BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Pada penelitian selanjutnya perlu perbaikan kuesioner mengenai pengujian validitas konten yang diuji oleh professional judgement melibatkan minimal dua orang ahli dibidangnya. Pilihan jawaban dalam kuesioner mengenai produk obat sakit kepala lebih spesifik. Banyaknya merek obat saat ini dapat membingungkan responden dalam memilih jawaban sehingga diharapkan jika pilihan jawaban dalam kuesioner lebih spesifik dan jawaban responden yang berkaitan dengan obat merupakan produk obat sakit kepala. Pada kriteria inklusi ditambahkan kriteria mahasiswa yang pernah menggunakan obat sakit kepala.
60
DAFTAR PUSTAKA
Ali, S., 2009, Pengantar Keperawatan Keluarga, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp. 12-13.
Anonim, 2006, Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas, Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan, Jakarta, pp. 20, 24.
Anna, L., K., A., 2011, Kaum Lelaki Kurang Peduli Kesehatan, http:/health.kompas.com/read/2011/02/1715371631/www.kompas.com, diakses tanggal 13 Desember 2014.
Arif, M., et al., 2008, Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculapius, Jakarta, p.34.
Arikunto, S., 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, PT. Rineka Cipta, Jakarta, pp.168.
Azwar, S., 2009. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, pp.47-49.
Baharuddin, 2009, Pendidikan dan Psikologi Perkembangan, Ar-Ruzz Media, Yogyakarta, pp. 21.
Berardi, R.R., 2006, Handbook of Non Prescription Drugs, American Pharmacist Association, New York.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan, 2012, Laporan Kinerja Badan Pengawas Obat Dan Makanan RITahun 2012, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta, pp.10.
Biagi, S., 2010, Media Impact, Penerbit Salemba Humanika, Jakarta, p.201. Dayakisni, T., dan Hudaniah, 2003, Psikologi Sosial, UMM Press, Malang, pp.
148-149.
Djunarko, I., Hendrawati, Y.D., 2011, Swamedikasi yang Baik dan Benar, PT. Citra Aji Parama, Yogyakarta, pp.56, 58.
Eriyanto, 2007, Teknik Sampling: Analisis Opini Publik, Penerbit LKiS Yogyakarta, pp 291-295.
Hadi, S., 2004, Metodologi Research, Edisi II, Penerbit Andi, Yogyakarta, pp. 209, 300-306.
Indriarto, F., 2006, Studi mengenai Faktor Kekhawatiran dalam Proses Penyampaian Pesan Iklan, Jurnal Sains Pemasaran Indonesia, Vol.5, No.3, pp.234.
Kotler, Philip. dan Armstrong, Gary., 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisi II, Penerbit Erlangga, Jakarta, pp. 45.
Kotler, P., 2002, Manajemen Pemasaran, Jilid 1 & 2, Prenhallindo, Jakarta, pp. 162.
Kotler, P., Keller, K.L., 2009, Manajemen Pemasaran, Edisi 13, Jilid 2, Penerbit Erlangga, Jakarta, pp. 203, 234.
Kartajaya, H.,Taufik, Mussry, J.,Setiawan, I.,Asmara, B., Winnasis,N.T., Satrio,B.E., et al., 2011, Self-Medication: Who Benefits and Who is at Loss?, PT MarkPlus Indonesia, Jakarta, pp.3.
Liliweri, 2013, Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, pp.22, 23.
Lee,M. dan Johnson,C., 2004, Prinsip-Prinsip Pokok Periklanan dalam Perspektif Global, Prenada Media, Jakarta, pp.10,11.
Lubis, A. F., 2009, Ekonomi Kesehatan, Penerbit USU Press, Medan, pp.11. Menteri Kesehatan, 2010, Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan, Menteri
Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Menteri Kesehatan, 1994, Keputusan Menteri Republik Indonesia tentang Pedoman Periklanan Obat Bebas, Obat Tradisional, Alat Kesehatan, Kosmetika, Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dan Makanan-Minuman Nomor: 386/Men.Kes/SK/IV/1994, dalam Kumpulan Peraturan Perundang-undangan Bidang Kosmetika, Alat Kesehatan, dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, 1997, Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan RI, Jakarta, pp. 4-6.
Morissan, M.A., 2010, Periklanan : Komunikasi Pemasaran Terpadu, Kencana, Jakarta, pp. 16-18.
Notoatmodjo, S., 2003, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta, pp.46.
Notoadmojo, S., 2010, Metode Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta, pp. 35, 37, 120.
Notoadmojo, S., 2012, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta, pp. 131-150.
Papilaya, Y., 2003, Penilaian Iklan Obat Selesma di Televisi dan Peranannya dalam Pemilihan Obat Salesma di Kalangan Pengunjung Apotik di Pusat Kota Magelang, Skripsi, pp. 55-56, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Primantana, Y. B. A., 2001, Pengaruh Iklan Obat Sakit Kepala Di Televisi Terhadap Pemilihan Obat Sakit Kepala Di Kalangan Mahasiswa Angkatan 1997-2000 Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Skripsi, 42-58, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sarwono, S.W., 2007, Sosiologi Kesehatan, Gadjah Mada University Press,
Yogyakarta, pp.33.
Siregar, S., 2010, Statistika Deskriptif Untuk Penelitian, Rajawali Press, Jakarta, pp. 143, 148.
Singarimbun, M. dan Effendi S., 2006, Metode Penelitian Survei, Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Jakarta
Sulistiyawati, C., 2004, Hubungan Antara Penilaian Iklan Obat Selesma Di Televisi Dengan Pemilihan Obat Selesma Di Kalangan Pengunjung 11 Apotek Di Kota Yogyakarta Periode Maret-April Tahun 2004, Skripsi, 41-50, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Swarjana, I. K., 2012, Metodologi Penelitian Kesehatan, Penerbit Andi, Yogyakarta, pp. 53, 54,109-112.
Supangat, A., 2007, Statistika : Dalam Kajian Deskriptif, Inferensi, dan Non Parametrik, Kencana, Jakarta, pp. 362, 363.
Tan, T. dan Rahardja, K., 2010, Obat-Obat Sederhana untuk Gangguan Sehari-hari, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, pp. 14, 21-25.
Waltz., et al., 2010 Measurement in Nursing and Health Research, Springer Publishing Company, New York, pp. 165-168.
Wawan, A., Dewi, M., 2011, Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia, Mulia Medika, Yogyakarta, pp. 54, 60-62.
Widyatama, R., 2005, Pengantar Periklanan, Buana Pustaka Indonesia, Jakarta Pusat, pp. 33.
World Self-Medication Industry, 2010, About Self-Medication, http:/www.wsmi.org/aboutsm.htm, diakses tanggal 14 Oktober 2014. Wuryanto, Y. A. T. S., 2000, Penilaian Iklan Obat Batuk Di Televisi Dan
Pengaruh Terhadap Pemilihan Obat Di Kalangan Mahasiswa Kampus III Universitas Sanata Dharma, Skripsi, 50, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Kuesioner Iklan Obat Sakit Kepala
Nama :
Fakultas :
Jenis Kelamin :
Umur :
Penghasilan/uang saku per bulan :
No. HP :
Status tempat tinggal : a. tinggal dengan orang tua b. kos
Penelitian Iklan Obat Sakit Kepala Yang bertandatangan dibawah ini, Saya:
Nama : Alamat :
telah menerima penjelasan mengenai tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh: Nama : Rambu Roku Sowi
NIM : 118114145
Mahasiswa S1 Program Studi Farmasi, Fakultas Faramasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Saya bersedia menjadi responden dan bersedia mengisi kuesioner dengan lengkap berdasarkan keadaan yang saya alami.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan kesadaran saya tanpa paksaan dari pihak manapun.
Yogyakarta,…………2014 Responden;
1. Berapa jam rata-rata Anda menonton televisi setiap hari ? a. Lama < 1 jam b. 1 ≤ lama < 2 jam c. 2 ≤ lama < 3 jam d. 3 ≤ lama < 4 jam e. 4 ≤ lama < 5 jam f. Lama ≥ 5 jam
2. Pernahkah Anda melihat iklan OBAT SAKIT KEPALA di televisi selama tiga hari terakhir?
a. Pernah
b. Tidak Pernah
Jika anda menjawab “pernah” lanjutkan ke pertanyaan no. 3, jika “tidakpernah”
langsung ke pertanyaan no. 6.
3. Berapa kali dalam tiga hari terakhir Anda melihat IKLAN OBAT SAKIT KEPALA di televisi ? a. 1 – 2 kali b. 3 – 4 kali c. 5 – 6 kali d. 7 – 8 kali e. 9 – 10 kali f. >10 kali
4. IKLAN OBAT SAKIT KEPALA yang pernah Anda lihat di televisi selama tiga hari terakhir : (jawaban boleh lebih dari satu)
a. Bodrex b. Panadol c. Paramex d. Oskadon e. INZA f. Lainnya (Sebutkan)...
a. Bodrex b. Panadol c. Paramex d. Oskadon e. INZA f. Lainnya (Sebutkan)...
6. Pernahkah Anda menggunakan obat sakit kepala selama 1 bulan terakhir? a. Pernah
b. Tidak pernah
Jika anda menjawab “pernah” lanjutkan ke pertanyaan no. 7, jika “tidak pernah” langsung ke pertanyaan no. 8.
7. Obat sakit kepala yang pernah Anda gunakan selama 1 bulan terakhir? (jawaban boleh lebih dari satu)
a. Bodrex b. Panadol c. Paramex d. Oskadon e. INZA f. Lainnya (Sebutkan)...
8. Sumber informasi yang paling mendukung anda memilih obat sakit kepala? (jawaban boleh lebih dari satu)
a. Pengalaman sendiri b. Keluarga
c. Teman
d. Dokter atau tenaga kesehatan lainnya e. Iklan televisi
I. Aspek Pengetahuan
B: BENAR S: SALAH
No. Pernyataan B S
1. Sakit kepala merupakan rasa sakit pada bagian kepala menjalar ke wajah dan daerah di sekitar wajah lainnya.
2. Iklan merupakan segala bentuk promosi ide, layanan kesehatan berupa barang atau jasa
3. Pembuatan iklan obat sakit kepala harus memberi informasi yang mendidik dan bertanggung jawab
4. Pembuatan iklan obat sakit kepala harus berdasarkan peraturan perundang-undangan
5. Bahasa yang digunakan dalam iklan obat sakit kepala harus sederhana
6. Obat sakit kepala diperbolehkan menyatakan keunggulannya 7. Iklan obat sakit kepala boleh diperankan oleh tenaga kesehatan. 8. Iklan obat sakit kepala dilarang memberikan informasi yang
menyesatkan.
9. Obat sakit kepala dalam iklannya boleh berdasarkan anjuran dari profesi kesehatan (misalnya,"Dokter saya merekomendasi …"). 10. Iklan obat sakit kepala boleh mendorong penggunaan berlebihan
dan penggunaan terus menerus.
11. Iklan obat sakit kepala harus mencantumkan
12. Iklan obat sakit kepala boleh menunjukkan efek cepat menyembuhkan sesudah penggunaan obat.
13. Informasi tentang kandungan zat aktif yang terdapat dalam obat sakit kepala, misalnya paracetamol perlu dicantumkan.
II. Aspek Sikap
SS: SANGAT SETUJU S: SETUJU
TS: TIDAK SETUJU
STS: SANGAT TIDAK SETUJU
15. Informasi perhatian, seperti “tidak dianjurkan penggunaan oleh ibu hamil atau menyusui” perlu dicantumkan.
16. Informasi nama industri farmasi atau perusahaan farmasi yang memproduksi obat tersebut perlu dicantumkan.
17. Informasi kontraindikasi, seperti “dilarang untuk penderita tekanan darah tinggi” perlu dicantumkan.
18. Informasi efek samping setelah penggunaan obat, seperti “obat ini dapat menyebabkan kantuk” perlu dicantumkan.
1. Saya percaya obat sakit kepala aman apabila mencantumkan nama industri farmasi pada iklannya di televisi.
2. Saya setuju jika kandungan zat aktif obat sakit kepala perlu dicantumkan dalam iklan di televisi. 3. Saya setuju informasi peringatan/perhatian obat sakit
kepala dicantumkan dalam iklan di televisi.
4. Saya setuju jika obat sakit kepala perlu mencantumkan informasi perhatian dalam iklannya di televisi.
5. Saya setuju obat sakit kepala perlu mencantumkan efek samping setelah penggunaan dalam iklannya di televisi.
6. Saya setuju obat sakit kepala perlu mencantumkan kontraindikasi, seperti “tidak boleh diberikan pada penderita tekanan darah tinggi” dalam iklannya di televisi.
7. Saya percaya obat sakit kepala yang diiklankan di televisi dapat memberikan efek meringankan sakit kepala segera sesudah penggunaan.
8. Obat sakit kepala yang menggunakan kata “segera” dalam iklannya di televisi membuat saat percaya pada obat tersebut.
9. Iklan obat sakit kepala yang iklannya sering muncul di televisi dapat menjamin bahwa obat tersebut aman untuk dikonsumsi.
10. Saya tetap tidak tertarik dengan obat sakit kepala meskipun iklannya sering muncul di televisi.
11. Saya percaya khasiat obat sakit kepala manjur apabila dalam iklannya terdapat rekomendasi dari tenaga kesehatan.
13. Saya tidak memahami dengan jelas pesan obat sakit kepala yang diiklankan di televisi.
14. Iklan obat sakit kepala di televisi tidak membantu saya dalam memilih obat sakit kepala.
III. Aspek Tindakan
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Saya menggunakan obat sakit kepala apabila mencantumkan nama industri farmasi pada iklannya di televisi
2. Obat sakit kepala yang menjanjikan kesembuhan dalam iklannya di televisi tidak membuat saya menggunakan obat tersebut.
3. Saya menggunakan obat sakit kepala yang iklannya diperankan oleh tenaga kesehatan
4. Obat sakit kepala yang mencantumkan informasi perhatian dalam iklannya di televisi tidak mempengaruhi saya menggunakan obat tersebut 5. Saya menggunakan obat sakit kepala setiap kali saya
merasakan nyeri kepala.
6. Obat sakit kepala yang mencantumkan informasi efek samping dalam iklannya di televisi tidak mempengaruhi saya menggunakan obat tersebut 7. Saya akan menggunakan obat sakit kepala di televisi
yang terdapat rekomendasi dari tenaga kesehatan. 8. Obat sakit kepala yang mencantumkan informasi
kontraindikasi, seperti “tidak boleh diberikan pada penderita tekanan darah tinggi” dalam iklannya di televisi tidak mempengaruhi saya menggunakan obat
mencantumkan informasi peringatan/perhatian dalam iklannya di televisi
10. Obat yang saya gunakan adalah atas dasar pilihan saya sendiri, tanpa dipengaruhi iklan di televisi 11. Saya menggunakan obat sakit kepala yang diiklankan
di televisi dapat memberikan efek meringankan sakit kepala segera sesudah penggunaan
12. Obat sakit kepala yang iklannya sering muncul di televisi tidak mempengaruhi saya menggunakan obat tersebut
13. Saya menggunakan obat sakit kepala yang mencantumkan kandungan zat aktif dalam iklannya di televisi.
14. Ketika saya menggunakan obat sakit kepala dan kemudian sembuh, maka saya akan selalu menggunakan obat sakit kepala tersebut
PEDOMAN PERIKLANAN OBAT BEBAS
DIREKTORAT JENDERAL PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI 1994
LATAR BELAKANG
1. Obat mempunyai kedudukan yang khusus dalam masyarakat karena merupakan produk yang diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun demikian, penggunaan yang salah, tidak tepat dan tidak rasional dapat membahayakan masyarakat.
2. Untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan penggunaan obat yang salah, tidak tepat dan tidak rasional akibat pengaruh promosi melalui iklan, Pemerintah
melaksanakkan pengendalian dan pengawasan terhadap penyebaran informasi obat, termasuk periklanan obat. Dalam periklanan obat, masalah yang dihadapi relatif kompleks karena aspek yang dipertimbangkan tidak hanya menyangkut kriteria etis periklanan, tetapi juga menyangkut manfaat-resikonya terhadap kesehatan dan
keselamatan masyarakat luas. Oleh karena itu isi, struktur maupun format pesan iklan obat perlu dirancang dengan tepat agat tidak menimbulkan presepsi dan interprestasi yang salah oleh masyarakat luas.
DASAR HUKUM
1. Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.
2. Undang-undng Nomor 21 tahun 1982 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 4 tahun 1967.
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 242/Men.Kes/SK/V/1990 tentang Wajib Daftar Obat Jadi.
4. Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Penerangan RI Nomor 252/Men.Kes/SKB/VII/1980 dan Nomor 122/Kep/Men.Pen/1980 tentang
Pengendalian dan Pengawasan Iklan Obat, Obat Tradisional, Makanan-Minuman, Kosmetika dan Alat Kesehatan.
5. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 193/Kab/B.VII/71 tentang Pembungkusan dan Penandaan Obat.
6. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 133/Men.Kes/SK/II/1993 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Pengendalian Obat, Obat Tradisional, Makanan-Minuman, Kosmetika, Alat Kesehatan dan Insektisida.
PETUNJUK TEKNIS
Secara umum iklan obat harus mengacu pada "Tata Krama dan Tata Cara Periklanan
Indonesia", tetapi khusus untuk hal-hal yang bersifat teknis medis, maka penerapannya harus didasarkan pada pedoman ini.
1. Obat yang dapat diiklankan kepada masyarakat adalah obat yang sesuai peraturan perundang-undangnan yang berlakku tergolong dalam obat bebas atau obat bebas terbatas, kecuali dinyatakan lain.
2. Obat dimaksud dalam butir (1) dapat diiklankan apabila telah mendapat nomor persetujuan pendaftatan dari Departemen Kesehatan RI.
3. Iklan obat dapat dimuat di media periklanan setelah rancangan iklan tersebut disetujui oleh Departemen Kesehatan RI.
4. Nama obat yang dapat diiklankan adalah nama yang disetujui dalam pendaftaran. 5. Iklan obat hendaknya dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk pemilihan penggunaan
obat bebas secara rasional.
6. Iklan obat tidak boleh mendorong penggunaan berlebihan dan penggunaan terus menerus.
7. Informasi mengenai produk obat dalam iklan harus sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam pasal 41 ayat (2) Undang-undang No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan sebagai berikut:
a. Obyektif: harus memberikan informasi sesuai dengan kenyataan yang ada dan tidak boleh menyimpang dari sifat kemanfaatan dan keamanan obat yang telah disetujui.
b. Lengkap: harus mencantumkan tidak hanya informasi tentang khasiat obat, tetapi juga memberikan informasi tentang hal-hal yang harus diperhatikan, misalnya adanya kontra indikasi dan efek samping.
c. Tidak menyesatkan: informasi obat harus jujur, akurat, bertanggung jawab serta tidak boleh memanfaatkan kekuatiran masyarakat akan suatu masalah kesehatan. Disamping itu, cara penyajian informasi harus berselera baik dan pantas serta tidak boleh menimbulkan persepsi khusus di masyarakat yang mengakibatkan
penggunaan obat berlebihan atau tidak berdasarkan pada kebutuhan.
8. Iklan obat tidak boleh ditujukan untuk khalayak anak atau menampilkan anak-anak tanpa adanya supervisi orang dewasa atau memakai narasi suara anak-anak-anak-anak yang menganjurkan penggunaan obat.
9. Iklan obat tidak boleh menggambarkan bahwa keputusan penggunaan obat diambil oleh anak-anak.
10.Iklan obat tidak boleh diperankan oleh tenaga profesi kesehatan atau aktor yang berperan sebagai profesi kesehatan dan atau menggunakan "setting" yang beratribut profesi kesehatan dan laboratorium. Iklan obat tidak boleh memberikan pernyataan superlatif, komparatif tentang indikasi, kegunaan/manfaat obat.
11.Iklan obat tidak boleh :
a. Memberikan anjuran dengan mengacu pada pernyataan profesi kesehatan mengenai khasiat, keamanan dan mutu obat (misalnya, "Dokter saya
merekomendasi …..").
b. Memberikan anjuran mengenai khasiat, keamanan dan mutu obat yang dilakukan dengan berlebihan.
12.Iklan obat harus memuat anjuran untuk mencari informasi yang tepat kepada profesi kesehatan mengenai kondisi kesehatan tertentu.
13.Iklan obat tidak boleh menunjukkan efek/kerja obat segera sesudah penggunaan obat. 14.Iklan obat tidak menawarkan hadiah ataupun memberikan pernyataan garansi tentang
- JIKA SAKIT BERLANJUT, HUBUNGI DOKTER
Kecuali untuk iklan vitamin spot peringatan perhatian sebagai berikut: - BACA ATURAN PAKAI
16.Ketentuan minimal yang harus dipenuhi oleh spot peringatan perhatian dalam butir (15) adalah sebagai berikut:
a. Untuk Media Televisi : Spot iklan harus dicantumkan dengan tulisan yang jelas terbaca pada satu screen/gambar terakhir dengan ukuran minimal 30% dari screen dan ditayangkan minimal 3 detik.
b. Untuk Media Radio: Spot iklan harus dibacakan pada akhir iklan dengan jelas dan dengan nada suara tegas.
c. Untuk Media Cetak: Spot dicantumkan dengan ketentuan sebagai berikut: OBAT
BACA ATURAN PAKAI JIKA SAKIT BERLANJUT,
HUBUNGI DOKTER BACA ATURAN PAKAI JIKA SAKIT BERLANJUT,
HUBUNGI DOKTER
Jenis Huruf (font) : Helvetika, Medium Ukuran Huruf : 18 pts
Jarak Baris (leading) : 18 (100%) Profesional Jarak Kata (letter spacing) : Normal (100%) Jarak Huruf (work spacing) : Normal (0%) VITAMIN
BACA ATURAN PAKAI BACA ATURAN PAKAI
Jenis Huruf (font) : Helvetika, Medium Ukuran Huruf : 18 pts
Jarak Baris (leading) : 18 (100%) Profesional Jarak Kata (letter spacing) : Normal (100%) Jarak Huruf (work spacing): Normal (0%)
17. Iklan obat harus mencantumkan informasi mengenai:
a. Komposisi zat aktif obat dengan nama INN (khusus media cetak); untuk
media lain, apabila ingin menyebutkan komposisi zat aktif, harus dengan nama INN. b. Indikasi utama obat dan informasi mengenai keamanan obat.
c. Nama dagang obat. d. Nama industri farmasi.
Resp Item Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 2 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 3 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 13 4 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 15 5 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 14 6 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 7 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 7 8 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 9 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 12 10 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 14 11 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 12 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 13 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 9 14 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 14 15 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 11 16 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 13 17 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 15 18 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 16 19 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 20 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 10 21 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 11 22 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 23 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 13 24 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 15 25 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 26 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 9 27 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 9 28 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 11 29 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 30 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 14 31 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 13 32 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 13
Resp Item Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 3 45 2 3 3 3 3 4 4 2 3 4 4 2 2 2 3 42 3 3 4 4 4 4 4 2 3 2 2 3 3 3 3 44 4 2 4 3 2 4 4 3 4 4 2 3 3 2 3 43 5 4 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 47 6 2 4 4 4 4 3 3 3 3 4 2 3 3 2 44 7 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 38 8 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 41 9 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 41 10 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 41 11 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 39 12 3 4 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 2 3 44 13 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 38 14 3 4 4 4 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 40 15 4 4 4 4 4 4 2 3 2 3 3 2 2 2 43 16 4 3 4 4 4 4 3 2 3 3 3 3 2 3 45 17 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 51 18 4 3 4 4 4 4 3 2 3 3 2 3 2 3 44 19 4 4 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 42 20 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 38 21 2 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 2 3 45 22 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 2 3 3 3 47 23 4 4 3 3 3 4 2 2 2 3 2 2 2 3 39 24 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 37 25 3 3 3 3 3 4 2 3 2 3 2 3 2 3 39 26 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 36 27 4 4 4 4 4 4 2 2 2 3 3 2 2 2 42 28 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 36 29 3 4 4 3 4 4 2 3 3 3 2 2 4 3 44 30 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 43 31 4 4 4 3 4 4 2 2 3 3 3 3 3 3 45 32 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 3 46
Resp Item Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 2 3 3 3 4 3 2 2 3 2 2 3 3 2 37 2 4 4 3 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 2 47 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 2 2 3 3 35 4 3 2 2 2 4 3 3 2 4 4 2 3 3 2 39 5 4 2 4 3 4 4 2 4 4 4 3 2 2 3 45 6 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 41 7 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 33 8 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 35 9 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 36 10 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 35 11 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3 2 35 12 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 38 13 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3 2 34 14 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 2 3 36 15 4 3 2 2 4 3 3 3 4 4 3 2 3 4 44 16 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 40 17 4 3 4 2 4 4 3 2 4 4 3 4 4 4 49 18 3 4 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 39 19 3 2 2 2 2 3 3 3 4 4 2 2 3 2 37 20 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 38 21 2 2 4 2 3 2 4 2 3 3 3 4 2 3 39 22 2 3 4 3 2 2 3 3 2 4 3 4 2 3 40 23 3 2 3 3 2 3 4 2 3 3 4 3 3 2 40 24 2 2 2 2 4 2 2 2 2 3 2 2 2 4 33 25 2 3 4 2 3 2 2 2 2 3 2 4 2 2 35 26 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 4 41 27 4 3 2 2 3 2 4 2 3 3 2 3 3 3 39 28 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 4 2 3 35 29 3 3 2 2 4 2 2 2 3 3 2 3 3 2 36 30 2 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 2 2 35 31 4 2 3 3 2 3 4 4 4 4 2 3 3 2 43 32 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 2 3 3 46
Lampiran 8. Hasil uji reliabilitas kuesioner aspek sikap
Lampiran 11. Hasil uji normalitas data penelitian aspek sikap
Rambu Roku Sowi, dilahirkan di Galumarada, Sumba Tengah pada tanggal 12 Desember 1993, putri kedua dari pasangan Bapak Yulius Umbu Sili dan Ibu Dorkas Rambu Edda. Penulis menempuh pendidikan di SDM Waibakul (1999-2005), SMP Kristen Waikabubak (2005-2008), SMA Negeri 1 Waingapu (2008-2011) dan penulis melanjutkan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, penulis terlibat dalam beberapa kegiatan kemahasiswaan seperti kepanitiaan Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XXV dan XXVI, kepanitiaan Seminar Nasional “Young Generation with No More HIV Infections, Discriminations, and AIDS Related Deaths 2012”, kepanitiaan Seminar Nasional “Menyongsong Penerapan Sistem Jaminan Sosial Nasional 2014”, dan kepanitiaan Desa Mitra 2013. Prestasi yang pernah diraih penulis yaitu lolos seleksi dan didanai hibah oleh DIKTI pada tahun 2013 dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-M).