• Tidak ada hasil yang ditemukan

Realisasi Belanja 31 Desember 2020

C.1 Aset Lancar

C.1.7 Piutang Bukan Pajak

C.1.7.1 Piutang PNBP

Saldo Piutang PNBP pada Kementerian LHK per tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp4.993.416.262.993,00 dan Rp4.348.574.993.083,00. Rincian Piutang PNBP per Eselon I adalah sebagai berikut :

Tabel 50. Piutang PNBP Per 31 Desember 2020 dan 2019

Kenaikan 31 Des 2020 31 Des 2019 (Penurunan)

029.01 Setjen 627.778.354.007 641.164.569.252 - 13.386.215.245 (2,09) 029.03 Ditjen PHPL 1.509.403.128.788 1.455.940.554.664 53.462.574.124 3,67 029.05 Ditjen KSDAE 1.347.251.641 1.408.972.871 - 61.721.230 (4,38) 029.06 Ditjen PKTL 2.802.480.893.857 2.214.157.488.375 588.323.405.482 26,57 029.10 Ditjen Gakum 52.406.634.700 35.903.407.921 16.503.226.779 45,97 4.993.416.262.993 4.348.574.993.083 644.841.269.910 14,83

Kd Es1 Eselon I Saldo per %

Jumlah

Saldo Piutang PNBP pada Kementerian LHK per tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp4.993.416.262.993,00 dijelaskan per Eselon I sebagai berikut : 1. Piutang PNBP pada Eselon I Sekretariat Jenderal per 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebesar Rp627.778.354.007,00 dan Rp641.164.569.252,00 dengan rincian satker sebagai berikut :

Kode Nama Satker 31 Des 2020 31 Des 2019

029.01.465003 Sekretariat Jenderal KLHK 627.778.354.007 -029.01.426839 Biro Keuangan Sekretariat Jenderal - 640.331.362.837 029.01.466147 Biro Umum - 833.206.415

627.778.354.007

641.164.569.252 Jumlah

Saldo Piutang PNBP pada Eselon I Sekretariat Jenderal sebesar Rp627.778.354.007,00 berasal dari satker Sekretariat Jenderal KLHK dengan rincian sebagai berikut :

Mutasi Piutang PNBP Satker Sekretariat Jenderal Kementerian LHK per 31 Desember 2020 Tambah Kurang HTI 425.588.157.979,31 27.983.942.181,94 41.763.400.457,72 411.808.699.703,53 KUHR 115.757.793.097,88 - 6.913.354,00 115.750.879.743,88 KUPA 30.235.167.483,47 - - 30.235.167.483,47 KUK-DAS 14.012.210.621,25 - 62.397.710,00 13.949.812.911,25 SEA GAMES 54.738.033.655,46 - - 54.738.033.655,46 Sew a GMW 833.206.415,03 17.671.762.381,00 17.209.208.287,00 1.295.760.509,03 Jumlah 641.164.569.252,40 45.655.704.562,94 59.041.919.808,72 627.778.354.006,62 Jenis Piutang Saldo 31 Desember

2019

Mutasi Saldo 31 Desember

2020

Terdapat selisih saldo Piutang PNBP sebesar Rp0,38 dengan angka pada e-Rekon&LK (Rp627.778.354.007,00 - Rp627.778.354.006,62) yang merupakan selisih pembulatan angka desimal saat penginputan pada aplikasi SAIBA.

Penjelasan masing-masing Piutang PNBP Eselon I Sekretariat Jenderal dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Piutang HTI merupakan pinjaman untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur sesuai dengan tapaknya (satu atau lebih sistem silvikultur) dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku industri hasil hutan kayu mau pun non kayu. Piutang HTI per 31 Desember 2020 sebesar Rp411.808.699.703,53

sedangkan per 2019 sebesar Rp425.588.157.979,31. Apabila

dibandingkan dengan tahun sebelumnya terdapat penurunan pada piutang HTI, berikut mutasinya:

- Mutasi tambah nilai piutang HTI sebesar Rp27.983.942.181,94 terdiri dari:

1) Penambahan denda hutang pokok pada perusahaan yang belum membayar tepat waktu sebesar Rp8.794.770.860,45;

2) Piutang Jatuh Tempo (PT. Inhutani I) sebesar Rp115.821.000,08; 3) Koreksi in piutang 4 Perusahaan (PT. Pundiwana Semesta, PT.

Janggala Semesta, PT. Rimba Timur Sentosa dan PT. Rimba Wawasan Permai) yang diserahkan pengurusan piutangnya ke KPKNL dan menjadi saldo awal pada posisi penanganan KPKNL sebesar Rp19.073.350.321,41.

- Mutasi kurang nilai piutang HTI sebesar Rp41.763.400.457,72 terdiri dari:

1) Pembayaran piutang HTI (penanganan Bank) sebesar

Rp8.017.045.920,00

2) Pelunasan piutang HTI (penanganan KPKNL) sebesar

Rp9.674.508.703,00 atas pembayaran piutang PT. Rimba Wawasan Permai dan PT. Rimba Timur Sentosa).

Semesta, PT. Rimba Timur Sentosa dan PT. Rimba Wawasan Permai.

4) Koreksi piutang atas 4 perusahaan (PT. Pundiwana Semesta, PT. Janggala Semesta, PT. Rimba Timur Sentosa dan PT. Rimba Wawasan Permai) yang dilimpahkan ke KPKNL sebesar Rp4.998.495.513.31.

b. Piutang KUHR merupakan piutang Pembangunan Hutan Rakyat melalui Kredit Usaha Perhutanan Rakyat (KUHR) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, penyediaan bahan baku industri dan peningkatan mutu lingkungan. Piutang KUHR per 31 Desember 2020 sebesar Rp115.750.879.743,88 atau mengalami penurunan apabila

dibandingkan dengan nilai piutang per 2019 sebesar

Rp115.757.793.097,88. Penurunan tersebut dikarenakan adanya

pembayaran angsuran sebesar Rp6.913.354,00 sampai dengan 31 Desember 2020.

c. Piutang KUPA merupakan Kredit Usaha Persuteraan Alam (KUPA) dengan maksud dan tujuan untuk memberikan kesempatan berusaha kepada masyarakat/kelompok tani dalam bidang persuteraan alam berupa kokon sebagai bahan baku benang sutera yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dalam kaitannya dengan upaya peningkatan pendapatan masyarakat desa hutan. Piutang KUPA per 31 Desember 2020 dan per 2019 adalah sama sebesar Rp30.235.167.483,47 dan tidak terdapat pembayaran/pelunasan piutang di Tahun 2020.

d. Piutang KUK-DAS merupakan Kredit Usaha Konservasi - Daerah Aliran Sungai (KUK-DAS) adalah kredit usaha kecil yang diberikan kepada masyarakat petani agar dapat menerapkan teknologi konservasi tanah secara terpadu dengan intensifikasi pertanian di lahan kering sebagai satu paket untuk mencapai peningkatan produktifitas lahan dan pendapatan petani. Piutang KUK-DAS per per 31 Desember 2020 sebesar Rp13.949.812.911,25 atau mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan nilai piutang per 2019 sebesar Rp14.012.210.621,25. Penurunan tersebut disebabkan atas adanya pembayaran recoveries PNBP KUK DAS sebesar Rp62.397.710,00 di Tahun 2020.

e. Piutang pada Konsorsium Mitra Penyelenggara (KMP) Sea Games per 31 Desember 2020 sebesar Rp54.738.033.655,46. Tidak ada perubahan untuk nilai piutang ini dari periode sebelumnya.

f.Piutang Sewa Gedung Manggala Wanabakti merupakan tagihan atas sewa tanah, dan ruang perkantoran gedung Manggala Wanabakti yang belum dibayar oleh penyewa (tenant). Piutang Sewa Gedung Manggala Wanabakti per 31 Desember 2020 sebesar Rp1.295.760.509,03 sedangkan per 2019 sebesar Rp833.206.415,03.

1) Untuk mutasi tambah Piutang Sewa Gedung Manggala Wanabakti berasal dari tagihan sewa tanah dan ruang perkantoran Gedung Manggala Wanabakti yang belum dibayar oleh penyewa (tenant) sebesar Rp17.671.762.381,00; serta

2) Untuk mutasi kurang Piutang Sewa Gedung Manggala Wanabakti berasal dari Penerimaan Piutang Tahun 2020 atas sewa tanah dan

ruang perkantoran Gedung Manggala Wanabakti sebesar

Rp17.209.208.287,00.

Dengan rincian Piutang Sewa GMW sebagai berikut :

Rincian Piutang PNBP Sewa GMW Per 31 Desember 2020

No Uraian Jumlah (Rp)

1 Sewa Ruang Perkantoran 1.076.081.864,03 2 Service Charge 74.690.000,00 3 Ekstention (jaringan telepon) 7.250.000,00 4 Sewa Parkir 2.400.000,00 5 Lain-lain 115.646.645,00 6 Pajak 19.692.000,00 1.295.760.509,03 Jumlah

2. Piutang PNBP pada Eselon I Direktorat Jenderal PHPL per 31 Desember

2020 dan 2019 adalah sebesar Rp1.509.403.128.788,00 dan

Rp1.455.940.554.664,00 dengan rincian satker sebagai berikut :

Kode Nama Satker 31 Des 2020 31 Des 2019

029.03.465007 KANTOR PUSAT DITJEN PHPL 1.509.403.128.788 -029.03.465286 DIREKTORAT IURAN DAN

PEREDARAN HASIL HUTAN

1.455.940.554.664

1.509.403.128.788

1.455.940.554.664 Jumlah

Piutang PNBP pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari terdiri dari Piutang Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH), Dana Reboisasi (DR), Iuran Izin Usaha Pemanfaatan Hutan (IIUPH), Denda Pelanggaran Eksploitasi Hutan (DPEH) dan Penggantian Nilai Tegakan (PNT), dengan penjelasan sebagai berikut :

a. Piutang PSDH dan DR disebabkan oleh adanya kewajiban yang harus dilakukan oleh wajib bayar atas pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu atas izin yang sah. Piutang PSDH dan DR terbagi atas 2 (dua) kategori:

Ketika berlaku kebijakan official assessment, dimana terdapat SPP PSDH dan DR yang dikenakan terhadap hasil hutan kayu yang belum dilunasi oleh wajib bayar terhitung sejak satu bulan dari sejak tanggal surat tagihan ketiga diterbitkan. Piutang PSDH dan DR dimaksud rata-rata terjadi pada periode sebelum tahun 2003. Piutang ini merupakan piutang dalam penanganan Dinas Kehutanan Provinsi dan atau Kabupaten/Kota dan sebagian besar telah dilimpahkan penanganannya ke KPKNL setempat.

Setelah berlaku kebijakan self assessment dimana Wajib Bayar melakukan perhitungan sendiri melalui sistem informasi. Piutang PSDH/DR pada periode ini berasal dari pencatatan melalui monitoring

b. Piutang IIUPH disebabkan oleh adanya tagihan SPP-IIUPH yang harus dibayar oleh wajib bayar sebagai syarat yang harus dilunasi dalam proses permohonan baru dan/atau perpanjangan Izin Usaha Pemanfaatan Hutan (IUPH).

c. Denda Pelanggaran Eksploitasi Hutan (DPEH) merupakan denda yang dijatuhkan oleh instansi yang berwenang yaitu Dinas Kehutanan di daerah terhadap pemegang izin akibat pelanggaran eksploitasi hutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

d. Piutang Penggantian Nilai Tegakan (PNT) merupakan piutang yang terjadi atas penerbitan SPP PNT sebagai akibat dari izin pemanfaatan kayu, penggunaan kawasan hutan yang telah dilepas dan dibebani Hak Guna Usaha (HGU) yang masih terdapat hasil hutan kayu dari pohon yang tumbuh secara alami termasuk pada lahan milik/dikuasai sebelum terbitnya alas titel, dan kegiatan lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Saldo Piutang PNBP pada satker Kantor Pusat Direktorat Jenderal PHPL sebesar Rp1.509.403.128.788,00 dengan rincian sebagai berikut :

Kenaikan 31 Desember 2020 31 Desember 2019 (Penurunan)

PSDH 302.148.274.985,68 281.440.753.221,20 20.707.521.764,48 736% DR 957.462.938.635,65 925.125.500.019,87 32.337.438.615,78 350% IIUPH 17.501.038.750,00 17.501.038.750,00 - 0% PNT 127.517.193.902,25 127.517.193.902,25 - 0% DPEH 104.773.682.513,76 104.356.068.771,00 417.613.742,76 40% Jumlah 1.509.403.128.787,34 1.455.940.554.664,32 53.462.574.123,02 3,67 Jenis Piutang/ Tunggakan Saldo per %

Terdapat selisih saldo Piutang PNBP sebesar Rp0,67 dengan angka pada e-Rekon&LK (Rp1.509.403.128.788,00 - Rp1.509.403.128.787,34) yang merupakan selisih pembulatan angka decimal saat penginputan pada aplikasi SAIBA.

Terdapat perubahan nilai piutang disebabkan adanya kewajiban Laporan Hasil Produksi (LHP) sepanjang tahun 2020 atas kewajiban PSDH dan DR dari Wajib Bayar, juga adanya mutasi kurang karena pembayaran/pelunasan atas kewajiban PNBP berupa PSDH dan DR dari Wajib Bayar yang dikelola oleh Sistem Informasi PNBP (SIPNBP).

Selain itu perubahan nilai piutang juga disebabkan karena dipengaruhi oleh perubahan kurs dollar, dimana dalam pencatatan piutang DR menggunakan dollar Amerika Serikat.

Kurs dollar pada posisi per 2019 menggunakan kurs tengah dollar adalah Rp13.901,00 per dollar Amerika Serikat, sedangkan pada posisi per 31 Desember 2020 menggunakan kurs tengah dollar sebesar Rp14.105,00 per dollar Amerika Serikat.

Saldo per 2019 1.455.940.554.664,32

Mutasi Tambah

- Penerbitan SPP/LHP/SK 83.786.308.543,97

- Pelimpahan / perubahan status piutang

-

- Koreksi catat 29.548.991.294,44

- Penambahan kurs 11.944.400.095,60

Mutasi Kurang

- Pengurangan selisih kurs -

- Pembayaran Tahun 2020 57.741.356.387,80

- Revisi/Pembatalan/Penghapusan -

- Koreksi catat 14.075.769.423,20

Saldo per 31 Desember 2020 1.509.403.128.787,34

a. Mutasi Tambah

Mutasi tambah dalam pencatatan piutang PNBP pada laporan keuangan Desember 2020 berasal dari kewajiban PNBP berupa Provisi Sumberdaya Hutan (PSDH) dan Dana Reboisasi (DR) setelah terbitnya Laporan Hasil Produksi (LHP) yang termonitor pada sistem informasi SI-PNBP dari Wajib Bayar periode sampai dengan 31 Desember 2020. Penambahan piutang tersebut dengan rincian PSDH sebesar Rp30.543.529.293,88 dan DR sebesar US$3,774,745.07 dengan konversi kurs senilai Rp14.105 per dollar Amerika, sehingga total penambahan piutang DR setelah dikonversi sebesar Rp53.242.779.250,09. Sehingga total penambahan piutang yang berasal dari penerbitan LHP adalah sebesar Rp83.786.308.543,97 (Rp30.543.529.293,88 + Rp53.242.779.250,09).

Mutasi tambah juga berasal dari penambahan denda keterlambatan yang dihitung 2% perbulan sampai dengan maksimal denda 24 (dua puluh empat) bulan. Mutasi tambah yang berasal dari denda keterlambatan atas kewajiban pokok yang belum dilunasi dimasukan kedalam koreksi catat. Adapun nilai penambahan piutang atas koreksi catat masing-masing sebesar PSDH Rp10.823.434.249,60 dan DR sebesar US$1,327,582.92 sehingga total penambahan piutang DR setelah dikonversi sebesar Rp18.725.557.044,84. Mutasi tambah juga berasal dari penambahan nilai dari selisih kurs dollar Amerika yang digunakan pada saat laporan keuangan. Kurs dollar pada posisi per 2019 menggunakan kurs tengah dollar adalah Rp13.901 per dollar Amerika Serikat, sedangkan pada posisi per 31 Desember 2020 menggunakan kurs tengah dollar sebesar Rp14.105 per dollar Amerika Serikat sehingga penambahan nilai piutang dari selisih kurs total sebesar Rp11.944.400.095,60.

b. Mutasi Kurang

Mutasi pengurangan piutang bukan pajak pada periode laporan keuangan Desember 2020 berasal dari pembayaran kewajiban pokok dan denda selama periode tahun 2020 dengan rincian masing-masing PSDH sebesar Rp16.767.914.533,00 dan DR sebesar US$2,904,887.76 dengan konversi kurs senilai Rp14.105 per dollar Amerika pada tanggal 31 Desember 2020 maka total nilai mutasi kurang atas pelunasan PSDH dan DR adalah sebesar Rp57.741.356.387,80.

Sedangkan mutasi kurang atas koreksi pencatatan dimana pelunasan atas kewajiban pokok dan denda yang ditemukan dengan rincian masing-masing PSDH sebesar Rp3.891.527.246,00 dan DR sebesar US$722,030.64 dengan konversi kurs senilai Rp14.105 per dollar Amerika pada tanggal 31 Desember 2020 maka total nilai mutasi kurang atas koreksi catat adalah sebesar Rp14.075.769.423,20.

3. Piutang PNBP pada Eselon I Direktorat Jenderal KSDAE per 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebesar Rp1.347.251.641,00 dan Rp1.408.972.871,00 dengan rincian satker sebagai berikut :

Kode Nama Satker 31 Des 2020 31 Des 2019

029.05.465011 KP Direktorat Jenderal KSDAE 76.629.117 -029.05.238467 Balai KSDA Nanggroe Aceh Darusalam 7.550.000 7.550.000 029.05.238542 Balai KSDA Sumatera Selatan 570.247.250 570.247.250 029.05.239917 Balai Besar KSDA Papua 692.825.274 692.825.274 029.05.500674 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan

Hutan dan Konservasi

138.350.347

1.347.251.641

1.408.972.871 Jumlah

Saldo Piutang PNBP pada Eselon I Direktorat Jenderal KSDAE per satker tersebut dijelaskan sebagai berikut :

a) Kantor Pusat Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem sebesar Rp76.629.117,00 dengan rincian sebagai berikut : -Piutang PDAM Banana Tinggang Makmur merupakan Iuran Usaha

Pemanfaatan Air Energi sebesar Rp25.630.000,00 sesuai SPP IIUPSWA nomor S.2/KSDAE/PJLWA-5/2018 tanggal 14 Mei 2018. -Piutang CV.Jagaraga pungutan pemanfaatan air, sesuai SPP PUPA

Nomor S.365/PJLHK/PJLA/KSA-3/12/2020 tanggal 21 Desember 2020 sebesar Rp 308.808,00.

-Piutang PDAM Lumajang atau Tirta Mahameru, Sesuai SPP PUPA Nomor S.364/PJLHK/PJLA/KSA-3/12/2020 tanggal 21 Desember 2020 sebesar Rp 1.106.900,00.

-Piutang PT.Wana Wisata Indah pungutan hasil usaha pemanfaatan

sarana wisata alam, sesuai SPP PHUPSWA Nomor

S.362/pjlhk/PJLWA/KSA-3/12/2020 tanggal 21 Desember 2020 sebesar Rp49.583.409,00.

b) Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nangroe Aceh Darussalam sebesar Rp7.550.000,00 merupakan piutang ijin usaha pengusahaan pariwisata alam dari temuan itjen.

c) Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan sebesar Rp570.247.250,00 merupakan piutang tunggakan pungutan karcis masuk TWA Punti Kayu yang belum disetorkan oleh PT. Indosuma Putra Citra. sejak tahun 2000. Penjelasan lebih lanjut diungkapan pada pengungkapan penting lainnya.

d) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua sebesar

Rp692.825.274,00 merupakan piutang terhadap hasil pemeriksaan khusus Inspektorat Jenderal Departemen Kehutanan pada anggaran DIPA BA.029 dan 069 TA 2007 sesuai dengan LHP nomor 9/Riksus/III-Irsus/RHS/2009.

4. Piutang PNBP pada Eselon I Direktorat Jenderal PKTL per 31 Desember

2020 dan 2019 adalah sebesar Rp2.802.480.893.857,00 dan

Rp2.214.157.488.375,00 terdiri dari satker sebagai berikut :

Kode Nama Satker 31 Des 2020 31 Des 2019

029.06.465013 KP Direktorat Jenderal PKTL 2.802.480.893.857 -029.06.400198 Dit Rencana Penggunaan dan Pembentukan

Wilayah Pengelolaan Hutan

2.214.157.488.375

2.802.480.893.857

2.214.157.488.375 Jumlah

Saldo Piutang PNBP pada satker Kantor Pusat Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan sebesar Rp2.802.480.893.857,00 merupakan piutang PNBP atas pendapatan Penggunaan Kawasan Hutan (PKH) pada Direktorat Rencana, Penggunaan, dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan.

5. Piutang PNBP pada Eselon I Direktorat Jenderal PHLHK per 31 Desember

2020 dan 2019 adalah sebesar Rp52.406.634.700,00 dan

Rp35.903.407.921,00 dengan rincian satker sebagai berikut :

Kode Nama Satker 31 Des 2020 31 Des 2019

029.10.465025 KP DIREKTORAT JENDERAL PHLHK 52.406.634.700 -029.10.400426 DIREKTORAT PENYELESAIAN SENGKETA - 35.903.407.921

52.406.634.700

35.903.407.921 Jumlah

Saldo Piutang PNBP pada satker Kantor Pusat Direktorat Jenderal

Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebesar

Rp52.406.634.700,00 merupakan piutang PNBP atas pendapatan denda /kompensasi di bidang lingkungan hidup pada Direktorat Penyelesaian Sengketa.

Piutang Lainnya Rp5,26M