BAB IV PROGRAMMING DAN KONSEP DESAIN
DAFTAR PUSTAKA
A. KAJIAN TEORI
3. Pola sirkulasi
(Sumber : Ching, 2000, hal 190)
Ruang-ruang diorganisir dalam kawasan grid struktural atau grid tiga dimensi lain.Organisasi grid terdiri dari bentuk-bentuk dan ruang-ruang dimana posisinya dalam ruang-ruangan dan hubungan antar ruang-ruang diatur oleh pola atau bidang grid tiga dimensi.
3. Pola sirkulasi
Sirkulasi menurut Francis.D.K. Ching dalam bukunya “Bentuk Ruang dan Susunannya”, adalah :
a. Linear
Gambar II.21 Sirkulasi Linier (Sumber : Ching, 2000, hal 221)
Semua jalan adalah linier, jalan-jalan yang lurus dapat menjadi unsur pengorganisir yang utama untuk satu deretan ruang. Sebagai tambahan, jalan dapat melengkung atau terdiri atas segmen-segmen, memotong jalan lain, bercabang-cabang, membentuk kisaran.
b. Radial
Gambar II.22Sirkulasi Radial (Sumber : Ching, 2000, hal 221)
Bentuk Radial memiliki jalan yang berkembang dari atau berhenti sebuah pusat, titik bersama.
commit to user
37 c. Spiral
Gambar II.23 Sirkulasi Spiral (Sumber : Ching, 2000, hal 221)
Sebuah bentuk Spiral adalah sesuatu jalan yang menerus yang berasal dari titik pusat, berputar mengelilinginya dengan jarak yang berubah.
d. Grid
Gambar II.24 Sirkulasi Linier (Sumber : Ching, 2000, hal 221)
Bentuk Grid terdiri dari dua set jalan-jalan sejajar yang saling berpotongan pada jarak yang sama dan menciptakan bujur sangkar atau kawasan-kawasan ruang segi empat.
e. Network
Gambar II.25 Sirkulasi Network (Sumber : Ching, 2000, hal 221)
Satu bentuk jaringan terdiri dari beberapa jalan yang menggabungkan titik-titik tertentu didalam ruang.
commit to user
38 f. Komposit
Untuk menghindarkan orientasi yang membingungkan, suatu susunan herarkis diantara jalur-jalur jalan bisa dicapai dengan membedakan skala, bentuk dan panjangnya.
4. Furniture
Furniture adalah benda dalam bangunan atau ruang yang berfungsi membantu manusia beraktifitas.Juga berperan menghadirkan nilai estetis dalam hunian.Bentuk, warna, detail rancangan furniture kini menjadi faktor penting yang membuat hunian lebih enak dilihat (Imelda Akmal, seri rumah Ide edisi 03 hal 4). Furniture akan memenuhi fungsinya apabila memenuhi faktor-faktor :
a. Ergonomi dan Antropometrik
Human engineering atau sering pula disebut sebagai ergonomi didefinisikan sebagai perancang man-machine interface sehingga pekerja dan mesin atau produk lainnya bisa berfungsi lebih efektif dan efisien sebagai sistem manusia-mesin yang terpadu. Disiplin ini akan mencoba membawa ke arah proses perancangan mesin yang tidak saja memiliki kemampuan produksi yang lebih canggih lagi, melainkan juga memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan kemampuan dan keterbatasan manusia yang mengoperasikan mesin tersebut.
Maksud dan tujuan dari ergonomi adalah mendapatkan suatu pengetahuan yang utuh tentang permasalahan-permasalahan interaksi manusia dengan produk-produknya, sehingga dimungkinkan adanya suatu rancangan sistem manusia-mesin yang optimal. Dengan demikian disiplin ergonomi melihat permasalahan interaksi tersebut sebagai suatu sistem dengan pemecahan-pemecahan masalahnya melalui proses pendekatan sistem pula.
Antropometrik adalah ilmu yang secara khusus mempelajari tentang pengukuran tubuh manusia guna merumuskan
commit to user
39 perbedaan-perbedaan ukuran pada tiap individu ataupun kelompok dan lain sebagainya.Pelopor bidang ini adalah seorang ahli matematika berkebangsaan Belgia bernama Quetlet, yang pada tahun 1870 memperkenalkan karyanya yang berjudul Anthropometrie. Beliau tidak hanya disebut sebagai penemu atau pencetus ilmu tersebut, namun juga merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan istilah ‘ antropometri’.Sebenarnya, permulaan pemanfaatan atropometri secara fisik dapat ditelusuri hingga pada akhir abad ke-18 serta digunakannya antropometri untuk perbandingan antar ras yang pertama kali dikembangkan oleh Linne, Buffon, dan White.
b.Estetika
Estetika adalah ilmu pengetahuan pengamatan (EB Feldman, 1967) dari kata Aisthetikos atau Aisthanomai yang berarti mengamati, dengan indra dan juga kataAesthesisi yang berarti pengamatan perception. Estetika melihat sesuatu mencakup tentang keindahan, kemampuan, perasaan, dan cita rasa.
Aspek dasar yang dilihat memiliki keindahan adalah : • Harmoni atau keselarasan
Suatu bentuk bisa dinilai harmonis bila telah menampilkan kesatuan ide.Dengan demikian setiap unsur mendapatkan tingkat dan nilai dalam rangka komposisi keseluruhan.Semakin bebeda dan kontras unsur-unsur dalam suatu bentuk keseluruhan.
• Proporsi
Proporsi dan skala mengacu pada hbungan antara bagian dari suatu desain dan hubungan antara bagian dengan keseluruhan.Hubungan benda-benda dari berbagai ukuran dengan ruangan menentukan skala.Ukuran dan bentuk ruangan menentukan jumlah dan ukuran perabotan di dalamnya.
commit to user
40 • Keseimbangan atau balance
Menyangkut keteraturan dan menimbulkan ketenangan.Bobot visual perabotan dan benda-benda di dalam ruang ditentukan oleh ukuran, bentuk, warna, dan tekstur yang harus dipertimbngkan dalam menentukan keseimbangan.
• Irama
Suatu keteraturan dengan sendirinya sudah merupakan sesuatu yang monoton dan statis.Dengan memasukkan unsur irama ke dalamnya, barulah suatu rencana kelihatan hidup.Irama dapat dicapai dengan garis yang tidak terputus, gradasi, radiasi, pergantian (irama yang dicapai dengan pergantian yang berulang-lang).
c. Material bahan
Material bahan yang digunakan dapat berasal dari semua unsur alam maupun buatan pabrik.Penggabungan antara material satu dengan lainnya tetap harus berdasar pada unsur-unsur estetika meliputi harmoni, proporsi, keseimbangan serta irama dari masing-masing bahan.
d. Struktur
Pengerjaan furniture menggunakan sistem struktur yang sesuai dengan karakter tiap-tiap material.Janganlah memaksakan struktur material bahan yang memang seharusnya tidak menggunakan teknik tersebut. Karena akan mengurangi nilai estetika dari furniture tersebut, selain itu konstruksinya pun bisa menjadi tidak sempurna, dalam jangka waktu tertentu pasti tidak akan bisa berfungsi maksimal lagi.
Desain furniture dibagi atas dua kategori :
1) Furniture yang berbentuk case (kotak) termasuk chest, meja tulis, lemari buku dan kursi yang tidak mempunyai pelapis,
commit to user
41 tipe furniture semacam ini di Indonesia masih dibuat dari kayu walaupun bahan-bahan lain bertambah populer.
2) Furniture yang dilapisi, misalnya sofa, kursi-kursi yang seluruhnya atau sebagian diberi pelapis termasuk perlengkapan-perlengkapan tidur (Desain Interior, 1999 : 172).
5. Warna
Warna suatu unsur penting yang telah memberikan perannya dalam kehidupan ini.Menurut Helen Graham (seorang dosen psikologi di Keele University) dalam bukunya “Penyembuhan dengan Warna”, warna adalah kebutuhan kita yang mendasar.Nenek moyang kita menyadari hal ini, dan banyak tradisi penyembuhan kuno dari berbagai kebudayaan mencerminkan adanya kesadaran ini.Penggunaan warna dalam penyembuhan bukanlah hal yang baru.Sekarang bidang ini disebut terapi warna, yang merupakan penemuan kembali dari beberapa prinsip dan praktek yang sudah diketahui sejak zaman dahulu kala. (Helen Graham, Penyembuhan Dengan Warna, 1998, hal 4).
Berikut ini beberapa efek psikologis yang dapat ditimbulkan oleh warna yang dikemukakan oleh Helen Graham, Yaitu:
a. Merah
Memberi energi pada kaki, tungkai, pinggul, sendi pinggul, dasar tulang punggung, prostate, testes, saluran kemih dan kelamin.
Warna ini merangsang aktivitas fisik dan vitalitas, perasaan-perasaan aman, stabil, percaya diri, dan kehangatan.
Warna ini dapat digunakan pada benda-benda atau hal-hal didalam ruang atau gedung dimana dibutuhkan aktivitas fisik yang tinggi dan diruang bermain anak-anak.
Warna ini sebaiknya tidak digunakan pada anak-anak, dan orang dewasa yang hiperaktif, yang menggunakan kekerasan dan agresif, atau pada situasi kerja yang
commit to user
42 menggunakan mesin-mesin yang bisa berbahaya dan membutuhkan konsentrasi, ruang untuk membaca, atau kamar tidur.
b. Oranye
Warna ini memberi energi pada hati, limpa, pancreas, ginjal, dan kandung kemih. Warna ini merangsang metabolisme, pencernaan, penghilangan racun, daya tahan terhadp penyakit, energi-energi fisik dan emosi, seksualitas, penampilan atlet dan selera fisik, mengatur keseimbangan gula dan cairan didalam tubuh.
Warna ini dapat digunakan pada ruang bermain, ruang latihan, sanggar tari, dan ruang olah raga, atau tempat terjadi perkumpulan social.
Jangan menggunakan warna ini pada ruang-ruang istirahat. c. Kuning
Kuning memberi energi pada kelenjar adrenalin, system saraf simpatik sehingga memberikan energi pada otot, denyut jantung, pencernaan, dan peredaran darah.
Warna ini merangsang saluran pencernaan, aktivitas mental, kejelasan mental, alasan lisan, dan kekuatan kemauan.
Gunakan warna kuninga di ruang baca dan belajar, ruang pertemuan social dan tempat dimana diperlukan pembicaraan yang hidup, dan untuk dekorasiruang atau gedung yang digunakan ole hank-anak yang mengalami kesulitan belajar.
Jangan gunakan warna ini pada ank dan orang dewasa yang hiperaktif, agresif, atau memiliki kelainan perilaku, dan ruang istirahat.
d. Hijau
Memberi energi pada kelenjar timus, warna ini merangsang jantung, paru-paru, bronchus, lengan, tangan, kulit,
commit to user
43 peredaran darah sirkuler, dan system daya tahan tubuh. Hijau menunjukkan perasaan yang positif, kasih saying, dan kepekaan.
Gunakan warna ini pada setiap ruangan, bangunan, ruang kerja, atau sanggar dimana dibutuhkan ketenangan dan kedamaian, diperlukan kepekaan atau aktivitasnya melibatkan sentuhan fisik, serta ruang-ruang istirahat. Jangan digunakan pada ruang laboratorium atua ruang
dimana diperlukan pemikiran yang analistis, atau bagi penderita penyakit auto-imunitas.
e. Biru langit
Memberi energi pada kelenjar tiroid sehingga memberi energi pada metabolisme, pengendalian suhu tubuh. Warna ini merangsang suara, ungkapan diri, komunikasi, tanggung jawab pribadi, dan pendengaran.
Gunakan warna ini untuk kamar tidur, ruang istirahat, klinik, setiap ruangan atau bangunan yang digunakanuntuk prosedur klinik, penyimpan produk susu, penyimpanan dingin, dan bagi mereka yang sedang menderita gangguan insomnia dan mengalami syok.
Jangan gunakan warna ini pada anak atau orang dewasa yang mengalami kedinginan atau menggigil, dan bagi penderita kekurangan fungsi tiroid atau metabolisme yang lambat.
f. Biru gelap atau indigo
Memberi energi pada kelenjar pineal. Warna ini merangsang otak bagian bawah, system saraf pusat dan system endokrin terutama hormone serotonin dan melatonin, Karena itu biru gelap merangsang aktivitas hormonal diseluruh tubuh, proses-proses yang tidak disadari, imajinasi, pemahaman, naluri dan kemampuan psikis atau paranormal.
commit to user
44 Gunakan warna ini untuk ruang-ruang kontemplasi
(renungan) dan meditasi.
Jangan gunakan warna ini untuk ruang bermain atau pusat-pusat aktivitas fisik.
g. Ungu atau violet
Memberikan energi pada kelenjar pituitary. Warna ini merangsang otak bagian atas dan system saraf, kreativitas, ilham, estetika (keindahan), kemampuan artistic, dan cita-cita luhur.
Gunakan warna ini pada orang-orang yang ingin mengilhami aktivitas artistic, estetik, imajinatif, dan spiritualitas, memfasilitasi pemusatan perhatian yang jelas, kesadaran dan meditasi, ruang-ruang teater, ruang kelas anak-anak.
Jangan gunakan warna ini diruangan yang digunakan untuk hiburan atau dimana kita menginginkan adanya percakapan, atau diruangan dan bangunan yang ditinggali oleh orang yang memiliki gangguan mental, terutama mereka yang menderita delusi (pikiran atau pandangan yang tidak berdasar atau tidak rasional) atau depersonalisasi (kehilangan rasa memiliki identitas pribadi) atau kecenderungan untuk mengundurkan diri.
6. Elemen Pembentuk Ruang a. Lantai
Lantai merupakan bagian bangunan yang berhubungan langsung dengan beban, baik beban mati, bergerak dan gesek.Karakter lantai harus mempunyai daya tahan yang kuat dalam mendukung beban-beban yang datang dari segala perabotan, aktivitas manusia dalam ruang dan lain-lain.Selain itu, lantai harus bersifat kaku dan tidak bergetar.
Lantai mempunyai tugas untuk mendukung beban yang datang dari benda-benda, seperti perabot rumah tangga, manusia dengan segala
commit to user
45 aktivitasnya dan kerangka itu harus mampu dan kuat memikul beban mati atau hidup, lalu lintas manusia dan lain-lain yang menumpangi (Y.B. Mangun Wijaya, 1988, hal.329).
Persyaratan lantai:
1) Lantai harus kuat dan dapat menahan beban diatasnya. 2) Mudah dibersihkan
3) Kedap suara
4) Tahan terhadap kelembaban
5) Memberikan rasa hangat pada kaki dan sebagainya
Berikut ini beberapa alternative pengaplikasian pola lantai untuk dance studio. Lantai yang dibahas dalam hal ini adalah lantai pada bangunan tidak bertingkat. Yang dimaksud dengan lantai adalah: konstruksi bangunan gedung yang berada diatas tanah atau yang berfungsi membatasi interior bangunan dengan permukaan tanah. Plat lantai dapat pula berarti pembatas ruangan secara horizontal (pada bangunan bertingkat). Selain itu, plat lantai harus pula dapat menahan beban yang bekerja diatasnya, seperti beban penghuni dan perabot. Selain itu, lantai berfungsi pula untuk menjadi buffer suhu panas, dingin dan resapan air dari tanah dibawahnya.
Dari Bahan Beton dan Plesteran
Merupakan finishing lantai dengan cor beton dan dilapisi dengan plesteran semen kurang lebih setebal 2 mm. Lebih baik menggunakan semen portland. Lapisan yang lain selain cor beton dan semen terkadang ditambah kapur-tras dan tanah stabilisasi (atau puing bongkaran). Untuk menjadikan kedap air, biasanya dilapisi dengan lapisan aspal cair. Mutu beton yang biasa digunakanadalah mutu beton K175 – K225.
Susunan Konstruksi Lantai Beton (Cor)
Adapun susunan konstruksi lantai adalah sebagai berikut: 1. Penutup lantai
Dapat berupa papan, parkit, tegel, karpet/permadani atau lainnya. Sebaiknya memiliki sifat lentur untuk memfasilitasi sendi manusia sebagai penggunanya.
commit to user
46 2. Alas lantai
Alas yang pada konstruksi kayu bentuknya adalah rangka pendukung berfungsi mengimbangi ketidakrataan konstruksi plat lantai.
3. Lapisan kedap air
Berupa aspal, karet atau lainnya berfungsi melindungi dari rembesan air dan kelembaban, selain juga dapat sebagai buffer suara/kebisingan.
4. Pelat lantai
Bagian yang menyangga beban lantai dan isinya dan menyalurkannya ke konstruksi selanjutnya (balok, kolom, sloof). Menahan gaya horizontal (angin, gempa, dsb).
Dari Bahan kayu
Ada beberapa macam lantai dari bahan kayu, 1. Lantai Parket
Merupakan lapisan lantai dari kayu tipis dengan ketebalan berkisar 3,7 – 10 mm dengan panjang satuannya antara 10 – 15 cm. Dilem pada lantai beton kedap air yang benar-benar halus dan rata, dengan perekat khusus dengan pola pemasangan yang beragam seperti sejajar, mozaik, tulang ikan, atau blok.
2. Lantai Kerakal
Sama seperti lantai parket, hanya lebih tebal. Ketebalannya mencapai 6 – 14 cm dengan ukuran 8/8 – 8/20 cm.
3. Lantai Papan
Lapisan lantai yang dipasang dari lapisan-lapisan papan yang disusun diatas sloof atau balok.dapat pula berfungsi sebagai plat lantai.
Dari Bahan Ubin, Batu Alam dan Batu Buatan
Yang dimaksud dengan lantai ubin dan lantai buatan adalah lantai yang pembuatannya menurut cetakan dan ukuran tertentu seperti lantai keramik, semen portland, beton, conblok, dll. Sedangkan lantai batu alam
commit to user
47 adalah lantai dari potongan batu alam dengan modul ukuran tertentu seperti marmer, granit, batu belah, kerikil, dll. Lihat gambar atas (lantai beton dan plesteran). Beberapa diantaranya seperti dibahas di bawah ini.
Ubin Semen Portland
Merupakan ubin yang terdiri dari lapisan atas yang terbuat dari semen portland yang diberi warna atau tanpa diberi warna, dan bagian bawah yang merupakan adukan semen.
Ukuran (cm) Ketebalan (mm) 15 x 15 14 20 x 20 20 25 x 25 24 30 x 30 26
Tabel. II.1 Ukuran Ubin Semen (www.google.com)
Ubin keramik
Adalah ubin yang terbuat dari tanah liat yang dibakar sedemikian rupa, dengan atau tanpa bahan tambahan dan pewarnaan. Ubin porselen adalah ubin keramik yang diberi lapisan gelas dibagian permukaannya.
Ubin Batu Alam
Diantaranya adalah ubin yang berasal dari bahan marmer, granit, andesit, dan batu alam lainnya. Ubin marmer dipilih dari marmer yang memiliki struktur padat. Ubin granit memiliki ukuran ketebalan minimal 5 cm. Marmer dan granit ukuran panjang dan lebarnya dapat disesuaikan dengan desain dan kebutuhan. Ketebalan minimal ubin andesit adalah 1 cm.
commit to user
48 Dari Bahan Sistetis dan Karpet
Penutup lantai dengan bahan sintesis (karet, plastik, nylon, dll.) dan karpet atau permadani biasanya digunakan selain untuk keindahan adalah untuk meredam suara. Hanya dapat dipasang pada lantai beton yang telah dilapisi dengan lapisan anti lembab dan kedap air, atau pada permukaan lantai papan atau multipleks (Snyder James C, 1979).
b. Dinding
Dinding merupakan bidang nyata yang membatasi suatu ruang atau pembatas kegiatan yang mempunyai jenis berbeda. Dinding adalah penahan beban yang menyangga lantai dan atap, sehingga struktur kekuatan dinding sebagai penahan beban harus diperhatikan.
Dinding merupakan unsur penting dalam pembentukan ruang, baik sebagai unsur penyekat/ pembagi ruang maupun sebagai unsur dekoratif. Dalam proses perancangan suatu ”ruang dalam” dinding mempunyai peranan yang cukup dominan dan memerlukan perhatian khusus, di samping unsur-unsur lain seperti tata letak, desain furniture serta peralatan-peralatan lain yang akan disusun bersama dalam suatu kesatuan dengan dinding.
Biasanya pada perancangan desain dinding pada area café untuk tema classic atau modern yaitu menggunakan wallpaper atau wallpaneling untuk memperindah dan menarik perhatian para pengunjung. Untuk tema industrial atau modern juga bisa mengaplikasikan dinding bata ekspose finishing cat putih dan kaca. Setelah fungsi dinding tercapai dan untuk menambah keindahan ruang, dinding dipergunakan sebagai ”point of interest” dari ruang dinding samping memberi atau menambah keindahan ruang. Dinding juga dapat merusak suasana ruang, yaitu apabila dalam perencanaannya sangat dipaksakan, terutama dikarenakan bahwa dinding tersebut telah ada sebelumnya. Ini terjadi pada renovasi rumah-rumah kuno, dimana dinding berfungsi structural ( Pamudji Suptandar, 1999 : 147 ).
commit to user
49 Dinding pada suatu wadah kegiatan dapat sebagai struktur atau hanya sebagai pembatas ruang saja, tergantung dari sistem struktur yang dipakai dalam perencanaannya.
Fungsi dan bentuk dinding terbagi menjadi 2 bagian : 1) Struktur, misalnya :
Bearing wall
dinding yang dibangun untuk menahan tepi dari tumpukan/ urugan tanah.
Load bearing wall
dinding untuk menyokong/ menopang balok, lantai, atap dan sebagainya.
Foundation wall
dinding yang dipakai di bawah lantai, tingkat dan untuk menopang balok-balok lantai pertama.
2) Non struktural, misalnya : Party wall
dinding pemisah antara dua bangunan yang bersandar pada masing-masing bangunan.
Fire wall
dinding yang digunakan sebagai pelindung dari pancaran kobaran api.
Certain or Panels wall
dinding yang digunakan sebagai pengisi pada suatu konstruksi rangka baja atau beton.
Partition wall
dinding yang digunakan sebagai pemisah dan pembentuk ruang yang lebih kecil didalam ruang yang besar.
c. Langit-langit (Ceiling)
Pengertian istilah ceiling/langit-langit/plafond, berasal dari kata ”ceiling”, yang berarti melindungi dengan suatu bidang penyekat sehingga terbentuk suatu ruang. Secara umum dapat dikatakan : ceiling adalah
commit to user
50 sebuah bidang (permukaan) yang terletak di atas garis pandangan normal manusia, berfungsi sebagai pelindung (penutup) lantai atau atap dan sekaligus sebagai pembentuk ruang dengan bidang yang ada di bawahnya. Dengan jarak ketinggian tertentu dalam bangunan, ceiling sebagai elemen penutup utama pada bidang atas sebagai pembentuk atap bangunan (Pamudji Suptandar, 1999 : 161).
Ceiling adalah pembentuk ruang yang merupakan penutup bagian atas. Kesan pertama adalah adanya tinggi rendah ruang, berfungsi sebagai bidang penempatan lampu, penempatan AC, sprinkler head, audio loudspeaker dan sebagai peredam suara atau akustik (John F. Pile, 1995, hal. 250).
Dasar pertimbangan dalam perencanaan langit-langit adalah: 1) Fungsi langit-langit
Fungsi dari langit-langit selain sebagai penutup ruang juga sebagai pengatur udara dan ventilasi.
2) Penentuan ketinggian
Penentuan ketinggian didasari oleh pertimbangan fungsi, proporsi ruang, kegiatan ruang, konstruksi dan permainan ceiling.
3) Bentuk penyelesaian
Bentuk dan penyelesaian dapat dilakukan berdasarkan fungsinya seperti melengkung, berpola, polos, memperlihatkan struktur, dan sebagainya.
Pada area shop di mana diharapkan tercapainya suatu kesan yang menarik diusahakan agar ceilingnya berbentuk dinamis dan sesuai dengan konsep perancangan, dibuat menyolok agar dapat menarik perhatian para pengunung. Dibuat ceiling yang kontras, saling bersaing untuk dapat menonjolkan diri dan kesan yang mewah. Dengan melajunya kemajuan teknologi, dan penemuan-penemuan baru di bidang industri bahan bangunan tercipta berbagai material ceiling yang memungkinkan untuk memenuhi segala macam jenis fungsi ruang antara lain :
commit to user
51 b. Untuk gaya klasikal, plat-plat gibs bermotif.
c. Untuk mencapai kesan glamour, kaca (antique glass ceiling), kain beludru.
d. Pada rumah-rumah sederhana, eternit polos (bermotif), tripleks (multipleks), dan berbagai jenis softboard/akustik tile.
e. Pada bangunan-bangunan utilitas, beton exposed.
f. Pada bangunan-bangunan umum, alumunium, fiber glass sebagai skylight, kaca timah pada gereja-gereja (Pamudji Suptandar, 1999 : 166).