ASSETS Aset lancar lainnya terdiri dari nilai bersih piutang
23. PINJAMAN BANK (lanjutan) BANK BORROWINGS (continued)
b. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. b. PT Bank Negara Indonesia Tbk
Pada tanggal 20 Oktober 2010, BAP, entitas anak, mengadakan perjanjian kredit dengan PT
Bank Negara Indonesia Tbk (“BNI”).
On 20 October 2010, BAP, a subsidiary, entered into a credit agreement with PT Bank Negara Indonesia Tbk (“BNI”).
Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, BNI akan memberikan fasilitas pinjaman kredit dengan batas maksimum sebesar Rp75 miliar dan USD15 juta (nilai penuh). Pinjaman ini akan digunakan untuk keperluan modal kerja BAP.
Based on the credit agreement, BNI provided the Company with a credit loan facility with a maximum limit of Rp75 billion and USD15 million (full amount). The proceeds of the loan will be utilised for BAP‟s working capital purposes.
Jangka waktu ketersediaan fasilitas pinjaman tersebut adalah sampai dengan tanggal 19 Januari 2015 dengan tingkat suku bunga mengambang sesuai suku bunga pasar. Jangka waktu pembayaran pinjaman tersebut adalah setiap bulan setelah tanggal penarikan.
The availability of the loan facility was up to 19 January 2015 with floating interest rate based on market interest rate. Repayment must be made within one month after each drawdown.
Pada tanggal 31 Maret 2015, saldo pinjaman BAP adalah sebesar Rp45 miliar dan USD8,76 juta (nilai penuh).
As at 31 March 2015, BAP‟s outstanding loan balance was Rp45 billion and USD8.76 million (full amount).
Sesuai dengan perjanjian fasilitas pinjaman,
BAP diharuskan memenuhi beberapa
persyaratan dan ketentuan termasuk beberapa rasio keuangan seperti:
In accordance with the loan facility, BAP is required to comply with certain terms and conditions, including certain financial ratios such as:
1. Rasio jumlah aset lancar terhadap jumlah liabilitas jangka pendek tidak kurang dari 1 kali.
2. Rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas tidak melebihi dari 2,5 kali. 3. Debt Service Coverage Ratio (”DSCR”)
minimal 100%.
4. Rasio piutang ditambah persediaan terhadap pinjaman bank minimal 125%.
1. Total current assets to current liabilities ratio shall be greater than 1 time.
2. Total debt to equity ratio shall not exceed 2.5 times.
3. Debt Service Coverage Ratio (“DSCR”) shall be greater than 100%.
4. Total receivables and inventory to bank loan shall be greater than 125%.
Pada 22 Desember 2014, BAP telah
memperoleh waiver dari BNI terhadap persyaratan DSCR di atas. BAP memiliki waktu sampai Agustus 2015 untuk memenuhi persyaratan DSCR.
On 22 December 2014, BAP obtained a waiver from BNI for the DSCR requirement above. BAP has to comply with the DSCR requirement by August 2015.
c. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk c. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Pada tanggal 17 Oktober 2014, Perusahaan
memperoleh fasilitas pinjaman kredit dengan batas maksimum sebesar Rp700 miliar (nilai penuh) dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
On 17 October 2014, the Company obtained a credit loan facility with a maximum limit in the amount of Rp700 billion (full amount) from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Pinjaman ini akan digunakan untuk keperluan modal kerja.
The proceeds of the loan will be utilised for funding working capital expenditure.
Jangka waktu ketersediaan fasilitas pinjaman tersebut adalah sampai dengan tanggal 16 October 2015 dengan tingkat suku bunga tetap tahunan sebesar 10,25%. Jangka waktu pembayaran bunganya adalah setiap tanggal 23 setiap bulannya terhitung sejak tanggal fasilitas digunakan.
The availability of the loan facility is up to 16 October 2015 with an annual fixed interest of 10.25%. The period of the interest payment is on the 23rd of each effective month after the facility is drawn.
Pada tanggal 31 Maret 2015, saldo pinjaman Perusahaan adalah sebesar Rp700 miliar (nilai penuh).
As at 31 March 2015, the Company‟s outstanding loan balance was Rp700 billion (full amount).
Pada tanggal 31 Maret 2015, Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan yang ditentukan di atas.
As at 31 March 2015, the Company was in compliance with all the covenants set out above.
d. PT Bank CIMB Niaga Tbk d. PT Bank CIMB Niaga Tbk
Pada tanggal 27 Januari 2013, BSP
mengadakan perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Berdasarkan
addendum No. 125/S1CBII/138/06/2014
tanggal 6 Juni 2014, batas maksimum fasilitas yang dimiliki sebesar Rp631 miliar (nilai penuh).
On 27 January 2013, BSP entered into a credit loan facility with PT Bank CIMB Niaga Tbk. Based on the addendum letter No. 125/S1CBII/138/06/2014 dated 6 June 2014, the maximum limit is in the amount of Rp631 billion (full amount).
Pinjaman ini digunakan untuk modal kerja secara umum dan juga khusus untuk mendukung pengembangan kebun.
The proceeds of the loan will be utilised for funding of working capital expenditure and for the specific purpose of plantation development.
Jangka waktu ketersediaan fasilitas tersebut adalah 29 Agustus 2013 hingga 6 Juni 2020 dengan tingkat suku bunga mengambang sesuai tingkat suku bunga di pasar.
The availability of the loan facility is from 29 August 2013 until 6 June 2020 with floating interest rate based on market interest rate.
Pada tanggal 31 Maret 2015, saldo pinjaman BSP adalah sebesar Rp298 miliar (nilai penuh).
As at 31 March 2015, BSP‟s outstanding loan balance was Rp298 billion (full amount).
Setelah tanggal akuisisi BSP (lihat Catatan 5), pada masa transisi manajemen dari pemegang saham lama menjadi BMI, manajemen baru BSP melakukan negosiasi ulang seluruh fasilitas pinjaman dari perjanjian pinjaman dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan keuangan ini, proses negoisasi ulang antara manajemen BSP dan PT Bank CIMB Niaga Tbk masih berlangsung.
Subsequent to the acquisition date of BSP (see Note 5), during the transition period of management from previous shareholders to BMI, current BSP management began renegotiating all loan facilities under the loan agreement with PT Bank CIMB Niaga Tbk. As of the issuance date of these financial statements, the renegotiation process between BSP management and PT Bank CIMB Niaga Tbk is still ongoing.
a. Kepentingan non-pengendali atas aset neto entitas anak
a. Non-controlling interests in the net assets of subsidiaries
31Maret/ 31 Desember/
March 2015 December 2014
BBK BBK
Persentase kepemilikan 25% Percentage of ownership 25%
Nilai tercatat - awal (14,711) (6,014) Carrying amount - beginning
Bagian rugi neto (27) (8,697) Share of net loss
(14,738) (14,711)
IPC IPC
Persentase kepemilikan 49% Percentage of ownership 49%
Nilai tercatat - awal 131,083 119,340 Carrying amount - beginning
Bagian laba neto 1,627 11,743 Share of net income
132,710 131,083
Lainnya (masing-masing Others (each below Rp5,000)
di bawah Rp5.000)
Nilai tercatat - awal 859 862 Carrying amount - beginning
Bagian laba neto (1,546) (3) Share of net income
(687) 859
Jumlah kepentingan
non-pengendali 117,285 117,231 Total non-controlling interests
b. Kepentingan non-pengendali atas
laba/(rugi) entitas anak
b. Non-controlling interests in the profit/ (loss) of subsidiaries
31Maret/ 31 Desember/
March 2015 December 2014
IPC 1,627 11,743 IPC
Lainnya (masing-masing Others (each below Rp5,000)
di bawah Rp5.000) (1,573) (8,700)
Kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut:
The share ownership of the Company as at 31 March 2015 and 2014 is as follows:
Jumlah saham
ditempatkan dan Persentase
disetor/Number kepemilikan/
of issued and Percentage Jumlah/
Pemegang saham fully paid shares of ownership Amount Shareholders
Saham Preferen Preferred Stock
(Seri A Dwiwarna) (A Dwiwarna Share)
Pemerintah Indonesia 1 0.000% - Government of Indonesia
Saham Biasa (Seri B) Common Stock (B Shares)
Pemerintah Indonesia 1,498,087,499 65.017% 749,044 Government of Indonesia
Milawarma (Direktur Milawarma (President
Utama) 60,000 0.003% 30 Director)
Lain-lain
(Masing-masing Others
kepemilikan (Each holding
di bawah 5%) 675,986,850 29.338% 337,993 below 5%)
Jumlah saham beredar 2,174,134,350 94.358% 1,087,067 Total shares outstanding
Saham treasuri 129,997,500 5.642% 64,999 Treasury shares
Jumlah saham ditempatkan Number of shares issued
dan disetor penuh 2,304,131,850 100.000% 1,152,066 and fully paid
Perubahan jumlah saham yang beredar pada tahun 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut:
Changes in the number of outstanding shares in 2015 and 2014 are as follows:
Nilai nominal/Nominal Amount
Jumlah
lembar Tambahan
saham modal
(nilai penuh)/ Saham disetor/ Saham
Number biasa/ Additional treasuri/
of shares Ordinary paid-in Treasury Jumlah/
(full amount) shares capital shares Total
1 Januari 2014 2,174,134,350 1,152,066 30,486 (1,899,413) (716,861) 1 January 2014
Acquisition of
Pembelian saham treasuri - - - - - treasury shares
31 Desember 2014 2,174,134,350 1,152,066 30,486 (1,899,413) (716,861) 31 December 2014
Acquisition of
Pembelian saham treasuri - - - - - treasury shares
31 Maret 2015 2,174,134,350 1,152,066 30,486 (1,899,413) (716,861) 31 March 2015
Saham biasa memberikan hak kepada
pemegangnya untuk memperoleh dividen dan hasil dari pembubaran perusahaan sesuai dengan proporsi jumlah dan jumlah yang dibayarkan atas saham yang dimiliki.
Ordinary shares entitle the holder to participate in dividends and the proceeds on winding-up of the Company in proportion to the number of and amounts paid on the shares held.