• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.4. Kategorisasi Temuan Penelitian

4.4.3. Perubahan Kognitif, Afektif dan Psikomotorik Siswa

Pada bagian ini, peneliti membahas mengenai bagaimana perubahan yang ditimbulkan oleh para siswa pengguna aplikasi Ruang Guru dari aspek kognitif, afektik dan psikomotorik. Peneliti juga mengaitkan pandangan para orang tua siswa, guru dan informan triangulasi mengenai perubahan dari aspek mana yang ditimbulkan oleh para siswa setelah menggunakan atau belajar dari video pembelajaran melalui aplikasi Ruang Guru.

Peni merupakan siswi yang rajin dan pandai berdasarkan hasil belajar yang ia terima dan yang peneliti ketahui dari orang tua Peni. Ketika ditanya mengenai bagaimana Peni dapat mengingat, menguraikan/menjelaskan kembali serta menerapkan/mengaplikasikan pelajaran yang sudah dipelajari melalui aplikasi Ruang Guru, Peni menjawabnya dengan jelas dan padat. Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan Peni, ia mengatakan bahwa Peni mendengarkan materi pembelajaran dengan fokus pada saat menonton video pembelajaran yang

ada di aplikasi Ruang Guru. Selain mendengarkan dengan fokus, Peni juga mempersiapkan beberapa hal sebelum memulai belajar melalui aplikasi Ruang Guru. Terlebih dahulu Peni menyiapkan catatan dan peralatan belajar lainnya sehingga tidak harus mengganggu konsentrasinya untuk mencari-cari catatan ketika video sedang ditonton. Untuk mengingat dan menjelaskan kembali pelajaran yang sudah dipelajari melalui aplikasi Ruang Guru, Peni tidak lupa untuk mencatat hal penting yang kemudian akan dia ulas kembali dan hafal setiap materi pelejaran yang ia terima. Untuk mengaplikasikan kembali pelajaran yang sudah dipelajari melalui aplikasi Ruang Guru, Peni selalu mengikuti latihan soal agar lebih melatihnya dalam memahami pelajaran yang ia sudah ikuti. Ia juga menambahkan bahwa ketika Peni sudah paham akan suatu materi, ia terkadang mempelajari materi baru lain yang belum disampaikan di sekolahnya.

“Saya mendengarkan secara fokus pada saat menonton videonya, menyiapkan catatan dan menulis hal penting lalu di pagi hari saya hafal kembali atau kadang mengulang kembali pelajarannya kak. Untuk mengaplikasikannya yah saya ikut latihan soal-soal biar melatih apa yang sudah saya pelajari, kadang juga karna udah paham saya mau mempelajari materi selanjutnya yang belum diajarkan di sekolah kak.”

Peni mendapat perubahan secara kognitif yaitu pengetahuan setelah bimbingan belajar melalui aplikasi Ruang Guru. Peni memberikan satu contoh perubahan kognitif yang ia terima setelah berlangganan aplikasi Ruang Guru. Peni awalnya tidak menyukai mata pelajaran Fisika dan bahkan tidak memahami dengan baik mata pelajaran tersebut. Setelah bimbingan belajar dan menonton video pembelajaran melalui aplikasi Ruang Guru, Peni kemudian memahami mata pelajaran Fisika dengan baik bahkan mulai tertarik dan menyukai Fisika. Ia

mengaku ketertarikannya terhadap Fisika muncul dikarenakan rumus atau cara cepat yang ia temukan dari video pembelajaran Ruang Guru. Tidak hanya mata pelajaran Fisika yang membuat Peni mendapat pengetahuan dan pemahaman baru, mata pelajaran lain pun demikian.

“Perubahan seperti dari ga suka fisika atau ga paham fisika jadinya makin paham bahkan jadi suka sama pelajaran itu karena udah banyak tahu rumus atau cara cepatnya, jadi makin tertarik. Semua pelajaran sih kak ga hanya fisika aja, makin paham lah semua pelajaran.”

Peni juga menyatakan bahwa cara berpikirnya juga sedikit berubah setelah bimbingan belajar daring melalui aplikasi Ruang Guru. Peni semakin cepat dalam memahami materi pelajaran yang diajarkan. Cara ia belajar juga sudah tertata dengan baik seperti ketika mendengar penjelasan dari guru atau menonton video pembelajaran di aplikasi Ruang Guru, Peni secara langsung akan fokus dan mencatat materi yang diajarkan serta mengaplikasikan rumus dan cara cepat yang sudah ia pelajari melalui aplikasi Ruang Guru. Peni berharap dengan kegigihannya dalam belajar dapat memberikan dampak yang baik terhadap peringkat dan nilainya. Ia berkeinginan untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit, sehingga ia memotivasi dirinya sendiri untuk tetap semangat belajar dan tidak bosan untuk latihan soal-soal supaya keinginannya terwujud.

“Jadi cepat nangkap lah kak, terus kaya tertata gitu, maksudnya pas dengerin penjelasan langsung auto fokus, nulis-nulis catatan, terus hafal pake hal-hal yang mudah diingat, misalnya ngehafal tabel kimia kak. Saya pastinya pengen peringkatnya sama nilai meningkat kak, terus berkeinginan masuk PTN favorit dengan jurusan yang diinginkan, jadi harus makin semangat belajar dan latihan kak.”

Peneliti bertanya kepada Peni mengenai perubahan peringkat dan nilainya setelah belajar melalui aplikasi Ruang Guru. Peni menjawab bahwa setelah menggunakan aplikasi belajar daring Ruang Guru selama satu tahun, Peni mendapati hasil belajar yang baik melalui nilai dan peringkatnya di sekolah.

Dengan kegigihan dan semangatnya dalam belajar ia menduduki peringkat 8 besar setelah sebelumnya menduduki peringkat 10 besar. Hal tersebut bersamaan dengan nilai yang ia terima semakin meningkat.

“Meningkat kak, dua-duanya. Yah memang sebelumnya sih saya biasanya dapat 10 besar, dan setelah pakai jadi dapat 8 besar kak, nilainya juga semakin membaik kak.”

Ketika peneliti ingin menanyakan aspek afektif yang Peni terima setelah menggunakan aplikasi Ruang Guru, peneliti menanyakan dengan mengilustrasikan pertanyaan dengan suatu keadaan dimana Peni memiliki teman dan teman tersebut kesulitan dalam belajar. Peneliti ingin melihat bagaimana respon dan jawaban Peni ketika ditanyakan hal tersebut. Peni mengaku bahwa ia adalah tipe orang yang pendiam dan tidak terlalu mencampuri urusan orang lain atau temannya. Ketika dihadapkan dengan situasi tersebut, Peni tentu saja akan membantu temannya yang kesulitan dalam belajar apalagi ketika temannya tersebut sudah meminta bantuan untuk diajari. Walaupun ia adalah orang yang pendiam dan tidak mencampuri urusan orang lain, namun jika seseorang ingin meminta bantuan ia secara sukarela pasti membantu orang tersebut apalagi jika orang yang meminta bantuannya adalah teman dekatnya sendiri. Peni mengaku bahwa dengan sifatnya yang pendiam, ia terkadang grogi bila berbicara dengan temannya yang lain.

“Saya kan tipenya kak emang pendiam gitu kak, maksudnya ga terlalu mencampuri urusan orang lain. Tapi kalau misalnya kawan ada yang minta bantuan belajar saya mah oke aja kak. Pasti lah saya bantu, walaupun pendiam saya suka berbagi kok kak. Apalagi kalau yang minta bantuan kawan dekat, kalau kawan ga dekat mau juga sih bantunya kak, tapi kadang jadi grogi kak hehe, karna kan ga biasa ngobrol.”

Ketika peneliti ingin menanyakan mengenai aspek psikomotrik, peneliti bertanya dengan mengaitkan bagaimana ia dapat mengembangkan keterampilannya. Sangat disayangkan karena jawaban dari Peni lebih kepada bagaimana ia memotivasi dirinya sendiri yang menurut peneliti hal tersebut masih berada pada aspek afektif dan bukan psikomotorik. Kemudian peneliti menanyakan lagi bagaimana perasaannya setelah bimbingan belajar daring melalui aplikasi Ruang Guru. Peni mengaku senang menggunakan aplikasi Ruang Guru sebagai aplikasi bimbingan belajar daring. Ruang Guru membantunya keluar dari stres akan pelajaran yang ia tidak mengerti. Walaupun demikian, Peni mengaku lebih suka belajar langsung atau bimbingan belajar langsung sehingga dapat belajar dan bertemu dengan teman-temannya. Peneliti pun spontan menanyakan kepada Peni pendapatnya mengenai metode belajar Ruang Guru dijadikan metode belajar baru di sekolah sehingga tidak perlu belajar tatap muka lagi secara langsung. Peni sempat terkejut kemudian ia menjawab setuju untuk cara pengajaran guru yang mengikuti tentor atau Master Teacher Ruang Guru, namun untuk metode belajar secara keseluruhan ia mengaku kurang setuju.

Menurutnya metode belajar Ruang Guru hanya sebagai alternatif dan bukan merupakan metode utama dalam belajar. Baginya belajar melalui video masih kurang efektif. Peni lebih suka belajar secara langsung seperti halnya di sekolah bertemu dengan teman-teman dan diajarkan oleh guru sekolahnya walaupun

terkadang metode belajar guru monoton. Ia mengaku situasi belajar tatap muka dengan daring kesannya berbeda, belajar langsung bisa bertemu teman-temannya dan belajar sama, mengerti bersama dan tidak mengerti pun bersama-sama juga.

“Senang kak, makin enak belajarnya. Jadi ga stress sendiri karna ga paham pelajaran tertentu. Yah walaupun memang akan lebih asik kalau belajarnya bisa bareng-bareng sama kawan. Metodenya sih setuju aja kak, cuman kan kalau misalnya semua belajar dari video sih kurang menurut saya kak. Yah ini jadi alternatif aja jangan jadi utamanya kak.

Dan mengenai belajar, saya tetap setuju belajar langsung kak, karena bisa jumpa kawan, belajar sama-sama, ga ngerti sama-sama juga.

Walaupun guru kadang mengajarnya monoton saya tetap pilih itu kak, karena beda aja gitu rasanya haha.”

Hampir sama dengan jawaban Peni, Fildza mengatakan bahwa cara ia mengingat dan menguraikan/menjelaskan kembali pelajaran yang sudah dipelajari melalui aplikasi Ruang Guru adalah dengan mendengarkan baik-baik materi di video sambil menyatat hal-hal penting. Fildzah juga berlatih dengan soal-soal sehingga dapat mengingatkannya akan materi pelajaran dengan lebih ekstra.

Fildzah mengaku bahwa ketika ia mencatat materi maka hal tersebut dapat memudahkannya dalam mengingat materi. Pada saat ujian, Fildzah biasanya hanya membaca kembali catatan yang ia perna tulis. Untuk menjelaskan kembali materi yang sudah ia pelajari, Fildzah terkadang menjelaskan materi tersebut dengan temannya menggunakan bahasa ia sendiri.

“Fildzah pas nonton videonya mendengarkan baik-baik kak, sambil nyatat juga, sambil berlatih soal, biar dabel ingatnya kak. Karena Fildzah kalau sudah menulis lebih mudah mengingatnya kak. Jadi pas ujian Fildzah tinggal baca catatan Fildzah supaya ingat dan bisa menjawab soal. Untuk

menjelaskan kembali, Fildzah kadang menjelaskan ke teman tapi pakai bahasa sendiri yang dipahami.”

Fildzah mendapat perubahan pengetahuan lebih banyak dikarenakan berlangganan aplikasi Ruang Guru. Tidak hanya itu, Fildzah juga mengetahui rumus baru dan cara cepat mengerjakan soal baik itu mata pelajaran umum seperti Matematika sampai mata pelajaran khusus yaitu IPA (Ilmu Pengetahuan Alam).

“Banyak kak, tiap mata pelajaran kan pasti Fildzah udah nambah pengetahuannya kak. Dari matematika sampai IPA, semuanya jadi nambah pengetahuan baru, rumus baru, cara cepat mengerjakan soal yang baru.”

Pola atau cara berpikir Fildzah juga semakin membaik. Ia merasa dengan berlangganan aplikasi Ruang Guru ia memiliki lebih banyak referensi dalam mempelajari materi tertentu. Baginya sekolah hanya membuatnya mengetahui pelajaran secara umum dan biasa sehingga membuat cara berpikirnya juga biasa.

Setelah berlangganan dan bimbingan belajar daring melalui aplikasi Ruang Guru, Fildzah semakin cepat berpikir dan senang karena mendapat cara yang lebih mudah dalam belajar. Cara berpikirnya juga lebih kritis yang membuatnya sering bertanya dan penasaran akan materi tertentu. Ketika peneliti bertanya mengenai keinginan dan motivasi Fildzah selanjutnya, ia menjawab bahwa Fildzah berkeinginan mendapat peringkat dan nilai yang lebih baik lagi serta bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negerti favoritnya. Oleh sebab itu Fildzah harus lebih giat belajar lagi sehingga dapat mewujudkan keinginannya tersebut.

“Lebih banyak referensi kak. Jadi kalau di sekolah kan tahunya belajar atau berpikir biasa terus lama. Nah setelah nonton video, Fildzah jadi cepat nangkap kak, dan senang karena ada cara yang mudah untuk belajar. Cara berpikir juga lebih kritis kak, jadi mau kadang banyak

nanya dan penasaran gitu kak. Fildzah pengen dapat peringkat dan nilai lebih baik lagi kak terlebih supaya bisa masuk PTN favorit. Karena Fildzah kan sudah kelas 3 ini, jadi memang harus lebih giat belajar lagi.”

Peneliti juga menanyakan perihal nilai dan peringkat Fildzah setelah menggunakan aplikasi bimbingan belajar daring, Ruang Guru. Fildzah menjawab bahwa nilai Fildzah meningkat dan rangking atau peringkatnya di sekolah juga masih bagus. Ia menambahkan bahwa rangking atau peringkatnya di sekolah tidak naik dan tidak turun melainkan masih di posisi yang sama. Dengan kesenangannya dalam berlangganan aplikasi Ruang Guru, Fildzah juga pernah membantu teman sebangkunya yang kesulitan dalam mata pelajaran Matematika.

Fildzah spontan menawarkan bantuannya dengan langsung menunjukkan video Matematika dari aplikasi Ruang Guru dan menontonnya bersama-sama.

“Nilai Fildzah meningkat kak. Peringkat juga masih baguslah kak, ga menurun dan ga terlalu naik juga, masih tetap di posisi yang sama kak.

Fildzah juga pernah bantuin teman fildzah, teman sebangku kak. Jadi dia ga paham pelajaran matematika, fildzah nawarin bantuan, terus fildzah langsung nunjukin video materinya ke teman fildzah. Kita jadi sama-sama nonton dan belajar dari video itu kak. Fildzah mau bantu teman yang ga paham tapi fildzah paham. Fildzah ajarin teman fildzah langsung kak kalau misal dia ga paham. Dan kalau teman fildzah ga percaya dengan apa yang fildzah ajarkan, fildzah langsung jelasi dengan video”

Peneliti kemudian menanyakan perihal bagaimana Fildzah dapat mengembangkan keterampilannya sehingga peneliti dapat melihat perubahan dari aspek psikomotorik Fildzah. Sama seperti yang dikatakan oleh informan pertama yaitu Peni, Fildzah hanya menjelaskan bagaimana ia dapat memotivasi dirinya sendiri agar tetap semangat dalam belajar. Bagi peneliti hal tersebut masih termasuk dalam aspek afektif dan bukan aspek psikomotorik. Peneliti kemudian

menanyakan bagaimana pereasaannya setelah berlangganan aplikasi Ruang Guru.

Ia menjawab bahwa ia senang berlangganan aplikasi Ruang Guru karena dapat lebih memahami pelajaran yang ia tidak ketahui. Fildzah juga mengaku bahwa ia jadi suka membantu dan mengajari temannya.

“Senang kak, karena lebih memahami pelajaran. Kadang kan kalau kita ga paham atau bingung pelajaran bisa pusing sendiri. Karena ada ruang guru jadi Fildzah lega gitu kak bisa selesai masalah belajarnya. Fildzah juga jadi suka bantu dan ajarin teman kak.”

Selanjutnya peneliti menanyakan bagaimana pendapat Fildzah mengenai metode belajar Ruang Guru dijadikan metode baru di sekolah dengan tidak adanya belajar tatap muka lagi. Fildzah menanggapi pertanyaan peneliti dengan menjawab kurang setuju. Fildzah mengaku lebih suka belajar secara langsung, dimana ada guru yang secara langsung juga mengajar dan ada teman-teman.

Menurutnya, belajar dari video memang lebih fleksibel namun kurang efektif jika dibandingkan belajar secara langsung di sekolah.

“Menurut Fildzah kurang setuju sih kak, maunya tatap muka aja. Karena Fildzah pribadi lebih suka belajar langsung, yang ada gurunya langsung mengajarkan kak. Kalau dari video aja Fildzah rasa masih kurang kak.

Beda rasanya kalau belajar langsung dan belajar dari video. Langsung kan bisa ketemu kawan dan belajar sama walaupun kadang bisa ga fokus.

Kalau belajar dari video memang fleksibel tapi untuk pembelajaran Fildzah tetap pilih tatap muka kak.”

Informan selanjutnya yaitu Ieremia Ritonga atau Yere. Yere dapat mengingat, menguraikan/menjelaskan kembali serta menerapkan/mengaplikasikan pelajaran yang sudah dipelajari melalui aplikasi Ruang Guru dengan cara menjelaskannya sendiri. Ketika Yere sudah menonton dan belajar dari video pembelajaran di aplikasi Ruang Guru, Yere tidak lupa menulis dan menjelaskan

ulang sendiri materi yang sudah ia pelajari. Terkadang ia membutuhkan bantuan temannya yang lain untuk mendengarkan apa yang ia sampaikan terkait materi tertentu. Baginya untuk mengingat, menjelaskan kembali dan mengaplikasikan pelajaran yang sudah dipelajari adalah dengan belajar dan mengulanginya kembali.

“Kadang saya menjelaskan sendiri gitu kak. Sudah saya dengar, saya tulis juga, nanti saya jelaskan ulang kak. Kadang saya juga butuh bantuan teman untuk mendengarkan apa yang kita jelaskan kak. Pokoknya belajar dan mengulangi kembali pelajaran kak biar lebih mantap.”

Mengenai perubahan pengetahuan (aspek kognitif) yang Yere dapatkan setelah menggunakan aplikasi Ruang Guru adalah tingkat penalaran yang cepat dan pemahaman yang lebih mudah. Yere menjelaskan hal tersebut dengan membedakan metode di sekolah dengan yang ada di aplikasi Ruang Guru.

Menurutnya, kalau di sekolah hanya sekedar mengetahui materi pelajaran tertentu sedangkan di aplikasi Ruang Guru ia diajarkan dari dasar dengan rumus dan cara singkat sehingga mudah untuk dipahami serta dijelaskan.

“Jadi kita kak sebelum-sebelumnya kan misalnya kalau disekolah hanya sekedar mengetahui aja nih kan kak, nah di ruang guru kita diajarkan dari dasar dengan cara-cara yang lebih masuk akal dan cepat nangkap juga kak. Jadi banyak rumus dan cara singkat yang diketahui dari ruang guru kak. Lebih cepat masuk ke penalaran kita kak, dan gampang juga dijelaskan lagi kalau diajarkan dari dasar.”

Selanjutnya peneliti menanyakan perihal pola atau cara berpikir Yere setelah menggunakan aplikasi Ruang Guru. Yere menjawab bahwa pola atau cara berpikirnya lebih cepat memahami dan mengerti materi pelajaran. Ia juga

menambahkan dengan adanya rumus singkat yang diberikan membuatnya lebih senang untuk belajar.

“Karena di ruang guru dijelaskan dari dasar, kita jadi cepat nangkapnya kak. Terus karena ada rumus singkat kita juga lebih senang belajarnya kak. Cara berpikir kita lebih cepat nangkap lah kak, lebih rasional dan lebih masuk ke logika kak.”

Sama seperti anak SMA tingkat 3 lainnya, Yere juga berkeinginan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri favorit. Oleh sebab itu, peneliti menanyakan motivasi Yere kedepannya setelah berlangganan aplikasi Ruang Guru. Ia menjawab bahawa ia akan lebih giat lagi dalam belajar. Yere tidak hanya bimbingan belajar online di aplikasi Ruang Guru melainkan juga bimbingan belajar offline di Brain Academy. Dengan dua metode bimbingan belajar yang Yere terima, ia harus lebih giat lagi dalam belajar sehingga dapat masuk ke Perguruan Tinggi Negeri yang ia inginkan.

“Lebih giat lagi belajar kak, apalagi kan saya juga tidak hanya bisa akses online, saya bisa langsung ke Brain Academy untuk belajar, jadi harus mantapkan diri biar bisa masuk PTN favorit.”

Yere mengaku senang berlangganan di aplikasi Ruang Guru karena dapat membantunya dalam belajar dan tugas dari sekolah. Yere juga mendapat tambahan pengetahuan lebih dikarenakan berlangganan di aplikasi Ruang Guru. Ia menyatakan bahwa nilainya semakin meningkat walaupun tidak terlalu signifikan, namun peringkatnya masih bagus.

“Perasannya senang, enak. Karena bisa membantu kita belajar lebih mudah kak. Bisa bantu tugas juga dan nambah pengetahuan juga kak.

Nilai juga makin meningkat kak, walaupun memang tidak drastis meningkatnya, tapi peringkat masih aman dan nilai masih bagus lah kak.”

Sebagai ketua OSIS di sekolahnya, Yere termasuk orang yang banyak bicara dan tidak enggan membantu temannya yang kesulitan apalagi dalam hal belajar.

Yere menyatakan bahwa ia pernah membantu temannya walaupun teman tersebut bukan merupakan teman dekatnya. Yere pun bercerita mengenai kejadian pada saat teman tersebut kesulitan dalam belajar. Yere mengetahui bahwa teman tersebut adalah orang yang mudah menyerah dalam belajar. Yere secara spontan membantu teman tersebut dengan cara mengajarkannya materi yang temannya tersebut tidak ketahui. Setelah menjelaskan kepada temannya, teman tersebut masih belum paham dan langsung menyerah. Yere langsung memberi semangat kepada temannya kemudian mencoba mengajarinya kembali sambil mengoreksi kesalahan temannya. Dan beruntungnya setelah hal tersebut, temannya sudah mengerti. Yere mengaku bahwa ia senang membantu temannya yang kesulitan baik itu dalam belajar. Baginya ketika ia mengetahui sesuatu, ia tidak enggan berbagi hal tersebut, dan ketika ia tidak tahu akan pelajaran tertentu, ia tetap berusaha membantu dengan memberikan semangat.

“Kalau saya pribadi kak memang orangnya agak berisik kak, maksudnya gini kak kalau ada yang memang saya tahu yah saya bagikan ke teman yang lain, saya ga simpan sendiri lah kak. Ada kemaren kak teman saya ga dekat kalilah, teman biasa. Dia orangnya udah gatau dia pun nyerah, malas lah belajar karena sudah gatau. Disitu saya langsung bantu kak, kaya gini gini, terus dia masi ga ngerti tuh kan kak, saya jelasi lagi. Tapi karena memang dia orangnya mudah nyerah, dia malas jadinya, nyerah aja gitu, udahlah ga ngerti aku katanya. Yah saya disitu langsung kasi semangat terus kasi saran supaya lebih paham caranya untuk dia kak.

Saya jelasi dulu, terus saya suruh dia ulangi apa yang saya jelasi, terus saya koreksi, barulah dia paham kak. Jadi memang maulah membantu

selagi memang saya tahu, kalaupun saya tidak tahu saya kasih semangat lah kak.”

Peneliti kemudian mendapat hasil temuan penelitian yang sama dengan temuan dari informan pertama (Peni) dan informan kedua (Fildzah) pada pernyataan informan ketiga (Yere) mengenai aspek psikomotorik. Cara Yere dalam mengembangkan keterampilannya hanya dengan giat, fokus dan semangat meraih tujuannya. Pernyataan tersebut sama halnya dengan pernyataan kedua informan sebelumnya yang menurut peneliti tidak merupakan wujud atau hasil dari aspek psikomotorik. Peneliti kemudian memberikan pertanyaan terakhir

Peneliti kemudian mendapat hasil temuan penelitian yang sama dengan temuan dari informan pertama (Peni) dan informan kedua (Fildzah) pada pernyataan informan ketiga (Yere) mengenai aspek psikomotorik. Cara Yere dalam mengembangkan keterampilannya hanya dengan giat, fokus dan semangat meraih tujuannya. Pernyataan tersebut sama halnya dengan pernyataan kedua informan sebelumnya yang menurut peneliti tidak merupakan wujud atau hasil dari aspek psikomotorik. Peneliti kemudian memberikan pertanyaan terakhir