• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.6 Persepsi

Persepsi adalah proses internal yang memungkinkan kita memilih, mengorganisasikan, dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan kita, dan proses tersebut mempengaruhi prilaku kita. Persepsilah yang menentukan kita untuk menentukan suatu pesan dan mengabaikan pesan yang lain.34

Persepsi merupakan proses yang didahului oleh penginderaan. Sedangkan penginderaan merupakan suatu proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat penerima yaitu alat indera. Proses tersebut selanjutnya akan diteruskan oleh saraf ke otak sebagai pusat susuan saraf. Kemudian terjadilah sebuah proses yang dinamakan proses persepsi.35

Devidoff menjelaskan bahwa stimulus diterima oleh indera akan menjadi sesuatu yang berarti apabila telah diorganisasikan dan diinterpretasikan. Moskowitz dan Orgel juga menjelaskan bahwa persepsi merupakan suatu proses yang integrated dari individu dan stimulus yang diterimannya.36

Dalam proses persepsi banyak rangsangan sampai kepada kita melalui panca indra kita, namun kita tidak mempersepsi semua itu secara acak. Alih-alih, kita mengenali objek-objek tersebut sebagai spesifik dan kejadian-kejadian

33 Morrisan&Andy Corry Wardhani. 2009. Teori Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia. Hal.36-37

34 Deddy Mulyana. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hal.179

35 Bimo Walgito. 2003. Psikologi Sosial: Suatu Pengantar. Yogyakarta: Andy Yogyakarta. Hal.45 36 Ibid. Hal.53

tertentu sebagai memiliki pola-pola tertentu. Alasannya sederhana saja, karena persepsi kita adalah suatu proses aktif yang menuntut suatu tatanan dan makna atas berbagai rangsangan yang kita terima.

Kenneth K. Sereono dan Edward M. Bodaken, juga Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson, menyebutkan bahwa persepsi terdiri dari tiga aktivitas, yaitu:

seleksi, organisasi, dan interpretasi. Yang dimaksud dengan seleksi sebenarnya mencakup sensasi dan atensi, sedangkan organisasi melekat pada interpretasi, yang dapat diidentifikasikan sebagai “meletakan suatu rangsangan bersama rangsangan lainnya sehingga menjadi suatu keseluruhan yang bermakna”. 37

1. Perhatian

Faktor yang sangat mempengaruhi persepsi yakni Attentions (perhatian) yaitu proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. Demikian definisi yang diberikan oleh Kenneth E. Anderson, perhatian terjadi bila kita mengkonsentrasikan diri pada salah satu alat indera kita, dan mengesampingkan masukan-masukan melalui alat indera yang lain.

Perhatian berarti sebelum manusia merespon, manusia merespon atau menafsirkan objek atau kejadian atau rangsangan apapun, manusia terlebih dahulu memperhatikan kejadian atau rangsangan tersebut. Jadi persepsi mensyaratkan kehadiran suatu objek untuk dipersepsi, termasuk orang lain atau diri sendiri. Dalam banyak kasus, rangsangan yang menarik perhatian, cenderung dianggap lebih penting daripada yang tidak menarik perhatian.

37 Deddy Mulyana. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hal.181

Pada tahap perhatian, setiap individu dalam memberikan perhatian terhadap suatu stimuli dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor situasional yang lebih menitikberatkan pada apa yang ada pada stimuli itu sendiri dan faktor personal yang berasal dari individu itu sendiri, dan faktor yang ada pada stimuli antara lain ukuran, arahan kontras, warna bentuk dan posisi.

2. Organisasi

Wood menjelaskan bagaimana seseorang mengorganisasikan persepsi dengan cara mengorganisasikan dan menginterpretasikan pengalaman dengan menggunakan struktur kognitif yang disebut schemata (schemata). Skema kognitif digunakan untuk mengorganisasikan bagaimana kita berfikir tentang manusia dan situasi.38

Seluruh perhatian dalam tahap interpretasi mengandung makna dan persepsi pada tahap ini terjadi proses penyederhanaan, pengolahan, serta penyusunan. Persepsi menurut Alie Djahri adalah merupakan proses dimana rangsangan terhadap alat indera mendapat makna lain pengertian. Dalam proses inilah segala macam pengalaman atas objek, peristiwa, atau hal-hal lain yang ditafsirkan dan disimpulkan sehingga menjadi informasi kegiatan proses ini melibatkan unsur-unsur seperti harapan, motivasi, dan memori.39

3. Interpretasi

Tahap terpenting dalam persepsi adalah interpretasi atas informasi yang kita peroleh melalui salah satu atau lebih dari indra kita. Namun manusia tidak dapat menginterpretasikan makna setiap objek secara langsung, melainkan

38 Julia Wood. 1997. Communication Our Lives. Belmont: Wadsworth Publishing Company. Hal.42

menginterpretasikan makna informasi yang di percaya mewakili objek tersebut. Jadi pengetahuan yang kita peroleh melalui persepsi bukan pengetahuan mengenai objek sebenarnya, melainkan pengetahuan mengenai bagaimana tampaknya objek tersebut.40

Dengan persepsi individu dapat menyadari, dapat mengerti tentang keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya, dan juga tentang keadaan diri individu yang bersangkutan. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa dalam persepsi stimulus dapat datang dari luar diri individu, tetapi juga dapat datang dari dalam diri individu yang bersangkutan. Bila yang dipersepsi dirinya sendiri sebagai objek persepsi, inilah yang disebut persepsi diri ( self-perception). Karena dalam persepsi itu merupakan aktivitas yang integrated, maka seluruh apa yang ada dalam diri individu seperti perasaan, pengalaman, kemampuan berfikir, kerangka acuan, dan aspek-aspek lain yang ada dalam diri individu akan ikut berperan dalam persepsi tersebut.41 Berdasarkan atas hal tersebut, dapat dikemukakan bahwa dalam persepsi itu sekalipun stimulusnya sama, tetapi karena pengalaman tidak sama, kemampuan berfikir tidak sama, kerangka acuan tidak sama, adanya kemungkinan hasil persepsi antara individu satu dengan individu yang lain tidak sama. Keadaan terssebutmemberikan gambaran bahwa persepsi itu memang bersifat individual. Persepsi akan suatu objek tidak terjadi begitu saja. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya persepsi adalah faktor fungsional yang berasal

40 Deddy Mulyana. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hal.182

41

dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal lain yang termasuk dalam faktor personal.

Dokumen terkait