• Tidak ada hasil yang ditemukan

PIUTANG USAHA – BERSIH ACCOUNT RECEIVABLES – NET

Dalam dokumen PT BHINNEKA MENTARIDIMENSI (Halaman 29-32)

2017 2016 2015

Rp '000 Rp '000 Rp '000

Pihak ketiga Third parties

Direktorat Pembinaan SMP 7.583.846 - - Direktorat Pembinaan SMP

RSUD Al-Ihsan Jawa Barat 6.828.800 - - RSUD Al-Ihsan Jawa Barat

PT Module Intracs Y asatama 5.959.212 1.002.932 452.390 PT Module Intracs Y asatama

CV Wujud Unggul 3.566.814 3.442.749 2.266.229 CV Wujud Unggul

Dinas Pendidikan Kota Palu 3.181.731 - - Dinas Pendidikan Kota Palu

Dinas Pendidikan Kepulauan 3.107.773 - - Dinas Pendidikan Kepulauan

Bangka Belitung Bangka Belitung

PT Wellen Brothers 2.567.973 1.875.427 1.210.196 PT Wellen Brothers

PT Hewlett-Packard Indonesia 1.802.222 2.925.342 1.115.459 PT Hewlett-Packard Indonesia

Angkasa Pura Support 1.687.274 - - Angkasa Pura Support

Univ ersitas Indonesia 1.613.001 17.350 4.407.371 Univ ersitas Indonesia

Sekretariat Negara (KOICA) 1.560.600 - - Sekretariat Negara (KOICA)

PT Maju Seray a Indonesia 1.544.915 - - PT Maju Seray a Indonesia

Orif lame Indonesia 1.515.150 - - Orif lame Indonesia

RSUD Jay apura 1.497.408 - - RSUD Jay apura

Dinas Pendidikan Kabupaten Berau 1.490.805 - - Dinas Pendidikan Kabupaten Berau

RSUD Raden Mattaher Jambi 1.372.715 - - RSUD Raden Mattaher Jambi

PT Micronics Internusa 1.316.374 13.605 - PT Micronics Internusa

PT Omnicom Media Group Indonesia 1.312.051 2.140.397 - PT Omnicom Media Group Indonesia

Angkasa Pura I 1.304.091 449.209 - Angkasa Pura I

CV Adity a Pratama 1.204.999 245.058 - CV Adity a Pratama

Telekomunikasi Selular 1.048.974 691.933 - Telekomunikasi Selular

Lainny a (dibawah Rp 1 miliar) 67.808.398 94.782.398 89.640.216 Others (below Rp 1 bilion)

Jumlah 120.875.126 107.586.400 99.091.861 Total

Cadangan atas piutang ragu-ragu (184.459) (1.572.242) (75.104) Allowance f or doubtf ul account Jumlah piutang - bersih 120.690.667 106.014.158 99.016.757 Total receiv able - net

Pada tahun 2017, rata-rata jangka waktu kredit yang diberikan adalah 30-730 hari yang dilakukan kepada badan korporasi dan pemerintah.

In 2017, the average credit period is 30-730 days to corporation and government.

Pada tahun 2016 dan 2015, seluruh piutang usaha ditransaksikan oleh Perusahaan dengan pihak ketiga.

Rata-rata jangka waktu kredit yang diberikan adalah 30-60 hari kecuali transaksi yang dilakukan kepada pemerintah dimana jangka waktu kredit dapat mundur melebihi waktu yang telah disepakati sebelumnya.

Namun Perusahaan berkeyakinan bahwa piutang tersebut akan dapat ditagih.

In 2016 and 2015, all accounts receivable are transacted by the Company to the third parties.

Average credit period is 30-60 days except for transactions with government where the receivables can be delayed from agreed schedule. Nevertheless, the Company still believe those receivables are collectible.

Perusahaan menggunakan piutang usaha yang dimilliki sebagai jaminan utang bank (Catatan 15).

Jumlah piutang usaha yang dijaminkan pada tanggal 31 Desember 2017, 2016 dan 2015 masing-masing adalah sebagai berikut:

The Company uses account receivables as collateral for bank loans (Note 15). Total account receivables pledged as collateral as of December 31, 2017, 2016 and 2015, respectively, are as follows:

2017 2016 2015

Rp '000 Rp '000 Rp '000

Jaminan utang bank Bank loans collateral

PT Bank Central Asia Tbk 80.500.000 65.102.440 35.909.372 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Mandiri Tbk 21.474.283 31.948.574 29.976.510 PT Bank Mandiri Tbk

Standard Chartered Bank Indonesia 15.304.187 5.246.861 - Standard Chartered Bank Indonesia

Jumlah 117.278.470 102.297.875 65.885.882 Total

Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha adalah sebagai berikut:

The changes in the allowance for impairment losses of accounts receivable are as follows:

2017 2016 2015

Rp '000 Rp '000 Rp '000

Saldo awal 1.572.242 75.104 - Beginning balance

Penyisihan (pemulihan) Provision (reversal of provision)

tahun berjalan (473.024) 1.497.138 75.104 for the year

Penghapusan (914.759) - - Write-off

Saldo akhir 184.459 1.572.242 75.104 Ending balance

Perusahaan mengakui cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan penelaahan atas kondisi pelanggan pada akhir tahun dengan menggunakan pendekatan individual dan kolektif.

The Company recognized allowance for impairment losses based on the assesment on the condition of customers at the year end, based on individual and collective assessment.

Pada tahun 2017, 2016 dan 2015 manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya piutang.

In 2017, 2016 and 2015 management believes that the allowance for impairment losses is adequate to cover the losses which might arise from uncollectible receivables.

Berikut merupakan umur piutang usaha Perusahaan sebelum dikurangi dengan nilai cadangan kerugian penurunan nilai.

Below is the aging of account receivables of the Company before allowance for impairment loss.

2017 2016 2015

Rp '000 Rp '000 Rp '000

Belum jatuh tempo 118.273.697 18.691.697 19.595.112 Not yet due 0-30 hari 1.090.427 24.872.124 36.471.251 0-30 days 31-60 hari 42.359 16.763.823 14.601.105 31-60 days 61-90 hari 356.565 9.862.551 9.871.225 61-90 days 91-120 hari 175.320 5.112.853 8.609.834 91-120 days

> 120 hari 936.758 32.283.352 9.943.334 > 120 days

Jumlah 120.875.126 107.586.400 99.091.861 Total

7. PIUTANG LAIN-LAIN 7. OTHER RECEIVABLES

2017 2016 2015

Rp '000 Rp '000 Rp '000

Uang muka untuk operasional 9.720.661 4.504.290 3.882.227 Cash advance for operational Piutang pemegang saham

(Catatan 32) 753.971 581.590 - Shareholders' receivables (Note 32) Piutang karyawan 383.226 385.515 212.038 Employee's receivables

Pinjaman yang diberikan

kepada pihak ketiga - - 2.350.000 Loan to third party

Jumlah 10.857.858 5.471.395 6.444.265 Total

Uang muka operasional merupakan pembayaran uang dimuka kepada pihak ketiga terutama untuk pembelian barang dagangan dan keperluan operasional Perusahaan. Uang muka operasional disajikan sebagai aset lancar karena akan diselesaikan dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun.

Cash advance for operational is a advance payment to third party mainly for purchase of inventories and the Company’s operational purposes. Cash advance for operational are presented as current assets since those are expected to be settled within a period of less than 1 year

Piutang pemegang saham dan karyawan merupakan pinjaman keuangan biasa yang diberikan kepada direksi dan karyawan tanpa tingkat bunga dan jaminan.

Jangka waktu pinjaman hingga 1 tahun.

Shareholders and employee receivables represent ordinary financial loans for directors and employees without interest rate and collateral. Employee receivables are due within 1 year.

Pada 31 Desember 2017, 2016 dan 2015 tidak diadakan penyisihan penurunan nilai atas piutang lain-lain karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih.

In December 31, 2017, 2016 and 2015, no allowance for impairment losses of other receivables was provided, because the management believes that such receivables are collectible.

Pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga merupakan pinjaman kepada PT Perdana Megah Abadi. Pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya di bulan Desember 2016.

Loan to third party is loan to PT Perdana Megah Abadi. The loan was fully paid in December 2016.

8. PERSEDIAAN 8. INVENTORIES

2017 2016 2015

Rp '000 Rp '000 Rp '000

Komputer dan komponennya 39.599.954 40.713.401 36.109.322 Computer and its components DPS (Digital Printing Solution ) 32.453.801 29.819.905 23.393.493 DPS (Digital Printing Solution) Aksesoris Gadget & Komputer 6.106.401 10.085.741 4.658.293 Gadget & Computer Accessories

Alat elektronik 5.573.272 7.775.091 9.174.173 Electronic devices

Audio dan video 4.413.237 4.287.403 3.423.596 Audio and video

Server dan jaringan 2.068.171 3.459.948 4.384.907 Server and network

Mebel dan alat rumah tangga 472.400 2.121.683 1.179.262 Furniture and household appliance

Peralatan kantor 392.583 1.237.939 365.863 Office equipment

Lain-lain 774.376 694.848 1.264.823 Others

Jumlah 91.854.195 100.195.959 83.953.732 Total

Pada tahun 2017, 2016 dan 2015, persediaan barang dagang telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, kehilangan dan risiko lainnya kepada PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Buana Independent dan PT Asuransi Dayin Mitra Tbk, dengan jumlah nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 89.500.000 ribu, Rp 81.300.000 ribu dan Rp 79.544.000 ribu.

In 2017, 2016 and 2015, inventories are insured against fire, theft and other possible risks by PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Buana Independent and PT Asuransi Dayin Mitra Tbk, with total sum insured amounting to Rp 89,500,000 thousand, Rp 81,300,000 thousand and Rp 79,544,000 thousand, respectively.

Berdasarkan analisa yang dilakukan, manajemen berkeyakinan bahwa cadangan penurunan nilai atas persediaan tidak diperlukan. Hal ini dikarenakan persediaan termasuk dalam barang yang cepat terjual dan tidak mengalami penurunan nilai. Persediaan yang menjadi beban tahun berjalan adalah yang dilaporkan sebagai beban pokok pendapatan (Catatan 26).

Based on analysis, management believes that allowance for impairment of inventories is not needed as the inventory is fast moving and not impaired. All inventory that are charged during the year are recorded in cost of revenues (Note 26).

Perusahaan menggunakan persediaan yang dimilliki sebagai jaminan utang bank (Catatan 15).

Jumlah persediaan yang dijaminkan pada tanggal 31 Desember 2017, 2016 dan 2015 masing-masing sebesar Rp 91.854.195 ribu, Rp 60.209.722 ribu dan Rp 35.231.044 ribu. Seluruh persediaan yang dijaminkan tersebut digunakan untuk jaminan utang terhadap PT Bank Central Asia Tbk.

The Company uses inventory as collateral for bank loans (Note 15). Total inventory pledged as collateral as of December 31, 2017, 2016 and 2015 amounting to Rp 91,854,195 thousand, Rp 60,209,722 thousand and Rp 35,231,044 thousand respectively. All inventory which pledged for Bank Loan to PT Bank Central Asia Tbk.

Dalam dokumen PT BHINNEKA MENTARIDIMENSI (Halaman 29-32)