PETEMUAN IX Pembatasan Topik
PERTEMUAN XI, XII
Singkatan-singkatan yang dipergunakan dalam catatan kaki
Untuk memudahkan pencacatan data mengenai sumber data yang dipakai berulang-ulang, sudah menjadi suatu kelaziman dalam dunia penulisan karangan ilmiah dipakai singkatan-singkatan khusus dari kata-kata Latin sebagai pengganti data lengkap mengenai data lengkap sumber yang telah disebut lebih dulu. Pemakaian singkatan tersebut sebagai berikut:
a) Ibid dari ibidem, artinya sama. Diapakai untuk menyatakan bahwa kutipan itu diambil dari sumber dan halaman yang sama yang datanya telah dicantumkan dengan lengkap sebelum kutipan tersebut. Jadi, antara kutipan itu dengan kutipan sebelumnya tidak ada sumber lain. Bila halamannya saja yang berbeda maka dipakai: Ibid.,hlm ...
b) Loc. Cit dari loco citato, artinya pada tempat yang telah disebut. Dipakai untuk menyatakan bahwa sumber itu sama dengan sumber yang telah mendahuluinya. Begitu pula halamannya, hanya telah diselingi sumber lain.
c) Op. Cit. dari opere citato, yang dimaksudnya karya yang telah dikutip terlebih dahulu. Singkatan ini digunakan jika sumber sumber kutipan sama dengan
kutipan sebelumnya, tetapi telah diselingi sumber lain. Disamping itu, halaman yang dikutip berbeda dengan kutipan sebelumnya.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat contoh pemakaian ketiga singkatan itu sebagai berikut:
2 Gustav Bergman, Philoshopy of Science –Madison University of Wisconsin Press. 1952-, hlm. 87.
3 Rudolf Flesch, How to Test Reliability –New York: Harper and Brother , 1951-, hlm. 46.
5 Bregman, Loc It.
6 Flesch, Op. Cit., hlm. 37.
Jadi nama pengarang yang diikuti Loc. It. Dan Op. Cit. itu hanya nama akhirnya saja
PERTEMUAN XIII
Penyusunan Daftar Pustaka
Data mengenai sumber itu pada bagian tersendiri disususn alfabetis berdasarkan nama pengarangnya. Pencatan data sumber itu banyak kesamaannya
dengan cara yang dipakai pada catatan kaki. Bedanya antara lain pada daftar pustaka bila nama pengarang itu disertai nama keluarganya, maka yang ditulis dahulu adalah nama keluarganya. Gelar pengarang dan no halaman tidak dicantumkan.
Contoh:
Alexander, Carter. How to Locate Education and Data. New York, Bureau of Publications, 1950.
Bales, R.E. Interactions Prosses Analysis. Cambridge, Addison Wesley Publishing Company, 1954.
Cambell. What is Science#. New York. Dover Publication, 1952.
Demming, William E. Some Theory of Sampling. New York, Jhon Wiley and Sons. 1952.
Flesch, Rudolf. How to Test Reliability. New York, Harper and Brother, 1951. Grey, W.S. What a Make Book Readabl. Chicago, Chicago University Press, 1935. Disamping cara diatas, ada cara lain yang dapat digunakan
Contoh berikut ini adalah cara yang dipakai dalam penulisan daftar pustaka pada akhir-akhir ini.
Effendi, Usman.1968 ”Sedikit Caatan tentang Sketsa Pelukis Nashar”: Budaya Jaya,
2 –Juli
I-Jassin, H.B. 1959. Tifa Penyair dan Daerahnya Jakarta: Gunung Agung. _______ 1956. Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45. Jakarta: Gunung Agung.
Richards, I.A.1964. Practical Criticu. London: Roneldge and Keagen Paul.
Welek, Rene and Austin Waren. 1956. Theory of iterature. New York: Harcourt Brace and World.
Penulisan-tifografinya- ada berbagai cara. Cara I
Daradjat, Zakiah. 1950. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang Cara II
Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang Cara III
Dardjat, Zakiah.
1950. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang
PETEMUAN
Menyusun Kerangka Organisasi Karangan
Lazimnya, untuk menususn sebuah karangan terlebih dahulu dibuat kerangkanya. Yang dimaksud dengan kerangka karangan ialah rencana karangan secara garis besar, baik organisasinya maupiun isinya. Kerangka karangan disebut juga ragangan. Adapun fungsi kerangka karangan/ragangan bagi penulis adalah
untuk membantu penulis agar ia dapat mengungkapkan ide-idenya secara terinci dan sistematis baik menurut urutan maupun tingkatan idenya. Kerangka karangan ini berfungsi juga bagi seorang peneliti sebagai pedoman untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan ... maupun dan lapangan dan laboratorium.
Agar diperoleh kerangka karangan yang baik dapat digunakan dua cara yaitu secara klangsung dan secara bertingkat. Yang dimaksud dengan secara langsung ialah ide-ide utama yang kan dikemukakan dalam karangan langsung disususn menurut urutan dan tingkatannya pada bab-bab karangan. Penyusunan kerangka krangan secara bertingkat dalam proses penyusunannya melalaui beberapa thap yaitu:
(1) Curah ide-brain storming- disebut juga ... ide
Dengan berpedoman pada judul dan tujuan penulisan karangan maka semua ide yang berkaitan dengan judul dn tujuan tersebut ... cermat
Ide-ide yang telah terdaftar dikoreksi, kalau-kalau ada ide yang menyimpang dari judul dan tujuan. Jika dianggap masih ada ide-ide yang perlu ditambahkan maka daftar ide tadi dilengkapi dengan ide-ide yang baru muncul.
(3) Pengelompokan Ide
Ide-ide terebut dikelompokkan menurut jenis dan tingkatannya dan disususn menurut bab dab anak bab. Setiap bab dan anak abab diberi judul sesuai dengan jenis ide yang dikemukakan dalam bab dan anak bab tersebut.
Penusunan Kerangka karangan secara bertahap ini membantu penulis untuk memperoleh ide-ide yang terinci dan tersusun.
Dibawah ini hanya dikemukan salah satu teknik penyusunan kerangka karangan yaitu secara langsung. Kerangka organisisasi karangan disesuikan dengan jenis karangan yang dikehendaki: makalah, laporan teknik, atau laporan penelitian. Contoh tiap-tiap organisasi karangan dapat diperhatikan dibawah ini.
A. Kerangka Organisasi Makalah I. PENDAHULUAN
I. 1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah I. 2 Ruang Lingkup Kajian
I. 3 Tujuan Penulisan I. 4 Cara Memperoleh Data
LITERATUR-III. PEMBAHASAN/KOMENTAR PENULIS ATAS DATA YANG DIPEROLEH
IV. SIMPULAN DAN SARAN B. Kerangka Organisasi Laporan Teknik
I. PENDAHULUAN
I. 1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah I. 2 Ruang Lingkup Kajian
I. 3 Tujuan Penulisan I. 4 Cara Memperoleh Data
II. DESKRIPSI MASALAH-DATA MENURUT HASIL SURVAI III. PEMBAHASAN MASALAH MENURUT PEMIKIRAN PENULIS IV. SIMPULAN DAN SARAN
C. Kerangka Organisasi Laporan Penelitian I. PENDAHULUAN
I. 1 Latar Belakang dan Rumusan Malah I. 2 Ruang Lingkup Kajian
I. 3 Tujuan Penulisan I. 4 Anggapan Dasar I. 5 Hipotesis
I. 6 Metode Penelitian I. 7 Sistematika Pembahasan
II. TINKAUAN PUSTAKA –PENJABARAN
POSTULAT-III. PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN –PEMBUKTIAN HIPOTESIS-
IV. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN V. SIMPULAN DAN SARAN