• Tidak ada hasil yang ditemukan

POLA KONSUMSI MAHASISWA DI UNIVERSITAS LAMPUNG

Dalam dokumen PROSIDING PENELITIAN (Halaman 63-71)

POLA KONSUMSI MAHASISWA

PROSIDING PENELITIAN

54

Sumber : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung. 2016

Gambar 1. Jumlah Populasi Mahasiswa S1 Reguler FEB Universitas Lampung Angkatan 2013 Berdasarkan Gambar 1 dapat diketahui jumlah

keseluruhan mahasiswa FEB 2013 yang terdiri dari Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Manajemen sebesar 370 mahasiswa. Kemudian dapat di ketahui strata dari masing-masing mahasiswa yang tidak bertempat tinggal indekos. Dimana dapat diketahui jumlah mahasiswa Akuntansi yang tidak termasuk

mahasiswa indekos sebesar 31,08 Persen, mahasiswa Ekonomi Pembangunan sebesar 22,16 Persen dan mahasiswa manajemen sebesar 17,30 Persen. Adapun data mengenai total keseluruhan mahasiswa yang indekos S1 reguler FEB angkatan 2013 sebagai berikut:

Sumber : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung. 2016

Gambar 2. Jumlah Mahasiswa indekos S1 Reguler FEB Universitas Lampung Angkatan 2013 Berdasarkan Gambar 2, dapat diketahui jumlah

proporsi dari masing-masing mahasiswa indekos sebesar 29,46 Persen, dimana diketahui proporsi mahasiswa indekos Akuntansi sebesar 5,14 Persen, mahasiswa Ekonomi Pembangunan sebesar 9,46 Persen dan mahasiswa Manajemen 14,86 Persen.

Menurut Wurangian (2015:76), mahasiswa indekos sama saja halnya dengan mahasiswa pada umumnya, tergolong bukan angkatan kerja karena mahasiswa termasuk pelajar yang tidak mencari kerja (pengangguran) ataupun sedang bekerja melainkan mereka bersekolah dan penerima pendapatan, sehingga mahasiswa tidak memiliki pendapatan tetap.

Pengeluaran konsumsi rutin mahasiswa antara lain biaya makan, transportasi, listrik, air, pulsa, kebutuhan mandi dan lain sebagainya. Sedangkan untuk konsumsi tidak rutin adalah setiap biaya tambahan untuk pengeluaran yang tidak terduga, seperti membeli keperluan kuliah, jajanan di pinggir

jalan, pembelian paket internet dan lainnya. Biaya tak terduga seperti ini sehingga tidak diketahui sebelumnya menjadi hal yang harus diperhatikan (Wurangian, 2015:76).

Berdasarkan dari latar belakang yang telah diuraikan,maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pola Konsumsi Mahasiswa Indekos Di Universitas Lampung (Studi Kasus : Mahasiswa S1 Reguler FEB Universitas Lampung)”.

Rumusan Masalah

Permasalahan yang dapat dirumuskan adalah : 1. Apakah uang saku dapat mempengaruhi pola

konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB Unila?

2. Apakah ada perbedaan signifikan antara mahasiswa jenis kelamin perempuan dan laki-laki terhadap pola konsumsi mahasiswa indekos

S1 reguler FEB Unila?

3. Apakah ada perbedaan signifikan antara mahasiswa yang memiliki tabungan dan tidak memiliki tabungan terhadap pola konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB Unila?

4. Apakah ada perbedaan signifikan antara mahasiswa yang menerima beasiswa dengan yang tidak menerima beasiswa terhadap pola konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB Unila?

Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh uang saku terhadap pola konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB Unila.

2. Untuk mengetahui bagaimana perbedaan antara mahasiswa yang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki terhadap pola konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB Unila.

3. Untuk mengetahui bagaimana perbedaan antara mahasiswa yang memiliki tabungan dan tidak memiliki tabungan terhadap pola konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB Unila.

4. Untuk mengetahui bagaimana perbedaan antara mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dengan yang tidak mendapatkan beasiswa terhadap pola konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB Unila.

Hipotesis Penelitian

1. Diduga hubungan uang saku terhadap pola konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB Unila berpengaruh positif.

2. Diduga adanya perbedaan signifikan antara mahasiswa indekos jenis kelamin perempuan dan laki-laki terhadap pola konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB Unila.

3. Diduga adanya perbedaan signifikan antara mahasiswa indekos yang memiliki tabungan dan tidak memiliki tabungan terhadap pola konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB Unila.

4. Diduga adanya perbedaan signifikan antara mahasiswa indekos yang mendapatkan beasiswa dan tidak mendapatkan beasiswa terhadap pola konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB Unila.

Tinjauan Teoritis

TeoriKonsumsi

Mankiw (2000) “Konsumsi adalah barang atau jasa yang dibeli oleh rumah tangga konsumsi terdiri dari barang tidak tahan lama (Non Durable Goods) adalah barang yang habis dipakai dalam waktu pendek, seperti makanan dan pakaian. Kedua adalah barang tahan lama (Durable Goods) adalah barang yang dimiliki usia panjang seperti mobil, televisi, alat elektronik dan lainnya. Ketiga, jasa (Services) meliputi pekerjaan yang dilakukan untuk konsumen oleh individu dan perusahaan.

Metode Penelitian

Jenis Data dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder.

Metode Penelitian

Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Metode survei merupakan penelitian yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual (Arikunto, 2002:112).

Spesifikasi Model Analisis

Penelitian ini model analisis yang dibuat adalah memakai model Regresi Berganda, untuk mengalisis pola konsumsi mahasiswa indekos yang dipengaruhi oleh uang saku, jenis kelamin, tabungan, dan beasiswa.

Maka penelitian ini menggunakan Regresi Linear Berganda dengan variabel dummy, yaitu:

Y= β01X1 + β2D1X2 + β3 D2X3 +β4 D3X4 +et

Keterangan:

Y = Konsumsi mahasiswa (Rupiah/Bulan) X1 = Uang Saku (Rupiah/Bulan)

X2 = D1: Tabungan, memiliki tabungan bernilai 1 dan tidak memiliki tabungan bernilai 0

X3 = D2: Jenis kelamin, perempuan bernilai 1 dan laki-laki bernilai 0

X4 = D3: Beasiswa, penerima beasiswa bernilai

PROSIDING PENELITIAN

56

1 dan bukan penerima beasiswa bernilai 0 β0 = Konstanta

β1-4 = Koefisien regresi et = Standar Eror

Hasil Estimasi Model Ordinary Least Square (OLS)

Hasil pengujian dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) dapat dilihat pada tabel 17 yang diolah melalui Eviews9.

Tabel 1. Hasil Regresi dengan Tingkat Kepercayaan 5%.

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 201499,4 57830,17 3,484330 0,0007

Uang Saku 0,855243 0,032622 26,21669 0,0000***

Jenis Kelamin 32045,58 15594,19 2,054970 0,0424**

Tabungan -199609,1 21133,42 -9,445190 0,0000***

Beasiswa 37143,08 15706,11 2,364881 0,0199**

***) Signifikan pada level 1%; **) Signifikan pada level 5%; *) Signifikan pada level 10%

Sumber : Hasil Perhitungan E-views, 2016 Y = 201499,4 + 0,855243X1 + 32045,58D1X2 –199609,1D2X3 + 7143,08D3X4

R-square =0,901368 Hasil Perhitungan R-square

Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa nilai koefisien R2 adalah sebesar 0,901368 sesuai dengan kriteria pengujian R2 mendekati 1 yang berarti bahwa 90 persen nilai konsumsi dipengaruhi oleh uang saku, jenis kelamin, tabungan dan beasiswa, sedangkan

sekitar 10% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model.

Hasil dan Pembahasan Uji Asumsi Klasik Hasil Uji Normalitas

Uji Normalitas adalah untuk mengetahui apakah residual terdistribusi secara normal atau tidak, pengujian normalitas dilakukan menggunakan metode Jarque-Bera. Hasil normalitas model persamaan pada penelitian ini menggunakan Eviews 9 dapat dilihat pada Gambar 3.

0 2 4 6 8 10 12

-200000 -100000 0 100000

Series: Residuals Sample 1 109 Observations 109 Mean -8.72e-11 Median 1160.696 Maximum 183959.8 Minimum -190936.4 Std. Dev. 78383.23 Skewness -0.124139 Kurtosis 2.838877 Jarque-Bera 0.397863 Probability 0.819606

Gambar 3. Hasil Uji Normalitas

Berdasarkan hasil uji normalitas menunjukkan bahwa model telah terdistribusi normal. Hal ini dapat dilihat dari J-B hitung sebesar 0,397863 < X2-tabelnya sebesar 9,488.

Uji Heteroskedastisitas

Penelitian ini untuk mendeteksi masalah heteroskedastisitas menggunakan metode white dengan cross term dan tanpa cross term.

Tabel2. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Probability Obs* R-Squared X2-tabel(α = 5%) Kesimpulan

0,2439 5,452441 9,488 BebasHeteroskedastisitas

Sumber :Hasil Perhitungan E-views, 2016 Hasil ini menunjukkan bahwa Chi square hitung sebesar 5,452441. lebih kecil dari chi square tabel sebesar 9,488 sehingga tidak ada heteroskedastisitas.

Uji Autokorelasi

Autokolerasi adalah keadaan dimana faktor-faktor

pengganggu yang satu dengan yang lain tidak saling berhubungan, pengujian terhadap gejala autokorelasi dalam model analisa regresi dilakukan dengan pengujian Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test.

Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi

Probability Obs* R-Squared X2-tabel (α = 5%) Kesimpulan

0,8230 0,389658 5,99146 Bebas Autokorelasi

Sumber :Hasil Perhitungan E-views, 2016 Dari hasil uji autokorelasi pada Tabel 3

menunjukkan bahwa terbebas dari masalah autokorelasi karena nilai Obs*R square (0,389658)

<X2Table (5,99146).

Uji Multikolinearitas

Tabel 4. HasilUjiMultikolinearitas

Variabel Bebas VIF Kesimpulan

Uang Saku  1,067837 Tidak terdapat multikolinearitas Jenis Kelamin  1,018947 Tidak terdapat multikolinearitas Tabungan  1,098177 Tidak terdapat multikolinearitas Beasiswa  1,042848 Tidak terdapat multikolinearitas Sumber : Hasil Perhitungan E-views, 2016

Berdasarkan Tabel 4, bahwa variabel bebas uang saku, jenis kelamin, tabungan dan beasiswa menghasilkan nilai VIF < 10 berarti dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas.

Uji Hipotesis Uji t Statistik

Uji t statistik dimaksudkan untuk menguji keberartian koefisien regresi secara parsial.

Tabel 5. Hasil Uji t Statistik Dengan Tingkat Kepercayaan 95%

Variabel Koefisien t-statistik t-tabel t-Prob Kesimpulan

UangSaku 0,855243 26,21669 1,65964 0,0000 H0 ditolak

Jenis Kelamin 32045,58 2,054970 1,65964 0,0424 H0 ditolak Tabungan -199609,1 -9,445190 -1,65964 0,0000 H0 ditolak

Beasiswa 37143,08 2,364881 1,65964 0,0199 H0 ditolak

Sumber : Hasil Perhitungan E-views, 2016 a. Variabel uang saku (X1) memiliki t-statistik

(26,21669) >t-tabel (1,65964), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima

b. Variabel jeniskelamin (D1X2) memiliki t-statistik (2,054970) >t-tabel (1,65964), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima.

c. Variabel tabungan (D2X3) memiliki t-statistik (-9,445190) >t-tabel(-1,65964), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima.

d. Variabel beasiswa (D3X4) memiliki t-statistik (2,364881) >t-tabel (1,65964), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima.

Uji F Statistik

Uji F statistik dikenal juga dengan uji serentak. Pada uji F statistik digunakan untuk melihat bagaimanakah pengaruh semua variabel bebasnya secara

bersama-PROSIDING PENELITIAN

58

sama terhadap variabel terikatnya. Dalam pengujian ini diketahui bahwa secara keseluruhan hipotesis nol (H0) ditolak karena F statistik (237,6063) > F-tabel (2,691979). Dengan demikian maka secara statistik variabel uang saku, jenis kelamin, tabungan, dan beasiswa secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi mahasiswa indekos S1 Reguler FEB Unila.

Tabel 6. Hasil Uji F Statistik Dengan Tingkat Kepercayaan 95%

F-statistik F-tabel Probabilitas Keterangan 237,6063 2,691979 0,000000 H0 ditolak Sumber : Hasil Perhitungan E-views, 2016

Pembahasan

Uang Saku

Berdasarkan hasil uji signifikansi parameter menunjukkan bahwa uang saku memiliki pengaruh positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi mahasiswa indekos. Nilai koefisien regresi uang saku responden sebesar 0,855243yang bernilai positif (+), sehingga menunjukkan bahwa setiap kenaikan atau penambahan uang saku sebesar 1 Rupiah maka akan menyebabkan kenaikan sebesar 0,85 Rupiah pada konsumsi mahasiswa indekos S1 Reguler FEB Unila, karena semakin tinggi pendapatan dari uang saku yang diterima oleh seorang mahasiswa indekos maka baik itu konsumsi makanan maupun konsumsi non makanan juga meningkat.

Jenis Kelamin

Hasil uji signifikansi parameter menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi jenis kelamin responden sebesar 32045,58 dan probability sebesar 0,0424 artinya jenis kelamin memiliki pengaruh positif dan berpengaruh secara signifikan. Berdasarkan perhitungan dummy 1 yaitu jenis kelamin yang membedakan antara perempuan dan laki-laki. Di dapatkan bahwa jenis kelamin perempuan memiliki konsumsi sebesar 233544,98 Rupiah dan laki-laki memiliki konsumsi sebesar 201499,4Rupiah. Hasil regresi mengindikasikan bahwa jenis kelamin berpengaruh positif terhadap pengeluaran konsumsi mahasiswa dimana perempuan lebih besar daripada laki-laki yaitu sebesar 32045,58 Rupiah.

Tabungan

Hasil uji signifikansi parameter menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi tabungan respondensebesar -199609,1 dan probability sebesar 0,0000 artinya variabel tabungan memiliki pengaruh negatif dan berpengaruh secara signifikan. Berdasarkan perhitungan dummy 2 yaitu variabel tabungan yang membedakan antara mahasiswa yang memiliki tabungan dan mahasiswa yang tidak memiliki tabungan. Di dapatkan bahwa mahasiswa yang memiliki tabungan akan melakukan konsumsi sebesar 1890,3 Rupiah dan mahasiswa yang tidak memiliki tabungan akan melakukan konsumsi sebesar 201499,4 Rupiah. Hasil regresi mengindikasikan bahwa tabungan berpengaruh negatif terhadap pengeluaran mahasiswa dimana mahasiswa yang memiliki tabungan akan mengurangi konsumsi dibandingkan mahasiswa yang tidak memiliki tabungan yaitu sebesar 199609,1 Rupiah.

Beasiswa

Hasil uji signifikansi parameter menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi beasiswa responden sebesar 37143,08dan probability sebesar 0,0199artinya variabel beasiswa memiliki pengaruh positif dan berpengaruh secara signifikan. Berdasarkan perhitungan dummy 3 yaitu variabel beasiswa yang membedakan antara mahasiswa yang memiliki beasiswa dan mahasiswa yang tidak memiliki beasiswa. Didapatkan bahwa mahasiswa yang memiliki beasiswa akan melakukan konsumsi sebesar 238642,48 dan mahasiswa yang tidak memiliki beasiswa akan melakukan konsumsi sebesar 201499,4.

Hasil regresi mengindikasikan bahwa beasiswa berpengaruh positif terhadap pengeluaran mahasiswa dimana mahasiswa yang memiliki beasiswa akan melakukan konsumsilebih besar dibandingkan mahasiswa yang tidak memiliki beasiswa yaitu sebesar 37143,08Rupiah.

Kesimpulan Dan Saran

Kesimpulan

1. Variabel uang saku berpengaruh positif dan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB di Universitas Lampung.

2. Variabel jenis kelamin berpengaruh positif dan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB di Universitas Lampung. Berdasarkan perhitungan

dummy bahwa konsumsi yang dilakukan mahasiswa perempuan lebih besar dibandingkan mahasiswa laki-laki.

3. Variabel tabungan berpengaruh negatif dan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB di Universitas Lampung. Berdasarkan perhitungan dummy bahwa mahasiswa yang memiliki tabungan akan mengurangi konsumsi dibandingkan mahasiswa yang tidak memiliki tabungan.

4. Variabel beasiswa berpengaruh positif dan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB di Universitas Lampung. Berdasarkan perhitungan dummy bahwa konsumsi yang dilakukan mahasiswa yang memiliki beasiswa lebih besar dibandingkan mahasiswa yang tidak memiliki beasiswa.

5. Bahwa hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel uang saku, jenis kelamin, tabungan dan beasiswa secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi mahasiswa indekos S1 reguler FEB di Universitas Lampung.

Saran

1. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan konsumsi mahasiswa indekos S1 Reguler FEB Unila untuk keperluan kuliah lebih kecil dari pada kebutuhan lainnya. Sebaiknya mahasiswa dapat meningkatkan uang saku terhadap keperluan kuliah untuk menunjang kegiatan belajar.

2. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan mahasiswa indekos S1 Reguler FEB Unila rata-rata menabung. Sebaiknya mahasiswa yang belum menabung agar dapat menabung untuk digunakan sebagai kebutuhan penting di masa depan.

Daftar Pustaka

Akmal. 2004.Analisis Pola Konsumsi Keluarga di Kecamatan Tallo Kota Makassar. Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin. Makassar.

Antari, Ni Luh Sili. 2008. Pengaruh Pendapatan, Pendidikan Dan Remitan Terhadap Pengeluaran

Konsumsi Pekerja Migran Nonpermanen Di Kabupaten Badung (Studi Kasus pada Dua Kecamatan di Kabupaten Badung). Jurnal Jurusan Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana.

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta.

Astriana. 2008. Analisis Fungsi Konsumsi Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.

Skripsi Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin. Makassar.

Azis, Muhamad Abdul. 2009. Analisis Faktorfaktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003 – 2007 (Studi Kasus Kota Semarang, Solo, Purwokerto dan Tegal ). Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta

BPS. 2014-2016. Lampung Dalam Angka. BPS Provinsi Lampung. Bandar Lampung

Damayanti, Alia Muhlis. 2014. Hubungan Antara Konformitas Dengan PerilakuKonsumtif Pada Mahasiswi Indekost MewahDi Kecamatan Kartasura. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah. Surakarta

Cooper, Donald. R., dan Pamela S.Schindler. 2006.

Metode Riset Bisnis. Volume 1. Edisi 9.

Diterjemahkan oleh: Budijanto, Didik Djunaedi dan DamosSihombing. Jakarta: PT Media Global Edukasi.

Gujarati, Damodar N. 2000. Dasar-Dasar Ekonometrika, Edisi Ketiga.

Irawan, Prasetya. 2006. Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial.

Joesron, T., M. Fathorrozi. 2003. Teori Ekonomi Mikro. Salemba Empat. Jakarta

Karoma, Agustina Resi. 2013. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi Mahasiswa Indekos Di Kota Makassar. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Hasanuddin. Makassar Maharani, Dayu. 2004. Perbandingan Pola Konsumsi

Pada Kalangan Mahasiswa Yang Indekos Di Kota Surakarta. Surakarta.

Mangkoesoebroto, Guritno. 1998. Teori Ekonomi Makro. Yogyakarta: STIE YKPN

Mankiw, N. Gregory. 2006. Pengantar Ekonomi Makro. Edisi Ketiga. Jakarta: Salemba Empat Nicholson W. 1991. Teori Ekonomi Mikro I.

Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Nopirin. 1997. Ekonomi Makro. Cetakan Keempat.

BPFE: Yogyakarta.

Perkasa, Agung Andi. 2012. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi Mahasiswa

PROSIDING PENELITIAN

60

Unhas. Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin. Makassar.

Prasetyo, Bambang dan Lina Miftahul Jannah. 2005.

Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Rachmawati, Satya. 2014. Analisis Preferensi Mahasiswa Dalam Pemilihan Tempat Kos (Studi : Kawasan Kos Di Kelurahan Ketawanggede Dan Kelurahan Sumbersari, Kota Malang).

Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya. Malang

Reksoprayitno, Soediyono. 2000. Ekonomi Makro (Pengantar Analisis Pendapatan Nasional), Edisi Kelima. Cetakan Kedua, Yogyakarta:

Liberty.

Samuelson, Paul A., William D. Nordhaus. 1996.

Makro Ekonomi. Edisi Keempatbelas. Cetakan Kedua. Jakarta: Erlangga

Sartika, Ajeng Tri. 2015. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Komsumsi Mahasiswa Asing Di Universitas Sumatera Utara. Sumatera Utara Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif,

Kualitatif, dan R&D.

Sukirno, Sadono. 2003. Pengantar Teori Mikroekonomi Edisi 3 cet-19. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada ______________ 2006. Pengantar Teori

Makroekonomi-Edisi 3-17. Jakarta: PT Raja

Grafindo Persada

Sulistyo-Basuki. 2006. Metode Penelitian. Jakarta:

Wedatama Widya Sastra.

Sumarwan.1993. Keluarga Masa Depan dan Perubahan Pola Konsumsi. WartaDemografi.

Jakarta:LD.FEUI

Suparmoko, M. 1993. Pengantar Ekonomika Makro.

Yogyakarta: BPFE.

Syahrina, Ade. 2008. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Mahasiswa Unhas Kota Makassar. Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin. Makassar.

Tama, Ridony Taufik. 2014. Pengeluaran Konsumsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Wahyuningtyas, Alfitri. 2000. Pola Konsumsi Mahasiswa Kos di Kotamadya Surakarta.

Surakarta

Widarjono, Agus. 2013. Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. UPP STIM YKPN, Yogyakarta.

Wurangian, Flinsia. 2015. Analisis Pola Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Sam Ratulangi Yang Kost Di Kota Manado. Jurnal Universitas Sam Ratulangi.

Manado

Dalam dokumen PROSIDING PENELITIAN (Halaman 63-71)