• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persyaratan Kenaikan Peringkat

Dalam dokumen Sistem Kenaikan Peringkat Dalam Sumo (Halaman 45-51)

BAB III KENAIKAN PERINGKAT DALAM SUMO

3.2 Persyaratan Kenaikan Peringkat

Di zaman sekarang, seorang rikishi berperingkat Ozeki harus benar-benar kuat, memiliki teknik tinggi, berkepribadian, dan berwibawa tinggi (memenuhi syarat yang disebut hinkaku) agar bisa dinaikkan peringkatnya menjadi Yokozuna. Tidak ada ketentuan khusus mengenai kriteria menjadi Yokozuna dan jumlah rikishi yang dapat menjadi Yokozuna secara bersamaan. Peringkat Yokozuna ada kalanya mengalami kekosongan dan gelar Yokozuna juga pernah disandang oleh 4 orang rikishi secara bersamaan.

Kekuatan dan keterampilan seorang rikishi biasanya dipertimbangkan berdasarkan turnamen terakhir yang diikuti. Rikishi berperingkat menjuarai 2 kali turnamen atau memiliki "prestasi yang setara" untuk memenuhi syarat menjadi Yokozuna. Dalam 3 turnamen, Ozeki harus menempati urutan

kedua (runner up) sebanyak 2 kali dengan 1 kali menjadi juara, yang masing- masing harus diraih dengan minimum 12 kali menang sebelum memenuhi syarat "prestasi yang setara" untuk diangkat menjadi Yokozuna. Seoran dinaikkan peringkatnya secara istimewa dengan persyaratan menang sebanyak 33 kali melawan sekiwake atau komusubi dalam 3 turnamen terakhir. Dalam kata lain, rikishi harus memiliki prestasi yang mapan sebelum bisa diangkat menjadi Yokozuna. Ozeki yang sudah 2 kali menjadi juara dalam turnamen tetap dianggap tidak memenuhi syarat sebagai Yokozuna kalau sering kalah dalam 4 turnamen lain. Peraturan pengangkatan Yokozuna sebetulnya bersifat luwes, sehingga dewan pengangkatan Yokozuna dan asosiasi sumo bisa menggunakan kriteria yang lebih lunak atau lebih ketat dalam mengambil keputusan. Jumlah kemenangan dalam turnamen, teknik yang dipakai sewaktu menang dan kualitasnya, serta sebab kekalahan dijadikan faktor-faktor yang menentukan pengangkatan Ozeki menjadi Yokozuna.

Kepribadian dan wibawa tinggi yang dijadikan syarat (hinkaku) agar bisa menjadi Yokozuna lebih merupakan syarat bersifat subjektif. Rikishi berperingkat Ozeki yang bernama karena berasal dari di depan publik bahwa rikishi sumo asal luar negeri tidak akan pernah bisa memenuhi hinkaku sebagai yokozuna. Dalam perkara Konishiki, asosiasi sering menyebut banyak masalah lain seperti berat badan. Beberapa Ozeki lain juga pernah tidak diangkat-angkat menjadi Yokozuna karena alasan tertentu. Di tahun karena masih terlalu muda walaupun sudah memenangkan 2 kali turnamen.

Rikishi berperingkat Ozeki diangkat sebagai Yokozuna setelah melewati seleksi ketat. Yokozuna diharapkan untuk terus ikut dalam setiap turnamen dan rikishi yang sudah menyandang gelar Yokozuna tidak bisa diturunkan lagi peringkatnya. Yokozuna diminta mengundurkan diri bila sudah tidak mampu lagi berkompetisi dengan rikishi papan atas.

Kenaikan peringkat Ozeki menjadi Yokozuna merupakan proses bertahap. Setelah turnamen berakhir, Majelis Pertimbangan Yokozuna mengadakan rapat untuk membahas penampilan masing-masing rikishi divisi atas. Majelis Pertimbangan Yokozuna merupakan badan independen dengan anggota terdiri dari pengamat olahraga sumo (dari kalangan orang biasa dan bukan bekas rikishi) yang diangkat oleh merekomendasikan kenaikan rikishi peringkat Ozeki menjadi Yokozuna bila rikishi yang bersangkutan dianggap sudah memenuhi semua persyaratan. Dewan pertimbangan lalu membicarakan rekomendasi majelis, sedangkan keputusan akhir berada di tangan dewan direktur asosiasi sumo.

3.2.2. Kenaikan Peringkat Sekiwake

Rikishi sumo mengikuti sejumlah besar turnamen sebelum bisa menjadi Ōzeki. Rikishi harus menang paling sedikit dalam 33 pertandingan atau lebih pada 3 turnamen secara berturut-turut sebelum rikishi tersebut dapat dipertimbangkan menjadi Ōzeki. Rikishi biasanya perlu rekor bertanding 11 kali menang dan 4 kali kalah pada turnamen terakhir sebelum kenaikan peringkatnya menjadi Ōzeki bisa diproses. Kualitas teknik rikishi juga dijadikan pertimbangan. Rikishi yang di awal

pertandingan banyak menggunakan strategi "menghindar" kemungkinan besar mendapat nilai minus. Rikishi yang tidak mau menyerang dianggap belum berhak menjadi rikishi papan atas. Ōzeki secara harafiah berarti "rintangan besar" yang sesuai dengan tingkat kesulitan untuk bisa diangkat sebagai Ōzeki.

Rikishi dapat dinaikkan peringkatnya menjadi Ōzeki berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan divisi penilaian dari dewan direktur

Ōzeki, salah

seorang dewan direktur akan datang mengunjungi rikishi di pusat latihan untuk menyampaikan kabar kenaikan peringkat. Ōzeki yang baru diangkat lalu mengucapkan janji untuk menjunjung tinggi kehormatan diri sebagai Ōzeki.

Seperti halnya rikishi dalam peringkatŌzeki bisa diturunkan peringkatnya jika prestasi rikishi terus mengalami kemunduran. Penurunan peringkat merupakan prosedur dua tahap. Pada tahap pertama, Ōzeki yang dalam satu turnamen lebih banyak kalah daripada menang (memiliki statusnya menjadi Ōzeki bila rikishi tersebut berhasil mengantongi lebih banyak menang daripada kalah (memilik Sebaliknya, rikishi yang sedang kadoban ternyata lebih banyak kalah daripada menang, rikishi tersebut akan diturunkan peringkatnya menjadi

Ōzeki yang sudah diturunkan peringkatnya menjadi sekiwake bisa

dikembalikan statusnya sebagai Ōzeki jika rikishi tersebut bisa memenangkan lebih dari 10 pertandingan dalam satu turnamen. Jika rikishi Ōzeki yang sudah menjadi sekiwake hanya bisa mengantongi 10 kali kemenangan atau kurang dalam satu turnamen, rikishi harus memulai kembali usahanya menjadi Ōzeki dari nol.

Sistem kenaikan dan penurunan peringkat Ōzeki sudah dimulai sejak Turnamen Nagoya tahun 1969 dan berlaku sampai sekarang.

Sekiwake adalah peringkat ketiga dari atas dalam olahraga profesional dan salah satu peringkat di kelas merupakan peringkat tertinggi yang bisa dicapai rikishi yang terus menerus mencetak bergantung pada tersedianya tempat kosong atau kalau rikishi memiliki catatan kemenangan yang meyakinkan sebagai seperti 10 kali menang dan 5 kali kalah (10-5). Rikishi sekiwake yang mencetak kembali menjadi komusubi.

Rikishi yang berhasil mencapai peringkat sekiwake berhak mendapat fasilitas seperti pringkat komusubi dan gaji yang lebih tinggi dari Rikishi peringkat sekiwake boleh mendampingi ketua sewaktu membuka dan menutup turnamen yang diadakan 6 kali dalam setahun. Rikishi peringkat sekiwake merupakan wakil asosiasi sumo dalam acara resmi kalau rikishi peringkat ozeki atau yokozuna sedang berhalangan hadir. Walaupun sepanjang karirnya seorang rikishi sumo hanya berhasil menduduki peringkat sekiwake, rikishi peringkat sekiwake yang sudah pensiun terus berhak menyandang gelar "mantan sekiwake" di depan nama rikishi tersebut sewaktu masih berjaya.

Peringkat sekiwake selalu harus diisi dengan dua orang rikishi yang bisa dinaikkan jumlahnya menjadi 3 atau 4 rikishi sesuai dengan kebutuhan. Walaupun jarang terjadi, rikishi peringkat komusubi yang beruntung bisa saja dinaikkan

menjadi sekiwake untuk mengisi peringkat sekiwake yang selalu harus diisi dengan dua orang rikishi.

3.2.3. Makekoshi

Makekoshi (負け越し) berarti lebih banyak kalah daripada menang dalam turnamen profesional bergantung pada prestasi rikishi dalam turnamen sumo profesional yang berlangsung selama 15 hari. Rikishi senior (kelas atasnya) bertanding setiap hari sepanjang 15 hari turnamen. Sedangkan rikishi junior sepanjang 15 hari turnamen. Tujuan utama setiap rikishi sumo adalah mencetak kachikoshi agar peringkatnya bisa naik. Pada divisi Makuuchi, makekoshi berarti skor 7 kali kalah (bisa juga lebih) dan 8 kali menang. Rikishi yang sering memperoleh makekoshi sudah pasti akan turun peringkat.

Rikishi bisa diturunkan beberapa peringkat sekaligus kalau memiliki makekoshi yang parah. Rikishi peringkat kalau secara berturut-turut mengalami makekoshi sebanyak 2 kali. pernah bisa diturunkan peringkatnya walaupun memiliki makekoshi. Yokozuna yang mengalami makekoshi dianggap sudah membuat malu dan diminta untuk segera mengundurkan diri dari turnamen. Kalau yokozuna terus mengalami makekoshi berarti sudah tiba waktunya untuk pensiun.

Kachikoshi (勝ち越し) berarti lebih banyak menang daripada kalah dalam turname kalah) dalam satu turnamen agar bisa dinaikkan peringkatnya. Skor kachikoshi bisa digunakan untuk meloncati beberapa peringkat sekaligus. Rikishi junior yang mempunyai kachikoshi 7-0 (tidak pernah kalah) bisa dinaikkan ke divisi yang ada di atasnya, sedangkan kachikoshi 4-3 (4 kali menang, 3 kali kalah) hanya bisa membawa rikishi ke peringkat yang ada di atasnya.

Di kelas bertahan di satu peringkat. Kenaikan dari bergantung pada kachikoshi, tapi juga bergantung pada prestasi rikishi yang lain. Rikishi peringkat komusubi yang mencetak kachikoshi 10-5 (10 kali menang, 5 kali kalah) baru dianggap memenuhi syarat untuk diangkat menjadi sekiwake. Pengangkatan menjadi kachikoshi saja, melainkan banyak aspek lain yang menjadi pertimbangan asosiasi sumo. Rikishi divisi atas yang belum menyandang gelar Ozeki atau Yokozuna tapi berhasil menyelesaikan turnamen dengan kachikoshi juga dianggap berhak

mendapat tiga penghargaan

keterampilan teknik

dan penghargaa

Dalam dokumen Sistem Kenaikan Peringkat Dalam Sumo (Halaman 45-51)

Dokumen terkait