• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi Wajib Pajak terhadap Pajak Reklame

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.4 Analisis Persepsi terhadap Pajak Reklame

5.4.2. Persepsi Wajib Pajak terhadap Pajak Reklame

Pada survey ini didapatkan bagaimana persepsi WP terhadap pengelolaan Pajak Reklame yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Tabel yang digunakan adalah tabel persepsi wajib Pajak untuk menilai persepsi yang tergambarkan oleh WP dimulai dari persepsi sangat tidak penting, tidak penting, ragu-ragu, penting dan sangat penting.

Tabel 5. 40. Persepsi Wajib Pajak

N = 84 Range = 67,2 Tingkat = 5

Alternatif Jawaban Rentang Skor

Sangat Tidak Penting 84 – 151.2 Tidak Penting 151.3-218.4 Ragu-ragu 218.5-285,6 Penting 285.6-352.8 Sangat penting 352.8-420.0 Sumber : data primer (diolah)

Interpretasi dari 8 pertanyaan yang disampaikan kepada 84 responden Wajib Pajak adalah sebagaimana disajikan pada tabel-tabel berikut.

1. Persepsi WP terhadap partisipasi pemasang iklan/reklame untuk membayar pajak dalam Peningkatan PAD

Jawaban yang diberikan oleh WP terhadap pertanyaan apakah partisispasi pemasang iklan/reklame untuk membayar pajak dianggap penting dalam peningkatan PAD, untuk mengetahui tingkat kesadaran WP terhadap kewajibannya.

Tabel 5. 41. Tabel Persepsi WP terhadap partisipasi pemasang iklan/reklame dalam Peningkatan PAD

Alternatif Jawaban Skor (x) Frekuensi (f) f(x) % Sangat Penting 5 30 30 35.7 penting 4 45 75 53.6 Ragu-ragu 3 8 83 9.5 Tidak penting 2 1 84 1.2 Sangat Tidak penting 1 0 84 0 Jumlah 84 356 100 Tingkat kategori

Persepsi Sangat Penting Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5. 41. Persepsi WP terhadap partisipasi pemasang iklan/reklame dalam Peningkatan PAD hampir seluruh WP menyatakan bahwa partisipasi pemasang iklan/reklame untuk membayar pajak reklame adalah sangat penting, artinya tingkat kesadaran WP sudah cukup tinggi dalam menilai bahwa partisispasi pemasang iklan/reklame untuk membayar pajak dianggap penting dalam peningkatan PAD.

2. Kesediaan membayar pajak

Jawaban yang diberikan oleh WP terhadap pertanyaan apakah bersedia membayar pajak, adalah untuk mengetahui tingkat kesadaran WP terhadap kewajibannya untuk membayar pajak.

Tabel 5. 42. Persepsi WP terhadap kesediaan membayar pajak

Alternatif Jawaban Skor (x) Frekuensi (f) f(x) % Sangat Penting 5 19 19 22.6 penting 4 47 66 56 Ragu-ragu 3 15 81 17.8 Tidak penting 2 3 84 3.6 Sangat Tidak penting 1 0 84 0

Jumlah 84 334 100

Tingkat kategori

Persepsi Penting

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5. 42. Persepsi WP terhadap kesediaan membayar pajak hampir seluruh WP menyatakan bahwa partisipasi WP dalam kesediaan membayar pajak adalah penting, artinya tingkat kesadaran WP sudah cukup tinggi dalam menilai bahwa kesediaan membayar pajak adalah memang harus dilakukan.

3. Pelayanan Pemungutan Pajak dari Pemda

Jawaban yang diberikan oleh WP terhadap pertanyaan bagaimana pelayanan pemungutan pajak yang sudah dilakukan oleh pemda, untuk mengetahui penilaian WP terhadap pelayanan pemungutan pajak yang sudah dilakukan oleh pemda selama ini, apakah sudah menjadi faktor penting atau tidak.

Tabel 5.43. Persepsi terhadap pelayanan pemungut pajak kepada WP

Alternatif Jawaban Skor (x) Frekuensi (f) f(x) % Sangat Penting 5 12 12 14.3 penting 4 42 54 50 Ragu-ragu 3 21 75 25 Tidak penting 2 9 84 10.7 Sangat Tidak penting 1 0 84 0

Jumlah 84 309 100

Tingkat kategori

Persepsi Penting

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5.43. Persepsi WP terhadap pelayanan pemungut pajak kepada WP menyatakan bahwa pelayanan pemungut pajak yang dilakukan kepada WP adalah penting, artinya tingkat kesadaran WP sudah cukup tinggi dalam menilai bahwa pelayanan pemungut pajak yang sudah dilakukan oleh pemda memegang faktor penting dalam peningkatan PAD.

4. Tingkat Pajak Daerah 25 %

Jawaban yang diberikan oleh WP terhadap pertanyaan apakah tingkat pajak daerah sebesar 25 % sudah sesuai dengan persepsi dari WP dan menjadi faktor penting atau tidak.

Tabel 5.44. Persepsi terhadap Tingkat pajak daerah untuk pajak reklame dengan ketetapan 25 %

Alternatif Jawaban Skor (x) Frekuensi (f) f(x) % Sangat Penting 5 9 9 10.7 penting 4 30 39 35.7 Ragu-ragu 3 33 72 39.3 Tidak penting 2 12 84 14.3 Sangat Tidak penting 1 0 84 0

Jumlah 84 288 100

Tingkat kategori

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5.44. Persepsi WP terhadap Tingkat pajak daerah untuk pajak reklame dengan ketetapan 25 % menyatakan bahwa Tingkat pajak daerah untuk pajak reklame dengan ketetapan 25 % yang ditetapkan kepada WP adalah penting, artinya tingkat kesadaran WP sudah cukup tinggi dalam menilai bahwa penerapan pajak reklame sebesar 25 % yang sudah dilakukan oleh pemda memegang faktor penting dalam peningkatan PAD.

5. Perda Nomor 6 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Reklame perlu di revisi Jawaban yang diberikan oleh WP terhadap pertanyaan apakah Perda Nomor 6 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Reklame perlu di revisi sesuai dengan persepsi dari WP dan menjadi faktor penting atau tidak.

Tabel 5. 45. Persepsi terhadap Perda Nomor 6 Tahun 2004 tentang penyelenggaraan reklame perlu direvisi secara signifikan

Alternatif Jawaban Skor (x) Frekuensi (f) f(x) % Sangat Penting 5 7 7 8.3 penting 4 40 47 47.7 Ragu-ragu 3 28 75 33.3 Tidak penting 2 9 84 10.7 Sangat Tidak penting 1 0 84 0

Jumlah 84 297 100

Tingkat kategori

Persepsi Penting

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5.45. Persepsi WP terhadap terhadap pertanyaan apakah Perda Nomor 6 Tahun 2004 tentang penyelenggaraan reklame termasuk perlu direvisi secara signifikan WP terbanyak mejawab hal ini penting dilakukan revisi sehingga bahwa revisi terhadap Perda Nomor 6 Tahun 2004 tentang penyelenggaraan reklame adalah penting, artinya tingkat kesadaran WP sudah cukup tinggi dalam menilai bahwa Perda Nomor 6 Tahun 2004 tentang penyelenggaraan reklame termasuk perlu direvisi oleh pemda memegang faktor penting dalam peningkatan PAD.

6. Sosialisasi Pemda tentang Pajak

Tabel 5. 46. Persepsi terhadap sosialisasi secara berkesinambungan terhadap masyarakat mengenai pajak daerah

Alternatif Jawaban Skor (x) Frekuensi (f) f(x) % Sangat Penting 5 36 36 42.9 penting 4 45 81 53.5

Ragu-ragu 3 3 84 3.6 Tidak penting 2 0 84 0 Sangat Tidak penting 1 0 84 0

Jumlah 84 369 100

Tingkat kategori

Persepsi Penting

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5.46. Persepsi WP terhadap sosialisasi secara berkesinambungan terhadap masyarakat mengenai pajak daerah menyatakan bahwa sosialisasi secara berkesinambungan terhadap masyarakat mengenai pajak daerah adalah penting.

7. Reward/penghargaan dan punishment/hukuman kepada para Wajib pajak

Tabel 5. 47. Persepsi Pemberian penghargaan (reward) dan hukuman (punishment) kepada para wajib pajak

Alternatif Jawaban Skor (x) Frekuensi (f) f(x) % Sangat Penting 5 26 26 31 penting 4 39 65 46.4 Ragu-ragu 3 14 79 16.6 Tidak penting 2 4 83 4.8 Sangat Tidak penting 1 1 84 1.2

Jumlah 84 337 100

Tingkat kategori

Persepsi Penting

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5.47. Persepsi WP terhadap Pemberian penghargaan (reward) dan hukuman (punishment) kepada para wajib pajak menyatakan bahwa Pemberian penghargaan (reward) dan hukuman (punishment) kepada para wajib pajak adalah merupakan hal yang penting. Sehingga keseimbangan antara harapan WP dan kemampuan pemerintah daerah dalam Pemberian penghargaan (reward) dan hukuman (punishment) sebagai bagian dari pelayanan pajak reklame harus menjadi perhatian.

8. Metode pembayaran pajak

Tabel 5. 48. Metode pembayaran pajak yang diinginkan

jawaban (x) Frekuensi (f) f(x) % a 42 42 50 b 6 48 7.1 c 21 69 25 d 13 82 15.5 e 2 84 2.4

Total 84 325 100 Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5.48. Persepsi WP terhadap metode pembayaran pajak yang diinginkan oleh WP menyatakan bahwa metode pembayaran pajak yang diinginkan WP sebanyak 50 % Langsung tunai dibayar sendiri ke Dipenda, sebanyak 25 % menyatakan transfer melalui Bank Jabar, sebanyak 15,5 % menyatakan online internet, 7,1% menyatakan Melalui petugas pemungut pajak yang datang ke kantor WP, dan sebanyak 2,4% menyatakan transfer melalui Bank lain.

5.4.3. Persepsi Belum Wajib Pajak terhadap Pajak Reklame

Pada survey ini didapatkan bagaimana persepsi masyarakat yang belum menjadi WP (BWP) terhadap pengelolaan Pajak Reklame yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Tabel yang digunakan adalah tabel persepsi BWP untuk menilai persepsi yang tergambarkan oleh BWP dimulai dari persepsi sangat tidak penting, tidak penting, ragu-ragu, penting dan sangat penting.

Tabel 5. 49. Persepsi Belum Wajib Pajak

N = 100 Range = 80 Tingkat = 5

Alternatif Jawaban Rentang Skor

Sangat Tidak Penting 80 - 160 Tidak Penting 161 - 241 Ragu-ragu 242 - 322 Penting 323 - 403 Sangat penting 404 - 484 Sumber : data primer (diolah)

Dari tujuh pertanyaan terhadap masyarakat yang belum menjadi Wajib Pajak Reklame didapatkan data dan informasi sebagai berikut : 1. Partisipasi pemasang reklame untuk membayar pajak dalamPeningkatan PAD

Tabel 5. 50. Persepsi BWP terhadap partisipasi pemasang iklan/reklame dalam Peningkatan PAD

Alternatif Jawaban Skor (x) Frekuensi (f) f(x) % Sangat Penting 5 14 14 14 penting 4 53 67 53 Ragu-ragu 3 27 94 27 Tidak penting 2 5 99 5 Sangat Tidak penting 1 1 100 1 Jumlah 100 374 100 Interpretasi Penting

Berdasarkan data Tabel 5.50. Persepsi BWP terhadap partisipasi pemasang iklan/reklame dalam Peningkatan PAD menyatakan bahwa partisipasi pemasang iklan/reklame untuk membayar pajak reklame adalah penting. Sehingga dapat dilihat bahwa sebenarnya masyarakat sudah menyadari tentang partisipasi untuk membayar pajak itu penting dalam peningkatan PAD, khususnya untuk pemasang reklame.

2. Kesediaan membayar pajak

Tabel 5. 51. Persepsi BWP terhadap kesediaan membayar pajak

Alternatif Jawaban Skor (x) Frekuensi (f) f(x) % Sangat Penting 5 23 23 23 penting 4 63 86 63 Ragu-ragu 3 9 95 9 Tidak penting 2 4 99 4 Sangat Tidak penting 1 1 100 1 Jumlah 100 403 100 Interpretasi Penting

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5.51. Persepsi BWP terhadap kesediaan membayar pajak menurut masyarakat BWP menyatakan bahwa partisipasi WP dalam kesediaan membayar pajak adalah penting. Sehingga dapat dilihat bahwa sebenarnya masyarakat sudah menyadari tentang partisipasi untuk kesediaan membayar pajak itu penting dalam peningkatan PAD, khususnya untuk pemasang reklame.

3. Reward/penghargaan dan punishment/hukuman kepada para Wajib pajak

Tabel 5. 52. Persepsi BWP terhadap reward/penghargaan dan punishment/hukuman kepada para wajib pajak

Alternatif Jawaban Skor (x) Frekuensi (f) f(x) % Sangat Penting 5 14 14 14 penting 4 45 59 45 Ragu-ragu 3 29 88 29 Tidak penting 2 10 98 10 Sangat Tidak penting 1 2 100 2 Jumlah 100 359 100 Interpretasi Penting

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5.52. Persepsi BWP terhadap reward/penghargaan dan punishment/hukuman kepada para wajib pajak BWP menyatakan bahwa reward/penghargaan dan punishment/hukuman pajak adalah penting untuk dilakukan sebagai bagian dari pelayanan pajak reklame. Sehingga keseimbangan

antara harapan masyarakat dan kemampuan pemerintah daerah dalam Pemberian penghargaan (reward) dan hukuman (punishment) sebagai bagian dari pelayanan pajak reklame harus menjadi perhatian.

4. Kesediaan menjadi WP (Multiple choice) a. sangat bersedia

b. bersedia c. ragu-ragu d. tidak bersedia e. sangat tidak bersedia

Tabel 5. 53. Persepsi BWP terhadap kesediaan menjadi Wajib Pajak

jawaban (x) Frekuensi (f) f(x) % a 7 7 7 b 62 69 62 c 25 94 25 d 5 99 5 e 1 100 1 100 100

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5.53. Persepsi BWP terhadap kesediaan menjadi Wajib Pajak BWP menyatakan bahwa sebanyak 62 % Bersedia, masyarakat BWP sebanyak 25 % ragu-ragu, sebanyak 7 % sangat Bersedia, sebanyak 5 % tidak bersedia dan sebanyak 1 % sangat tidak bersedia menjadi WP. Walaupun sebagian besar masyarakat menyatakan kesediaannya menjadi WP, masih ada masyarakat yang ragu-ragu bahkan tidak bersedia menjadi WP ini mencerminkan masih beragamnya tingkat kesadaran masyarakat akan kewajiban mereka terhadap pembayaran pajak reklame tersebut. Sehingga pemerintah daerah masih harus melakukan kegiatan pendidikan sadar hukum, khususnya dibidang pajak ini.

5. Kesediaan membayar Pajak reklame dari iklan yang di pasang (Multiple choice)

a. sangat bersedia b. bersedia

c. ragu-ragu d. tidak bersedia e. sangat tidak bersedia

Tabel 5. 54. Persepsi BWP terhadap kesediaan membayar pajak reklame untuk iklan yang di pasang

Jawaban (x) Frekuensi (f) f(x) %

a 2 2 2

b 46 48 46

c 39 87 39

e 1 100 1

100 100

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5.54. Persepsi BWP terhadap kesediaan membayar pajak reklame untuk iklan yang di pasang, BWP menyatakan bahwa sebanyak 46 % Bersedia, masyarakat BWP sebanyak 39 % ragu-ragu, sebanyak 12 % Tidak Bersedia, sebanyak 2 % sangat bersedia dan sebanyak 1 % sangat tidak bersedia untuk membayar pajak reklame untuk iklan yang di pasang.

6. Kesanggupan membayar jumlah Pajak (Multiple choice) a. >25 %

b. 25%

c. <25%

d. Random jawaban

Tabel 5. 55. Tabel Persepsi BWP terhadap kesanggupan membayar jumlah pajak reklame

Jawaban (x) Frekuensi (f) f(x) % a 3 3 3 b 11 14 11 c 73 87 73 d 13 100 13 e 0 100 0 100 100

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5.55. Persepsi BWP terhadap kesanggupan membayar jumlah pajak reklame BWP menyatakan bahwa sebanyak 73 % menjawab < 25 %, masyarakat BWP sebanyak 13 % menjawab dengan berbagai angka secara random, sebanyak 11 % menjawab bersedia membayar pajak reklame sebesar 25 %, sebanyak 3 % menjawab bersedia membayar pajak reklame sebesar >25 %.

7. Metode Pembayaran (Multiple choice)

a. Langsung tunai dibayar sendiri ke Dipenda

b. Melalui petugas pemungut pajak yang datang ke kantor Anda c. transfer melalui Bank Jabar

d. online internet

e. transfer melalui Bank lain

Tabel 5. 56. Persepsi BWP terhadap metode pembayaran pajak yang diinginkan

Jawaban (x) Frekuensi

(f)

f(x) %

Langsung tunai dibayar sendiri ke Dipenda 59 59 59 Melalui petugas pemungut pajak yang

datang ke kantor Anda

14 73 14 Transfer melalui Bank Jabar 12 85 12

Online internet 11 96 11 Transfer melalui Bank lain 4 100 4

100 100

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan data Tabel 5.56. Persepsi BWP terhadap metode pembayaran pajak yang diinginkan oleh BWP menyatakan bahwa metode pembayaran pajak yang diinginkan BWP sebanyak 59 % Langsung tunai dibayar sendiri ke Dipenda, sebanyak 14 % menyatakan petugas pemungut pajak yang datang ke kantor BWP, sebanyak 12 % menyatakan transfer melalui Bank Jabar, sebanyak 11 % melalui online internet, dan sebanyak 4 % menyatakan transfer melalui Bank lain.

VI. RANCANGAN STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN PENERIMAAN PAJAK REKLAME

DIKABUPATEN BOGOR

Strategi peningkatan PAD harus mengarah pada sasaran komprehensif yang memiliki keterpaduan program-program, menyeluruh, partisipasi aktif dari seluruh stakeholders dan masyarakat, dan juga berorientasi pada prinsip berkelanjutan. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah dari potensi daerah yang ada.

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyusun strategi untuk dapat meningkatkan penerimaan pendapatan dari pajak reklame di Kabupaten Bogor adalah analisis SWOT. Metode analisis SWOT yang digunakan untuk menyusun strategi bagaimana usaha untuk meningkatkan penerimaan pendapatan dari pajak reklame di Kabupaten Bogor menggunakan data dan informasi yang telah dikaji dalam bab sebelumnya. Hasil kajian tersebut menjadi bahan masukkan bagi penetapan faktor-faktor internal dan eksternal yang akan dianalisis

dengan analisis SWOT. Bahan masukan yang lainnya berasal dari kuesioner yang diberikan kepada responden yang merupakan stakeholder pembangunan di Kabupaten Bogor. Analisis SWOT pada kajian ini ditujukan untuk menetapkan strategi meningkatkan penerimaan pendapatan dari pajak reklame di Kabupaten Bogor.

Permasalahan yang tergambar dalam manajemen penyelengaraan pajak reklame di Kabupaten Bogor yang diperoleh dari hasil responden adalah:

1. Keterbatasan kemampuan SDM aparatur pemda dalam manajemen pajak reklame.

2. Validitas keakuratan data sehingga tingkat penetapan prakiraan potensi pajak reklame yang dapat dikembangkan masih belum dapat secara riil.

3. Penegakan peraturan daerah dan sanksi yang belum maksimal.

4. Belum meratanya peran serta masyarakat secara aktif dalam pelaksanaan pajak reklame.

Dari uraian permasalahan yang tergambar dari hasil responden tersebut maka diharapkan dapat memberikan gambaran secara keseluruhan mengenai peran pajak reklame yang dibayarkan oleh masyarakat terhadap PAD Kabupaten Bogor.

6.1. Metode Perancangan Program Peningkatan Pendapatan Pajak Reklame

Dokumen terkait