• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

4.2 Perumusan Strategi Pemasaran Pariwisata

Perumusan strategi pemasaran pariwisata dalam penelitian ini melalui enam tahapan seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman untuk menjawab pertanyaan penelitian pertama yaitu bagaimana cara menyusun strategi pemasaran pariwisata Kabupaten Sleman.

Ibu Dra. Hj. Sudarningsih, M.Si mengatakan bahwa

“Kabupaten Sleman memiliki Destinasi Wisata yang sangat banyak.

Akan tetapi kurangnya strategi pemasaran dan kerja sama antar pemangku kepentingan untuk menaikkan posisi pariwisata Kabupaten Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk itu sudah seharusnya kita merumuskan strategi pemasaran untuk meningkatkan minat kunjungan wisawatan ke Kabupaten Sleman dengan memberikan beberapa tahapan agar bisa berjalan secara bersama-sama”.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Bidang Pemasaran yaitu Bapak Eka Priastana Putra, SE, M.Si bahwa

“tahun ini memang kita baru menyusun strategi pemasaran untuk pariwisata Kabupaten Sleman dikarenakan kita dari kemarin selalu berjalan sendiri dalam pengembangan pariwisata Kabupaten Sleman.

Untuk dalam tahapan-tahapan ini yang akan membantu kita untuk bekerja sama dalam peningkatan strategi pemasaran Kabupaten Sleman.

Ketua ASITA yaitu Pak Sudiyanto juga menambahkan bahwa

”memang perlu membuat tahapan-tahapan dalam merumuskan strategi pemasaran pariwisata Kabupaten Sleman agar kita semua selaku pelaku wisata bisa bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Sleman. Karena selama ini kerja sama untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Sleman selalu berjalan sendiri. Untuk itu saya mengharapkan agar kedepannya dengan tahapan-tahapan yang akan dirumuskan bisa terjadi terjalin kerja sama yang baik antara kita semua agar bisa menaikkan pariwisata Kabupaten Sleman

Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Penetapan Target Market dan Positioning

Menurut Craven (1997) dalam Adam (2011), target market merupakan keputusan strategi bisnis yang paling menentukan. Pilihan strategis ini diimplementasikan oleh keputusan manajemen tentang bagaimana bersaing dalam setiap pasar yang diminati. Strategi target pasar dan memposisikan produk dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis segmen pada pasar produk; memutuskan segmen mana yang akan dijadikan target pasar; dan merancang dan mengimplementasikan strategi posisikan untuk setiap segmen pasar (Craven, 1997) dalam Adam (2011). Penetapan target market yang dimaksud dalam penelitian ini adalah menilai segmen yang akan diambil dalam penelitian ini. Sedangkan untuk Positioning yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana memposisikan produk yang akan dirasakan dalam benak calon wisatawan.

2. Market Insight

Market Insight berhubungan erat dengan consumer insight, dimana untuk bisa mencapai tujuan sebuah market insight, sangat penting untuk mendengarkan konsumen, dimana saja mereka berada, mencari tahu apa yang sebenarnya mereka rasakan (Rachmander, 2000) dalam Fadilah (2016). Menurut Hamilton (2007:26) dalam Fadilah (2016) consumer insight merupakan sebuah aspek yang sangat luas, bukan hanya meliputi bagaimana konsumen menggunakan produk atau jasa, tetapi juga bagaimana mereka menggunakan sebuah media, khususnya media digital. Secara sederhana market insight adalah upaya dalam memahami pengetahuan tentang pasar yaitu karateristik dan perilaku wisatawan yang mendalam. Analisis pasar ini meliputi segmen wisatawan mancanegara dan wisatwan nusantara yang menjadi sasaran pasar dalam penelitian ini.

3. Analisis Pesaing

Dewasa ini, perusahaan menghadapi era persaingan yang paling hebat. Meskipun demikian, dengan beralih dari filosofi produk dan penjualan ke filosofi pemasaran holistik, perusahaan akan mendapatkan peluang yang lebih baik untuk memenangkan persaingan. Dasar dari orientasi pemasaran yang dibentuk dengan baik adalah hubungan pelanggan yang kuat. Pemasar harus berhubungan dengan pelanggan,

menginformasikan, melibatkan diri, dan mungkin bahkan mendorong mereka ke dalam proses tersebut (Kotler, 2008:133).

Day dan Wensley (2010) dalam Wulandari (2013) menyatakan bahwa, kemampuan manajemen mengenali pesaingnya akan membantu dan menggali berbagai informasi mengenai apa dan bagaimana pesaing menjalankan bisnis serta model strategi yang diterapkan, sehingga manajemen memperoleh kepastian bahwa strategi dan aktivitas apapun yang dilakukan perusahaan tidak didahului oleh pesaingnya. Analisis pesaing merupakan upaya mengidentifikasi dan menganalisis produk pesaing dan upaya pemasaran yang dilakukan oleh destinasi wisata yang menjadi pesaing Kabupaten Sleman. Dalam hal ini, Kabupaten Sleman juga mengidentifikasi pesaing yang bisa dijadikan pihak yang bisa bekerja sama di masa yang akan datang.

4. Analisis Produk-Pasar

Pada dasarnya strategi pemasaran adalah mencari kecocokan antara kemampuan internal perusahaan dengan peluang eksternal yang ada dipasar. Mencari kecocokan ini merupakan tanggung jawab dari bagian pemasaran untuk menerapkan strategi pemasaran yang sesuai dengan produk yang dihasilkan dan sesuai dengan segmen pasar yang ingin dituju oleh produk yang diluncurkan. Mengenali karakteristik pasar dan struktur pasar sangatlah menguntungkan bagi perusahaan untuk tetap dapat bersaing dan survive (kelangsungan hidup perusahaan).

Kelemahan dan keunggulan perusahaan hendaknya dianalisis sehingga

menjadi sebuah titik tolak yang kuat buat perusahaan dalam mengambil keputusan yang efektif dan efisien serta untuk memperkuat posisinya dari para pesaing yang ada (Sudiyanto dan Rismansyah, 2017).

Analisis Produk-Pasar dalam hal ini untuk menganalisis kebutuhan wisatawan yang disesuaikan dengan produk wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Sleman. Jadi, strategi pemasaran selalu dirancang untuk menganalisis selera pasar dan produk yang selalu dikembangkan dengan selera pasar tersebut. Adapun pertimbangan yang penting karena produk wisata merupakan entitas yang memiliki karakternya masing-masing, sehingga promosi yang dilakukan harus memilih pasar yang tepat yang sesuai dengan karakter segmen pasar tertentu. Sebaliknya untuk mempromosikan suatu produk pariwisata, perlu melakukan pengembangan produk tersebut secara serius, sehingga wisatawan datang, wisatawan tersebut tidak kecewa dengan produk wisata tersebut dan menjadi kontra promosi bagi destinasi tersebut.

5. Konsep dan Tema dalam Strategi Promosi

Menurut Sistaningrum (2002 : 98) dalam Manefe, Tuty, dan Yermias (2016), tujuan promosi meliputi empat hal, yaitu memperkenalkan diri, membujuk, modifikasi dan membentuk tingkah laku serta mengingatkan kembali tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan. Untuk menarik minat wisatawan atau target pasar untuk mengunjungi destinasi wisata Kabupaten Sleman seperti yang sudah ditentukan, maka perlu

menyusun dan merancang konsep dan tema untuk setiap segmen pasar yang akan disasar.

6. Roadmap (peta panduan)

Roadmap (yang merupakan strategi promosi yang bersifat taktikal) adalah perencanaan secara rinci untuk menjelaskan tahapan dan peran dari pemangku kepentingan. Roadmap untuk menyelaraskan kinerja pemangku kepentingan dan untuk merencanakan anggaran dalam rangka mengembangkan promosi.