• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

3.4. Peta Pekerja dan Mesin

Di dalam industri modern pekerja diperlukan untuk mengarahkan dan mengendalikan pekerjaan yang akan dilakukan oleh mesin. Pekerja menerima informasi dari mesin, kemudian mengambil keputusan untuk mengubah atau melanjutkan penampilan mesin itu.11

Peta pekerja dan mesin mempunyai kegunaan yang sangat penting yaitu untuk melihat hubungan yang jelas antara waktu kerja operator dan waktu operasi mesin yang ditanganinya. Dengan informasi ini, maka dimiliki data yang baik untuk melakukan penyelidikan, penganalisaan dan perbaikan suatu pusat kerja, sedemikian rupa sehingga efektivitas penggunaan pekerja atau mesin bisa ditingkatkan, dan tentunya keseimbangan kerja antara pekerja dan mesin bisa diperbaiki.

V-66

Dalam beberapa hal kita sering melihat bahwa antara pekerja dan mesin ini sering bekerja secara bergantian. Disini ada empat kemungkinan terjadi hubungan kerja antara pekerja dan mesin tersebut, yaitu :

- Operator bekerja-mesin menganggur (idle). - Operator menganggur-mesin bekerja. - Operator bekerja-mesin bekerja.

- Operator menganggur-mesin mengganggur.

Pada dasarnya kondisi menganggur (idle), apakah itu terjadi pada operator maupun mesin adalah suatu hal yang merugikan. Waktu menganggur ini harus dihilangkan atau paling tidak ditekan seminimal mungkin dengan tetap mempertimbangkan batas-batas kemampuan manusia dan mesin.12

Peningkatan efektivitas penggunaan dan perbaikan keseimbangan kerja tersebut dapat dilakukan, misalnya dengan cara:13

1. Merubah tata letak tempat kerja.

2. Mengatur kembali gerakan-gerakan kerja. 3. Merancang kembali mesin dan peralatan.

4. Menambah pekerja bagi sebuah mesin atau sebaliknya, menambah mesin bagi seorang pekerja. Contoh peta pekerja dan mesin dapat dilihat pada gambar 3.2.

diharapkan gerakan-gerakan yang tidak efektif dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan, dengan demikian akan diperoleh aktivitas kerja yang tinggi.14

Peta tangan kiri dan tangan kanan menggambarkan semua gerakan pada saat bekerja ataupun menganggur oleh tangan kiri dan tangan kanan, juga menunjukkan perbandingan tugas yang dibebankan diantara keduanya. Peta ini menunjukkan pola-pola gerakan yang tidak efesien, ataupun melihat adanya penyimpangan terhadap prinsip-prinsip gerakan yang terjadi pada saat pekerjaan manual tersebut dilakukan. Therbligh Chart menggunakan simbol-simbol tertentu untuk masing-masing elemen gerakan.

Secara garis besar Therbligh tersebut didefinisikan sebagai berikut:15 1. Mencari (Search)

Mencari adalah elemen gerakan dasar dari pekerjaan untuk menemukan lokasi objek. Dalam hal ini yang bekerja adalah mata. Mencari merupakan gerakan yang tidak efektif dan masih dapat dihindarkan, misalnya dengan menyimpan peralatan atau bahan-bahan pada tempat yang tetap sehingga proses mencari dapat dihilangkan.

14

Ibid. hal. 159

15

V-68

Memegang adalah gerakan untuk memegang objek, biasanya didahului oleh gerakan menjangkau dan dilanjutkan oleh gerakan membawa. Memegang merupakan gerakan yang efektif dari suatu pekerjaan dan meskipun sulit untuk dihilangkan dalam beberapa keadaan masih dapat dikurangi.

4. Menjangkau (Reach)

Menjangkau adalah gerakan tangan berpindah tempat tanpa beban, baik gerakan mendekati atau menjauhi objek. Menjangkau biasanya didahului oleh gerakan melepas (release) dan diikuti oleh gerakan memegang. Gerakan ini dimulai pada saat tangan mulai berpindah dan berakhir bila tangan sudah berhenti. Seperti juga memegang, menjangkau sulit untuk dihilangkan secara keseluruhan dari siklus kerja, yang masih mungkin adalah pengurangan dari waktu gerak ini. 5. Membawa (Move)

Membawa adalah elemen gerak perpindahan tangan, hanya dalam gerakan ini tangan dalam keadaan dibebani. Gerakan membawa biasanya didahului oleh memegang dan dilanjutkan oleh melepas atau dapat juga oleh pengarahan (Position).

V-70

6.Memegang untuk memakai (Hold)

Memegang untuk memakai disini adalah memegang tanpa menggerakkan objek yang dipegang tersebut, perbedaannya dengan memegang (grasp) terdahulu adalah perlakuan terhadap objek yang dipegang. Pada memegang, pemegangan dilanjutkan dengan gerakan membawa, sedangkan memegang untuk memakai tidak demikian. Therblig ini merupakan gerakan yang tidak efektif, dengan demikian sedapat mungkin harus dihilangkan atau paling tidak dikurangi.

7. Melepas (Release)

Elemen gerak melepas terjadi bila seorang pekerja melepaskan objek yang dipegangnya. Bila dibandingkan dengan therblig lainnya, gerakan melepas merupakan gerakan yang relatif singkat. Therblig ini mulai pada saat pekerja mulai melepaskan tangannya dari objek dan berakhir bila seluruh jarinya sudah tidak menyentuh objek lagi. Gerakan ini biasanya didahului oleh gerakan membawa atau mengarahkan dan biasanya diikuti oleh gerakan menjangkau. 8. Mengarahkan (Position)

Mengarahkan adalah elemen gerakan untuk mengarahkan suatu objek pada suatu lokasi tertentu. Mengarahkan biasanya didahului oleh gerakan membawa dan diikuti oleh gerakan merakit (assembling). Gerakan ini mulai sejak tangan mengendalikan objek, misalnya memutar, menggeser ke tempat yang diinginkan dan berakhir pada saat gerakan merakit atau memakai dimulai.

kehalusan permukaan, mencium, mendengarkan dan terkadang merasa dengan lidah. Pemeriksaan yang dilakukan dalam Therblig ini dapat berupa pemeriksaan kualitas baik atau buruknya objek yang ditentukan oleh warnanya dan jumlah cacatnya.

11. Perakitan (Assemble)

Perakitan adalah gerakan untuk menggabungkan satu objek dengan objek lain sehingga menjadi satu kesatuan. Gerakan ini biasanya didahului oleh salah satu Therblig membawa atau mengarahkan dan dilanjutkan oleh Therblig melepas.

12. Lepas Rakit (Disassemble)

Therblig ini merupakan kebalikan dari Therblig perakitan, disini dua bagian objek dipisahkan dari satu kesatuan. Gerakan ini biasanya didahului oleh memegang dan dilanjutkan oleh membawa atau biasanya juga dilanjutkan oleh melepas.

13. Memakai (Use)

Memakai adalah gerakan bila satu tangan atau kedua-duanya dipakai untuk menggunakan alat. Lamanya waktu yang dipergunakan untuk gerak ini tergantung dari jenis pekerjaannya dan keterampilan dari pekerjaannya.

V-72

14. Kelambatan yang tak terhindarkan (Unavoidable Delay)

Kelambatan yang dimaksudkan disini adalah kelambatan yang diakibatkan oleh hal-hal yang terjadi diluar kemampuan pengendalian pekerja. Hal ini timbul karena ketentuan cara kerja yang mengakibatkan satu tangan menganggur sedangkan tangan yang lainnya bekerja. Gangguan-gangguan yang terjadi seperti padamnya listrik, rusaknya alat-alat menyebabkan kelambatan.

15. Kelambatan yang dapat dihindarkan (Avoidable Delay)

Kelambatan ini disebabkan oleh hal-hal yang ditimbulkan sepanjang waktu kerja oleh pekerja itu sendiri, baik disengaja maupun yang tidak disengaja. Misalnya pekerja yang menderita sakit batuk, merokok ketika sedang bekerja. Untuk mengurangi kelambatan ini, harus diadakan perbaikan oleh pekerjaannya sendiri tanpa harus merubah proses operasinya.

16. Merencana (Plan)

Merencana merupakan proses mental, operator berpikir untuk menentukan tindakan yang akan diambil selanjutnya. Waktu untuk Therblig ini lebih sering terjadi pada seorang pekerja baru.

17. Istirahat untuk menghilangkan kelelahan (Rest to overcome fatique)

Hal ini tidak terjadi pada setiap siklus kerja, tetapi secara periodik. Waktu untuk memulihkan lagi kondisi badan yang lelah sebagai akibat kerja berbeda- beda, tidak saja karena jenis pekerjaannya tetapi juga oleh individu itu sendiri.

beritahukan maksud dan tujuan pengukuran ini kepada pekerja yang dipilih untuk diamati dan supervisor yang ada.

- Catat semua informasi yang berkaitan erat dengan penyelesaian pekerjaan seperti layout, karakteristik/spesifikasi mesin atau peralatan kerja lain yang digunakan, dan lain-lain.

- Bagi operasi kerja dalam elemen-elemen kerja sedetail-detailnya tapi masih dalam batas-batas kemudahn untuk pengukuran waktunya.

- Amati, ukur dan catat waktu yang dibutuhkan oleh operator untuk menyelsaikan elemen-elemen kerja tersebut.

- Tetapkan jumlah siklus kerja yang harus diukur dan dicatat. Menguji keseragaman data yang diperoleh.

- Jumlah siklus kerja yang dilaksanakan ini sudah memenuhi syarat atau tetapkan rate of performance dari operator saat melaksanakan aktivitas kerja yang diukur dan dicatat waktunya tersebut.

- Sesuaikan waktu pengamatan berdasarkan performance kerja yang ditunjukkan oleh operator tersebut sehingga akhirnya akan diperoleh waktu kerja normal.

16

V-74

- Tetapkan waktu longgar (allowance time) guna memberikan fleksibilitas. - Tetapkan waktu kerja baku (standard time) yaitu jumlah total antara waktu

normal dan waktu longgar.

Aktivitas pengukuran kerja dengan jam henti (stop watch) umumya diaplikasikan pada industri manufaktur yang memiliki karakteristik kerja yang berulang-ulang, terspesifikasi jelas dan menghasilkan output yang relatif sama. Meskipun demikian aktivitas ini bisa diaplikasikan untuk pekerjaan-pekerjaan non manufaktur seperti yang bisa dijumpai dalam aktivitas kantor gudang atau jasa pelayanan lainnya asalkan kriteria-kriteria tersebut bisa dipenuhi.

Dokumen terkait