BAB II URAIAN TEORITIS
2.1 Kerangka Teori
2.1.5 Persepsi
Menurut Slameto (2010), persepsi merupakan proses masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia, melalui persepsi ini manusia akan terus menerus melakukan pengaruh dengan lingkungannya. Pengaruh yang dilakukan melewati indera yang dimiliki oleh manusia seperti : indera pendengaran, penglihatan, peraba, perasa, dan penciuman. Persepsi dimulai dengan pengamatan melalui proses penginderaan yang kemudian diseleksi, diinterpretasi sehingga informasi yang diterima akan menjadi suatu gambaran yang berarti.pengamatan ini dipengaruhi oleh pengalaman yang ada dimasa lampau dan bagaimana sikap seseorang dari individu lain, serta persepsi hanya berlaku bagi diri sendiri dan tidak untuk orang lain. Persepsi juga tidak mutlak bertahan selamanya melainkan akan berubah seiring dengan perkembangan pengalaman,perubahan kebutuhan dan sikap dari seseorang baik dari laki – laki maupun perempuan.
Persepsi merupakan sebuah pengalaman mengenai suatu objek, peistiwa, atau pengaruh yang diperoleh dengan mengumpulkan informasi dan menafsirkan suatu pesan. Persepsi memberi makna pada stimuli inderawi (Rahmat,2007).
Menurut Bimo Walgito (2010) Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan, yang mana proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera yang disebut dengan proses sensoris. Namun proses itu sampai disini saja, melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya dinamakan dengan proses persepsi. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan suatu proses yang berkaitan dengan masuknya pesan atau nformasi kedalam otak manusia, bagaimana pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hibungan yang diperolehnya dengan menyimpulkan dan menafsirkan suatu informasi ataupun pesan. Tidak berhenti begiru saja,melainkan stimulus tersebut selanjutnya diteruskan dan selanjutnya di proses, yang mana disebut dengan sebutan proses persepsi.
Terbentuknya persepsi melalui suatu proses akan melewati beberapa tahap yang mana tahapan ini terbagi atas :
a. Tahapan fisik (alam)
Tahapan ini merupakan proses kealaman atau fisik yang mana adanya objek yang menimbulkan stimulus dan rangsangan yang mengenai alat indera.
Misalnya, jika kita bertemu dengan orang yang menggunakan kacamata, maka kita cenderung berpersepsi orang tersebut sebagai orang yang pintar, kutu buku dan culun.
b. Tahapan fisiologis
Pada tahapan fisiologis ini, suatu stimulus yang diterima oleh indera dilanjutkan oleh saraf sensorik ke otak. Karena stimulus tersebut maka muncullah pertanyaan-pertanyaan tentang suatu hal karena adanya penangkapan dari indera yang akhirnya menimbulkan rasa ingin tahu. Dalam hal ini stimulus mempengaruhi mahasiswa Universitas Andalas untuk mencari tahu hal yang belum diketahuinya.
c. Tahapan psikologis
Setelah adanya tahapan fisik dan fisiologi ini, hal yang ditimbulkan dari tahapan tersebut yaitu kecenderungan psikologis yang ada dalam diri individu untuk mengetahui lebih dalam tentang apa yang dipersepsikannya. Dengan kata lain, kedua tahapan diatas mempengaruhi psikologi mahasiswa Universitas Andalas dalam mempersepsikan suatu pemberitaan yang ada.
Dalam proses persepsi terdapat dua komponen pokok yang mana disebut dengan seleksi dan interpretasi. Seleksi yang dimaksud merupakan proses penyaringan terhadap stimulus pada alat indera. Stimulus yang ditangkap ini terbatas jenis dan jumlahnya karena adanya seleksi. Individu cenderung mengamati lebih cermat dan lebih teliti mengenai hal yang menjadi orientasi mereka.
Sedangkan untuk interpretasi sendiri merupakan suatu proses untuk mengorganisasikan informasi sehingga berarti bagi individu tersebut. Dalam melakukan interpretasi terdapat pengalaman individu dimasa lalu serta sistem nilai yang dia miliki. Sistem nilai diartikan sebagai penilaian individu dalam
mempersepsi suatu objek, apakah stimulus tersebut dapat diterima ataupun ditolak. Apabila stimulus tersebut menarik perhatian individu maka persepsi akan bersifat positif dan begiti sebaliknya apabila stimulus tidak menarik perhatian individu maka persepsi akan bersifat negatif. Selain itu adanya pengalaman secara langsung antara individu dan objek yang dipersepsikan, baik bersifat positif maupun negatif akan berpengaruh.
Persepsi seseorang tidak akan timbul segitu saja melainkan ada faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut menyebabkan perbedaan interpretasi yang dilihat oleh dua individu yang melihat sesuatu hal. Walgito,2010 berpendapat bahwa faktor yang berpengaruh terhadap persepsi diantaranya :
a. Objek yang dipersepsi
Objek akan menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera reseptor.
Reseptor indera merupakan struktur yang mengenali stimuli di lingkungan internal maupun ekternal dari individu tersebut. Sebagian besar stimulus datang dari luar individu. Akan tetapi stimulus juga dapat datang dari dalam individu yang berkaitan langsung dengan saraf penerima yang bekerja sebagai reseptor.
b. Alat indera, syaraf, dan pusat susunan saraf
Alat indera atau reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus.Selain itu harus ada syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan syaraf, yaitu otak sebagai pusat kesadaran.Sebagai alat untuk mengadakan respon diperlukan syaraf motoris.
c. Perhatian
Perhatian diperlukan dalam mengadakan persepsi, yang mana langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari keseluruahn aktifitas individu yang ditujukan kepada sekumpulan atau suatu objek. Persepsi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mana terdiri dari perhatian, faktor fungsional, dan faktor struktural (David Krech dan Ricard Crutcfield dalam Jalaludin Rahmat (2007).
1. Perhatian
Perhatian adalah proses mental ketika rangkaian stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah.
2. Faktor Fungsional
Faktor fungsional adalah faktor yang berasal dari sifat stimulus fisik terhadap efek saraf yang ditimbulkan pada sistem saraf individu.
3. Faktor Struktural
Faktor struktural merupakan faktor stimulus yang berasal dari lingkungan luar individu dan bagaimana sistem saraf bereaksi terhadap stimulus tersebut.
Faktor ini mempengaruhi terbentuknya persepsi dengan menyatukan keseluruhan fakta yang ada dan tidak dapat dipisahkan dengan satu sama lain.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwasanya proses persepsi diawali dengan penerimaan stimulus oleh indera manusia, selanjutnya diteruskan kedalam otak untuk diberi makna sehingga individu mengerti dan memahami, kemudian hasil interpretasi dari proses tersebut akan mempengaruhi tindakan individu tersebut.