• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

1.2 Perumusan Masalah

Anime “Boku Dake Ga Inai Machi ( Kota Dimana Hanya Aku yang Hilang)”, dikenal juga sebagai erased, adalah sebuah serial manga di Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Kei Sanbe. Anime ini menceritakan kisah sipemeran utama yang bernama SatoruFujinuma.Satoru merupakan seorang pria

berusia 29 tahun yang memiliki kemampuan untuk mengirim dirinya kembali ke waktu sebelum kejadian berbahaya terjadi sehingga memungkinkan dirinya untuk melakukan pencegahan. Saat ibunya dibunuh, kemampuan Satoru mengirim dirinya ke 18 tahun lalu, saat dia masih di sekolah dasar, memberinya kesempatan untuk mencegah penculikan berantai yang merenggut nyawa kedua teman sekelasnya dan seorang anak kecil dari sekolah lain. Salah satu teman yang behasil Ia selamatkan dari kematian ialah KayoHinazuki. Kayo adalah salah satu teman sekelas Satoru di sekolah dasar yang menjadi korban asli dari kasus penculikan berantai pada 18 tahun yang lalu. Dia diselamatkan oleh Satoru yang berusaha mencegah penculik menggunakan kemampuannya.Dengan membuat Kayo menjadi temannya dan tidak membiarkan dirinya menyendiri, Satoru membuat Kayo menjadi target yang sulit bagi penculik. Dalam anime ini juga diceritakan bagaimana cara Satoru dapat menyelamatkan kedua temannya yang lain dan juga ibunya sehingga disaat Ia kembali untuk kesekian kalinya keusia 29 tahun, Ia masih dapat melihat ibunya dan ketiga temannya yang seharusnya sudah meninggal masih tetap dapat hidup. Berdasarkan hal tersebut penulis merumuskan masalah agar penelitian ini lebih terarah dan memudahkan sasaran yang ingin dikaji. Rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana postmodernisme dalam karya sastra?

2. Bagaimana postmodernisme dalam anime “Boku Dake Ga Inai Machi”

karya Kei Sanbe?

1.3 Ruang Lingkup Permasalahan

Dari permasalahan-permasalahan yang ada maka penulis menganggap perlu adanya pembatasan dan ruang lingkup dalam pembahasan.Hal ini dimaksudkan agar penelitian tetap terarah, terfokus, dan tidak terlalu luas.Dalam penelitian ini, penulis membatasi pembahasannya hanya mengenai postmodernisme yang terdapat didalam anime “Boku Dake Ga Inai Machi”.Postmodernisme digambarkan melalui tokoh Satoru yang memiliki suatu kemampuan.cerita kehidupan sipemeran utama dalam anime ini menunjukkan bagaimana sebuah karya sastra terutama anime ini ditulis bukan untuk sebuah kebutuhan melainkan unuk sebuah kesenangan tanpa ada manfaat yang diperoleh.

Dapat menyelamatkan nyawa ketiga temannya dan juga ibunya yang seharusnya sudah meninggal ditambah lagi dengan diri Satoru yang mengalami koma selama 15 tahun menunjukkan cerita dalam anime ini diluar akal pikiran dan tidak sesuai lagi fungsinya sebagaimana layaknya sebuah karya sastra.

Penulis menganalisis penelitian sastra ini dengan menggunakan teori postmodernisme sebagai acuan penelitian. Supaya pembahasan lebih jelas dan akurat, maka dalam bab II penulis akan menjelaskan tentang anime “Boku Dake Ga Inai Machi”, pengertian anime,resensi anime, setting dalam anime, serta teori postmodernisme.

1.4 Tinjauan Pustaka dan Kerangka Teori 1.4.1 Tinjauan Pustaka

Dalam jurnal yang ditulis oleh Muhlisin menjelaskan bahwa postmodernisme merupakan suatu pergerakan ide yang menggantikan ide-ide zaman modern. Zaman modern dicirikan dengan pengutamaan rasio, objektivitas,

totalitas, strukturalisasi. Postmodernisme memiliki ide cita-cita, ingin meningkatkan kondisi sosial, budaya, dan kesadaran akan semua realitas serta perkembangan berbagai bidang. Postmodernisme secara umum adalah proses dediferensiasi dan munculnya peleburan disegala bidang. Postmodernisme merupakan intensifikasi (perluasan konsep) yang dinamis, yang merupakan upaya terus-menerus untuk mencari kebaruan, eksperimentasi dan revolusi kehidupan.

Baban Banita dalam skripsinya dengan judul postmodernisme dalam cerpen segulung cerita tua dan sugriwo subali mengatakan Postmodern adalah sebuah era yang ditandai dengan situasi menghilangnya makna. Kata menjadi punya kebebasan dan berkehendak menciptakan maknanya sendiri.

Menurut Webster sebagaimana dikutip oleh Akhyar Yusuf dalam laporan penelitiannya mengatakan bahwa ada beberapa elemen kunci pemikiran postmodern sebagai suatu gerakan intelektual dan sebagai fenomena sosial yang membedakannya dengan modern, diantaranya adalah :

1. Penolakan terhadap pemikiran modernis, nilai-nilai dan praktek-prakteknya.

2. Penolakan terhadap klaim-klaim penelitian tentang klaim “kebenaran obyektif universal”, lalu yang ada dan diterima hanya versi-versi dari

“kebenaran”.

3. Penolakan tentang autentisitas dari penelitian, karena semuanya dianggap tidak otentik, semuanya lebih bersifat konstruktif.

4. Penolakan terhadap masalah/pertanyaan tentang identifikasi makna karena ada suatu ketidakterbatasan makna (infinity of meaning).

5. Penghargaan pada perbedaan: interpretasi, nilai-nilai, dan gaya (the celebration of diffferences, of interpretations, of values, and of style).

6. Suatu penekanan pada kenikmatan, pada pengalaman sebagai hal utama untuk dianalisa, pada juoissance and the sublime (luhur).

7. Suatu kesukaan (delight) pada superficial, penampakan, perbedaan, parodi, ironi, dan pastis (pastiche).

8. Pengakuan/penghargaan pada kreativitas dan imajinasi daripada keteraturan dengan defies (muslihat) penjelasan determinisme tingkah-laku.

1.4.2 Kerangka Teori

Dalam menganalisi karya sastra diperlukan sebuah teori pendekatan yang menjadi acuan penulis dalam menganalisis sebuah karya sastra.Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori Jacques derrida mengenai postmodernisme.

Dalam teori Jacques derrida mengatakan bahwa postmodernisme itu diungkapkan dalam metode dekontruksi. Dekontruksi merupakan kajian yang berpusar pada teks.Ia tidak lepas dari teks, teks tidak dibatasi maknanya. Bahkan dekontruksi juga menolak struktur lama yang telah lazim.Bagi dekontruksionis, menganggap bahwa “bahasa” teks bersifat logis dan konsisten. Misalkan, sebuah tema besar bahwa kejahatan akan terkalahkan dengan kebaikan oleh paham dekontruksi tidak selalu dibenarkan. Di era sekarang, sastra boleh saja membalik tema besar itu.Karenanya, pemahaman teks tidak selalu berurutan, melainkan boleh bolak-balik.

Berdasarkan penjelasan diatas, derrida membuat kesimpulan bahwa postmodernisme ditandai dengan adanya kajian dekontruksi dalam sebuah karya

sastra.Dengan teori Jacques derrida, penulis dapat menganalisis anime Boku Dake Ga Inai Machi karya Kei Sanbe yang menjadi salah satu contoh anime postmodernisme. Hal-hal yang terjadi dalam anime ini yang berhubungan dengan postmodernisme akan dipaparkan dan dianalisis penulis dengan menggunakan teori postmodernisme Jacques derrida.

1.5 Tujuan dan Manfaat 1.5.1 Tujuan Penelitian

Berdasarkan pokok permasalahan yang diungkapkan diatas, maka tujuan dari penelitian ini sebagai berikut :

1. Untuk mendeskripsikan postmodernisme dalam karya sastra.

2. Untuk mendeskripsikan postmodernisme yang ditampilkan dalam anime

“Boku Dake Ga Inai Machi” karya Kei Sanbe.

1.5.2 Manfaat Penelitian

Sebagai suatu karya ilmiah setiap hasil dari penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak. Secara praktis, peneliti berharap penelitian ini dapat memberi manfaat, yaitu:

1. Bagi peneliti dan pembaca dapat memberi manfaat tentang postmodernisme sastra dalam karya sastra khususnya dalam anime “Boku Dake Ga Inai Machi” karya Kei Sanbe.

2. Dapat menambah pengetahuan dan informasi tentang gambaran teori Jacques Derrida mengenai postmodernisme.

3. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa sastra Jepang khususnya Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Sumatera Utara yang akan melakukan analisis karya sastra fiksi khususnya pada karya sastra anime.

1.6 Metode Penelitian

Dalam sebuah penelitian sangatlah dibutuhkan suatu metode penelitian sebagai bahan pendukung untuk mencapai tujuan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

Menurut Koentjaraningrat (1976:30), bahwa penelitian yang bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang memberikan gambaran secermat mungkin mengenai individu, keadaan, gejala, atau kelompok tertentu. Metode deskriptif juga merupakan suatu metode yang menggambarkan keadaan atau objek penelitian yang dilakukan pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya dan dipakai untuk memecahkan masalah dengan cara mengumpulkan, menyusun, mengklarifikasika, mengkaji, dan menginterpretasikan data. Dalam metode deskriptif penulis menjelaskan dan mendeskripsikan hal-hal apa saja yang terdapat pada anime Boku Dake Ga Inai Machi karya Kei Sanbe yang berkaitan dengan postmodernisme berdasarkan teori Jacques derrida mengenai postmodernisme.

Untuk mengumpulkan data-data ini, penulis menggunakan metode kepustakaan (library research) dalam pengumpulan data. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengumpulkan buku dari berbagai sumber atau referensi yang berkaitan dengan masalah ini. Dan untuk menunjang penulisan ini, penulis juga menambah referensi dari internet atau hal-hal yang berkaitan dengan masalah ini.

BAB II

TINJAUAN UMUM TERHADAP ANIME DAN POSTMODERNISME

2.1 Defenisi Anime

Anime (アニメ) merupakan istilah film animasi yang sangat terkenal di Jepang hingga seluruh dunia dan merupakan budaya milik Jepang. Berbicara mengenai budaya Jepang tidak akan lepas dari anime yang dihasilkan oleh

“negara matahari terbit” tersebut. Wells dalam Steinberg (2012:1) mengemukakan pengertian animasi berasal dari kata latin, animare, yang berarti "memberikan kehidupan," dan dalam konteks film animasi, sebagian besar berarti penciptaan ilusi gerakan buatan dalam garisgaris dan bentuk yang tidak hidup, maka dapat disebut sebagai grafik yang bergerak dan seolah-olah hidup.

Anime sendiri merupakan istilah serapan oleh orang Jepang seperti yang diungkapkan oleh Kurnia (2006:202) yang mengatakan bahwa istilah anime sendiri merupakan penjepangan kata animation dari bahasa Inggris, maka jika dalam bahasa Jepang adalah アニメーション (baca: anime-shon), kemudian disingkat menjadi アニメ (baca: anime). Anime memberikan daya tarik tersendiri bagi para penikmatnya untuk sekedar hiburan karena fantasi dan imajinasi yang tidak dapat terjadi di dunia nyata bisa digambarkan dan dituangkan di dalam film animasi itu sendiri.Norris (2009:236) juga membenarkan bahwa anime telah disamakan dengan budaya Jepang kontemporer visual dan estetika di banyak media, pembelajar budaya dan komentator di seluruh dunia.Sayangnya, masih banyak orang beranggapan bahwa anime hanya tontonan milik anak-anak yang

bersifat menghibur dan tidak memiliki makna/nilai tertentu yang ingin disampaikan.

Walaupun anime bisa disebut sebagai sarana hiburan, tetapi juga bisa menjadi bahan pembelajaran. Secara tidak langsung, melalui anime, anime creator atau sang pembuat anime itu sendiri dapat menyampaikan kondisi yang berkembang di masyarakat sekitar secara tersirat, seperti yang dikatakan oleh Donaghy dan Isern (2012:10) bahwa gambar bergerak memainkan peran besar dalam pengertian kita mengenai kejadian yang sedang terjadi di dunia kita. Anime memang dinikmati sebagai hiburan oleh beberapa pihak dan jika kita telaah lebih dalam, anime sendiri menggambarkan bagaimana kebudayaan dan masyarakat Jepang.Kemudian, jika kita mempelajari lebih dalam, tidak hanya cerita yang menyenangkan yang kita nikmati melalui anime, tetapi juga ada hal atau kondisi yang digambarkan secara tidak langsung dalam anime tersebut.Hal-hal atau kondisi tersebut dapat berupa permasalahan yang sedang terjadi di Jepang itu sendiri.

Napier (2005:8) mempertegas bahwa alasan mempelajari anime bersamaan dengan konteks Jepang sudah sangat jelas karena anime kaya akan bentuk seni kontemporer Jepang yang memesona dengan narasi khusus dan estetika visual yang keduanya memiliki hubungan dengan budaya Jepang tradisional. Jadi, sangat disayangkan apabila masih ada yang beranggapan jika anime hanya merupakan hiburan dan tontonan anak-anak semata, sehingga orang tersebut tidak mau menelaah lebih dalam mengenai kondisi masyarakat yang digambarkan dalam anime tersebut.Bisa disimpulkan bahwa anime merupakan salah satu media

pembelajaran kita untuk melihat kondisi masyarakat tersebut melalui perspektif anime creator atau pembuat anime tersebut dan bisa kita teliti melaluinya.

Anime memiliki unsur-unsur intrinsik yang membangunnya seperti halnya karya sastra lainnya.Hal ini meliputi tema, amanat, latar, tokoh serta penokohan, plot, serta sudut pandang. Abrams dalam Nurgiyantoro (2007:165), mengungkapkan bahwa tokoh cerita adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif atau drama yang ditafsirkan oleh pembaca memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang diakukan dalam tindakan. Tokoh sebagai pelaku dalam cerita fisik memiliki watak, yang dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu fisiologis, psikis, serta sosiologi.

Dimensi fisiologi meliputi usia, jenis kelamin, ciri fisik dari tokoh tersebut.

Dimensi psikis Produksi di pertelevisian Jepang terbagi atas empat musim televisi.yaitu musim dingin (Januari-Maret), musim semi (April-Juni), musim panas (Juli-September) dan musim gugur (Oktober-Desember). Perilisan serial televisi baru berdasarkan musim berlaku baik bagi dorama, maupun anime.Dimensi sosiologi meliputi status, pekerjaan, jabatan, pendidikan, dan lain sebagainya (Waluyo, 2012:17).

Konflik sebagai salah satu unsur dari plot atau alur memiliki peranan sebagai pengembang plot dan membawa pembaca kepada fakta di dalam cerita serta memikat agar pembaca menuntaskan ceritanya (Stanton, melalui Nurgiyantoro, 2007: 113). Konflik dalam suatu drama sangat berkaitan erat dengan tokoh, karena tokoh merupakan individu rekaan yang mengalami peristiwa maupun berlakuan dalam berbagai peristiwa cerita (Sudjiman, 1984:

16).Konflik yang terjadi dalam suatu kisah fiksi mampu mempengaruhi tindakan,

serta watak dari tokoh yang mengalaminya.Penulis memilih Boku Dake Ga Inai Machi sebagai karya sastra berupa drama yang ditampilkan dalam bentuk animasi untuk digunakan dalam penelitian.

2.2 Resensi Anime

Secara etimologi, resensi berasal dari bahasa latin, dari kata kerja revidere atau recensere yang memilik arti melihat kembali, menimbang atau menilai.

Dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonsia, resensi diartikan sebagai pertimbangan atau pembicaraan tentang buku dan sebagainya. Secara garis besar resensi diartikan sebagai kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah hasil karya baik itu berupa buku, novel, maupun film dengan cara memaparkan data-data, sinopsis, dan kritikan terhadap karya tersebut.

2.2.1 Tema

Tema ialah persoalan yang menduduki tempat utama dalam karya sastra.Tema mayor ialah tema yang sangat menonjol dan menjadi persoalan.Tema minor ialah tema yang tidak menonjol.Tema selalu berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan, seperti masalah cinta, kasih, rindu, takut, maut, religius, dan sebagainya.Dalam hal tertentu sering tema dapat disinonimkan dengan ide atau tujuan utama cerita.Seperti yang dikutip Burhan Nurgiyantoro mengatakan tema dipahami sebagai gagasan (ide) utama atau makna utama sebuah tulisan.Tema dalam sebuah cerita yang dapat dipahami sebagai sebuah makna, makna yang mengikat keseluruhan unsur cerita sehingga cerita itu hadir sebagai sebuah kesatuan yang padu.Berbagai unsur fiksi seperti alur, tokoh, alat, sudut

pandang, stile dan lain-lain berkaitan dan bersinergi untuk bersama-sama mendukung eksistensi tema.

Secara garis besar Kennedy yang dikutip oleh Harjito memberi pertimbangan dalam menetapkan tema sebuah cerita. Pertama, di dalam alur cerita, karakter sang tokoh dapat berubah karena tema. Kedua, objek yang jarang, karakter misterius, jenis-jenis binatang biasanya mewakili simbol atau gambaran tertentu, misalnya binatang ular merupakan simbol bagi sosok penuh tipu muslihat dan licik, nama-nama yang sering diulang, nyanyian atau apa saja seringkali merupakan isyarat untuk menangkap tema.

Tema dalam anime yang akan saya bahas adalah suatu hal yang berkaitan dengan kmampuan supranatural. Anime ini bercerita tentang seorang anak laki-laki berusia 29 tahun yang memiliki kemampuan yang dapat menghidupkan kembali ibunya yang sudah dibunuh oleh seseorang.Kei Sanbe sebagai pengarang membuat sipemeran utama dalam anime ini memiliki kemampuan yang sama dengan kemampuan supranatural. Selain dapat menyelamatkan nyawa ibunya, Satoru juga dapat menyelamatkan nyawa ketiga temannya yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan anak. Dengan kemampuan yang Ia miliki, Satoru juga dapat bermain dalam waktu. Ia dapat kembali ke masa lalunya dan Ia juga dapat kembali ke waktu Ia dewasa yaitu disaat usianya 29 tahun.

2.2.2 Alur

Alur merupakan terjemahan dari istilah Inggris plot. Alur adalah sambung-sinambung peristiwa berdasarkan hukum sebab akibat. Alur tidak hanya mengemukakan apa yang terjadi, tetapi juga menjelaskan mengapa hal itu terjadi.

Dengan sambung-sinambungnya peristiwa ini terjadilah sebuah cerita.Aminuddin

berpendapat bahwa alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita.Alur cerita dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis yang berbeda berdasarkan kriteria urutan waktu, kepadatan (kualitatif) dan jumlah (kuantitatif).Berdasarkan urutan waktu, alur dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu alur maju dan alur mundur. Alur maju adalah pengutaran peristiwa dari masa kini terus ke depan dengan gerak maju, sedangkan alur mundur adalah pengutaraan peristiwa dengan mengungkapkan masa lalu atau dengan tolehan kembali ke masa lalu. Dan dalam karya sastra tidak selalu salah satu alur saja yang dipakai, melainkan dapat juga gabungan dari kedua alur tersebut.Hal inilah yang disebut alur gabungan.

Berdasarkan kepadatan atau secara kualitatif, alur dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu alur erat dan alur longgar.Alur erat atau sering disebut alur rapat banyak terdapat dalam cerita pendek (cerpen) dan tokoh cerita bergerak dengan wajar, tidak membuat alur yang tidak perlu.Sedangkan pada alur longgar atau renggang banyak terdapat pada cerita yang panjang atau banyak pelakunya, sehingga karena adanya tokoh (pelaku) pembantu, maka timbullah alur sampingan di samping alur pokok.Alur berkaitan dengan masalah urutan penyajian cerita, tetapi bukan hanya masalah saja yang menjadi persoalan alur.Menurut Lukens alur merupakan urutan kejadian yang memperlihatkan tingkah laku tokoh dalam aksinya. Pembicaraan alur akan melibatkan masalah peristiwa dan aksi apa saja yang dikisahkan, dilakukan oleh tokoh cerita atau sebaliknya yang ditimpakan kepada tokoh cerita, baik peristiwa dan aksi yang hebat, menegaskan, menarik, menjengkelkan, menakutkan, mengharukan, maupun untuk kategori rasa yang

lain, baik untuk tokoh protagonis maupun antagonis. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi pembaca anak dan dewasa jika berhadapan dengan cerita fiksi.

AnimeBoku Dake Ga Inai Machikarya Kei Sanbe ini menceritakan kisah seorang pria berusia 29 tahun yang memiliki kemampuan layaknya kemampuan supranatural.Sipemeran utama dalam anime ini dapat kembali kemasa lalunya yaitu saat masih menjalani Sekolah Dasar.Selain dapat kembali kemasa lalu, Satoru juga dapat kembali normal ke usianya yang semula yaitu keusia 29 tahun.Anime ini juga menceritakan bagaimana sipemeran utama dapat menyelamatkan nyawa temannya yang seharusnya sudah terbunuh dan menyelamatkan nyawa ibunya yang juga sudah terbunuh saat usianya 29 tahun.

Contoh cuplikan 1

Menit 19:11 – 21:38 episode pertama

Setelah selesai jam kerja Satoru pun langsung pulang kerumah. Sesampai dirumah, Ia menemukan ibunya tergeletak tidak bernyawa akibat tusukan di perutnya yang mengeluarkan banyak darah.

Satoru : hei…hei… jawab aku. Ini Cuma gurauan kan?.Hentikan lah.Bangunlah ibu. (Satoru membalikkan tubuh ibunya dan melihat pisau yang tertusuk diperut ibunya dan berteriak)

Tetangga : Fujinuma san, semalam ibumu membagikan kare kalian padaku…

Satoru : (melihat tetangga yang datang dan melihat tangannya yang terkena darah ibunya)

Tetangga : ( berteriak dan langsung pergi) Satoru : tunggu dulu…

Tetangga : (berbicara kepada polisi yang sudah disuruh datang) ada darah ditangan Fujinuma san…!

Satoru : (menghampiri polisi)

Polisi : apa anda tuan Fujinuma san? Kami harus menginterogasi anda.

Satoru : apa-apaan ini. Kalian salah paham.Bukan aku…bukan aku. (berlari meninggalkan polisi)

Polisi : hei tunggu.

Satoru tetap berlari sekencang mungkin.Ia mengabaikan teriakan polisi yang mengatakan “tunggu” kepadanya. Ia tetap berlari sambil berteriak dan tiba-tiba Ia melihat sesuatu yang aneh.

Satoru : apa aku…mengalami pemulihan lagi? Tapi, ini dimana?Tempat ini tidak asing bagiku. (terus berjalan dan melihat sebuah tulisan disekolah dasar “Turnamen Nasional Club Hoki Es Tahun 1988”) tahun…1988?

Contoh cuplikan 2

Menit 07:25 – 09:00 episode lima

Satoru berjalan menuju rumah Kayo karena gadis itu tidak masuk sekolah hari ini.Sesampainya di dekat rumah Kayo, Satoru melihat ibu Kayo membuang satu karung sampah dan Satoru melihat ada sepasang sarung tangan dikarung tersebut.

Satoru :10 hari setelah putrinya meninggal, ibunya membuang sebuah kantong yang berisikan sepasang sarung tangan. (mengingat bahwa Kayo pernah berjanji akan memberikan sarung tangan sebagai hadiah ulang tahun Satoru kemudian Satoru berlari meninggalkan tempat tersebut sambil berteriak sekencang-kencangnya. Lalu…)

Satoru :ini dimana? Apa aku sudah kembali ke tahun 2006? (berjalan dan melihat polisi yang masih ada di sekitar rumahnya)

2.2.3 Penokohan

Tokoh cerita menurut Abrams adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dari tindakan. Istilah penokohan lebih luas dari pada tokoh dan perwatakan sebab ia sekaligus mencakup masalah siapa tokoh cerita,

bagaimana perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca. Penokohan sekaligus menyaran pada teknik pewujudan dan pengembangan tokoh dalam sebuah cerita.Berdasarkan fungsinya atau penting tidaknya kehadiran tokoh dalam cerita dibedakan menjadi dua.Pertama yaitu tokoh utama terdiri dari protagonis dan antagonis.Kedua tokoh bawahan, terdiri dari tokoh andalan dan tokoh bawahan.Seorang tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu cerita disebut dengan tokoh utama.Sedangkan tokoh yang memiliki peranan tidak penting karena pemunculannya hanya melengkapi, melayani, mendukung pelaku utama disebut tokoh tambahan atau tokoh pembantu.

Tokoh utama dalam anime Boku Dake Ga Inai Machi yaitu:

Tokoh utama dalam anime Boku Dake Ga Inai Machi yaitu:

Dokumen terkait