• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pimpinan dan Dosen

Dalam dokumen UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (Halaman 70-0)

BAB IV EKSISTENSI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS

4.2 Perkembangan Non Fisik

4.2.2 Pimpinan dan Dosen

Dewan Fakultas yang pertama terdiri dari:

Ketua : Dr. A. Sofyan Sekretaris : Dr. Ildrem

Anggota : Dr. Maas dan Dr. T. Mansyur Staf pengajar yang pertama terdiri dari:

1. Sahar, Dokter Hewan, dalam mata elajaran Zoologi.

2. Ir. Althuisius, dalam mata pelajaran tak organik.

3. Lio Hong Tjiang dalam pelajaran Kimia organik.

4. Ir. R. Van do Wall dalam mata pelajaran Bootani.

5. J.C. Van der Meer Mohr dalam mata pelajaran Parasitologi.

Pada bulan November 1952, C.H.D. Steinmetz telah diangkat sebagai Dosen dalam mata pelajaran Physica, pada bulan Maret 1953 tuan Ir. R. v/d Wall berangkat ke negeri Belanda dan padasaat itu pula telah diangkat Sdr. Ir. Tan Hong sebagai dosen Ilmu Botani.

Oleh karena Fakultet menganggap perlu memberikan kuliah-kuliah dalam Bahasa Inggris dan Jerman, maka Sdr. Manis Manik diangkat sebagai dosen pada kedua bahasa itu.sdr. Mr. Mahadi diangkat sebagai dosen Bahasa Latin yang awalnya diajarkan oleh Mr. Ny. Abas hingga awal tahun 1953.

Sekalian dosen-dosen itu turut menjadi anggota dewan Fakultas tersebut,

Mulai tanggal 1 Oktober 1952, Mr. Ny. Abas yang selama ini menjadi anggota dewan Kurator, diangkat sebagi kepala Biro untuk menggantikan T. Oesman Fachruddin, yang dikembalikan ke kantor Gubernur.

Pembagian tugas terhadap para pengajar adalah sebagai berikut:

1. Ahmad Sofyan, Internist : Dekan Fakultet 2. M. Ildrem, sychiater : Sekretaris Fakultet 3. Maas, Chly Penyakit mata : Guru Besar

4. T. Dr. Mansoer, Chiran : Guru Besar

5. Ir. Althuisius : Lektor Ilmu Kimia 6. Sahar, Dokter Hewan : Lektor Ilmu Zoologi 7. Lie Hong Tjiang, Aphoteker : Lektor Ilmu Botani 8. J.C. v/d Meer Mohr, Drs. : lektor Ilmu Parasittologi 9. Drs. C.H.D. Steinmetz : Lektor ilmu Pisycha

10. Ir. Tan Hong Tong : Lektor Ilmu Bootani

11. Mr. Mahadi : di tugaskan mengajar Bahasa Latin 12. Manis Manik : Pengajar Bahasa Inggris.

Pada tanggal 30 Agustus 1974, pergantian pemerintahan Fakultas Kedokteran USU yang sudah menetap di Jln. Dr Mansyur no: 5, Kampus USU Medan.

• Dekan : dr. M. Jusuf Hanafiah

• P.D I : dr. Bachtiar Ginting MPH

• P.D.II : dr. Waldenar Tambunan

• P.D.III : dr. Asrul Abut.

Lulusan pertama Fakultas Kedokteran adalah Prof. Dr.M. Yusuf Hanafiah, yang kemudian menjadi Dekan dan alumni pertama di Fakultas Kedokteran USU.

Adapun pengajar yang tersedia adalah guru-guru yang didatangkan dari Belanda, dan sebagian besarnya lagi di datangkan dari Universitas Indonesia. Pada saat itu Universitas masih meminjam Dosen/ Pengajar sebab belum ada tenaga pengajar dari Sumatera.

4.2.3 Mahasiswa

Mengenai permohonan, mahasiswa yang diterima pertama kali dikantor Fakultet Kedokteran adalah sebanyak 57 orang, tetapi hanya 22 orang saja yang diterima, yaitu mereka yang betul-betul memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.

Syarat-syarat yang diberlakukan pada Fakultet Kedokteran Medan sama dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh universitas lain di Indonesia, seperti: Universitas Indonesia di Jakarta dan di Surabaya, Universitas Gajah Mada di Yogyakarta, kemudian banyak mahasiswa yang diterima menjadi 26 orang.

Adapun 26 orang yang diterima pada tahun ajaran 1952/1953 di antaranya adalah berasal dari S.M.A,daerah Medan 14 orang, Balige 4 orang, Jakarta3 orang, Padang Sidempuan2 orang, Semarang1 orang, Malang 1 orang, dan Bukit Tinggi 1 orang. Hal ini dapat dilihat dari tabel dibawah ini:

Tabel 5. Daftar mahasiswa yang diterima di Fakultas Kedokteran tahun ajaran 1952/1953 7 Endaotan Simanjuntak 14 19 Desember 1954 8 Sasro Beynah Parapat 17 19 Desember 1954 9 Syahrul Nasution 19 19 Desember 1954 10 Tambatua Sitanggang 22 19 Desember 1954

11 Erdjan Albar 23 19 Desember 1954

12 Sudiranto Mardisudiro 24 19 Desember 1954 13 Panusunan Nasution 13 19 Desember 1954 14 Djamaluddin Nasution 4 19 Desember 1954

15 Amir Husin 8 10 April 1954

16 Hamzaruddin 18 31 Mei 1954

17 Ramli Raup 7 31 Mei 1954

18 R. Wasono 20 31 Mei 1954

19 Tjoa Tjhocong Kie 15 31 Mei 1954 Sumber : Peringatan Lustrum I USU (1952-1957)

Penerimaan mahasiswa baru dilakukan pada awal bulan Agustus hingga akhir bulan Juli tiap tahunnya. Jumlah mahasiswa yang diterima didasarkan pada hasil ujian seleksi, kapasitas tempat, sarana dan prasarana, serta banyaknya jumlah tenaga pendidik. Penerimaan mahasiswa baru dibatasi sampai dengan 100 orang. Ujian seleksi terdiri dari memilih yang terbaik dari mereka, yakni yang memiliki nilai Exakte vakte (ilmu hayat, ilmu kimia, ilmu fisika, ilmu pasti , dan ilmu pesawat) diatas angka 6 (enam), nilai ujian akhir S.M.A di Raport juga menjadi pertimbangan pada saat penerimaan.

Adapun yang menjadi persyaratan dalam penerimaan mahasiswa baru adalah : 1. Mempunyai Ijazah S.M.A. bagian B, Negeri maupun yang setara dengannya

seperti: H.B.S bagian B, A.M.S bagian B, dan lain-lain. Batas tahun Ijazah tersebut adalah sebelum tahun 1950.

2. Membayar uang kuliah Rp. 240,- (Dua Ratus Empat Puluh Rupiah) untuk setahun,

3. Rp. 60,- (Enam Puluh Rupiah) sumbangan untuk yayasan Universitas Sumatera Utara, dan

4. Rp. 10,- (Sepuluh Rupiah ) untuk biaya admnistrasi.

Biaya jaminan untuk dapat mengikuti praktikum yang diharuskan untuk ujian PI dan PII yaitu bahwa setiap mahasiswa harus membayar uang jaminan guna pemakaian alat-alat untuk mengikuti beberapa praktikum dari berbagai mata pelajaran yang disediakan oleh Fakultas Kedokteran dengan jumlah masing-masing sebagai berikut:

No Untuk Praktikum Harus Membayar

1. Kimia Rp. 150.-

2. Fisika Rp. 150.-

3. Botani Rp. 150.-

4. Zoologi Rp. 150.-

5. Physiologi Rp. 150.-

6. Biokimia Rp. 150.-

Sumber : Sejarah pertumbuhan dan perkembangan USU

Uang jaminan tersebut kemudian akan dikembalikan kepada mahasiswa yang sangat memerlukan, sedangkan sebahagiannya lagi dimasukkan kedalam kas Fakultas kedokteran sebagai sewa dari alat yang telah dipinjamkan. Segala kerusakan alat-alat yang diperbuat oleh mahasiswa harus ditanggung oleh mahasiswa sendiri.

Mahasiswa Junior yang selama 2 tahun tidak mengikuti ujian dan Senior yang sudah mengikuti ujian selama 3 tahun namun tidak lulus juga akan dikeluarkan dari Fakultas Kedokteran. Setelah lulus dalam ujian PI (Proadeutis) mahasiswa yang mengikuti praktikum harus terlebih dulu membuat Tentament dalam Cytologi, Osteologi, dan Arthrologi.20

20Umumnya hanya untuk menempuh ujian pI harus mempunyai surat keterangan telah mengikuti kuliah bahasa Inggris dan Latin selama 1 tahun. Sehingga, dengan demikian Fakultas dapat membebaskan mahasiswa dari peraturan (membuat Tantement) tersebut.

keterangan lainnya mengenai hal-hal tersebut diatas dapat diperoleh melalui Biro Administrasi Fakultas Kedokteran di Jalan Seram Medan, setiap hari kerja mulai jam 09.00-11.00 W.S.U.

Jumlah alumni Fakultas Kedokteran USU hingga akhir November 2012 adalah sebanyak 6.590 orang.21

Organisasi mahasiswa adalah sebuah wadah bagi mahasiswa untuk berekspresi di dalam kampus selain dalam kegiatan akademis. Sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 155 /U/1998 mengenai pedoman umum organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi.

Organisasi kemahasiswaan antar perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa untuk menanamkan sikap ilmiah, pemahaman tentang arah profesi dan sekaligus meningkatkan kerjasama, serta menumbuhkan rasa

Alumni tersebut tersebar di seluruh Indonesia, yang bekerja di berbagai institusi baik pemerintahan maupun swasta.

Adapun lapangan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan antara lain adalah bekerja sebagai tenaga kesehatan di departemen kesehatan dan jajarannya, bidang kesehatan TNI dan polisi, kesehatan perusahaan swasta, dan lain sebagainya.

Jabatan yang bisa diraih termasuk sebagai kepala dinas, pimpinan rumah sakit atau bagian baik dilingkungan pemerintahan maupun swasta. Selain itu lulusan juga bisa bekerja sebagai tenaga pengajar pada fakultas-fakultas kedokteran, keperawatan, psikologi, dan fakultas kedokteran gigi baik negeri maupun swasta. Jabatan yang bisa diraih termasuksebagai kepala bagian, dekan dan pembantu dekan, dan yang lebih tinggi.

4.2.4 Organisasi Kampus

21Data alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Sejak angkatan Tahun 1952.

persatuan dan kesatuan. Kegiatan-kegiatan dari organisasi mahasiswa menurut keputusan tersebut meliputi kegiatan kurikuler22 dan kegiatan ekstrakurikuler23

Organisasi pertama yang berdiri di USU sekaligus menjadi Organisasi awal Fakultas Kedokteran adalah Perhimpunan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang disingkat menjadi MSU.

. Menurut keputusan tersebut mengharuskan di setiap perguruan tinggi harus terdapat satu organisasi kemahasiswaan yang dapat menaungi semua aktifitas kemahasiswaan. Sama hal nya dengan setiap Fakultas yang ada didalamnya, yaitu Fakultas kedokteran sebagai salah satu Fakultas diUniversitas Sumatera Utara (USU) yang tetap berpedoman dengan keputusan tersebut.

24

22Kegiatan kurikuler adalah kegiatan akademik yang meliputi: kuliah, pertemuan kelompok kecil (seminar, diskusi, responsi), bimbingan penelitian, praktikum, tugas mandiri, belajar mandiri, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (kuliah kerja nyata, kuliah kerja lapangan dan sebagainya).

23Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan kemahasiswaan yang meliputi: penalaran dan keilmuan, minat dan kegemaran, upaya perbaikan kesejahteraan mahasiswa dan bakti sosial bagi masyarakat. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan kemahasiswaan yang meliputi: penalaran dan keilmuan, minat dan kegemaran, upaya perbaikan kesejahteraan mahasiswa dan bakti sosial bagi masyarakat.

24Universitas Sumatera Utara Dan Organisasi Kemahasiswaan Universitas Sumatera Utara Sebelum Terbentuknya Dewan Mahasiswa

MSU didirikan pada tanggal 4 Juni 1952 di hadapan Notaris Soetan Pane Paroehoem di Medan diberi nama Yayasan Universitas Sumatera Utara, yang berkedudukan di Medan dengan jumlah mahasiswa 26 orang yang dapatditerima, diantaranya 3 orang wanita. Kegiatan yang dilaksanakan untuk menyambut mahasiswa USU ke-I adalah malam ramah-tamah mahasiswa dengan pihak kampus yang diisi dengan acara kesenian dan acara komedi dadakan. Selama beberapa bulan pasca perkuliahan perdana dilaksanakan kegiatan-kegiatan hanya

sebatas diskusi-diskusi juga pengerjaan tugas-tugas kuliah. Untuk mengisi kekosongan kegiatan, maka pada 8 Oktober 1952 mahasiswa angkatan I FK USU membentuk suatu organisasi intra universiter, yang bertujuan sebagai wadah aktualisasi diri dalam bentuk kegiatan pasca perkuliahan, juga sebagai wadah silaturahmi sesama mahasiswa yang diberi nama Perhimpunan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara disingkat MSU. Sebagai Ketua I adalah Ramli Rauf dan sebagai Sekretaris Herbert Hutabarat serta Wakil Sekretaris adalah M. Yusuf Hanafiah yang bertugas menyusun peraturan organisasi baik Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga. Kegiatan MSU difokuskan pada konsolidasi mahasiswa USU pada saat itu, salah satu kegiatan yang digagas MSU adalah perploncoan (ontgroening van studenten) yang dikenalkan pertama kali pada tahun ajaran 1953/1954 atau angkatan II FK USU yang merupakan wahana awal pembentukan karakter mahasiswa, yang baru menamatkan pelajarannya di SLTA juga pengenalan lingkungan kampus sebagai lingkungan akademis yang nyaman, tertib, dan dinamis.

Pada akhir tahun 1953 MSU bersama IPTR (Ikatan Pelajar Tanah Rencong) membantu mahasiswa yang berasal dari aceh untuk membantu mahasiswa yang kesulitan biaya hidup akibat putusnya hubungan mereka dengan orangtuanya akibat meletusnya pemberontakan DI/TII Aceh yang dipimpin oleh T. Daud Beureh, bantuan berupa pinjaman pelajar diberikan setiap bulan oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara.

Pada awal pembentukannya, MSU hanya terdiri dari Ketua I, Wakil Ketua, Sekretaris, serta Wakil Sekretaris yang dipilih oleh seluruh mahasiswa FK- USU

melalui pemilihan secara terbuka dengan masa kepengurusan 2 tahun.Baru pada tahun ajaran 1954/1955 setelah mahasiswa angkatan III FK USU, disusun kembali struktur organisasi sebagai berikut:

• Ketua I

• Wakil Ketua

• Sekretaris

• Wakil Sekretaris I

• Wakil Sekretaris II

• Bendahara

• Wakil Bendahara

• Kepala Seksi

• Pendidikan

• Penerangan/ Publikasi/ Pers

• Kesenian

• Pengerahan Tenaga

• Hubungan Luar

Dalam pemilihan ketua MSU, diadakan musyawarah Mahasiswa USU secara periodik. Pemilihan dilakukan secara terbuka oleh seluruhmahasiswa USU dengan ketentuan calon yang mendapatkan suara terbanyak secara otomatis akan menjadi Ketua I MSU dan calon-calon dengan perolehan suara selanjutnya akan menjadi pengurus presidium MSU.

Selanjutnya mengenai berjalannya mekanisme pada organisasi kemahasiswaan di tiap Fakultas diatur dalam Pemerintahan Mahasiswa (PEMA).

Dalam kenyataannya di lapangan, Fakultas Kedokteran sama halnya dengan Fakultas-Fakultas lain di Universitas Sumatera Utara. Selain keberadaan organisasi intra, terdapat juga organisasi ekstra yang tidak bisa dikesampingkan dalam mengambil peran sebagai organisasi mahasiwa. Walaupun keberadaan organisasi ekstra sebenarnya tidak mencakup di dalam keputusan menteri maupun PEMA USU. Baik organisasi intra maupun organisasi ekstra sama-sama mempunyai tujuan, tujuan tersebut tergantung dengan kesepakatan yang tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (Ad/Rt) masing-masing organisasi.

Secara umum organisasi mahasiswa dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu organisasi intra kampus dan organisasi ekstra kampus.25

25Organisasi intrakampus merupakan organisasi yang secara struktural maupun fungsional mempunyai garis koordinasi dengan pihak birokrat kampus. Sedangkan Organisasi intra kampus merupakanlembaga yang dianggap representatif dalam mewakili mahasiswa secara umum untukmenyalurkan berbagai aspirasinya, dalam hal ini ialah Pemerintahan Mahasiswa (PEMA).

Organisasi intra kampus pada awalnya mempunyai keseragaman dalam hal penamaan, hal ini terlihat pada pergerakan mahasiswa pada tahun 1966 dalam melawan PKI. Pada waktu itu untuk tingkat fakultas diberi nama dengan Senat Mahasiswa (SEMA), sedangkan untuk tingkat universitas diberi nama Dewan Mahasiswa (DEMA). Keseragaman penamaan ini terus berlanjut sampai dengan tahun 1974 saat terjadinya peristiwa malari yang melibatkan Senat Mahasiswa dan Dewan Mahasiswa.

Pada tahun 1978 terjadi pergerakan mahasiswa dalam melawan orde baru yang dipelopori oleh Dewan Mahasiswa UI, ITB, ITS, IPB dan USU. Dewan Mahasiswa dianggap sebagailembaga kemahasiswaan yang paling legendaris, pada tanggal 21 Januari 1978 dibekukan oleh Kaskopkamtib Laksamana Sudomo melalui surat no. Skep. 02/kopkam/1978 yang diikuti dengan Surat Keputusan Menteri P&K, Dr. Daoed Joesoef, no. 0156/u/1978 tentang NKK (Normalisasi Kehidupan Kampus).

Sejak tahun 1978 penamaan organisasi intra kampus baik untuk tingkat fakultas maupun universitas disebut dengan Senat Mahasiswa. Pada awal tahun 1998 terjadi kembali pergerakan mahasiswa melawan rezim orde baru yang dipelopori oleh organisasi intra dan ekstra kampus sehingga pada tanggal 21 Mei 1998 rezim orde baru jatuh. Mulai saat itu organisasi-organisasi intra kampus mulai mengadakan perubahan-perubahan terhadap organisasinya baik itu meliputi nama, struktur dan lain sebagainya. Khusus USU, penanaman organisasi intra untuk tingkat fakultas dan universitas dinamakan dengan Pemerintahan Mahasiswa, dengan gubernur sebagai pemimpin tingkat fakultas dan presiden untuk tingkat universitas. Miniatur organisasi intra kampus USU bercermin ke Pemerintahan Negara RI yang pemilihannya melalui Pemilu secara langsung dan PEMA sebagai lembaga legislatif yang mengawasinya.Dengan demikian, dibentuklah Majelis Mahasiswa Fakultas/Universitas yang pemilihannya juga melalui Pemilu secara langsung.

Organisasi Intra di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintahan Mahasiswa dengan kata lain setiap organisasi terletak dibawah naungan PEMA di Fakultas Kedokteran USU.

Awalnya disebut dengan nama Dewan Mahasiswa di tingkat Fakultas Senat (1996-1998) yang selanjutnya disingkat dengan PEMA FK pada tahun 1998 hingga saat ini.

Terdapat beberapa organisasi intra mahasiswa sejak tahun 2003 yang masih aktif hingga saat ini di Fakultas Kedokteran USU yakni:26

1. Standing Committee on Research Exchange(SCORE)

Standing Committee On Research Exchange (SCORE) Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Kedokteran USU, merupakan organisasi berbentuk badan semi otonom di tingkat mahasiswa yang bersifat independen dan berstatus sebagai satu- satunya unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang penelitian. Sesuai dengan arah geraknya di bidang penelitian, SCORE PEMA FK USU memiliki peran menghidupkan hagemoni keilmiahan di lingkungan kampus, melalui kegiatan penelitian, penulisan karya ilmiah dan seminar ilmu kedokteran kekinian. Unit kegiatan mahasiswa ini berdiri pada tanggal 19 Agustus 2003 dan berkedudukan di Medan, kampus FK USU. Tujuan utama yang tercantum dalam Anggaran Dasar SCORE adalah untuk mewujudkan budaya ilmiah di lingkungan kampus FK USU.Sehingga untuk mewujudkan tujuan tersebut maka dilakukan beberapa hal sebagai berikut:

• Publikasi Keilmiahan dalam konteks peningkatan eksistensi organisasi baik lokal, nasional maupu n internasional.

26Wawancara dengan Wendy Ami, merupakan Gubernur PEMA Fakultas Kedokteran USU. Wawancara dilakukan pada tanggal 26 Agustus 2016, pukul 11:15 WIB. Bertempat di FK USU.

• Optimalisasi konsep pembinaan staff yang sistematis, berkelanjutan dan aplikatif dalam rangka peningkatan kualitas SDM organisasi.

• Mewujudkan 101 karya ilmiah dalam upaya peningkatan produktifitas keilmiahan.

• Revitalisasi sistem administrasi kesekretariatan, inventarisasi, dan keuangan dalam upaya ketataorganisasian yang cermat, rapi, dan terorganisir.

• Membangun kerja sama antar organisasi baik di lingkungan internal kampus maupun eksternal kampus. dan

• Membangun relasi dengan lembaga ilmiah fakultas kedokteran seluruh Indonesia dalam rangka mewujudkan “SCORE IS ON FIRE”

Adapun Kegiatan yang terdapat dalam SCORE adalah; Forum Studi Ilmiah (FORSI), Pekan Ilmiah Mahasiswa, Workshop Hewan Coba, Penerbitan Jurnal SCRIPTA, Poster Exhibition, Get Together, Lomba Karya Ilmiah NasionalScripta Research Festival (SRF), Research Day’s Out, Seminar KTI (Karya Tulis Ilmiah), Seleksi Beasiswa Penelitian, Seminar Program KreativitasMahasiswa (PKM), dan Seminar Update Kedokteran.

2. Standing Committee On Public Health (SCOPH)

SCOPH PEMA FK USU dibentuk bulan Oktober 2005 dan resmi didirikan tanggal 2 Februari 2006.Organisasi ini sempat vakum beberapa waktu sampai dibentuk kembali dengan kepengurusan yang baru pada tanggal 5 Juni 2009. Tujuan

SCOPH adalah untuk mewujudkan insan organisatoris yang peka terhadap perkembangan kesehatan terkini dan berjiwa sosial dengan mengabdikan ilmu kedokterannya sehingga tercipta peningkatan mutu kesehatan masyarakat demi terwujudnya Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukanlah beberapa hal, seperti:

• Membentuk wadah untuk mengaplikasikan pengetahuan mahasiswa kedokteran yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa kedokteran dan masyarakat akan pentingnya kesehatan,

• Membentuk tempat diskusi tentang isu kesehatan yang sedang berkembang hangat di masyarakat, dan

• Menciptakan dokter masa depan yang sadar akan fungsinya untuk mengabdikepada masyarakat dan memperjuangkan peningkatan mutu kesehatan masyarakat.

3. Tim Bantuan Medis (TBM)

TBM FK USU adalah salah satu unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis, pengabdian masyrakat dan kepecintaalaman.TBM berdiri atas prakarsa mahasiswa-mahasiswa FK USU yang menginginkan adanya suatu wadah pelatihan media khususnya gawat darurat medis, sehingga diharapkan terbentuknya tim medis mahasiswa yang siap terjun dalam setiap kondisi yang membutuhkan seperti pada saat bencana alam, ataupun keadaan darurat lainnya serta wadah untuk melakukan pengabdian masyarakat.Atas dasar tersebutlah maka pada

tanggal 15 Agustus 2012, TBM FK USU PEMA FK USU resmi menjadi salah satu anggota dari civitas akademika Fakultas Kedokteran USU.Kepengurusan pertama dipilih oleh suatu tim formatur yang juga bertugas menyusun kelengkapan organisasi, seperti Anggaran Dasar (AD) - Anggaran Rumah Tangga (ART) dan kurikulum pendidikan.Kepengurusan dan keanggotaan TBM tersebut berasal dari mahasiswa yang telah lulus Pelatihan Penanggulangan Pasien Gawat Darurat (PGGD) yang diadakan oleh PEMA FK USU.

4. Standing Committee On Reproductive Health(SCORHA)

Standing Committee On Reproductive Health (SCORHA) merupakan organisasi mahasiswa yang bertujuan untuk mewujudkan insan organisatoris yang peka terhadap perkembangan kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, danNAPZA. Serta berjiwa sosial denganmengabdikan ilmu kedokteran sehinggatercipta peningkatan mutu kesehatan masyarakat demi terwujudnya Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan hal-hal seperti:

• Membentuk wadah untuk mengaplikasikan pengetahuan mahasiswa kedokteran yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi, HIV/AIDS dan NAPZA,

• Membentuk tempat diskusi tentang isu kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, dan NAPZA yang sedang berkembang hangat di masyarakat,

• Menciptakan dokter masa depan yang sadar akan fungsinya untuk mengabdi kepada masyarakat dan memperjuangkan peningkatan mutu kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, dan NAPZA.

Kedudukan PEMA diatur dalam setiap tatalaksana yang ada pada organisasi mahasiswa tersebut di atas. Organisasi mahasiswa Fakultas Kedokteran terdapat dalam beberapa bentuk sesuai dengan Ketetapan PEMA. Perbedaan bentuk yang dimaksud adalah berdasarkan tingkatan organisasi dan spesialisasi minat, serta bakat mahasiswa.

4.3 Kontribusi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Pendidikan mempunyai peranan besar dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan bangsa. Pendidikan merupakan kunci utama sebagai fondasi untuk meningkatkan dan mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, perlu upaya yang sistemik dan terencana untuk menciptakan sebuah pendidikan yang bermutu. Undang-Undang Republik Indonesia No 12 Tahun 2012 tentang PendidikanTinggi menyebutkan pada pasal 1 ayat 1 bahwa pendidikan adalah usaha sadardan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaranagar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untukmemiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat, bangsa, dan negara.

4.3.1 Kontribusi Terhadap Universitas Sumatera Utara

Terbentuknya Fakultas Kedokteran pada 20 Agustus 1952 sebagai Fakultas pertama di Universitas Sumatera Utara telah memberikan kontribusi yang besar terhadap Universitas Sumatera Utara, yaitu denganmenghasilkan Fakultas-fakultas kesehatan yang terdapat di kawasan Universitas Sumatera Utara, seperti: Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Psikologi dan Fakultas Keperawatan. Karena selain didukung oleh 30 bagian dan menawarkan 14 program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) kepada Fakultas Kedokteran. Didalam lingkupan Fakultas Kedokteran USU juga terdapat Program Keperawatan yang terdiri dari 4 program studi dan satu Program Studi Psikologi.

Adapun kontribusi yang telah diberikan oleh Fakultas Kedokteran terhadap USU dalam melahirkan fakultas-fakultas kesehatan yaitu sebagai berikut:

• Fakultas Kedokteran Gigi

pada saat didirikannya Fakultas Kedokteran oleh yayasan Universitas Sumatera Utara, pendirian Fakultas Kedokteran Gigi juga sebelumnya telah direncanakan pembangunannya di Medan. Namun rencana tersebut selalu terbentur pada kesulitan keuangan. Pada tahun 1957 pemerintahan Jerman Barat memberikan alat-alat untuk klinik gigi di Indonesia. Oleh karena desakan masyarakat Sumatera Utara, maka diputuskan bahwa alat tersebut akan diberikan kepada wilayah Medan

dengan syarat, USU harus menyediakan tanah dan membangun gedung-gedungnya.

berkat solidaritas Fakultas Kedokteran dan fakultas lainnya di USU yang pada saat itu bersedia mengorbankan sebagian dari anggaran belanjanya, maka klinik gigi dalam waktu singkat dapat dibangun sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh pemerintah Jerman Barat.

Fakultas Kedokteran Gigi USU didirikan pada tanggal 19 Oktober 1961 berdasarkan SK Menteri PTIP No. 0048/Sek/PU dan diresmikan pada tanggal 3 Nopember 1961. Pada awalnya Fakultas Kedokteran Gigi USU hanya memiliki satu gedung berupa Dental Clinic yang dibangun atas bantuan Pemerintah Djerman Barat

Fakultas Kedokteran Gigi USU didirikan pada tanggal 19 Oktober 1961 berdasarkan SK Menteri PTIP No. 0048/Sek/PU dan diresmikan pada tanggal 3 Nopember 1961. Pada awalnya Fakultas Kedokteran Gigi USU hanya memiliki satu gedung berupa Dental Clinic yang dibangun atas bantuan Pemerintah Djerman Barat

Dalam dokumen UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (Halaman 70-0)

Dokumen terkait