BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.3. Keterbatasan Penelitian
Penelitian mengenai prevalensi gangguan cemas pada remaja putri di SMP Negeri 1 Denpasar memiliki keterbatasan dalam beberapa hal, diantaranya kurangnya literatur sebelumnya yang dapat dijadikan referensi pada penelitian ini, kurangnya waktu penelitian yang disebabkan oleh padatnya jadwal pelajaran para siswi sehingga pengisian kuisioner dan kurang maksimal. Terdapat juga kemungkinan adanya sampel yang tidak jujur dalam mengisi kuisioner karena belum memahami sepenuhnya pertanyaan yang ada pada kuisioner oleh karena terbatasnya waktu yang diberikan dari pihak sekolah.
38 BAB VI
PENUTUP
6.1. Simpulan
Dari hasil penelitian terhadap remaja putri di SMP Negeri 1 Denpasar, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut, pada karakteristik dasar sosiodemografi didapat rerata usia yaitu 12,91 (SD0,87), responden terbanyak duduk di kelas IX. Pada tingkat kecemasan, remaja paling banyak mengalami kecemasan mild. Prevalensi gejala cemas pada remaja putri di SMP Negeri 1 Denpasar adalah sebesar 22 orang dari 100 sampel yang diambil (22%) dan dari hasil uji chi-square ditemukan bahwa variabel usia dan kelas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap gangguan cemas.
6.2. Saran
Angka prevalensi gangguan cemas pada remaja putri didapatkan cukup tinggi, terutama dikalangan remaja. Kepada guru Bimbingan Konseling (BK) diharapkan lebih bisa memberikan komunikasi, informasi dan edukasi kepada remaja putri mengenai apa itu fase peralihan yang mereka alami seperti perubahan bentuk tubuh, hormonal dan lain-lainnya. Bagi akademisi dan peneliti penelitian ini dapat dijadikan sebuah studi pendahuluan pada bidang kecemasan dan kelainan psikologi lainnya.
39
Andri & Dewi Y., 2007. Teori Kecemasan Berdasarkan Psikoanalisis Klasik dan Berbagai Mekanisme Pertahanan terhadap Kecemasan. Maj Kedokt Indon 57 (7) 234-236.
Christina, T., 2014. Hubungan Peran Teman Sebaya dengan Kecemasan Remaja Putri pada Masa Pubertas dalam Menghadapi Perubahan Fisik di SMP Swasta Betania Medan. USU Repository.
Dixon, T. 2011., Understanding Anxiety Problems. Help-For : http://help-for.com [Diakses 5 Desember 2015].
Guyton, A.C. & Hall, J.E., 2014. Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology. Elsevier Inc. : Twelfth edition.
Indarjo, S., 2009. Kesehatan Jiwa Remaja. KEMAS, 7 (2), 48-57.
Juariah, L., 2009. Gambaran Tingkat Kecemasan Remaja Kelas VII dan VIII yang Mengalami Pubertas di SMP Budi Luhur – Cimahi. Jurnal Kesehatan Kartika.
Junita,, 2013. Faktor-faktor Penyebab Kecemasan dan Tingkat Kecemasan Remaja Putri saat Mengalami Menarche di SMP Negeri 10 Medan Tahun 2013. Usu Repository.
Lee, A. & Hankin, B.L., 2009. Insecure Attachment, Dysfunctional Attitudes, and Low Self-Esteem Predicting Prospective Symptoms of Depression and Anxiety During Adolescence. Journal of Clinical Child & Adolescent Psychology, 38 (2), 219–231.
Leikanger, Einar, et al., Sex and Age-related Anxiety in A Community Sample of Norwegian Adolescents. Sacdinavian Journal of Psychology, 53, 150-157.
Uran, Pinar & Sertcelik, Mehmet., Evaluation of Child and Adolescent Psychiatry Consultation in A Tertiary University Hospital. The Europan Research Journal, 2-3.
Nurlaila, Siti,. Pelatihan Efikasi Diri untuk Menurunkan Kecemasan pada Siswa-Siswi yang Akan Menghadapi Ujian Akhir Nasional. GUIDENA 1 (1), 2-3.
Rapee R.M., 2012. Anxiety disorders in children and adolescents: Nature, development, treatment and prevention. IACAPAP e-Textbook of Child and Adolescent Mental Health : http://iacapap.org [Diakses 29 Oktober 2015].
40
Suryani, L. & Syahniar, Z., 2013. Penyesuaian Diri pada Masa Pubertas.
KONSELOR Jurnal Ilmiah Konseling, 2 (1), 136 – 140.
Tandirerung, L.H. & Aminah H.S. 2014. Tingkat Kecemasan Remaja karena Perubahan Fisik pada Usia 13-15 Tahun. Journal of Pediatric Nursing 1 (2), 105-108.
Yani, Widyastuti (2010). Kesehatan Reproduksi. Edisi 3. Yogyakarta : Fitramaya.
41
LAMPIRAN Lampiran 1
JADWAL KEGIATAN
No Kegiatan
Bulan
X XI XII
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Persiapan Proposal
2 Refleksi awal -Diskusi alternatif -Mencari Sampel -Merancang Penelitian 3 Pelaksanaan
4 Penyusunan draft laporan 5 Penyelesaian laporan dan
analisis
42
Lampiran 2
FORMULIR BIODATA SUBJEK (Diisi oleh responden)
Identitas Pribadi
Nama :
Tempat, tanggal lahir : Alamat Rumah :
Usia :
Kelas :
Riwayat Penyakit : Jumlah Saudara :
Lampiran 3
LEMBAR KUESIONER
Nama : Umur : Tanggal lahir :
Petunjuk Pengisian
Kuesioner ini terdiri dari berbagai pernyataan yang mungkin sesuai dengan pengalaman dalam hidup anda sehari-hari. Terdapat empat pilihan jawaban yang disediakan untuk setiap pernyataan.
Selanjutnya, Anda diminta untuk menjawab dengan cara memberi tanda silang (X) pada setiap nomor yang paling sesuai dengan pengalaman Anda selama 2 minggu terakhir. Tidak ada jawaban yang benar ataupun salah, karena itu isilah sesuai dengan keadaan diri Anda yang sesungguhnya, yaitu berdasarkan jawaban pertama yang terlintas dalam pikiran Anda sendiri.
( Pilihlah salah satu penyataan yang anda anggap sesuai dengan diri anda saat ini, dengan memberi tanda silang (x) pada huruf di depan penyataan yang anda pilih )
44 1 Merasa gelisah, cemas, atau
amat tegang
0 1 2 3
2 Tidak mampu menghentikan atau mengendalikan rasa
5 Sangat gelisah hingga sulit untuk duduk diam
0 1 2 3
6 Menjadi mudah jengkel atau lekas marah
0 1 2 3
7 Merasa takut seolah-olah sesuatu yang mengerikan mungkin terjadi
0 1 2 3
Lampiran 4
LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN Judul Penelitian :
Prevalensi Gangguan Cemas pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Denpasar Tahun 2016
Latar Belakang
Gangguan cemas merupakan prevalensi tertinggi dari gangguan kejiwaan.
Secara keseluruhan, prevalensi dari gangguan kecemasan adalah 24.9%. Hasil dari salah satu studi menunjukkan pada 10 remaja yang sudah mengalami pubertas didapatkan 8 remaja mengatakan cemas saat mengalami pubertas.
Pada masa pubertas, banyak yang perubahan yang ditemukan pada remaja putri. Diantaranya perubahan fisik, perubahan pola perilaku, masa transisi dan masalah-masalah yang para remaja alami. Perubahan-perubahan tersebut menyebabkan remaja putri cenderung mengalami gangguan psikologis atau gangguan suasana hati, dimana gangguan suasana hati yang paling sering dialami remaja putri adalah gangguan cemas.
Manfaat Penelitian
Memberikan informasi mengenai prevalensi gejala gangguan cemas pada remaja putri, dan juga memberi gambaran pada remaja putri tentang psikologis remaja
46
Lampiran 5
TABEL ANALISIS SPSS Frekuensi usia
Usia
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Crosstable Interpretasi dan usia
% within Interpretasi 100.0% 100.0% 100.0%
Chi-Square Tests
a. 2 cells (25.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .22.
48
% within Interpretasi 100.0% 100.0% 100.0%
Chi-Square Tests
a. 0 cells (0.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6.82.
Frekuensi interpretasi skor
Interpretasi
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Cemas 22 22.0 22.0 22.0
TidakCemas 78 78.0 78.0 100.0
Total 100 100.0 100.0