BAB V : ANALISA DATA
V.1. Program Pendidikan Kesataraan
V.1.1 Program Paket B
V.1.1.1 Peserta Didik
Peserta didik Program Paket B Setara SMP/MTs adalah warga masyarakat: • Lulus Paket A/SD/MI
• Belum menempuh pendidikan di SMP/MTs dari kelompok usia 15-44 tahun dengan prioritas usia 16-18 tahun, kecuali bagi peserta didik yang mentukan Paket B atas pilihan sendiri .
• Putus SMP/MTs
• Tidak dapat sekolah karna berbagai faktor ekonomi, waktu, keyakinan sosial dan hukum)
Syarat administrasi yang harus dipenuhi warga belajar yang mengikuti Program Paket B di Yayasan Emphaty Medan:
• Membawa ijazah asli setara SD/MI yang dilegalisir. • Rapot SMP/MTs bagi mereka yang putus sekolah. • Photo 3x4 hitam putih 10 lembar.
Jumlah peserta warga belajar Program Paket B di Yayasan Emphaty Medan ada sekitar 44 orang yang tergabung antara kelas 1, kelas 2, kelas 3 yang membedakan dimana mereka ditempatkan adalah berdasarkan ijazahnya saja, dilihat dari berapa lama tamat dari sekolah dasar (SD), jika anak yang baru tamat dari sekolah dasar (SD) mereka ditempatkan di kelas 1. Mereka yang dua tahun tamat dari sekolah dasar mereka ditempatkan di kelas 2. Mereka yang berada di kelas 3 adalah mereka yang telah tamat sekolah dasar (SD) tiga tahun atau lebih.
Warga belajar yang berada di kelas 1 biasanya mereka adalah anak yang baru tamat dari sekolah dasar formal, namun karena faktor ekonomi mereka tidak mampu melanjutkan SMP formal mereka mengambil jalur nonformal yang tanpa harus membayar uang pendaftaran lagi. Salah seorang anak yang menjadi warga belajar bernama Tionar Mandalahi yang sekarang duduk di kelas 2 mengatakan kepada penulis mengapa masuk PKBM EMPHATY:
Penulis: Kenapa kamu mau sekolah di PKBM EMPHATY?
Warga Belajar : “Bapak aku gak mampu membiyayai uang sekolah, karena kami banyak bang dan bapak hanya pemulung.
Penulis : Kamu dulu kelas berapa waktu disekolah yang lama (formal)? Warga belajar :Aku tamat sampai sekolah SD, tapi waktu mau masuk SMP
gak ada biaya bang, jadi sekolah nya di sini kelas satu SMP. Penulis: Apakah kamu suka belajar dan sekolah di PKBM EMPHATY? Warga belajar: Sebenarnya aku lebih suka sekolah di SMP Negeri, tapi karena
bapak gak ada uang ya aku sekolah disini,
Penulis : Setiap hari apa saja kamu datang dan belajar di PKBM EMPHATY?
Warga belajar : Setiap senin sampai hari jumat, belajar seperti biasa. Tapi kalau hari sabtu ada pelajaran tambahan kayak les computer, dan juga ada bimbingan kerohaniaan.
Penulis: Pelajaran apa saja yang kamu dapatkan di PKBM EMPHATY?
Warga belajar : Pelajaran mate-matika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi, PPKn, ya banyak lah bang, kayak sekolah umum juga. Penulis : Bagaimana pendapat kamu tentang tutor yang mengajar di EMPHATY?
Warga Belajar : Tutor nya enak mengajarnya, mudah dimengerti, apalagi kalau tutornya mahasiswa-mahasiswa yang PKL disini.
Penulis : Apakah dalam proses pembelajaran disini kamu dikutip biaya oleh pengelola PKBM EMPHATY?
Warga Belajar : Tidak ada bayar bang waktu aku mau masuk sekolah disini, uang sekolah juga gak ada.
Dan mereka yang berada di kelas 2 dan kelas 3 biasanya mereka adalah anak-anak yang putus sekolah dari sekolah-sekolah formal. Namun ada juga diantara mereka sudah lama tamat dari sekolah dasar (SD) karena berbagai alasan kemudian tidak melanjutkan ke kejenjang yang lebih tinggi dijalur formal sekolah menengah pertama (SMP). Berbagai alasan mereka masuk pusat kegiatan belajar masyarakat untuk melanjutkan pendidikannya.
Seperti wawancara warga belajar bernama Agus Syahputara kelas 3 Paket B kepada penulis kenapa dia masuk PKBM Emphaty:
Penulis : Kenapa kamu mau sekolah di PKBM EMPHATY?
Warga belajar : “Aku dipecat dari sekolah karena sering cabut, kemudian ada kawan yang ngajak sekolah disini yang aku ikut aja bang, karena mamak pun nyuruh sekolah lagi”
Penulis : Kamu dulu kelas berapa waktu di sekolah yang lama (formal)?
Warga belajar : Kelas 2.
Penulis : Apakah kamu suka belajar dan sekolah di PKBM EMPHATY?
Warga belajar : Enak sekolah disini bang, sekolah nya bisa sukak-sukak hati kita. Walaupun sering dimarahin sama kak tiur (pengelola lembaga)
Penulis : Setiap hari apa saja kamu datang dan belajar di KBM EMPHATY?
Warga belajar : Sekolah ya setiap hari lah bang, dari hari senin sampai hari jumat. Tapi kalau hari sabtu aku malas masuk sekolah bang.
Penulis : Pelajaran apa saja yang kamu dapatkan di PKBM EMPHATY?
Warga belajar : Kayak sekolah-sekolah umumnya bang. Ada mate-matika, Bahasa Inggris.
Penulis : Bagaimana pendapat kamu tentang tutor yang mengajar di EMPHATY?
Warga belajar : Baik bang, tapi kadang aku nya aja ya sering buat orang itu marah (tutor), karena aku main-main di kelas waktu orang (tutor) itu menjelaskan pelajaran.
Penulis : Apakah dalam proses pembelajaran kamu dikutip biaya oleh pengelola EMPHATY?
Warga belajar : Gak ada bayar-bayar uang sekolah disini bang.
Warga belajar yang ada di Yayasan Emphaty Medan tidak hanya mereka yang tidak mampu ekonominya, tetapi berapa dari mereka adalah anak-anak putus
sekolah bukan karna tidak mampu melainkan karna dipecat dari sekolah formal disebabkan kenakalan remaja.
Ada juga warga belajar seorang atlit angkat besi bernama Dodi yang masuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Emphaty, Dia mengatakan:
Penulis : Kenapa kamu mau sekolah di PKBM EMPHATY?
Warga belajar : “Aku butuh ijazah karana pengurus kami minta untuk direkomendasikan untuk jadi pegawai negeri”
Penulis : Kamu dulu kelas berapa waktu disekolah yang lama (formal)?
Warga belajar : Aku tamat SMP aja bang, terus gak sekolah lagi. Karena ako hobi olah raga angkat besi jadi aku tekunin olah raga ini sampai sekarang jadi atlet bang.
Penulis : Apakah kamu suka belajar dan sekolah di PKBM EMPHATY?
Warga belajar : Aku dah gak sanggup lagi bang ngikutin pelajaran sekolah, aku cumin mau ijasah SMA ajanya biar bisa aku masuk PNS.
Penulis : Setiap hari apa saja kamu datang dan belajar di PKBM EMPHATY?
Warga belajar : Aku gak tiap hari bang ke mari (sekolah di EMPHATY), karena aku kan kerja dan harus latihan angkat besi tiap sorenya.
Penulis : Pelajaran apa saja yang kamu dapatkan di PKBM EMPHATY?
Warga belajar : Sebenarnya banyak pelajarannya disini bang, tapi aku kan gak tiap hari masuk sekolah, jadi ketinggalan terus lah aku bang. Yang penting aku bisa dapat ijazah aja uda bagus. Penulis : Bagaimana pendapat kamu tentang tutor yang mengajar di
EMPHATY?
Warga belajar : Baik-baik bang, orang itu gak mudah marah dalam menghadapi kami yang bandal-bandal dan gak mau tahu soal pelajaran.
Penulis : Apakah dalam proses pembelajaran kamu dikutip biaya oleh pengelola EMPHATY?
Warga belajar : Gak ada bang.
Banyak dari warga belajar yang tidak mengikuti proses belajar di PKBM karena sudah bekerja dan mereka sangat jarang mengikuti proses belajar bahkan hanya dua kali bahkan tidak sama sekali mengikuti proses pembelajaran. Pihak yayasan memaklumi hal ini seperti yang dikatakan Pak Bukti Nainggolan:
“Kami tidak bisa melarang mereka untuk harus mengikuti proses belajar, mau saja dia melanjutkan sekolah sudah bagus…”
Tabel 5
DAFTAR NAMA WARGA BELAJAR KEJAR PAKET B
PKBM EMPHATY TAHUN 2010/2011
NAMA WARGA L/P T/TGL.LAHIR
1 Tionar Mandalahi P Kisaran, 18 Nov. 1993
2 Kiki Soraya P Medan, 23 Nov. 1993
3 Irwandi L Nias, 17 Feb. 1992
4 Ardi Widodo L Medan, 26 Agust. 1993
5 Sarip L Medan, 25 Juli 1993
6 Imam Fadly Pasaribu L Jakarta,30 January 1993
7 David Amanda Silalahi L Medan, 14 Mei 1993
8 Hendrik Fernando S L Selat Pjg, 3 Juli 1992
9 Ayu Purnaya P Pekanbaru, 28 Juli 1993
10 Muhammad Taufiq Hrp. L Medan, 6 Sept. 1993
11 Elvira Lubis P Medan, 27 Juli 1991
12 Lola Indah P.br. Sbrg P Medan, 10 Nop. 1993
13 Dedek Sartika Dewi P Medan, 19 Desem.1992
14 Reza Andika L Medan,
15 Sri Agustina P Medan, 16 Agust 1990
16 Rahmat Budianto T L Begadai, 20 Mei 1991
17 Abdul Rahman Pane L Medan, 27 April 1993
18 Putra L Nias, 12 Feb.1995
19 Dio Rizki Pratama L Se Piring, 20 Mei 1993
20 Mustika Nurpandi P Medan, 17 Juni 1993
21 Melda Hutagalung P Medan, 14 Mei 1991
22 Warnida Aritonang P Medan, 17 February 1991