabag Adminstrasi Umum di SMP Melati, Herman yang bekerja menjadi Staf TU SMU Melati, Anita sari pada staf perpustakaan SMP Melati, dan Wahdiansyah Staf Personalia yayasan Melati. Kalau menurut saya pekerjaan mereka cukup bagus, disiplin juga tinggi.5
Dari data diatas terlihat bahwa di tempat alumni bekerja telah mengenal Jurusan Dakwah sehingga banyak alumninya yang bisa bekerja disana, ini bisa terjadi karena sebelumnya ada alumni STAIN yang walaupun bukan dari Jurusan
5 Wawancara dengan Nasri S. Pd, Sekretaris Eksekutif Yayasan Melati, tanggal 22 Oktober 2013
Dakwah telah bekerja disana, sehingga instansi ini lebih bisa bersifat terbuka untuk menerima alumni dakwah, hal ini bisa terjadi karena sudah ada pengalaman sebelumnya. Sebagaimana disebutkan bahwa persepsi itu dipengaruhi oleh factor internal yaitu Pengalaman dan ingatan. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.
Kalau menurut saya, kebetulan ada 3 orang alumni dari Jurusan Dakwah yang bekerja di STAIN ini, yang dua orang sudah menjadi PNS dan yang satunya masih belum PNS dengan status pegawai outsourcing. Mereka diterima menjadi PNS disini karena pada waktu itu memang ada penerimaan untuk adminstrasi, sehingga mereka bisa bekerja disini. Kalau berbicara masalah pekerjaannya, saya rasa ada yang cukup memuaskan dan ada yang tidak memuaskan.6
Dari hasil wawancara diatas terlihat bahwa instansi ini bisa mengatakan puas atau tidak karena di instansi ini juga dulu alumni kuliah. Jadi persepsi itu uda terbentuk, dimana persepsi itu terbentuk bisa dipengaruhi oleh beberapa actor yaitu factor interna dan factor eksternal. Factor internal antara lain fisiologis yaitu informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda. Sedangkan Factor eksternal yang mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik dari lingkungan
dan obyek-obyek yang terlibat di dalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseorang merasakannya atau menerimanya.
Menurut saya pekerjaan yang dilakukan oleh Fadillah cukup bagus. Tadinya saya tidak menyangka dia akan bisa bekerja dengan sangat baik, apalagi waktu melamar kesini dengan menggunakan ijazah dari STAIN, tetapi seiring berjalannya waktu dan mungkin orangnya sendiri juga cepat belajar dan bisa bekerja dengan tim, jadi pekerjaan yang dilakukan juga cukup bagus. Hanya itu aja, saya pikir di Jurusan Dakwah hanya mendidik mahasiswa untuk menjadi da’i tetapi ternyata ada juga mata kuliah umum yang diajarkan, bahkan dengan menggunakan istilah Manajemen Dakwah, justru yang saya tahu kalau kuliah di STAIN akan menjadi guru, tidak ada skill lain yang bisa dimiliki.7
Adanya anggapan awal bahwa alumni dari Jurusan Dakwah tidak bisa bekerja di bidang selain agama menunjukkan kurangnya pengetahuan instansi luar tentang Jurusan Dakwah. Padahal persepsi itu akan terbentuk bila orang tersebut mengetahui tentang obyek yang akan dipersepsi, karena itulah pentingnya perhatian. Untuk menyadari atau dalam mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian, yaitu merupakan langkah utama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukkan kepada sesuatu sekumpulan objek.
7 Wawancara dengan Linda Wulandira, Kacab Bank Mandiri, KCP Irian, Samarinda, tanggal 29 Oktober 2013
Melihat banyaknya bidang yang digeluti oleh alumni Jurusan Dakwah menunjukkan bahwa Jurusan Dakwah bisa ikut berperan dalam mewujudkan masyarakat yang berpendidikan melalui perguruan tinggi sebagai penyalur bakat. Perguruan tinggi tak sekedar menjadi sebuah lembaga pendidikan sebagaimana sekolah-sekolah menengah ataupun sekolah atas. Akan tetapi perguruan tinggi berfungsi sebagai penyaluran minat mahasiswa terhadap bidang tertentu, sesuai dengan bakat, minat, dan keinginan masing-masing.
Banyaknya instansi-instansi yang belum mengetahui tentang Jurusan Dakwah menunjukkan lemahnya hubungan lembaga khususnya STAIN Samarinda dalam membina komunikasi dan kerjasama dengan instansi-instansi di luar. Padahal itu semua diperlukan untuk dapat mendukung alumni setelah lulus kuliah. Adanya kerjasama yang baik antara lembaga dan instansi-instansi pengguna alumni akan dapat mempermudah alumni dalam mendapatkan informasi pekerjaan dan bekerja.
Banyak harapan yang disampaikan oleh instansi kepada Jurusan Dakwah dalam mengembangkan Jurusan ini, diantaranya dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui kompetensi dari Jurusan Dakwah. Selama ini Jurusan Dakwah hanya dianggap sebagai jurusan dan program studi yang hanya mengajarkan untuk ceramah, oleh karena itu harusnya STAIN Samarinda dapat mengubah persepsi masyarakat dengan mengadakan sosialisasi yang luas tidak hanya di kota Samarinda tetapi juga di kota-kota lainnya di Kalimantan Timur. Disamping sosialisasi juga perlu kiranya agar lembaga dapat
menjalin kerjasama yang baik dengan instansi-instansi yang ada terutama instansi pemerintah, karena terkadang instansi pemerintah sendiri kurang mengenal Jurusan Dakwah. Hal itu patut dilakukan agar dapat lebih memperkenalkan Jurusan Dakwah kepada masyarakat di Kalimantan Timur, sehingga menambah peminat untuk masuk di Jurusan Dakwah. Dengan banyaknya peminat yang mesuk di Jurusan Dakwah akan dapat membantu mempercepat alih status STAIN Samarinda.
Disamping sosialisasi dan kerjasama, perlu juga kiranya Jurusan Dakwah untuk dapat mengikuti perkembangan kurikulum yang ada sesuai kebutuhan pangsa pasar yang dibutuhkan. Dengan memiliki kemampuan dan keahlian yang bisa diandalkan akan dapat mempermudah alumni Jurusan Dakwah untuk segera diterima bekerja, dan ini tentu saja akan menjadi kebanggaan sendiri buat lembaga ketika alumninya sangat dibuthkan oleh masyarakat.
Semangat untuk mengadakan sosialisasi demi berkembangnya Jurusan Dakwah harus dilakukan oleh banyak pihak, terutama oleh STAIN Samarinda sendiri. Sosialisasi tidak hanya dilakukan ketika akan penerimaan mahasiswa baru saja, seperti yang sudah dilakukan oleh lembaga, bahwa sosialisasi hanya dilakukan ketika akan penerimaan mahasiswa baru yang waktunya sangat sempit, sehingga tidak bisa tersosialisasi secara maksimal. Idealnya sosialiasi sudah dilakukan beberapa bulan sebelum penerimaan mahaisiswa baru, dengan harapan siswa-siswa sekolah menengah banyak yang lebih memperhatikan dan tertarik untuk masuk ke Jurusan Dakwah. Begitu juga sosialisasi ini perlu dilakukan ke
sehingga masyarakat akan lebih mengenal Jurusan Dakwah. Sosialisasi bisa dilakukan melalui media massa baik cetak maupun elektronik, mengadakan kegiatan-kegiatan kemsayarakatan, dan lain-lain yang bertujuan untuk lebih memperkenalkan Jurusan Dakwah.
Sebagai jurusan yang lahir paling belakang di STAIN Samarinda, tentu Jurusan Dakwah masih membutuhkan perhatian lebih dari pimpinan, agar dapat membuat Jurusan Dakwah lebih berkembang dan dapat dikenal oleh masyarakat. Dengan dukungan semua pihak bisa dipastikan Jurusan Dakwan akan lebih berkembang, lebih dikenal, akan lebih diminati oleh masyarakat dan tentu saja alumninya akan dapat dengan mudah untuk mendapatkan pekerjaan karena masyarakat baik instansi maupun masyarakat umum sudah mengenal Jurusan Dakwah.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi yang didapatkan dari instansi pengguna alumni Jurusan Dakwah berbeda-beda di awalnya, ada yang langsung bisa menerima dan ada yang masih bertanya-tanya karena mendengarkan istilah “dakwah”, walaupun akhirnya pimpinan instansi bisa menerima kehadiran mereka. Yang bisa langsung menerima alumni Jurusan Dakwah untuk bekerja karena instansi tersebut sudah mempunyai pengetahuan dan pengalaman dengan orang-orang di STAIN, hal ini dipengaruhi oleh factor dalam persepsi yaitu adanya faktor internal Factor internalnya adalah adanya pengetahuan dan pengalaman.
Minimnya pengetahuan tentang Jurusan Dakwah membuat para pimpinan instansi menganggap bahwa alumni Jurusan Dakwah hanya bisa untuk ceramah, atau juga menjadi penyuluh agama. Hal ini juga tidak bisa disalahkan karena kurang pengetahuan mereka tentang Jurusan Dakwah, dan juga profesi lulusan yang diharapkan dari Jurusan Dakwah dari profil Program studi Manajemen dakwah, dan Komunikasi dan Penyiaran Islam