Billahit taufiq wal hidayah.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
KETUA RAPAT:
Terima kasih kami sampaikan kepadajuru bicara F PPP
Berikutnya saya persilakan juru bicara dari F KB, yang terhormat Saudara H. Ahmad Mubasyir Mahfud untuk menyampaikan Tanggapan Fraksinya
Kami persilakan.
F KB (H. AHMAD MUBASYIR MAHFUD) : Assalamu'alaikum Wr Wb
Yang terhormat Pimpinan Sidang
Yang terhormat para anggota dewan dan hadirin yang berbahagia
I
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, yang masih memberikan nikmat sehat dan iman pada kita semua, sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah puasa di bulan ramadlan yang penuh rahmat ini. Semoga amal ibadah kita senantiasa mendapatkan ridlo-Nya: Amien.
Sholawat · serta salam. kita sampaikan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah memberikan petunjuk bagi semua ummat manusia ke .jalan yang terang dan lurus, sehingga kita dapat menjadi ummat yarig senantiasa bersyukur·dan tetap berada di jalan-Nya. ,,
' :,
Pada kes~mpatan ini kaml sampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan isidang, yang telah memberikan waktu kepada Fraksi Kebangkitan- Bang sa DPR-Rl untuk membacakan Tanggapan terhadap Rancangan Undang-Undang Usul inisiatif tentang Perlindungan Pekerja Indonesia ~~ Luar Negeri.
. I I
, '' •...
,! '
....
53
-Pimpinan Sidang, Anggota Dewan dan hadirin yang terhormat, Terhadap usul inisiatif Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Indonesia, Fraksi Kebangkitan Bangsa berpandangan bahwa sebagaimana diamanatkan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) Tahun 1999-2004 yang tercantum dalam TAP MPR No. IV/MPR/1999 yang menyatakan: "Dalam upaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penempatan tenaga kerja ke luar negeri, maka pemerintah perlu memperhatikan tingkat kompetensi, perlindungan, dan pembelaan tenaga kerja yang dikelola secara terpadu dan mencegah·. timbulnya eksploitasl tenaga kerja".
Berdasarkan hal ini, maka pembentukan payt~ng yuridis yang memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), khususnya yang berada diluar negeri, menjadi tanr:~gung jawab politik bagi pemerintah dan DPR untuk melaksanakannya.
Oleh karen a itu, langkah untuk menyusun dan menetapkan peraturan perundang-undangan yang dapat memberikan perlindungan maksimal bagi TKI di luar negeri harus didukung oleh sernua pihak. Apalagi secara kuantitatif, jumlah TKI di luar negeri terus mengalami peningatan yang berarti. Hal ini dapat dilihat dari laporan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rl pada bulan Juli 2001, yang menyatakan bahwa sejak tahun 1980 s/d 1990 jumlah TKI di luar negeri pertahunnya bertambah
±
50.000 orang, sehingga pada akhir tahun 1990 jumlahnya telah mencapai+
350.000 s/d 450.000. Sedangkan selama tahun 2000, masih menurut catatan Depnakertrans Rl, TKJ yang ditempatkan ke luar negeri mencapai 435.219 orang. lni berarti terdapat kurang lebih 1 (satu) juta orang TKI yang bekerja di luar negeri, yang tersebar dibeberapa negara, dengan kansentrasi terbesar di Malaysia dan negara-negara di Timur Tengah. ·!
Pimpinan Sidang, anggota Dewan dan hadirin yang terhormat, Walaupun pada awalnya beke~a di luar negeri hanya merupakan inisiatif dari masing-masing pribadi. Namun karena terjadi peningkatan jumlahnya yang terus meningkat serta dampak positif yang dihasilkan, misalnya mampu mengurangi jum/ah pengangguran, dan peningkatan penerimaan negara melalui devisa yang dihasilkan o/eh TKI, maka mulai Pelita I (1969-1974) s/d sekarang, penempatan TKI ke luar negeri menjadi program dari pemerintah. Kebijakan ini "lembawa implikasi terhadap tanggung jawab pemerintah untuk membe( ikan perlindungan bagi TKI yang bekerja di luar negeri, terutama perlindungan terhadap hak-hak dasarnya sebagai pek2rja dan sebag,ci warga negara Indonesia.
..
54
-Kewajiban pem~rintah memberikan perlindungan kepada pekerja Indonesia di luar negeri, §~cara sub§(antjf telah diamanatkan oleh • konstitusi Indonesia (UUD 1945) Pasal 280 Ayat (2) yang menyebutkan
"Setiap orang berhak untuk bekerja serta · mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja11• Dan secara Q§finitivrz. perlindungan yang dimaksud telah dicantumkan dan dijamin
dalam UU No. 39 tentang HAM, terutama Pasal 38, Ayat (1) s/d (4).
Sedangkan secara o.oerasjoaat jaminan perlindungan bagi TKI di luar negeri diatur dalam Kepmenaker Rl No. KEP-204/MEN/1999 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri.
Pimpinan Sidang, Anggota Dewan dan hadirin yang terhormat, Pesan dan amanat yarig sangat jelas itu, ternyata · tidak terlalu berpengaruh besar terhadap perubahan nasib TKI yang bekerja di luar negeri. Cerita pilu, mengenaskan, dan m~=myedihkan serta menjengkelkan tentang Pekerja Indonesia yang akan ke- dan berada di-luar negeri, selalu menjadi berita hangat di media massa. Eksploitasi fisik, sexsual, dan ekonomi, merupakan tindakan yang senantiasa menghantui dan menimpa TKI, baik yang dilakukan oleh pihak majikan, perusahaan pengerah tenaga kerja, calo, ataupun oknum aparat (bandara, pe/abuhan, imigrasi, depnaker, dll) . 1,
Pemulangan TKI dari Malaysia, menyusu/ diberlakukannya Akta lmigresen (UU lmigrasi) No. 1154 Tahun 2002, adal~h bukti yang paling monumental dari ketidakmampuan pemerintah d1llam memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesian (WNI) y:3ng bekerja di luar negeri. Dalam pandangan pemerintah Indonesia, khususnya Kedutaan dan/atau konsulat Rl di beberapa negara (terutama di Malaysia), TKI yang wajib dilindungi adalah yang berstatus !B.ggl,< sedangkan yang memiliki status iU~gal, pemberian perlindungan bafli mereka menjadi
tidak wajib. ·
Sikap dan pemahaman ini tentunya sangat bertentangan dengan pengertian dan batasan WNI sebagaimana diatur dalam Pasal 26 Ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa "WNI adalah orang-orang Indonesia Asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan UU sebagai warga negara". Dalam Penjelasan Pasal 26 Ayat (1) ini, dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan "Orang-orang bangsa lain, misalnya ;orang peranakan Belanda, Tionghoa, dan peranakan Arab yang bertempat kedudukan di Indonesia, mengakui Indonesia sebagai tanah air dan bersikap setia kepada negara Rl".
55
-Dengan demikian, ·batasart, subjek hukum TKI yang harus dan wajib dilindungi oleh negara tidak membedakan jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, ras, pendidikan, dan sebagainya. Oleh karena itu semua WNI yang bekerja di luar negeri, berhak mendapatknn perlindungan dan negara (pemerintah) wajib untuk memenuhinya.
Pimpinan Sidang, Anggota Dewan dan hadirin yang terhormat, Sebagaimana telah kami sampaikan diatas, bahwa hingga saat 1n1
dasar yuridis untuk melindungi pekerja Indonesia di luar negeri masih sangat lemah. UU No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Ketenagakerjaan, kami nilai untuk saat ini kurang layak digunakan untuk dapat memberikan perlindungan mak~1imal bagi TKI di luar negeri. Demikian juga halnya dengan Kepmenaker Rl No. KEP-204/MEN/1999 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri, yang hanya bersifat teknis penempatan dan kurang bisa melindungi, karena sebuah Kepmen tidak bisa mengatur sanksi pidana, terutama jika acia pe[pngc;araa, seperti dalam UU.
Dengan demikian, RUU ini bisa menjadi instrument yang tepat untuk .... mengisi kekosongan peraturan yang melindungin TKI di luar negeri.
Dan sebagai peraturan perundang-undangan yang ingin memberikan perlindungan maksimal, maka perlindungan itu haru!:i diberikan oleh negara mulai tahap rekrutment, masa berakhir kom'rak kerja, serta pemulangannya hingga daerah asal.
Oleh karena itu penataan dan pengawasan terhadap perusahaan pengerah tenaga kerja, pejabat keimigrasian, pejejbat departemen tenaga kerja harus dilakukan secara melekat. Demikian juga halnya
I•
dengan pengadaan atase perburuhan/ketenagakerjaan di KBRI dan/atau KJRI yang ada di negara tujuan TKI, harus segera dilakukan.
Sudah banyak cerita yang membuat orang Indonesia diluar negeri kurang bangga dengan negaranya sendiri, yang di akibatkan dari kurangnya perhatian dan/perlindungan yang diberikan kepada WNI yang sedang mengalami masalah dan menderita. Pertimbangan menjaga hubungan baik dengan negara tetangga seringkali mengalahkan pertimbangan untuk membela WNI yang membutuhkan pembelaan. Jil<alaupun ada perhatian, hal itu lebih disebabkan karena desakan dari opini media massa yang menuntut perhatian serius dari pemerintah.
I .
I ~
...
- 56
-Pimpinan Sidang, Anggota Dewan, dan hadirin yang terhormat, Demikianlah Tanggapan Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR-RI terhadap Rancangan Undang-Undang Usul inisiatif tentang Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri kami sampaikan, dan selanjutnya Fraksi kami menyatakan siap membahas RUU ini di komisi VII DPR-RI. Mengenai usulan dan masukan yang Jebih detail mengenai RUU tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri ini akan kami sampaikan dalam Daftar., lnventarisasi Masalah (DIM). Akhirnya atas segala perhatian para anggota Dewan, dan hadirin kami mengucapkan terima kasih.
Wallahul Muwafiq llaa Aqwamith Thorieq Wassalamu1alaikum Wr Wb •
-57-KETUARAPAT:
Terima kasih kami sampaikan kepadajuru bicara F KB.
Dengan demikian seluruh Fraksi telah menyetujui RUU tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri untuk disahkan menjadi RUU usul dari DPR RI, akan tetapi sesuai dengan Tata Tertib yang kita miliki maka pada kesempatan Sidang yang terhormat ini saya akan menanyakan kepada Sidang Dewan apakah RUU tentang Perlindungan Tcnaga Kc~ja Indonesia di Luar Negeri dapat disetujui dan disahkan mcnjadi
JUJU
usulDPR Rl
?(RAP AT ; SETUJU) Terima kasih.
Bapak, lbu dan hadirin Sidang Dewan yang saya hormati.
Dengan demikian maka proses selanjutnya akan dibahas pada Badan Musyawarah yang akan datang.
Sidang Dewan yang saya hormati.
Dengan demikian maka berakhir sudah Rapat Pari puma kita pada pagi hari ini, atas keseriusan, kesabaran dan kehadiran Bapak, Ibu dan Saudara-saudara sekalian kami ucapkan terima kasih.
Selamat berpuasa semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat wal'afiat, kita akhiri sidang ini dengan mengucap:
Alhamdulillahirabbil alamin.
Wallahulmuafiq illakumittoriq
Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
(RAP
ATDITUTUP PUKUL
11.~0WIB)
Jakarta, 18 Nopember 2002 •
DRS. H. MUHAIMIN ISKANDAR , M.Si.
f
. ;