HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 1 Tahap Persiapan
5) Pertemuan Kelima
Kamis, 18 September 2014, peneliti melaksanakan penelitian terakhir di kelas X.IPA1 sebagai kelas eksperimen. Sebelum peneliti memberikan soal posttest dengan tujuan mengukur hasil belajar siswa pada ranah kognitif dengan aspek pengetahuan, pemahaman, dan penerapan, peneliti mengajak siswa mengulas kembali materi bentuk akar yang telah
dipelajari selama 3 pertemuan sebelumnya. Hal ini dilakukan selama lebih kurang 30 menit dengan tujuan untuk mengingatkan kembali kepada siswa materi yang telah diajarkan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai bagian-bagian yang sulit dipahami.
Setelah selesai, peneliti mengatur siswa untuk duduk secara acak dengan tujuan untuk meminimalisir kecurangan antar teman. Kemudian peneliti membagikan soal posttest kepada siswa. Soal ini berbentuk uraian dengan jumlah 5 soal. Waktu yang diberikan adalah 60 menit. Selama pelaksanaan, masih terdapat siswa yang melakukan kecurangan dengan melihat jawaban temannya. Tetapi hal itu diatasi oleh peneliti dengan selalu mendekati dan berkeliling kelas sehingga siswa tidak diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan contoh kepada teman lainnya selama pelaksanaan ujian posttest berlangsung.
b. Pelaksanaan Penelitian di Kelas Kontrol
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan setiap hari Senin dan Sabtu selama 2 x 45 menit setiap pertemuannya dengan pokok bahasan bentuk akar. Kelas X.IPA3 yang terdiri dari 18 laki-laki dan 26 perempuan dipilih secara random sebagai kelas kontrol, yaitu siswa diberikan materi oleh peneliti dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Adapun deskripsi pelaksanaan penelitian tiap pertemuan di kelas kontrol dijelaskan sebagai berikut:
1) Pertemuan Pertama
Pertemuan pertama ini dilakukan pada hari Sabtu, 6 September 2014. Sebelum mempelajari materi dan menerapkan model pembelajaran yang akan digunakan pada kelas kontrol ini, peneliti memperkenalkan terlebih dahulu tujuan dari pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan kepada para siswa. Setelah itu peneliti menyampaikan informasi mengenai materi yang akan dipelajari.
Pada hari yang sama, peneliti juga memberikan pretest atau tes kemampuan awal kepada siswa. Tes ini menjadi acuan peneliti dalam melaksanakan penelitian selanjutnya sehingga peneliti dapat mengetahui kelemahan rata-rata siswa dalam proses pembelajaran mandiri yang telah dilakukan siswa sebelumnya dan menjadi perbandingan kemampuan siswa antara kelas kontrol dan eksperimen dengan harapan kedua kelas ini memiliki kemampuan awal yang sama sehingga hasil penelitian yang diperoleh nantinya dapat digeneralisasikan pada populasi penelitian.
Peneliti kemudian menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu subbab bentuk akar dan hubungan bentuk akar dengan bilangan berpangkat pecahan.
2) Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua dilakukan pada Senin, 8 September 2014. Pada pertemuan ini, peneliti memberikan materi tentang pengertian bentuk akar serta hubungan bentuk akar dengan bilangan berpangkat pecahan.
Pelaksanaan pembelajaran dimulai dari penyampaian tujuan pembelajaran dan pemberian apersepsi. Apersepsi yang diberikan sama dengan yang diberikan pada kelas eksperimen yaitu pengulangan materi tentang bilangan rasional dan irasional.Pemberian apersepsi dilakukan dengan memberikan contoh bilangan rasional dan irasional. Setelah dirasa semua siswa paham, peneliti melanjutkan pembelajaran dengan menyampaikan materi.
Dalam penyampaian materi, peneliti menggunakan model konvensional dengan metode ceramah. Peneliti memberikan contoh dan bukan contoh bentuk akar kepada siswa. Dari beberapa contoh yang diberikan, siswa diminta untuk mengamati dan menganalisis contoh-contoh tersebut. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya mengenai contoh yang diberikan. Setelah itu, peneliti meminta siswa untuk menyimpulkan pengertian dari bentuk akar yang juga berhubungan dengan bilangan rasional dan irasional yang telah dijelaskan sebelumnya.
Setelah memperoleh pengertian bentuk akar, peneliti melanjutkan materi mengenai hubungan bentuk akar dengan bilangan berpangkat pecahan. Dengan cara yang sama peneliti menyampaikan materi tersebut. Kemudian peneliti memberikan beberapa contoh soal untuk dikerjakan secara bersama-sama. Pada tahap ini, peneliti juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi atau soal yang tidak dimengerti. Setelah selesai, peneliti memberikan latihan kepada siswa dan dikumpul setelah waktu pelajaran habis.
Pada pertemuan kedua ini, siswa yang aktif untuk bertanya ataupun menyelesaikan soal-soal di depan kelas hanya beberapa orang saja.Hal ini disebabkan karena siswa masih belum terbiasa dengan proses pembelajaran dengan guru yang baru. Selain itu, siswa masih kaku dan malu untuk maju dan berbicara pada saat pembelajaran berlangsung. Siswa juga masih belum termotivasi untuk aktif dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut terjadi pada saat pembelajaran selanjutnya, pada saat pertemuan pertama hampir selesai peneliti memotivasi siswa dengan memberikan reward bagi siswa yang aktif dan mendapatkan nilai terbaik pada saat posttest dilaksanakan. Setelah waktu pembelajaran habis, peneliti menginformasikan kepada siswa tentang materi selanjutnya yaitu menyederhanakan bentuk akar dan operasi aljabar pada bentuk akar.
3) Pertemuan Ketiga
Pertemuan ini dilakukan pada Sabtu, 13 September 2014. Pada pertemuan ini, peneliti memberikan materi tentang menyederhanakan bentuk akar dan operasi aljabar pada bentuk akar. Pelaksanaan pembelajaran dimulai dari penyampaian tujuan pembelajaran. Selain itu, peneliti mengulang kembali materi sebelumnya mengenai pengertian bentuk akar. Peneliti memberikan contoh soal dan meminta beberapa siswa menjawab soal tersebut. Setelah selesai, peneliti memberikan materi awal mengenai pengertian akar sejenis dan akar senama sebagai salah satu syarat dalam mengoperasikan operasi aljabar dalam bentuk akar.
Dengan cara yang sama dengan pertemuan sebelumnya, peneliti menggunakan model konvensional dengan metode ceramah. Peneliti menjelaskan mengenai proses menyederhanakan bentuk akar. Peneliti memberikan beberapa contoh soal agar siswa dapat mengerti mengenai cara menyederhanakan bentuk akar. Setelah itu, peneliti melanjutkan materi mengenai operasi aljabar pada bentuk akar. Dengan cara yang sama peneliti menyampaikan materi tersebut. Kemudian peneliti memberikan beberapa contoh soal untuk dikerjakan secara bersama-sama. Pada tahap ini, peneliti juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi atau soal yang tidak dimengerti. Setelah selesai, peneliti memberikan latihan kepada siswa dan dikumpul setelah waktu pelajaran habis
Pada pertemuan ketiga ini, siswa sudah mulai kelihatan aktif untuk bertanya ataupun menyelesaikan soal yang diberikan di depan kelas. Namun, dalam beberapa situasi, dominasi siswa masih terlihat sepertipada saat menanggapi pertanyaan yang diberikan oleh peneliti. Siswa lainnya masih terlihat malu atau enggan untuk menjawab pertanyaan secara langsung yang disampaikan oleh peneliti. Untuk itu, pada situasi seperti itu, terkadang peneliti menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan yang diberikan secara langsung dan meyakinkan siswa bahwa dalam proses pembelajaran,menjawab salah adalah hal yang wajar. Setelah waktu pembelajaran habis, peneliti menginformasikan kepada siswa tentang materi selanjutnya yaitu merasionalkan bentuk akar.
4) Pertemuan Keempat
Pertemuan keempat ini dilakukan pada Senin, 15 September 2014. Pada pertemuan ini, peneliti memberikan materi tentang merasionalkan bentuk akar. Pelaksanaan pembelajaran dimulai dari penyampaian tujuan pembelajaran. Dengan cara yang sama dengan pertemuan sebelumnya, peneliti menggunakan model konvensional dengan metode ceramah. Peneliti menjelaskan mengenai proses merasionalkan bentuk akar. Peneliti memberikan beberapa contoh soal agar siswa dapat mengerti. Pada tahap ini, peneliti juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi atau soal yang tidak dimengerti. Setelah selesai, peneliti memberikan latihan kepada siswa dan dikumpul setelah waktu pelajaran habis.
Pada pertemuan keempat ini, siswa masih seperti pertemuan sebelumnya. Dominasi siswa masih terlihat bahkan lebih jelas. Setelah waktu pembelajaran habis, peneliti menginformasikan kepada siswa untuk mengulang kembali materi bentuk akar yang telah dipelajari karena pertemuan selanjutnya siswa harus mengerjakan posttest untuk mengetahui hasil belajar yang mereka peroleh setelah pembelajaran dilangsungkan.
5) Pertemuan Kelima
Sabtu, 20 September 2014, peneliti melaksanakan penelitian kelima di kelas X.IPA3sebagai kelas kontrol. Sebelum peneliti memberikan soal posttest dengan tujuan mengukur hasil belajar siswa pada ranah kognitif dengan aspek pengetahuan, pemahaman, dan penerapan, sama seperti pada
kelas eksperimen, peneliti mengajak siswa mengulas kembali materi bentuk akar yang telah dipelajari selama 3 pertemuan sebelumnya. Hal ini dilakukan selama lebih kurang 30 menit dengan tujuan untuk mengingatkan kembali kepada siswa materi yang telah diajarkan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai bagian-bagian yang sulit dipahami.
Setelah selesai, peneliti mengatur siswa untuk duduk secara acak sebagaimana yang dilakukan di kelas eksperimen dengan tujuan untuk meminimalisir kecurangan antar teman. Kemudian peneliti membagikan soal posttest kepada siswa. Soal ini berbentuk uraian dengan jumlah 5 soal. Waktu yang diberikan adalah 60 menit. Selama pelaksanaan, masih terdapat siswa yang melakukan kecurangan dengan melihat jawaban temannya. Tetapi hal itu diatasi oleh peneliti dengan selalu mendekati dan berkeliling kelas sehingga siswa tidak diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan contoh kepada teman lainnya selama pelaksanaan ujian posttest berlangsung.
3. Tahap Pelaporan