PETEMUAN IX Pembatasan Topik
PERTEMUAN VI,VII, (VIII=UTS) IX Syarat-syarat pembentukan paragraf
Dalam pengembangan paragrafkita harus menyajikan dan mengorganisasikan gagasan menjadi suatu paragraf yang memenuhi persyaratan. Persyaratan itu ialah kesatuan, kepaduan dan kelengkapan.
Tiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok atau topik. Fungsi paragraf ialah mengemabangkan topik tersebut. Oleh sebab itu dalam pengemabangannya tidak boleh terdapat unsur-unsur yang sama sekali tidak berhubungan dengan topik atau gagasan pokok tersebut. Penyimpangan akan menyulitkan pembaca. Jadi, satu paragraf hanya boleh mengandung satu gagasan pokok atau topik. Semua kalimat dalam paragraf harus membicarakan gagasan pokok tersebut.
Paragraf dianggap mempunyai kesatuan jika kalimat-kalimat dalam paragraf itu tidak terlepas topiknya atau selalu relevan dengan topik. Semua kalimat terfokus pada topik yang mencegah masuknya hal-hal yang tidak relevan. Penulis yang masih dalam tahap belajar/tahap pemula sering mendapat kesulitan dalam memelihara kesatuan ini.
Contoh:
Setiap negara pada dasarnya harus mampu menghidupi dirinya sendiridari kondisi, posisi, dan potensi wilayahnya masing-masing. Tetapi, tidak setiap wilayah kondisisnya memungkinkan posisisnya menguntungkan, atau mempunyai potensi yang cukup baik untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyat yang bermukim di wilayah itu, sehingga harus mencukupinya dari tempat lain yang hampir selalu menyangkut kepentgingan negara lain. Untuk itu dibinalah hubungan internasional yang memungkinkan terbukanya peluang bagi setiap negara untuk mencukupi kebutuhannya dari negara lain melalaui jalan damai. Namun, untuk mencukupi kebutuhan ini tidak jarang pula ditempuh jalan kekerasan. Oleh sebab itu, masalah utama setiap negara sealain meningaktakn kesejahteraan negaranya, juga mempertahankan eksistensinya
yang meliputi kemerdekaan, kedaulatan, kesatuan bangsa, dan keutuhan wilayahnya.
Gagasan pokok atau tema paragraf di atas adalah masalah utama setiap
negara-meningkatkan kesejahteraan dan mempertahankan eksistensinya-. Gagasan pokok ini diperinci atau dijelaskan oleh beberapa penunjang berikut:
Setiap negara seharusanya mampu menghidupi dirinya sendiri
Tidak semua negara kondisisnya memungkinkan
Diperlukan hubungan dengan negara lain
Perincian atas penjelasan ini diurut sedemikian rupa sehingga hubungan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain merupakan satu kesatuan yang bulat.
Sebaliknya cobalah bandingkan contoh paragraf diatas dengan paragraf dibawah ini:
Contoh:
Kebutuhan hidup sehari-hari keluarga dalam masyarakat tidaklah sama. Hal ini sangat tergantung dari besarnya penghasilan setiap keluarga. Keluarga yang berpenghasilan sangat rendah, mungkin kebutuhan pokok pun sulit terpenuhi. Lain halnya dengan keluarga yang berpenghasilan tinggi. Mereka dapat menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk pembangunan tempat-tempat beribadah atau untuk kegiatan sosial lainnya. Tempat-tempat ibadah memang perlu bagi masyarakat. Pada umumnya tempat-tempat ibadah ini dibangun secara gotong royong dan sangat mengandalkan sumbangan para dermawan.
Perbedaan penghasilan yang besar dalam masyarakat telah menimbulkan jurang pemisah antara si kaya dan si miskin.
-Dikutip dari:Tugas mahasiswa-Terlepas dari struktur kalimat yang digunakan, paragraf diatas tidak didukung oleh kesatuan. Ada kalimat yang sangat jauh hubungannya dengan gagasan utama. Gagasan pokok tentang penghasilan suatu keluarga, dalam pengembangannya kita jumpai lagi gagasan pokok yang lain yaitu tempat ibadah. Hubungan anatara satu kalimat dengan kalimat yang lain tidak merupakan satu kesatuan yang bulat untuk menunjang gagasan utama. Penyimpangan ini mungkin terjadi karena beberapa hal, misalnya karean penulis melamun, atau bosan dengan topik yang sedang ditangani atau keinginan untuk mempengaruhi pembaca dengan memperkenalkan hal-hal
baru , tetapi tidak relevan dengan isi. Hal ini tidak mudah membetulkannya. Yang perlu diingat adalah tujuan dari paragraf yang telah diperkenalkan dalam kalimat topik dan tujuan inilah yang menjadi pedoman pengembangannya.
2. Kepaduan
Syarat kedua yang dipenuhi oleh suatu paragraf ialah koherensi atau kepaduan.
Satu paragraf bukanlah satu kumpulan atau tumpukan kalimat yang masing-masing berdiri sendiri atau terlepas, tetapi dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Pembaca dapat dengan mudah mengikuti atau memahami jalan pikiran penulis tanpa hambatan karean adanya loncatan pikiran yang membingungkan. Urutan pikiran yang teratur, akan memperlihatkan adanya keterpaduan . Jadi kepaduan atau koherensi ditikberatkan pada hubunganantar kalimat dengan kalimat.
Kepaduan dalam sebuah paragraf dibangun dengan memperhatikan 1) Unsur kebahasaan yang digambarkan dengan:
a. Repetisi atau pengulangan kata kunci
b. Kata ganti
c. Kata transisi atau ungkapan penghubung dan d. paralelisme
2) Pemerincian dan urutan isi paragraf
Bagaimana cara mengembangkan pikiran utama menjadi sebuah paragraf dan bagaimana hubungan antara pikiran utama dengan pikiran-pikiran penjelas dapat dilihat dari urutan perinciannya. Perincian ini dapat diurutkan secara kronologis –menurut urutan waktu- secara logis –sebab-akibat , –sebab-akibat-sebab, khusus-umum, umum-khusus-, menurut urutan ruang
–spasial-, menurut proses dan dapat juga dari sudut pandang yang satu ke sudut pandang yang lain.
Perhatikanlah contoh berikut: Contoh
Dalam mengajarkan sesuatu langkah pertama yang harus kita lakukan ialah menentukan tujuan mengajarkan sesuatu itu. Tanpa adanya tujuan
yang sudah ditetapkan, materi yang kita berikan, metode yang kita gunakan, dan evaluasi yang kita susun tidak akan banyak memberikan manfaat bagi anak didik dalam menerapkan hasil proses belajar mengajar. Dengan mengetahui tujuan pengajaran kita dapat menentukan materi yang akan kita ajarkan, metode yang akan kita gunakan, serta bentuk evaluasinya baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
-perhatikan kata yang dicetak
miring-Dalamparagraf diatas kepaduan didapat dengan mengulang kata kunci yaitu kata yang dianggap penting dalam sebuah paragraf. Kata kunci yang mula-mula timbul pada awal paragraf kemudian diulang-ulang dalam kalimat berikutnya. Pengulangan ini berfungsi memelihara kepaduan semua kalimat.
Perhatikan contoh dibawah ini! Contoh
Perkulaiahan bahasa Indonesia sering kali membosankan sehingga tidak mendapat perhatian sama sekali dari mahasiswa. Hal ini
disebabkan , bahan kuliah yang disajikan dosen sebenarnya meruapakan masalah yang sudah diketahui oleh mahasiswa, atau merupakan masalah yang tidak diperlukan mahasiswa. Disamping itu, mahasiswa yang sudah mempelajari bahasa Indonesia sejak mereka duduk dibangku Sekolah Dasar atau sekurang-kurangnya sudah mempelajari bahasa Indonesia selama dua belas tahun merasa sudah mampu menggunkan bhasa Indoensia.
Akibatnya, memilih atau menentukan bahan kuliah yang kan diberikan pada mahasiswa merupakan kesulitan tersendiri bagi para pengajar bahasa Indonesia.
Perhatikanlah kata atau frase yang digunakan –dicetak miring-, yang mnyatakan hubungan kalimat. Tanpa menggunkan frase tarnsisi ini, tulisan diatas akan terpotong-potong dan hubungan antar kalimat tidak jelas.
Paralelisme juga digunakan untuk menunjukan koherensi, walaupun tidak sesering pemakaian bentuk pengulangan, uangkapan penghubung, atau penggunaan kata ganti. Pada prinsipnya paralelisme meruapakan penuangan ide-ide ke dalam kalimat-kalimat yang secara struktural sama. Cobalah perhatikan contoh paragraf dibawah ini!
Contoh
Menurut jadwal kerja, Pingkan bertugas sampai pukul 19.12. Artinya kios itu tutup pukul 19.00, dan Pingkan diberi waktu menghitung uang, mengisi buku penjualan, mengunci safe, serta memasang alarm sebelum meninggalkan kios itu. Tetapi kereta api bawah tanah ke Hogdalen, tempat tinggal Pingkan, berangkat pukul tujuh lewat tujuh menit, dan tak seorang
manusia pun sanggup melakukan semua tugas diatas dalam waktu sesingkat itu.
3. Kelengkapan
Suatu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup menunjang kejelasan kalimat topik atau kalimat utama. Sebaliknya suatu paragraf dikatakan tidak lengkap jika tidak dikembangkan atau hanya diperluas dengan pengulangan-pengulangan.
Perhatikan contoh berikut! Contoh
Suku Dayak tidak termasuk suku yang suka bertengkar. Mereka tidak suka
Paragraf di atas merupakan contoh paragraf yang hanya diperluas dengan
pengulangan. Kita lihat ungkapan bertengkar pada kalimat pertama hanya diulangi dengan sinonimnya yaitu kata berselisih dan bersengketa.
Perhatikan lagi contoh berikut! Contoh
Masalah kelautan yang dihadapi dewasa ini ialah tidak adanya peminat jenis binatang laut seperti halnya peminat atau penggeamar penghuni darat atau burung-burung yang indah.
Dapat dilihat dari contoh paragraf di atas hanya terdiri dari satu kalimat yaitu kalimat topik. Tidak ada kalimat-kalimat penjelas yang
berfungsi menunjang kejelasan kalimat topik. Dengan kata lain, kalimat topik tidak dikembangkan.
Cobalah bandingkan dengan contoh paragraf berikut, yang dikembangkan secara lengkap.
Contoh:
Masalah kelautan yang diohadapi dewasa ini ialah tidak hanya peminat atau penggemar jenis binatang laut seperti halnya penggemar penghuni darat atau burung-burung yang indah. Tidak da penyediaan dana untuk melindungi ketam kenari kima atau tiram mutiara sebagai halnya untuk panda dan harimau. Jenis makhluk laut tertentu, tiba-tiba punah sebelum manusia sempat melindunginya. Tiram raksasa di kawasan Indonesia bagian barat kebanyakan sudah punah. Sangat sukar untuk menemukan tiram hidup
dewasa padahal rumah tiram yang sudah mati mudah ditemukan. Demikian juga halnya dengan kepiting kelapa dan kepiting begal yang biasa menyebar di pantai barat Afrika sampai bagian barat Laut Teduh. Kini hanya dijumpai di daerah kecil yang terpencil. Dari mana dana diperoleh untuk melindungi semua ini#
Dalam paragraf di atas penulis sudah berusaha mengemukakan contoh-contoh tentang masalah kelautan sehingga dengan conto-contoh-contoh tersebut masalahnya jadi jelas. Jadi, dalam pengembangan paragraf, kita harus menyediakan detail yang cukup untuk menunjang kalimat topik.
Letak Kalimat Topik
Sebuah paragraf dibangun oleh beberapa kalimat yang saling menunjang dan hanya mengandung satu gagasan pokok dan dijelaskan oleh beberapa gagasan penunjang. Gagasan pokok dituang ke dalam kaliumat topik dan gagasan penunjang ke dalam kalimat-kalimat penunjang. Jadi, setiap paragraf terdiri dari kalimat topik dan kalimat-kalimat penunjang.
Dalam kalimat topik, penulis kadang-kadang mengemukakan generalisasi yang menuntut penguraian dan pembuktian. Penguraian dan pembuktian ini dekemukakan dalam kalimat-kalimat panjang atau kalimat-kalimat pembantu. Pengemabangan paragraf dalam bentuk ini dimulai dengan mengetengahkan persoalan pokok atau gagsan utama, kemudian diikuti dengan gagasan-gagasan penunjang yang berfungsi sebagai penjelas. Kalimat topik yang
berisi pernyataan umum berada pada permulaan paradraf. Pengembangan ini dapat digambarkan seperti diagram di bawah ini:
Kalimat Topik Generalisasi
Gagasan Penunjang
Gagasan Penunjang
Gagasan Penunjang
Gagasan Penunjang
Cobalah perhatikan contoh berikut
Contoh
Kosa kata memegang peranan dan merupakan unsur yang paling dasar dalam kemampua berbahasa, khusus dalam karang mengarang.
Jumlah kosa kata yang dimiliki oleh sseeorang akan menjadi petunjuk tentang pengetahuan seseorang. Di samping itu jumlah kosa kata yang dikuasai seseorang, juga akan menjadi indikator bahwa orang itu mengetahui sekian banyak konsep. Semakin banyak kosa kata yang dikuasai, semakin tinggi pula pengetahuan seseorang. Dengan demikian seorang penulis akan mudah
memilih kata-kata yang tepat atau cocok untuk mengungkapkan gagasan yang ada dalam pikirannya.
Kalimat topik-pernyataan umum- terdapat pada awal paragraf, dan diikuti oleh gagasan-gagasan penunjang yang berisi peranan kosa kata bagi seseorang – secara
deduktif-Ada juga paragraf yang di mulai dengan generalisasi –kesimpulan- dan diakhiri pula dengan generalisasi. Generalisasi yang pertama merupaklan kalimat topik, sedangkan generalisasi yang kedua –pada akhir paragraf-memberi ringkasan atau kesimpulan dari paragraf tersebut. Bentuk pengembangan ini sering digunakan jika isi paragraf tersebut sangat kompleks sehingga memerlukan pengulangan dan penegasan. Perhatikanlah diagram di bawah ini.
Kalimat Topik Generalisasi
Gagasan Penunjang
Gagasan Penunjang
Gagasan Penunjang
Gagasan Penunjang
Ringkasan akhir generalisasi
Contoh
Peningkatan taraf pendidikan para petani dirasakan sama pentingnya dengan uasaha peningkatan taraf hidup mereka. Petani yang berpendidikan cukup, dapat mengubah sistempertanian tradisional misalnya bercocok tanam hanya untuk mememenuhi kebutuhan pangan, menjadi petani modern yang produktif. Petani yang berpendidikan cukup mampu menunjang pemabangunan secara positif. Mereka dapat memberikan umpan balik yang setimpal terhadap gagasan-gagasan yang dilontarkan perencana pemabangunan, baik ditingkat pusat, maupun di tingkat daerah. Itulah sebabnya peningkatan taraf pendidikan para petani dirasakan sangat mendesak.
Kalimat topik yang terletak pada wal paragraf kemudian diulang atau ditegaskan kembali pada akhir paragraf dengan kalimat yang bervariasi. Paragraf juga dapat dimulai dengan peristiwa-peristiwa khusus atau gagasan-gagasan penunjang, kemudian dikahiri dengan generalisasi. Dalam bentuk ini kalimat topik terletak pada akhir paragraf-secara induktif-. Perhatikanlah diagram di bawah ini
Gagasan Penunjang
Gagasan Penunjang
Gagasan Penunjang
Gagasan Penunjang
Kalimat Topik Generalisasi
Selanjutnya cobalah baca contoh berikut. Contoh
Pada waktu anak memasuki dunia pendidikan pengajran bahasa Indonesia secara metodologis dan sistematisbukanlah merupakan halangan baginya untuk memperluas dan memantapkan bahasa daerahnya. Setelal anak didik meninggalkan kelas ia kemabli menggunakan bahasa dearah, baik
dalam pergaulan dengan teman-temannya atau dengan orang tuanya. Ia merasa lebih intim dengan bahasa daerah. Jam sekolah berlangsung beberapa jam. Baik waktu istirahat maupun pada jam-jam pelajaran unsur-unsur bahasa daerah tetap menerobos. Ditambah lagi jika sekolah tersebut bersifat homogen dan gurunya pun penutur bahasa daerah itu. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan pengetahuan si anak terhadap bahasa daerahnya akan melaju terus dengan cepat.
Ada juga paragraf yang tidak mempunyai kalimat topik. Topik paragraf tau gagasan pokok tersebar diseluruh kalimat yang membangun paragraf tersebut. Bentuk ini biasanya kita jumpai dalam karangan narasi-yang berbentuk cerita- atau deskripsi –berbetuk lukisan-. Pikiran utama didukung oleh semua kalimat penunjang.
Contoh
Keributan ayam berkeruyuk bersahut-sahutanmengendur. Kian lama kian berkurang. Akhirany tinggal satu-satu saja terdengar kokok yang nyaring. Dan ayam-ayam itu sudah mulai turun dari kandangnya, pergi ke ladang dan pelataran. Dengung dan raung lalu lintas jalan raya kembali menggiula seperti kemarin. Raung klakson mobil dan desis kereta api bergema-gema menerobos ke relung-relung rumah di sepanjang jalan. Sayup-sayup terdengar dentang lonceng gereja menyongsong hari baru dan menyatakan selamat tinggal pada hari kemarin.
Paragraf diatas dibangun oleh beberapa kalimat yang semuanya menjelaskan suasana di pagi hari. Jadi, pikiran utama tersebar dalam kalimat-kalimat yang membangun paragraf tersebut. Karya fiksi umumnya mengunakan bentuk ini. PERTEMUAN X
Pengembangan Paragraf
Menulis paragraf memerlukan penyusunan dan pengekspresian gagasan-gagasan penunjang. Gagasan pokok dari sebuah paragraf hanya akan jelas jika diperinci dengan gagasan-gasasan penunjang. Setiap gagasan penunjang hanya dapat dituangkan ke dalam satu gagasan penunjang atau lebih. Maalahan ada juga kemungkinan beberapa gagasan penunjang dijadikan satu kalimat penunjang.
Untuk jelasnya cobalah perhatikan contoh dibawah ini. Contoh:
Kerangka paragraf
Gagasan pokok : Keindahan alam di Batu Malang
Gagasan penunjang : - manusia telah mengubah segala-galanya - hutan, sawah, dan ladang tergusur
- pohon tidak ada
- pagar bunga sudah diganti
Kerangka paragraf di atas berisi satu gagasan poko dan beberapa gagasan penunjang dapat dikembangkan menjadi satu paragraf. Perhatikanlah cara pengembangan kerangka di atas.