BAB IV HASIL DAN INTERPRETASI DATA
4.3 Temuan Data
4.3.5 Persepsi Pembeli
Pembeli merupakan aktor penting dalam aktivitas perdagangan, karena proses jual beli baru akan terjadi apabila ada pembeli dan penjual dan melakukan tukar menukar barang dengan menggunakan mata uang yang berlaku. Dalam penelitian ini pembeli merupakan salah satu informan yang dilibatkan untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai aktivitas yang terjadi di pasar tradisional, adapun persepsi yang akan di jabarkan mengenai faktor-faktor apa yang menyebabkan pembeli datang ke pasar tradisional daripada ke pasar modern adalah lokasi yang strategis (mudah dijangkau), kebersihan dan kenyamanan pasar, kelengkapan barang dagangan, kualitas dan harga barang dagangan, pelayanan dan yang terakhir sarana dan
prasarana yang mendukung. Semua ini akan dijabarkan satu persatu sehingga mendapatkan data yang akurat.
1). Lokasi yang strategis (mudah dijangkau)
Mudahnya akses untuk menjangkau pasar tradisional merupakan faktor paling penting dalam menarik pengunjung dan pembeli yang ingin melakukan aktivitas ekonomi di pasar tersebut, keberadaan pasar tradisional (pajak sore) padang bulan terletak di daerah pemukiman padat penduduk karena letaknya yang dekat dengan salah satu universitas negeri yang ada di kota Medan yaitu Universitas Sumatera Utara (USU), dengan adanya Universitas ini maka pertumbuhan ekonomi juga semakin meningkat, karena meningkatnya rumah kost-kostan sehingga menambah jumlah pendatang dari berbagai daerah dan jarak rumah kost-kostan itu tidak jauh dari Pasar tradisional (pajak sore) ini.berikut penuturan informan yang terekam dalam kutipan wawancara sebagai berikut ini:
“…..saya ngekos di pembangunan, jadi saya memilih belanja di pasar ini karena dekat dengan kos-kosan saya trus dengan ongkos seribu saya bisa belanja untuk kebutuhan saya dua hari kedepan, pulang balik ongkos dua ribu lah jadi hemat gitu kalo untuk ke pasar tradisional jaraknya juga lebih jauh kemudian apa yang udah di rencanain untuk dibeli pasti lari dari yang direncanakan, jadi saya lebih memilih berbelanja disini (pajak sore)…..” (wawancara, april 2012)
Mudahnya menjangkau pasar tradisional ini dan memperhatikan dari segi ekonomisnya, sehingga pembeli lebih memilih berbelanja di pasar ini. Lebih efektif menjadi alasan terbesar para pembeli datang ke pasar ini karena mereka dating bukan untuk menghambur-hamburkan uangnya melainkan untuk membeli kebutuhan pokok bagi mereka.
2). Kebersihan dan kenyamanan pasar
Kenyamanan akan timbul apabila kebersihan tetap terjaga dengan baik, dari hasil yang ditemukan dilapangan bahwa walaupun para pedagang telah membayar uang kebersihan setiap harinya tetapi tetap saja masih terlihat sampah-sampah berserakan disekitar tempat jualan mereka, keadaan ini sangat menggangu untuk sebagian pengunjung maupun pembeli yang akan melintasi kawasan mereka berdagang sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung dan pembeli.
Akan tetapi bagi sebagian pembeli yang datang tidak mempermasalahkan masalah kebersihan yang terjadi di pasar tradisional ini, karena menjalankan tujuan awal mengapa mereka datang ke pasar tradisional ini adalah untuk membeli sesuatu yang harus mereka dapatkan dan membawanya pulang ke rumah. Berikut adalah kutipan dari hasil wawancara trehadap pembeli yang merasa keberatan akan masalah kebersihan di pasar tradisional sebagai berikut:
“…..banyak sampah dijalan-jalan ini,buat nggak nyaman aja kesannya jadi barang yang di jual disini juga jorok, harusnya pedagang memperhatikan ini karena ini penting,coba kalo jorok gini terus saya juga males dating kesini lagi (sambil mengangkat bahunya untuk menyatakan jijik)…..”
(wawancara, april 2012)
Berikut ini hasil wawancara dengan pembeli yang tidak keberatan dengan masalah kebersihan di Pasar tradisional (pajak sore) Padang Bulan, Medan:
“…..saya tidak begitu memperhatikan kebersihannya yah yang penting saya datang kesini mau beli apa yang saya cari kalo udah dapet udah pulang, nggak usah ambil pusing kali dengan masalah kebersihannya toh kalo mau bersih kan ada pasar modern tuh,kesana aja…..”
(wawancara, april 2012)
Terdapat perbedaan persepsi antara pembeli yang datang ke pasar tradisional ini, dimana ada dari mereka yang mempersoalkan masalah kebersihan dan ada juga
yang benar-benar datang hanya fokus untuk membeli keperluan yang dicarinya tanpa memperhatikan keadaan sekeliling pasar.
3). Kelengkapan barang dagangan
Beragam jenis barang yang dijual di pasar tradisional belum tentu dapat ditemui pada pasar modern, karena kelengkapan ini membawa dampak positif dalam mendatangkan para pembeli untuk berbelanja di pasar tradisional (pajak sore), merupakan daya tarik yang kuat yang masih dipertahankan oleh para pedagang dimana tersedianya kebutuhan pokok yang tidak ditemukan pada pasar modern tetapi ada di pasar tradisional. Berikut kutipan hasil wawancara pembeli di Pasar tradisional (pajak sore):
“…..saya suka belanja di sini, karna setiap barang yang saya cari pasti saya dapatkan di pasar ini,barangnya lengkap lah dari yang kecil-kecil sampai yang umum pun ada,gak kayak pasar modern tempatnya aja yang luas tapi ketersediaan barangnya banyak yang nggak lengkap…..”
(wawancara, april 2012)
Diperjelas lagi dengan kutipan wawancara terhadap pembeli di pasar tradisional berikut ini:
“…..kalau untuk belanja kebutuhan sehari-hari saya lebih memilih berbelanja di sini ketimbang di pasar modern, nggak repot barang-barangnya pun lengkap contohnya saja waktu saya belanja di pasar modern saya tidak menemukan kelapa parut, kebetulan saya mau beli sesuatu kesana trus sekalian mau beli kelapa untuk masak biar nggak repot ke pajak lagi,eh.. tapi capek keliling-keliling malah nggak ketemu-ketemu si kelapa parut yang ada santan yang udah jadi kesannya kayak pake pengawet gitu jadi saya harus ke pajak lagi lah untuk belik kelapa parut itu…..”
(wawancara, april 2012)
Tersedianya banyak barang kebutuhan pokok di pasar tradisional ini menarik pengunjung dan pembeli untuk datang ke pasar tradisional ini, dan mereka lebih memilih melangkahkan kakinya ke pasar tradisional karena menurut mereka barang
yang mereka cari pasti ada di jual di sini, dan mereka tidak harus repot ke pasar modern yang terkesan eksklusif apabila mau dating ke sana harus mengenakan pakaian yang bias dikatakan rapi, tidak seperti berbelanja ke pasar tradisional dimana pengunjung dan pembeli tidak harus menggunakan pakaian yang rapi dan bersih untuk membeli barang kebutuhan di pasar tradisional.
4). Kualitas dan harga barang dagangan
Kualitas barang sangat mempengaruhi harga barang yang diperjual belikan, apabila kualitasnya buruk harganya juga pasti murah dan sebaliknya apabila kualitasnya baik maka harganya juga akan mahal, tetapi salah apabila kualitasnya buruk dan harganya mahal, semua ini tergantung bagaimana seorang pedagang dapat menentukan harga dengan memperhatikan kondisi barang yang mereka jual berdasarkan ketersedian barang yang mereka datangkan dari pemasok ataupun pedagang besar.
Pembeli dengan jeli memperhatikan kualitas dari barang yang akan mereka beli karena barang tersebut adalah kebutuhan mereka yang akan mereka konsumsi, dalam membeli kebutuhan pangan mereka pasti menginginkan sayuran maupun ikan yang segar untuk mereka konsumsi, karena ketersediaan alat yang dapat mendukung kesegaran dari masing-masing bahan mengakibatkan pedagang harus mendatangkan barang yang baru setiap harinya di pasar tradisional berbeda dengan pasar modern, karena bangunan pasarnya yang memang dilengkapi dengan fasilitas AC di seluruh penjuru ruangan menghasilkan suhu udara yang relatif sejuk dan tidak membuat sayuran cepat layu, didukung lagi dengan tersedianya lemari pndingin yang dapat membuat ikan-ikan menjadi lebih awet atau tahan lama di bandingkan dengan pasar
tradisional.
Berbeda dengan persepsi para pembeli karena sebagian besar pembeli membelanjakan uangnya untuk membeli kebutuhan pangan mereka di pasar tradisional, hal ini di karenakan oleh pergantian barang yang di datangkan oleh pedagang setiap harinya lebih segar dan bukan barang kemaren yang di jual lagi. Berikut kutipan wawancara peneliti kepada pembeli di Pasar tradisional (pajak sore) Padang Bulan, Medan:
“…..masalah kualitas dan harga yah jelas jauh lah antara pasar tradisional dan pasar modern, barang yang ditawarkan oleh pasar tradisional lebih segar ketimbang di pasar modern, kalo pun barang yang di jual kemaren di jual lagi hari ini pasti keliatan kualitas barangnya contohnya aja sayuran,pasti terlihat layu kan sayuran yang kemaren kalo sayuran yang dating pasti lebih segar jadi kita nggak ketipu,cobak di pasar modern mana bias di bedain sayuran yang baru datang ma yang udah lama tetap segar aja keliatannya…..”
(wawancara, april 2012)
Ketegasan sangat terlihat dari wajah-wajah informan, dimana mereka semua memilih pasar tradisional lah yang lebih memiliki kualitas barang dagangan yang mereka anggap berkualitas dan harga yang ditawarkan juga relatif murah tidak seperti di pasar modern, untuk barang dagangan seperti bahan kebutuhan pokok yang tersedia di pasar tradisional sangat mudah dilihat mana yang berkualitas dan mana yang tidak berkualitas. Berikut ini adalah kutipan hasil wawancara yang menyatakan bahwa pasar tradisional memiliki barang yang berkualitas dengan harga yang juga terjangkau:
“…..di pasar tradisional saya dengan mudah membandingkan mana barang yang berkualitas dan mana yang tidak, sedangkan pasar modern susah, aromanya susah ditandai karena tertutupi oleh aroma-aroma dari semua yang tertuang menjadi satu di dalam bangunannya kalo disini kan neh tinggal liat trus kalo beli ikan tinggal di cium dikit baunya udah busuk atau
nggak,jadi gampang, kalo masalah harga dan kualitas saya lebih suka berbelanja di sini lebih hemat yang pastinya…..”
(wawancara, april 2012) 5). Pelayanan
Sikap yang baik, ramah dan sopan merupakan sikap yang harus dimiliki oleh pedagang, karena pengunjung dan pembeli akan lebih senang apabila mereka mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari pedagang sehingga para pembeli akan kembali ke kios mereka lagi untuk membeli kebutuhan di waktu berikutnya, disini pelayanan yang baik menjadi salah satu daya tarik untuk mendapatkan pelanggan, berikut kutipan hasil wawancara dengan pembeli di Pasar tradisional (pajak sore):
“…..kalau masalah pelayanan yang di kasih pasar tradisional lumayan ramah yah para pedagangnya, mereka lebih welcome sekarang, mungkin karena banyaknya saingan mereka jadi mengeluarkan kemampuannya dalam menarik pelanggan, berbeda dengan pasar modern karena mereka sudah terlati bagaimana melayani pelanggan yang dating, lagi pula intensitas ketemuny juga hampir tidak ada,karena barang telah tertempel oleh daftar harga sedangkan disini kan kita berkomunikasi langsung dalam menanyakan harga barang yang akan kita beli…..”
(wawancara, april 2012)
Keunggulan yang sangat terlihat di pasar tradisional adalah dimana aktivitas jual beli dilakukan oleh dua orang yaitu pembeli dan penjual yang saling berinteraksi dalam melakukan transaksi jual beli, dimana terjadi adu argument dalam proses tawar-menawar barang, disini terlihat bahwa di pasar tradisional masih memiliki ikatan sosial yang sangat kuat antara aktor-aktor yang berada didalamnya, dan interaksi seperti ini tidak dijumpai di pasar modern. Berikut ini adalah kutipan hasil wawancara yang dapat mempertegas bahwa berbelanja di pasar tradisional lebih menyenangkan dibandingkan belanja di pasar modern, sebagai berikut:
“…..saya suka belanja di pajak ini,karena saya bias langsung berkomunikasi dengan pedagangnya mana barang yang lebih baik untuk di konsumsi apa perbedaannya dengan barang yang lainnya, tidak seperti di pasar modern kita Cuma bias mendefenisikan bahwa barang yang lebih mahal yang memiliki kwalitas lebih dan tidak mengerti bagaimana cara untuk mengelolahnya sehingga menjadi lebih baik, kalau di pajak ini saya bias sekalian tukar pikiran kepada pedagang mengenai barang yang saya beli, dan ini sangat membantu saya sekaligus menambah pengetahuan saya (sambil tersenyum kecil)…..”
(wawancara, april 2012)
6). Sarana dan prasarana yang mendukung
Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai merupakan penunjang yang cukup penting dalam menarik minat pembeli untuk datang dan berbelanja di pasar tradisional ini, dimana tersedianya angkutan-angkutan umum yang melewati pasar tradisional itu sendiri mempermudah pengunjung maupun pembeli untuk melangkahkan kakinya ke Pasar tradisional (pajak sore) Padang Bulan, Medan. Berikut hasil wawancara dengan pembeli yang menggunakan angkutan umum sebagai alat transportasinya sehingga bisa sampai di pasar tradisional ini:
“…..rumah saya di gang keluarga yang ada di sumber,saya memilih menaiki angkutan umum karena jaraknya yang dekat dengan pajak ini,jadi nggak lama-lama di dalam angkot lagipula repot kalo mau naik kereta, macet lebih baik naik angkutan aja,lebih gampang ongkosnya pun seribu…..”
(wawancara,april 2012)
Lahan parkir juga mempengaruhi pembeli atau pengunjung untuk datang ke pasar tradisional, dimana di pasar tradisional ini lahan parkirnya sangat terbatas sekali, mobil-mobil yang digunakan sebagai alat transportasi oleh sebagian pembeli berada sangat dekat dengan badan jalan, hal ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi si pemarkir kendaraan roda empatnya dan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan yang harus melewati kawasan pasar tradisional ini sendiri, terbatasnya tempat parkir
menimbulkan dampak negatif bagi mereka yang menggunakan alat transportasi pribadi untuk sampai ke pasar tradisional ini karena mereka tidak merasa nyaman dengan lahan parkir yang tersedia. Berikut adalah hasil wawancara terhadap informan yaitu mereka-mereka yang datang ke pasar tradisional dengan menggunakan alat transportasi pribadi:
“…..takut sih kalo mau ninggalin kendaraan saya lama-lama di tempat parkir karenakan tempat parkirnya aja terbatas sekali, lagi pula nggak ada kenyamanan yang bias meyakinkan kita kalo kendaraan yang kita parkirkan sepenuhnya aman, saya pun jadi nggak tenang belanjanya trus cepat-cepat gitu lah, apa yang uda di rencanain dari rumah mau di beli itu lah yang harus di cari secepatnya, karena kepikaran sama kendaraan tadi jadi belanjanya pun nggak tenang…..”
(wawancara, april 2012)
Apabila kondisi lahan parkir sudah memadai mungkin tidak ada lagi para pengunjung dan pembeli yang takut untuk memarkirkan kendaraan pribadinya di pasar tradisional ini, dan pembeli dan pengunjung dapat lebih tenang memilih barang-barang apa lagi yang akan mereka beli tanpa harus merasa tidak tenang karena telah memarkirkan kendaraannya di tempat yang tidak aman.
4.4 Interpretasi Data