BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Pola Melihat Iklan Obat Sakit Kepala di Televisi
Data penelitian yang dihasilkan dalam penelitian ini tidak valid secara konten karena instrumen pada penelitian ini hanya menggunakan professional judgement yang dilakukan oleh satu orang ahli. Menurut Waltz (2007) pengujian validitas konten setidaknya melibatkan dua orang ahli dibidangnya.
85.2% 14.8%
Rp ≤ . . , Rp > 1.000.000,00
1. Lama waktu responden menonton televisi setiap hari
Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak menghabiskan waktu dalam satu hari untuk menonton televisi selama < 1 jam (26,0%). Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sulistiyawati (2004) yang meneliti Hubungan antara Penilaian Iklan Obat Salesma di Televisi dengan Pemilihan Obat Salesma di Kalangan Pengunjung 11 Apotek di Kota Yogyakarta, semakin lama menonton televisi maka semakin besar kemungkinan untuk melihat dan memperhatikan iklan obat. Menurut Azwar (2009), dalam penyampaian informasi, iklan membawa pesan-pesan yang berisi sugesti yang mempengaruhi pengetahuan, sikap, maupun tindakan.
Tabel IX. Lama waktu responden menonton televisi setiap hari No Lama waktu menonton
televisi setiap hari
Jumlah Responden Persentase (%) 1 < 1 jam 21 26,0 2 2≤ lama < 3 jam 19 23,4 3 1 ≤ lama < 2 jam 16 19,7 4 3≤ lama < 4jam 9 11,1 5 ≥ 5 jam 9 11,1 6 4≤ lama < 5 jam 7 8,6 Total responden 81 100
2. Frekuensi melihat iklan obat sakit kepala di televisi dalam tiga hari terakhir
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak melihat iklan obat sakit kepala yaitu 1-2 kali (47,0%). Kesadaran konsumen terhadap suatu produk yang diiklankan berbanding lurus dengan frekuensi penayangan iklan. Semakin sedikit frekuensi penayangan iklan maka frekuensi melihat iklan dan perhatian konsumen terhadap produk yang diiklankan juga semakin sedikit
(Kotler, 2002). Semakin tinggi frekuensi penayangan iklan semakin sering penonton menerima informasi produk dalam iklan dan merasakan manfaat iklan tersebut (Indriarto, 2006).
Tabel X. Frekuensi responden melihat iklan obat sakit kepala di televisi dalam tiga hari terakhir
No Frekuensi melihat iklan obat sakit kepala di
televisi Jumlah Responden Persentase (%) 1 1-2 kali 38 47,0 2 3-4 kali 27 33,3 3 5-6 kali 11 13,6 4 7-8 kali 2 2,5 5 >10 kali 2 2,5 6 9-10 kali 1 1,2 7 Total responden 81 100
3. Iklan obat sakit kepala yang pernah dilihat dalam tiga hari terakhir
Pada pertanyaan ini responden diminta untuk menjawab iklan obat sakit kepala di televisi yang pernah dilihat, maka jawaban responden boleh lebih dari satu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk obat sakit kepala terbanyak yaitu Bodrex® (64,2%). Iklan televisi mengandung unsur suara, gambar, dan gerak sehingga pesan yang disampaikan melalui media ini sangat menarik perhatian. Produk obat sakit kepala yang diiklankan oleh industri farmasi di televisi akan diperhatikan seseorang apabila iklan tersebut mudah diingat (Widyatama, 2005).
Tabel XI. Iklan obat sakit kepala yang pernah dilihat responden No Merek dagang *) yang
pernah dilihat di televisi
Jumlah Responden Persentase(%) 1 Bodrex® 52 64,2 2 Panadol® 35 43,2 3 Paramex® 28 34,6 4 Oskadon® 20 24,7 5 INZA® 16 19,7 6 Lainnya 1 1,2 7 Total 152 187,6
Keterangan *) artinya: jawaban responden boleh lebih dari satu
4. Iklan obat sakit kepala yang paling sering dilihat
Pada pertanyaan ini responden menjawab iklan obat sakit kepala yang paling sering dilihat di televisi, maka jawaban responden juga boleh lebih dari satu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk obat sakit kepala yang iklannya di televisi paling sering dilihat oleh responden yaitu Bodrex® (44,4%). Hal yang membuat iklan sering dilihat responden adalah intensitas penayangan iklan. Semakin sering iklan ditayangkan semakin sering pula seseorang melihat iklan tersebut dan dampak dari iklan tersebut juga semakin kuat. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Primantana (2001) mengenai Pengaruh Iklan Obat Sakit Kepala di Televisi terhadap Pemilihan Obat Sakit Kepala di Kalangan Mahasiswa Angkatan 1997-2000 Kampus III Universitas Sanata Dharma menemukan bahwa iklan obat sakit kepala yang paling sering diperhatikan yaitu Bodrex® dengan persentase 23,09%.
Tabel XII. Iklan obat sakit kepala yang paling sering dilihat responden No Merek dagang *) yang
paling sering dilihat di televisi Jumlah Responden (N=81) Persentase (%) 1 Bodrex® 36 44,4 2 Panadol® 23 28,4 3 Paramex® 23 28,4 4 Oskadon® 11 13,6 5 INZA® 9 11,1 6 Lainnya 0 0
Keterangan *) artinya: jawaban responden boleh lebih dari satu
5. Pola penggunaan obat sakit kepala oleh responden selama satu bulan terakhir
Hasil penelitian menunjukkan responden yang pernah menggunakan obat sakit kepala selama satu bulan terakhir sejak pengisian kuesioner yang dilakukan pada bulan oktober yaitu 27,2%, sedangkan responden yang tidak pernah menggunakan obat sakit kepala yaitu 72,8%. Sebagian besar responden memilih untuk membiarkan sakit kepala tersebut atau beristirahat untuk menghilangkan rasa nyeri daripada menggunakan obat sakit kepala.
6. Obat sakit kepala yang pernah digunakan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa merek obat sakit kepala yang paling banyak digunakan oleh responden adalah Panadol® (12,3%). Menurut Kotler (2001), melalui pengumpulan informasi, konsumen mengetahui merek-merek bersaing, dan keistimewaan masing-masing merek kemudian akan mempertimbangkan, dan memilih produk yang sesuai. Konsumen cenderung memilih produk yang telah terkenal, ataupun yang telah terbukti khasiat, dan keamanannya. Oleh karena itu konsumen harus selektif dalam memilih, dan mengambil keputusan untuk menggunakan obat sakit kepala.
7. Sumber informasi yang paling mendukung dalam memilih obat sakit kepala
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga (63,0%) merupakan sumber informasi yang paling mendukung responden dalam memilih obat sakit kepala. Keluarga mempunyai pengaruh yang besar dalam memilih obat sakit kepala mana yang cocok dengan dirinya. Selanjutnya dokter atau tenaga kesehatan lainnya (34,6%), dan pengalaman sendiri (19,7%). Keluarga termasuk kelompok primer yang memungkinkan untuk berinteraksi dengan responden secara terus menerus dan informal (Kotler, 2001) dan menurut Ali (2009), tugas keluarga dalam pemeliharaan kesehatan adalah mengambil keputusan untuk tindakan kesehatan yang tepat, dan memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sakit.
Tabel XIII. Sumber informasi yang paling mendukung responden dalam memilih obat sakit kepala.
No Sumber Informasi *) Jumlah
Responden (N=81)
Persentase (%)
1 Keluarga 51 63,0
2 Dokter atau tenaga kesehatan lainnya 28 34,6 3 Pengalaman sendiri 16 19,7 4 Iklan televisi 10 12,3 5 Teman 8 9,9 6 Lainnya (internet) 1 1,2
C.Tingkat Pengetahuan, Sikap mengenai Iklan Obat Sakit Kepala di Televisi