BAB IV : PERTANGGUNGJAWABAN DIREKSI PADA
C. Putusan Perdata No 305/PDT.G/1998/PN JAKSEL
2. Pertimbangan Hakim
Atas gugatan penggugat, Jawaban Tergugat dan Turut Tergugat serta Replik dan Duplik yang dikemukakan oleh masing-masing pihak yang berperkara, majelis Hakim memberikan pertimbangan hukum atas pokok perkara antara Penggugat dan Tergugat yang dapat diperjelas dengan bentuk pertanyaan yang ditinjau secara yuridis yaitu:
1. Majelis Hakim mempertimbangkan apakah Tergugat dalam kedudukannya selaku direksi Penggugat pada waktu itu telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kewajiban hukumya, dimana Tergugat seharusnya wajib bertanggung
jawab dalam menjaga dan mengurus perseroan yang dikeloanya, yaitu semata-mata untuk kepentingan dan keuntungan perseroan dan menghindari adanya kesalahan dan/atau kelalaian yang berakibat merugikan perseroan.
2. Apakah pembelian surat utang (promissory note atau Commercial paper) yang telah jatuh tempo adalah merupakan hal-hal yang tidak boleh dilakukan dan melanggar kewajiban hukum tergugat.
3. Apakah benar bahwa pembayaran atas surat utang tersebut bernomor I/CBE/12/SB/000001 yang telah diterbitkan kembali dalam bentuk Commercial Paper baru uangnya justru disetor kepada Indover Bank tidak kepada PT. CBE.
Untuk menjawab masalah-masalah hukum di atas, Majelis Hakim menguraikan pertimbangannya sebagai berikut:
Berdasarkan bukti-bukti yang diajukan Penggugat, maksud dan tujuan dari perseroan(Penggugat) adalah:
1. menjalankan usaha sebagai perantara perdagangan efek yang meliputi : - menyelesaikan amanat jual/beli dari pemberi amanat.
- Menyediakan data/informasi bagi kepentingan para pemodal. - Membantu mengelola dana bagi kepentingan para pemodal. 2. menjalankan usaha sebagai pedagang efek
3. menjalankan usaha sebagai underwriter/sub underwriter (Penjamin Emisi Efek) 4. dan lain-lain/ dan seterusnya.140
140
Berita Negara No. 84 tanggal 19 Oktober 1990, Tambahan Monor 4275/1990 (Bukti P1), Putusan Perkara Perdata 305/Pdt.G/1998/PN. JAK.SEL, hal 67
Berkaitan dengan maksud dan tujuan serta bidang usaha, anggaran dasar perseroan dalam Pasal 11 merumuskan batasan-batasan tertentu, antara lain:
Masing-masing anggota direksi harus mendapat persetujuan tertulis dari atau surat-surat yang nerkenaan turut ditandatangani oleh Komisaris Utama atau sekurang-kurangnya satu orang komisaris untuk:
1. meminjamkan atau meminjam uang dalam hal ini termasuk pula pengambilan kredit pada bank.
2. membeli, menjual, menyewakan, menggadaikan/menjaminkan atyau dengan cara lain memindahtangankan barang-barang tidak bergerak milik perseroan.
3. mengikat perseroan sebagai penjamin.141
Segala tindakan dari para anggota direksi yang di luar batas dari anggaran dasar dan/atau maksud dari perseroan adalah tidak sah terhadap perseroan.
Berkaitan dengan pokok perkara bahwa kedudukan hukum Penggugat yang menjalankan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi efek, perantara pedagang efek, manajer investasi atau penasihat investasi, dengan mengindahkan peraturan pasar modal dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku:
- Terbukti pada tanggal 02 Desember 1994 PT. CBE menerbitkan surat utang berupa Promissory Note sebesar US$ 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu Dollar Amerika serikat) dimana Penggugat bertindak selaku Arranger (penata usaha).
- Terbukti adanya proses konfirmasi antara Penggugat dengan Indover Bank tertanggal 28 November 1994 mengenai pembelian Negotiable Promissory Note senilai US$ 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu Dollar Amerika Serikat).
141
- Dari Trade Confirmation (yang berisi: a. Jenis Surat berharga yang dibeli, b. nama penerbit surat berharga, c. tanggal jatuh tempo, d. nilai surat berharga, e. Tempat pembayaran surat berharga), terbukti Negotiable Promissory Note tersebut dijual kepada Indover bank.
- Berdasarkan foreign Engine Swap Confirmation (konfirmasi Swap Valuta Asing) yang dikeluarkan di Jakarta tangghal 5 Januari 1996 dan jatuh tempo tanggal 5 Januari 1996 (terbukti bahwa Tergugat selaku direksi Penggugat) secara sepihak memutuskan (menyimpang dari ketentuan Pasal 11 Anggaran Dasar Perseroan) membeli Promissory Note yang telah jatuh tempo dan gagal bayar (default) dari indover bank dan selanjutnya dibukukan sebagai asset Penggugat.
Terbukti bahwa pembelian Negotiable Promissory note yang telah jatuh tempo tersebut dilakukan dengan cara atau modus PT. CBE menerbitkan surat utang baru luar program Medium Term Note dalam mata uang Yen Jepang dengan nominal 250,365,877.70 Yen atau ekuivalen dengan US$ 2.500.000, dan dan pembelian surat utang baru tersebut diterima oleh Indover Bank, bukan oleh PT. CBE.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, Penggugat berhasil membuktikan dalil gugatannya bahwa tergugat secara sepihak dan menyimpang dari kewajiban hukumnya melakukan perbuatan melawan hukum ”membeli” Negotiable Promissory Note yang telahjatuh tempo, dan perbuatan tersebut jelas bertentangan dengan kepentingan perseroan dan secara pasti merugikan posisi keuangan Penggugat.
Pengadilan tidak sependapat dengan argumen Tergugat melalui keterangan saksi- saksinya yang menyatakan bahwa ”tidak ada larangan dalam perusahaan Penggugat untuk membeli surat-surat berharga (apalagi sudah jatuh tempo)”. Bahwa tidak logis dan
melanggar anggaran dasar perseroan, seorang direksi secara sepihak tanpa persetujuam komisaris melakukan pengikatan perseroan dengan pihak ketiga apalagi dengan jumlah uang yang begitu besar dan notabene dana perseroan harus keluar dan merugikan perseroan, apalagi surat berharga yang dibeli sudah gagal bayar (default).
Berdasarkan alasan dan pertimbangan diatas pengadilan berkesimpulan bahwa gugatan Penggugat didukung oleh alasan hukum yang benar dan karenanya beralasan untuk dikabulkan... dan seterusnya. Maka Pengadilan memutuskan DALAM POKOK PERKARA:
1. mengabulkan gugatan Pengugat untuk sebagian;
2. menyatakan menurut hukum Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum (onrecthmatigedaad) yang merugikan Penggugat;
3. menghukum Tergugat membayar ganti kerugian materiel yang berupa i. Pengembalian uang penggugat yang dipakai tergugat sebesar US$.
2,500,000 (dua juta lima ratus ribu dollar Amerika Serikat) ditambah dengan bunga 2%/bulan dihitung sejak tanggal 5 Desember 1995 sampai kewajibannya dijalankan oleh tergugat. ii. Ganti kerugian atas biaya-biaya pengurusan perkara ini, biaya-
biaya transportasi, jasa pengacara sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus Juta rupiah) yang harus dibayar secara tunai dan seketika sejak putusan hakim dapat dijalankan.
4. Menyatakan menurut hukum bahwa sita jaminan yang telah diletakkan berdasarkan berita acara sita jaminan sesuai penetapan No.305/Pdt.G/1998/PN.Jak.Sel.hari senin tanggal 24 Agustus 1998 atas:
a. Sebidang tanah Hak Milik (SHM) No. 918/Lebak Bulus GS No. 5660/92 tanggal 27 Februari 1992, seluas 331 m2 berikut bangunan yang berdiri diatasnya dengan segala turutannya yang terletak dan dikenal umum dengan Jalan H. Siyan RT 007/RW 02, Kelurahan Lebak Bulus Jakarta Selatan.
b. Sebidang tanah HGB No. 2002/Pondok Pinang, seluas 165 m2 berikut bangunan yang berdiri diatasnya berikut segala turutannya dikenal dengan Jalan Alam Segar VII No. 21, Pondok Indah, Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
c. Sebidang tanah HGB No. 5705/ Pondok Pinang seluas 222 m2 berikut bangunan yang berdiri diatasnya dengan segala turutannya setempat dikenal umum Jalan Niaga Hijau VIII/26, Pondok Indah, Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta selatan.
d. Sebidang tanah HGB no. 5706/ Pondok Pinang, seluas 123 m2 berikut bangunan yang berdiri diatasnya dengan segala turutannya, setempat dikenal sebagai persil yang terletak di Jalan Niaga Hijau VIII/26, Pondok Indah, Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta selatan. 5. Menyatakan putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu (uit Voerbaar bij
voorraad), walaupun ada bantahan, perlawanan (verzet), banding atau kasasi.
6. Menghukum turut tergugat untuk tunduk dan taat pada putusan perkara ini. 7. menghukum tergugat untuk membayar ongkos perkara yang hingga kini dianggarkan sebesar Rp. 718.000,- (tujuh ratus delapan belas ribu rupiah)
8. Menolak gugatan selain dan selebihnya.