kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan sampai dengan pendokumentasian hasil-hasil penyelenggaraan sidang kabinet maupun rapat atau pertemuan. Hasil-hasil sidang kabinet maupun rapat atau pertemuan selanjutnya didokumentasikan terdiri dari rekaman audio, transkripsi, risalah, arahan dan petunjuk Presiden serta laporan persiapan dan pelaksanaan sidang kabinet maupun rapat atau pertemuan.
Pelaksanaan fungsi terkait pengelolaan persidangan kabinet ini turut memberikan andil dalam pembuatan kebijakan yang berskala nasional maupun mengubah kebijakan yang akan mempunyai dampak luas kepada masyarakat. Sebelum kebijakan tersebut diputuskan, prosedurnya adalah Menteri atau Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang bersangkutan terlebih dahulu meminta kepada Presiden untuk membahas dalam Sidang Kabinet Paripurna atau Sidang Kabinet Terbatas mengenai masalah dimaksud. Hal tersebut diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2004 tentang Pengambilan Kebijakan di Tingkat Kementerian Negara dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian.
Terkait pengelolaan persidangan kabinet, sidang yang dipersiapkan oleh Sekretariat Kabinet adalah sidang, rapat atau pertemuan yang dipimpin dan/atau dihadiri oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden guna membahas program kerja pemerintah atau masalah-masalah yang sedang berkembang di masyarakat. Jenis-jenis penyelenggaraan sidang kabinet dapat digolongkan sebagai berikut:
Sasaran 3
Terwujudnya
Peningkatan Kualitas
Pengelolaan
1. Sidang Kabinet yaitu sidang yang dipimpin oleh Presiden yang dihadiri oleh para Menteri dan pejabat negara lainnya yang ditentukan untuk membahas masalah-masalah penting yang dihadapi oleh negara serta penyelenggaraan negara pada umumnya. Sidang Kabinet diadakan secara berkala (periodik) dan dalam waktu-waktu tertentu yang ditentukan oleh Presiden. Presiden mengambil keputusan atau kesimpulan mengenai masalah-masalah yang dibahas dalam Sidang Kabinet setelah dimusyawarahkan dan mendengarkan sidang. Sidang Kabinet terdiri dari:
a. Sidang Kabinet Paripurna, yang diadakan secara berkala sekali dalam sebulan. Namun dalam hal dianggap perlu, Presiden dapat mengadakan Sidang Kabinet Paripurna selain dari ketentuan tersebut. Sidang Kabinet Paripurna membahas masalah-masalah umum dan khusus atau penting yang dihadapi oleh negara.
b. Sidang Kabinet Terbatas, yang diadakan sekali dalam seminggu atau berdasarkan keinginan Presiden untuk membahas masalah sehari-hari yang dianggap perlu meliputi bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Perekonomian, Kesejahteraan Rakyat, dan masalah khusus lainnya.
2. Rapat yang terdiri dari:
a. Rapat Terbatas dilaksanakan sewaktu-waktu dan hanya diiikuti oleh beberapa Menteri/pejabat yang sangat terkait dengan topik bahasan yang akan dibahas (terbatas). Rapat terbatas juga mencakup rapat-rapat yang
dipimpin oleh Wakil Presiden guna membahas masalah-masalah
tertentu.
b. Rapat Kerja Pemerintah (RKP) yaitu rapat yang membahas kebijakan nasional dan arahan Presiden selaku Kepala Pemerintahan. RKP dihadiri oleh seluruh Menteri, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ketua dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Kepala LPNK, para Gubernur, para Bupati/Walikota, pejabat Eselon I terkait, Staf Khusus Presiden, Pejabat Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota), Pelaku Usaha (situasional) dan pihak-pihak lain yang dianggap perlu.
3. Pertemuan yaitu pertemuan-pertemuan yang meliputi: paparan para Menteri dan pejabat lainnya, rapat koordinasi, rapat konsultasi, Presidential Lecture,
Retreat, kunjungan kerja Presiden baik ke daerah maupun ke luar negeri,
arahan Presiden, dan pertemuan lainnya yang dipimpin dan/atau dihadiri oleh Presiden.
Terwujudnya peningkatan kualitas pengelolaan persidangan kabinet dapat dilihat dari keberhasilan Sekretariat Kabinet dalam menyelesaikan seluruh kegiatan yang terkait dengan pengelolaan sidang kabinet secara efektif dan efisien terutama di dalam memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada seluruh peserta sidang kabinet baik dari sisi pelayanan maupun hasil sidang kabinet berupa risalah sidang kabinet.
Aspek utama yang menjadi landasan untuk mengukur indikator kinerja utama dari sasaran ketiga ini adalah sejauh mana tingkat kepuasan peserta sidang kabinet terhadap pelayanan penyelenggaraan sidang kabinet dan sejauh mana risalah sidang kabinet dimanfaatkan oleh Kementerian/lembaga dalam mengimplementasikan kebijakannya.
Uraian mengenai pencapaian sasaran ketiga adalah sebagai berikut: Tabel 3.17
Capaian Indikator Kinerja Utama dari Sasaran Ketiga Indikator Kinerja Utama Target Realisasi %
Capaian Kategori Capaian Kinerja
1. Tingkat kepuasan peserta sidang kabinet terhadap
penyelenggaraan sidang kabinet
A (100%) A (93,31%) 93,31 Sangat baik
2. Tingkat kepuasan peserta sidang kabinet terhadap risalah sidang kabinet
Capaian IKU sasaran ketiga untuk indikator pertama maupun kedua dihitung menggunakan rumus 1. Berdasarkan kategori pencapaian kinerja, dapat dinyatakan bahwa pencapaian IKU untuk sasaran ini masing-masing dikategorikan sangat baik untuk IKU pertama dan memuaskan untuk IKU
kedua.
Apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2013, terdapat sedikit penurunan capaian sebesar 1,23% sedangkan untuk IKU kedua tidak dapat diperbandingkan dengan tahun sebelumnya karena IKU tersebut merupakan IKU baru. Penurunan capaian ini bukan berarti terjadi penurunan kinerja karena pada tahun 2014 terjadi pergantian pemerintahan yang berdampak pada perubahan susunan kabinet yang selanjutnya juga mempengaruhi pemilihan peserta sidang kabinet yang disurvei. Dalam hal ini, pada survei pertama yang dilaksanakan dalam semester I 2014, peserta sidang yang disurvei adalah para Menteri/Pimpinan Lembaga Kabinet Indonesia Bersatu II sedangkan pada semester II peserta sidang kabinet yang disurvei adalah para Menteri/Pimpinan Lembaga Kabinet Kerja. Perbedaan peserta sidang yang disurvei ini selanjutnya juga mempengaruhi perbedaan preferensi dalam merespon atau memberikan jawaban terhadap item-item kuesioner yang ditanyakan. Hal ini dimungkinkan karena responden survei pada survei kedua belum mengetahui secara menyeluruh tentang penyelenggaraan sidang kabinet. Meskipun demikian, ke depan Sekretariat Kabinet akan terus berupaya melakukan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kualitas pengelolaan persidangan kabinet yang dibarengi dengan sosialisasi secara intensif mekanisme pengelolaan persidangan kabinet kepada peserta sidang kabinet guna meningkatkan awareness dan tingkat kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan sidang kabinet.
Uraian lebih lanjut tentang analisis capaian IKU sasaran ketiga adalah sebagai berikut:
1. Formulasi IKU
Guna mencapai target kinerja yang telah ditetapkan, IKU “Tingkat kepuasan peserta sidang kabinet terhadap penyelenggaraan sidang kabinet” diformulasikan dengan menggunakan perhitungan berikut:
Tingkat kepuasan dihitung dari akumulasi semua jawaban dari responden dengan jawaban puas/mengiyakan terhadap pertanyaan yang disampaikan dalam survei terkait penyelenggaraan sidang kabinet.