• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Realisasi APBN, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan yang tersaji dalam LKPP Tahun 2007 (Audited) ini meliputi semua

Jumlah 3.248.408.392.480 12.331.109.271.481 Saldo Rekening Pemerintah Lainnya per 31 Desember 2007 mengalami penurunan dari saldo per 31

C.2.15. Piutang Lain-lain

Piutang Lain-lain per 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006 sebesar Rp12.321.167.839.147 dan Rp19.688.724.084.329 merupakan piutang yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam salah satu kategori piutang sebagaimana telah dijelaskan di atas, yang terdiri dari (dalam Rp):

Jenis Piutang 31 Desember 2007 31 Desember 2006

1. Piutang di K/L 376.081.832.550 6.314.315.922.896

2. Bunga dan Denda 14.920.043.249 17.056.982.202

3. Kredit Program 1.077.328.222 1.017.038.368.126

4. Piutang 18 BDL 11.929.088.635.126 12.180.641.909.105

5. Piutang Lainnya 0 159.670.902.000

Jumlah 12.321.167.839.147 19.688.724.084.329

1. Piutang di K/L sebesar Rp376.081.832.550 dan Rp6.314.315.922.896 merupakan piutang yang berada di:

No. K/L 31 Desember 2007 31 Desember 2006

1. BPK 116.344.203 0

2. Departemen Pertahanan 12.073.052.256 0 3. Departemen Keuangan 114.736.007 0 4. Departemen ESDM 36.281.629 0 5. Departemen Pendidikan Nasional 427.959.875 0 6. Departemen Kesehatan 235.641.185.286 0 7. Kementerian Negara BUMN 125.000.000.000 0

8. BPN 405.690.000 0 9. BNN 579.800.000 0 10. BPPT 1.623.675.394 0 11. BPKP 63.107.900 0 12. Kejaksaan Agung*) 0 6.314.315.922.896 Jumlah 376.081.832.550 6.314.315.922.896

*) pada LKPP 2007, piutang di Kejaksaan Agung direklasifikasi ke Aset Lainnya.

2. Piutang Bunga dan Denda sebesar Rp14.920.043.249 merupakan jumlah bunga dan denda dari pinjaman pendanaan KUMK eks dana SU-005 yang sudah jatuh tempo tetapi sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 belum diterima. Rincian piutang bunga dan denda dapat dilihat pada

Daftar 13.

3. Piutang Kredit Program sebesar Rp1.077.328.222 merupakan tunggakan yang menjadi bagian Pemerintah atas klaim risiko dalam rangka Program Kredit Ketahanan Pangan sampai dengan 31 Desember 2007.

4. Piutang 18 Bank Dalam Likuidasi (BDL) sebesar Rp11.929.088.635.126 merupakan total kewajiban 18 BDL kepada Pemerintah sampai dengan triwulan IV tahun 2007, yang terdiri dari:

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2007 (Audited)

Persediaan Rp6,80 triliun

– Piutang kepada 15 BDL eks dana talangan pemerintah 8.930.239.653.430 – Piutang kepada 3 BDL eks dana penjaminan pemerintah 2.998.848.981.696

Jumlah 11.929.088.635.126

Piutang pada 15 BDL eks dana talangan pemerintah sebesar Rp8.930.239.653.430, berasal dari Total dana BLBI BDL yang di-cessie-kan sebesar Rp11.888.938.781.558 dikurangi dengan pengembalian BLBI sampai dengan akhir tahun 2007 sebesar Rp2.958.699.128.128.

Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Daftar 14.

Mengingat Tim Likuidasi telah selesai masa tugasnya, maka sisa aset 15 BDL diserahkan kepada Pemerintah c.q Departemen Keuangan RI q.q Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sebagai bentuk pemenuhan kewajiban dengan total nilai buku untuk aset yang telah diserahkan sampai dengan 31 Desember 2007 sebesar Rp3.415.224.839.134. Aset yang diserahkan tersebut berupa aset tetap yang terdiri dari tanah dan/atau bangunan, kendaraan bermotor, dan surat berharga sebanya 238 obyek dan aset kredit sebanyak 6.823 akun. Untuk aset tetap telah dibuatkan Akta Kuasa menjual yang akan dilanjutkan dengan penjualan melalui lelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), sedangkan untuk aset kredit telah dibuatkan Akta Pengalihan Hak Tagih (cessie) yang dilanjutkan dengan penyerahan pengurusan/penagihan piutang kepada PUPN/KPKNL. Dalam hal ini, Departemen Keuangan akan menerapkan sistem cash settlement terhadap sisa aset BDL yang diserahkan tersebut yaitu bahwa yang digunakan sebagai pengurang kewajiban BDL adalah hasil pencairan aset-aset dimaksud.

Sementara itu, Piutang kepada 3 BDL eks dana penjaminan pemerintah sebesar Rp2.998.848.981.696 merupakan saldo penjaminan pemerintah terhadap PT Bank Dagang Bali, PT Bank Asiatic, dan PT Bank Global Internasional yang diberikan melalui UP3 (Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah) dengan Bank Pembayar PT BNI (Persero). Rincian Piutang kepada 3 BDL tersebut adalah sebagai berikut:

No Nama Bank Saldo Awal Pembayaran Saldo Akhir

1. PT Bank Dagang Bali 1.331.516.991.477 - 1.331.516.991.477

2. PT Bank Asiatic 886.597.719.823 23.500.000.000 863.097.719.823

3. PT Bank Global Int’l 804.234.270.396 - 804.234.270.396

Jumlah 3.022.348.981.696 23.500.000.000 2.998.848.981.696

Mengingat masa tugas Tim Likuidasi BDL dimaksud belum berakhir, maka penanganan aset-asetnya masih ditangani oleh Tim Likuidasi. Departemen Keuangan untuk saat ini berkoordinasi dengan pihak Bank Indonesia untuk melakukan monitoring atas pencairan likuidasi aset yang dilakukakn oleh Tim Likuidasi.

C.2.16. Persediaan

Jumlah Persediaan per 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006 sebesar Rp6.797.911.546.822 dan Rp3.536.487.866.859 merupakan nilai persediaan yang berdasarkan neraca kementerian negara/lembaga dan unit terkait lainnya, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):

Jenis Persediaan 31 Desember 2007 31 Desember 2006

Persediaan di K/L 5.820.948.165.642 2.050.894.259.692 Cadangan Beras Pemerintah 828.368.826.990 1.275.713.700.000 Cadangan Benih Nasional 148.594.554.190 209.879.907.167

Jumlah 6.797.911.546.822 3.536.487.866.859

Nilai Persediaan di K/L sebesar Rp5.820.948.165.642 antara lain berasal dari Persediaan di Departemen Pertahanan sebesar Rp3.426.363.502.221, penyiapan lahan dan pembangunan rumah

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2007 (Audited)

RDI/RPD Rp39,53 triliun

transmigran sebesar Rp253.913.274.241, dan gedung untuk korban tsunami Aceh sebesar Rp40.000.610.917. Rincian Persediaan di K/L dapat dilihat pada Daftar 15.

Persediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 31 Desember 2007 berjumlah 179.301 ton dengan nilai nominal sebesar Rp828.368.826.990.

Persediaan Cadangan Benih Nasional (CBN) terdiri dari benih padi 23.470.817 kg, benih kedelai 1.997.355 kg, benih jagung hibrida 1.075.106 kg, dan benih jagung komposit 1.356.560 kg dengan total nominal sebesar Rp148.594.554.190. Persediaan CBN pengelolaannya ditugaskan kepada PT Sang Hyang Seri (Persero).

C.2.17. Rek. Dana Investasi/Rek. Pembangunan Daerah

Jumlah Rek. Dana Investasi/Rek. Pembangunan Daerah (RDI/RPD) per 31 Desember 2007 dan 31 Desember 2006 sebesar Rp39.533.081.330.000 dan Rp59.212.080.140.000 merupakan jumlah pinjaman jangka panjang kepada Pemda, BUMD, dan BUMN yang akan jatuh tempo setelah Desember 2008. Rincian saldo RDI/RPD (termasuk bagian lancar) dapat dilihat pada Daftar 16. Dalam upaya melakukan optimalisasi piutang negara yang bersumber dari tagihan kewajiban terhadap penerusan pinjaman luar negeri telah dilakukan program restrukturisasi pinjaman. Pada tahun 2007 telah diupayakan restrukturisasi piutang PDAM dan BUMN.

Dalam rangka proses restrukturisasi RDI/RPD/SLA untuk PDAM telah diterbitkan PMK Nomor 107/PMK.06/2005 dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan No. 53/PB/2006 sebagai dasar pelaksanaannya dengan tahapan penjadwalan ulang, perubahan persyaratan, dan penghapusan. Sampai dengan akhir tahun 2007 dari 178 PDAM seluruh Indonesia yang mempunyai tunggakan kepada pemerintah, 12 PDAM telah mengajukan penyelesaian utang melalui percepatan pelunasan, 31 PDAM menyampaikan permohonan resrukturisasi dengan rincian, 18 PDAM telah menyampaikan permintaan penentuan cut-off date pinjaman, 2 PDAM dalam tahap evaluasi komite teknis, 3 PDAM dalam tahap evaluasi kelompok kerja, 5 PDAM belum melengkapi dokumen pendukung, dan 3 PDAM ditolak karena tidak memenuhi persyaratan.

Untuk pelaksanaan restrukturisasi BUMN, telah diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan No.17/ PMK.05/2007 tanggal 19 Pebruari 2007 dengan tahapan penjadwalan ulang, perubahan persyaratan, penyertaan modal negara dan penghapusan dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan No. 31/PB/2007 tentang Petunjuk Teknis Penyelesaian Piutang Negara yang Bersumber dari Naskah Perjanjian Penerusan Pinjaman dan Perjanjian Pinjaman Rekening Dana Investasi pada Badan Usaha Milik Negara/Perseroan Terbatas.

Sampai dengan 31 Desember 2007, total BUMN yang mengikuti program restrukturisasi sebanyak 48 BUMN dengan rincian sebanyak 27 BUMN telah menyampaikan permohonan, 4 BUMN telah dibatalkan COD (Cut Off Date) , 7 BUMN belum menyampaikan permohonan, dan 10 BUMN tidak termasuk COD, termasuk di dalamnya BUMN yang terkait Financing Agreement. Penyelesaian restrukturisasi pada Komite sampai dengan 31 Desember 2007 adalah sebanyak 48 BUMN dengan rincian sebagai berikut:

–Dalam Proses Penyelesaian 1 BUMN

–Dalam Proses Secara Struktural 2 BUMN

–Dalam Penyelesaian Pada Menteri Negara BUMN 5 BUMN

–Dalam Penyelesaian Pada Menteri Keuangan 1 BUMN

–Dalam Analisis Lanjutan Tim Kerja 3 BUMN

–Dalam Analisis Pendahuluan 13 BUMN

–Dokumen Belum Lengkap 9 BUMN

–Belum Menyampaikan Permohonan 5 BUMN

–Telah Dibatalkan COD 4 BUMN

Yang Menindaklanjuti Atas Ketentuan Pada Financing Agreement 5 BUMN

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2007 (Audited)

Dana Bergulir Rp6,92 triliun

Beberapa penyelesaian Piutang Negara diselesaikan tersendiri, di tahapan PMK 17/2007, yaitu pertama, berkoordinasi dengan Tim Kerja eks BBO/BBKU dalam penyelesaian permasalahan BBKO dan BBKU; kedua, menunggu penyelesaian masalah hukum terkait likuidasi PT.Bank Dagang Bali (PT.BDB); ketiga, Utang Pemerintah Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diselesaikan dengan cara Debt Swap untuk pembangunan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur di NAD.

Sementara itu, dalam penyelesaian piutang Pemerintah kepada Pemerintah Daerah telah dilakukan upaya persuasif kepada Pemerintah Daerah untuk menyelesaikan tunggakan pinjaman dengan melakukan pemantauan ke Pemerintah Daerah; menerbitkan surat kepada Walikota/Bupati dan Ketua DPRD tentang laporan pemantauan yang antara lain berisi posisi pinjaman dan upaya-upaya penyelesaian pinjaman tersebut; dan menyusun Peraturan Menteri Keuangan dan Perdirjen Perbendaharaan tentang Penyelesaian Piutang Negara pada Pemerintah Daerah.