• Tidak ada hasil yang ditemukan

HIP HOP DANCE CENTER DI JAKARTA DENGAN PENDEKATAN MODERN INDUSTRIAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HIP HOP DANCE CENTER DI JAKARTA DENGAN PENDEKATAN MODERN INDUSTRIAL"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

i

TUGAS AKHIR

DESAIN INTERIOR HIP HOP DANCE CENTER

DI JAKARTA

DENGAN PENDEKATAN MODERN INDUSTRIAL

Disusun Untuk Memenuh Syarat mendapatkan Gelar Sarjana Seni Rupa Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa

Unversitas Sebelas Maret Surakarta

Disusun oleh : YULIANINGSIH

C0807005

JURUSAN DESAIN INTERIOR FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)

commit to user

ii

HALAMAN PERSETUJUAN

DESAIN INTERIOR HIP HOP DANCE CENTER

DI JAKARTA

Dengan Pendekatan Konsep Modern Industrial

Disetujui untuk diajukan, guna melengkapi syarat kelulusan Tugas Akhir Jurusan Desain Interior

Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret

Surakarta 2012

Disetujui oleh :

Pembimbing I Pembimbing II

Drs. Djoko Panuwun, M.Sn Andi Setiawan, S.Sn, M.Ds

(3)

commit to user

iii

HALAMAN PENGESAHAN

Telah disahkan dan dipertanggungjawabkan pada Sidang Tugas Akhir

Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa

Universitas Sebelas Maret

Surakarta

2012

Pada hari Jumat, 13 Juli 2012

Penguji :

1. Ketua Sidang

Drs. IF. Bambang Sulistyono, Sk, MT.arch

NIP. 19621125 199303 1 001

2. Sekretaris Sidang

Lu’lu’ Purwaningrum, S.Sn, M.T

NIP. 19511128 198303 2001

3. Penguji I

Drs. Djoko Panuwun, M.Sn

NIP. 19540425 198601 1 001

4. Penguji II

Andi Setiawan, S.Sn, M.Ds

NIP. 19511128 198303 1 001

(4)

commit to user

iv

PERNYATAAN

Nama : Yulianingsih

NIM : C0807005

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan Tugas Akhir berjudul

“Desain Interior Hip Hop Dance Center” di Surakarta Dengan Pendekatan

Modern Industrial” adalah benar-benar karya sendiri, bukan plagiat dan dibuatkan orang lain. Hal-hal yang bukan karya saya, dalam Laporan Tugas Akhir ini diberi

tanda citasi (kutipan) dan ditunjukkan dalam Daftar Pustaka.

Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan ini tidak benar, maka saya

bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan Tugas Akrir dan gelar

yang diperoleh.

Surakarta, Juli 2012

(5)

commit to user

v

PERSEMBAHAN

Karya ini kupersembahkan kepada :

1. Allah SWT, atas segala rahmat dan

karunia kepada hamba-Nya.

2. Mamah, Babeh, Kakak dan Adik tercinta

untuk doa, kasih sayang dan dukungan

yang telah diberikan, sehingga penulis

dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini.

3. Ardhika Setya Utama Herlambang,

untuk doa, waktu, kesetiaannya dan

support yang telah diberikan.

4. Wonderwomanku, Bella Sekar sayekti,

Rizkia Putri Andriani, Fransiska Amelia

Jovita, Cita Ayu Prismari Giadoma

untuk semua kebodoran dan supportnya.

5. My beloved friends Dintan Isnadila,

Ratna Herlinda Sekarfitri, Yuninggar

Renaningtyas untuk waktu, bantuan dan

semangatnya.

6. Tim Horeku, Kristianti Mandasari,

Widya Budi Lalita, Widya Citra

(6)

commit to user

vi MOTTO

Diawali dengan Bismillah dan diakhiri dengan Alhamdulillah

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah

selesai (dari sesuatu urusan), Kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang

(7)

commit to user

vii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum. Wr. Wb

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah memberikan karunia

dan berkah yang melimpah, sehingga penulis bisa menyelesaikan penyusunan

Tugas Akhir ini.

Dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini tidak sedikit hambatan yang

dihadapi oleh penulis, akhirnya penulis dapat menyelesaikan dengan baik berkat

bantuan dan pengarahan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan yang

baik ini penulis tidak lupa untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada :

1. Drs. Riyadi Santosa, M.Ed, Ph.D, selaku Dekan Fakultas Sastra dan Seni

Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Anung B Studyanto,S.Sn, MT, selaku Ketua Jurusan Desain Interior Fakultas

Sastra dan Seni Rupa.

3. Drs. Djoko Panuwun, M.Sn, selaku Dosen Pembimbing I Mata Kuliah Tugas

Akhir.

4. Andi Setiawan, S.Sn, M.Ds, selaku Dosen Pembimbing II Keluarga Mata

Kuliah Tugas Akhir.

5. dan semua orang dekat penulis teman-teman angkatan 2007 dan 2008 atas

doa, bantuan, dorongan serta perhatiannya sehingga penulis dapat

menyelesaikan Tugas Akhir ini.

Penulis menyadari dalam penulisan dan penyusunan Tugas Akhir ini

masih terdapat kesalahan dan kekeliruan sehingga dengan sangat terbuka penulis

mengharapkan masukan dan kritikan demi kesempurnaannya.

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb

Surakarta, Juli 2012

(8)
(9)

commit to user

5. Fasilitas Besaran Ruang... 21

a. Lobby ... 21

b. Dance Studio ... 22

c. Shop ... 23

d. Cafe ... 27

6. Tinjauan Tentang Modern ... 29

7. Tinjauan Tentang Industrial ... 31

(10)
(11)

commit to user

xi

4. Pola Penataan Ruang ... 107

5. Pembentuk Ruang ... 108

6. Pengisi Ruang ... 114

7. Sistem Interior ... 114

8. Sistem Keamanan ... 117

BAB V. KESIMPULAN ... 120

(12)

commit to user

xii DAFTAR TABEL

Halaman

TABEL II.1. Analisa Ukuran Ubin Semen ... 47

TABEL IV.1. Analisa Kebutuhan Ruang Pengunjung ... 82

TABEL IV.2. Analisa Kebutuhan Ruang Pengelola ... 83

TABEL IV.3. Analisa Kegiatan dan Besaran Ruang... 83

TABEL IV.4. Alterntif Pengorganisasian Ruang ... 98

TABEL IV.5. Analisa penggunaan Material Lantai ... 108

TABEL IV.6. Analisa Penggunaan Material Dinding ... 110

TABEL IV.7. Analisa Penggunaan Material Langit-langit/Ceiling 112 TABEL IV.8. Analisa Pencahayaan Ruang ... 114

(13)

commit to user

GAMBAR II.5. Bendra Negara Korea dan Perancis ... 15

GAMBAR II.6. Breakdancing ... 18

GAMBAR II.7. Popping ... 19

GAMBAR II.8. Krumping ... 19

GAMBAR II.9. Locking ... 20

GAMBAR II.10. Pos Penerima Tamu (Human Dimention) ... 21

GAMBAR II.11. Dance Studio ... 22

GAMBAR II.12. Besaran Ruang (Human Dimention) ... 24

GAMBAR II.13. Standar Konter Makan ... 27

GAMBAR II.14. Standar Jarak Bersih Antar Kursi ... 28

GAMBAR II.15. Jarak Bersih Untuk Pramusaji ... 28

GAMBAR II.16. Organisasi Ruang Terpusat ... 34

GAMBAR II.17. Organisasi Ruang Linier ... 34

GAMBAR II.18. Organisasi Ruang Radial... 35

GAMBAR II.19. Organisasi Ruang Clutser ... 35

GAMBAR II.20. Organisasi Ruang Grid... 35

GAMBAR II.21. Sirkulasi Linier ... 36

GAMBAR II.22. Sirkulasi Radial ... 36

GAMBAR II.23. Sirkulasi Spiral ... 37

GAMBAR II.24. Sirkulasi Grid ... 37

GAMBAR II.25. Sirkulasi Network ... 37

GAMBAR II.26. Jenis-Jenis Lampu ... 53

GAMBAR II.27. Dance Studio dan Penempatan Panel Akustik ... 59

GAMBAR II.28. Fire estinguisher dan Hidrant kebakaran ... 62

GAMBAR III.1. Bangunan Luar United Dance Works ... 68

(14)

commit to user

xiv

GAMBAR III.3. Dance studio United Dance Works ... 69

GAMBAR III.4. Dance studio United Dance Works ... 70

GAMBAR III.5. Dance studio United Dance Works ... 70

GAMBAR III.6. Bagian depan United Dance Works... 71

GAMBAR III.7. Dance studio United Dance Works ... 71

GAMBAR III.8. Bagian Luar dan Dalam Urban Step Dance Studio .. 74

GAMBAR III.9. Bagian Luar dan Dalam Urban Step Dance Studio .. 75

GAMBAR III.10. Bagian Luar dan Dalam Urban Step Dance Studio .. 75

GAMBAR III.11. Bagian Dalam Urban Step Dance Studio ... 76

GAMBAR III.12. Bagian Dalam Urban Step Dance Studio ... 76

GAMBAR III.13. Bagian Dalam Urban Step Dance Studio ... 77

GAMBAR III.14. Bagian Dalam Urban Step Dance Studio ... 77

GAMBAR IV.1. Peta Kota Jakarta ... 78

GAMBAR IV.2. Skema Hubungan Antar Ruang ... 102

GAMBAR IV.3. Zoning ... 104

(15)

commit to user

xv

DAFTAR BAGAN

Bagan I.1. Skema Pola Pikir Perancangan ... 6

Bagan III. 1. Struktur Organisasi ... 67

Bagan IV.1. Struktur Organisasi ... 79

Bagan IV.2. Pola Sirkulasi Pengunjung (Alternatif 1) ... 81

Bagan IV.3. Pola Sirkulasi Pengunjung (Alternatif 2) ... 81

(16)

commit to user

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

halaman

1. Skema Pola Pikir ... 125

2. Skema Perancangan Desain Interior Solo Batik Fashion ... 126

3. Denah Perubahan ... 127

4. Layout ... 128

5. Floor Plan... 129

6. Ceilling Plan... 130

7. Potongan A-A’ dan B-B’ ... 131

8. Potongan C-C’ dan D-D’ ... 132

9. Potongan E-E’ ... 133

10. Potongan F-F’ ... 134

11. Detail Konstruksi... 135

12. Proyeksi Furniture ... 136

13. Daftar Furniture ... 138

14. Perspektif Lobby, Shop ... 139

15. Perspektif Dance Floor, Cafe ... 140

16. Skema Bahan... 141

17. Skema Warna ... 142

18. Aksonometri ... 143

(17)

commit to user

xvii

DESAIN INTERIOR HIP HOP DANCE CENTER

DENGAN PENDEKATAN KONSEP MODERN INDUSTRIAL

Yulianingsih1,

Drs. Djoko Panuwun, M.Sn 2, Andi Setiawan, S.Sn, M.Ds 3

ABSTRAK

Yulianingsih. C0807005 2012. Desain Interior Hip Hop Dance Center. Pengantar Tugas Akhir: Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Desain Interior Hip Hop Dance Center merupakan judul dari proyek perencanaan dan perancangan interior ini. Suatu wadah perkembangan komunitas pecinta tari hip hop dan koreografer tari hip hop di Jakarta yang mempunyai konsep entertaiment, informasi, pendidikan sekaligus memperkenalkan tari hip hop ke masyarakat sebagai kebutuhan tempat untuk menari. Lokasi perencanaan ini berada di kota Jakarta.

Desain Interior Hip Hop Dance Center ini dibatasi pada area latihan (dance studio), penjualan (shop), area pementasan (dance floor), cafe dan bar. Perencanaan ini mempertimbangkan tuntutan pelaku aktifitas yang dapat diwadahi sebagai daya tarik pengunjung.

Rumusan masalah yang ditampilkan adalah bagaimana merancang interior Hip Hop Dance Center yang dapat menciptakan konsep modern industrial sesuai aktifitas kegiatan pengunjung, dan merancang desain interior yang dapat menghadirkan suasana atmosfer interior yang dapat menumbuhkan minat dan kecintaan masyarakat terhadap tari hip hop.

Tujuan dari karya ini adalah merencanakan suatu comersial space yang berada di Kota Jakarta dimana ditujukan bagi para pecinta tari hip hop yang sampai saat ini belum memiliki tempat khusus untuk mampu menggali ,mengupas, merumuskan dan memecahkan masalah dari perancangan interior Hip Hop Dance Center untuk mengakomodir kebutuhan dari penggemar tari hip hop.

Sasaran desain dari perancangan ini adalah untuk pecinta tari hip hop, para koreografer tari hip hop, masyarakat Jakarta pada khususnya, dan wisatawan dalam maupun luar negeri pada umumnya.

Desain Interior Hip Hop Dance Center ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat untuk dapat memberikan wawasan, hiburan sekaligus dan juga pendidikan tari hip hop itu sendiri.

1

Mahasiswa, Jurusan Desain Interior dengan NIM C0807005 2

Dosen Pembimbing 1 3

(18)

commit to user

xviii

INTERIOR DESIGN HIP HOP DANCE CENTER

WITH MODERN INDUSTRIAL CONCEPT APPROACH

Yulianingsih1, Drs. Djoko Panuwun, M.Sn2,

Andi Setiawan, S.Sn, M.Ds3

ABSTRACT

Yulianingsih. C0807005 2012. Interior Design Hip Hop Dance Center. An Introduction of the Final Assignment: Interior Design Major, Faculty of Letters and Fine Arts, Sebelas Maret University, Surakarta.

Interior Design Hip Hop Dance Center is a title of the interior planning and design project. An organization of the expansion of hip hop dance lovers and hip hop dance coreographer community in Jakarta, which has entertainment, informative, education, and also introducing hip hop dance to the people as dancing place needs. This design is conducted in Jakarta.

The planning and design interior Hip Hop Dance Center is limited in the range of dance studio, shop, dance floor, café and bar. This planning and design also considers the subjects’ demand by presenting the activities that can attract the visitor.

The problem formulation presented is how to design the interior of Hip Hop Dance that can create modern industrial concept according to the visitors’ activities, and designing the interior design that can provide interior atmosphere which can build people interest in hip hop dance.

The aim of this creation is to plan a commercial space located in Jakarta, where is addressed to hip hop dance lovers who have not had particular place to find, formulate, and solve the problem in interior design Hip Hop Dance Centerto accommodate the needs of hip hop dancelovers.

The targets of this design are hip hop dance lovers, hip hop coreographer, especially Jakarta citizen, and tourist either local or foreign in general.

Interior design Hip Hop Dance Center is expected to bring benefits in a matter of giving conception and entertainment for the people, and also giving education for hip hop dance itself.

__________________________________________

1

Student, Interior Design Department with NIM C0807005 2

(19)

commit to user

1

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Perkembangan budaya di Indonesia cukup pesat diakibatkan

banyaknya kebiasaan atau tingkah laku serta perilaku dari kebudayaan luar

yang mempengaruhi kebudayaan Indonesia. Namun, masuknya budaya

asing ke Indonesia tidak semata membawa dampak buruk saja. Jika kita

melihat dari sudut pandang yang lebih positif maka banyak sekali manfaat

– manfaat yang dapat diambil dan diterapkan dalam kebudayaan Indonesia

tanpa mengurangi nilai – nilai budaya itu sendiri.

Pada bidang seni khususnya seni tari, pada bidang ini salah satu

kebudayaan barat yang sedang digandrungi oleh berbagai kalangan mulai

remaja hingga anak sekalipun yaitu hip hop dance (tari hip hop). Banyak kreatifitas yang muncul dan berkembang dari tarian ini.Hip hop

mengombinasikan tarian studio jazz dan street style. Gerakan - gerakan

khas seperti popping (melenturkan bahu, leher atau pinggul), locking

(memasang pose) dan breakdance (patah-patah) mengandalkan otot kaki

dan lutut. Semakin banyak ketertarikan masyarakat akan hip hop, maka masyarakat membutuhkan wadah atau tempat yang memiliki sarana

ataupun prasarana yang cukup lengkap guna mendukung mereka untuk

menyalurkan minat dan bakat tari hip hop dimana mereka cenderung melakukannya di tempat - tempat umum yang awal mulanya bermula dari

jalanan. Meninjau hal tersebut penyediaan sarana yang lengkap dengan

fasilitas yang memadai dapat memudahkan masyarakat untuk lebih

mengeksplorasi kreatifitas mereka baik pengunjung ataupun pengelolanya.

Ditinjau dari seluruh fungsi serta manfaat seni tari hip hop itu

sendiri, maka dibuatlah sebuah tempat guna memenuhi dan mewadahi

seluruh kegiatan ataupun kebutuhan, maka Hip Hop Dance Center dirasa

perlu dimana tempat ini dapat menampung seluruh aktivitas para remaja di

(20)

commit to user

2

B. BATASAN MASALAH

Perancangan Hip Hop Dance Center ini memiliki fasilitas dance studio, dance stage, café & resto, hip hop shop, dan kantor pengelola. Batasan masalah pada perancangan kali ini adalah merancang sebuah

fasilitas untuk publik dan comercial space, dengan keluasan interior area 1200m2 - 1500m2 (adalah ruang/bangunan yang berdiri sendiri tidak tergabung dalam mall/square). Perancangan Hip Hop Dance Center ini dibatasi pada perancangan :

1. Dance floor ( Area perform dance ) 2. Dance studio

3. Hip Hop Shop ( Area penjualan ) 4. Café

C. RUMUSAN MASALAH

 Bagaimana merancang suatu tempat untuk memfasilitasi kegiatan

khususnya tari hip hop dengan segala kebutuhannya mulai dari

informasi, edukasi, dan entertainment ?

 Bagaimana merancang interior hip hop dance center yang dapat

menarik perhatian masyarakat sekitar untuk mengetahui informasi

lebih banyak tentang tari hip hop dan fashion hip hop ?

D. TUJUAN

 Menciptakan sebuah wadah yang lengkap untuk menampung semua

kegiatan hip hop dance dari bidang edukasi dan entertainment serta kebutuhan fasilitas pendukung lainnya.

 Menciptakan sebuah hip hop dance center yang dapat menarik

perhatian masyarakat untuk mengetahui informasi lebih banyak

tentang tari hip hop dan fashion hip hop.

E. SASARAN

1. Sasaran pengunjung:

(21)

commit to user

3

b. Penari profesional dan penari amatir.

2. Sasaran perancangan desain:

a. Perancangan interior yang representatif secara fungsi, bentuk dan

estetis.

b. Perancangan interior hip hop dance center yang representatif untuk

memberikan kenyamanan dalam melakukan kegiatan di dance

center ini.

F. MANFAAT

1. Bermanfaat Bagi Desainer

Memberikan pemahaman terhadap pengolahan ruang dalam

perancangan hip hop dance center sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan

oleh masyarakat atau bagi pengguna. Setiap desainer mampu berkreasi

tentang mengolah desain mereka sesuai dengan yang mereka inginkan dan

sukai yang disesuaikan dengan interior system. Namun, banyak diantara

mereka yang belum mampu untuk benar-benar merealisasikannya.

Perancangan ini diharapkan dapat memberikan pandangan bahwa untuk

merealisasikan desain terlebih dulu berasal dari sebuah mimpi atau sebuah

konsep yang kemudian digabungkan dengan kebutuhan yang ada.

2. Bermanfaat Bagi Dunia Akademik

a. Mengetahui bentuk perkembangan interior sebuah “Hip Hop

Dance Center”.

b. Mengenalkan salah satu bentuk perkembangan interior baru dalam

dunia akademik khususnya sebuah hip hop dance center.

3. Bermanfaat Bagi Masyarakat:

a. Dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang “Hip Hop

Dance Center”.

b. Menjadi sebuah sarana hiburan baru yang mampu dijadikan

sebagai wadah untuk berkumpul, menjalin hubungan sesama

komunitas, berbagi informasi dan pengalaman di kalangan

(22)

commit to user

4

G. METODE DESAIN

Metode desain dalam perencanaan dan perancangan ini meliputi

jenis penelitian, lokasi, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik

penyajian data.

1. Lokasi Survey

Demi mendapatkan suatu keakuratan data, perlu dilakukan

penelitian yang dilaksanakan pada komunitas hip hop dance yang berada di Kota Jakarta.

2. Bentuk Perancangan

Berdasarkan permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini

lebih menekankan pada proses dan makna serta pengungkapan

informasi yang kualitatif dan tidak menekankan pada bentuk data

berupa angka maka digunakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif.

Penelitian ini akan mampu menangkap berbagai informasi dengan

deskriptif yang penuh nuansa. Deskriptif mempersyaratkan suatu

usaha dengan keterbukaan pikiran yang menentukan obyek yang

sedang dipelajari.

3. Sumber Data

Sumber data yang diperlukan dalam perancangan ini sebagai

acuan desain, sebagai berikut:

a. Informan

Dalam permasalahan ini yang menjadi nara sumber adalah

selaku pengurus dari organisasi yang dilakukan observasi

tersebut.

b. Jadwal/ susunan kegiatan-kegiatan yang terjadi pada tempat

tersebut.

c. Tempat dan peristiwa yang ada pada lokasi penelitian

tersebut.

4. Teknik Pengumpulan Data

Sesuai dengan bentuk penelitian kualitatif, maka sumber

(23)

commit to user

5

a. Observasi

Mengadakan pengamatan secara langsung tentang berbagai

hal yang ada kaitannya dengan obyek penelitian. Observasi

dalam penelitian kualitatif sering disebut sebagai observasi

berperan pasif (Spandley, 1980). Observasi ini dilakukan

secara formal dan informal untuk mengamati berbagai

kegiatan di lokasi penelitian yang sesuai dengan daftar

masalah. Observasi ini juga menggunakan alat bantu

observasi seperti alat pencatat, alat perekam (recorder),

kamera serta alat pendukung lainnya.

b. Wawancara

Wawancara ini bersifat open ended dan mendalam yang dilakukan secara informal, wawancara ini dilakukan pada

waktu dan konteks yang tepat, Metode ini untuk

memperoleh data atau hal yang sifatnya tidak terungkap

secara fisik. Wawancara ini dilakukan dengan struktur yang

lentur tetapi dengan pertanyaan yang semakin memfokus

sehingga informasi yang dikumpulkan cukup mendalam.

c. Konteks Analisa (Analisa Dokumen)

Teknik ini akan dilakukan untuk mengumpulkan data yang

bersumber dari dokumen dan arsip yang terdapat pada

(24)

commit to user

6

H. SKEMA POLA PIKIR PERANCANGAN

Bagan I.1 Skema Pola Pikir Perancangan

(Aanalisa Penulis)

Data Infor masi Pr oyek

Desai n Terpilih

Evaluasi Desai n

DESAIN Alter nati f Desain

Sketsa Desai n Konsep Desain

Rumusan Masalah

Studi Lapangan Studi

Literatur

Pr oyek Per ancangan

Human Fakt or Inter ior System

Aspek Tema

Nor ma Desain Aspek Lingkungan

Aspek Budaya

Aspek Keamanan

(25)

commit to user

7

I. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan dalam Desain Interior Hip Hop Dance Center adalah:

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

B. Batasan Masalah

C. Rumusan Masalah

D. Tujuan Perancangan

E. Manfaat Perancangan

F. Sasaran Desain

G. Sistematika Penulisan

BAB II KAJIAN LITERATUR

Uraian tentang kajian teori dan pendekatan desain yang dijadikan

untuk mencapai tujuan perancangan. Kajian teori meliputi pengertian

judul, tinjauan tentang hip hop, perkembangan Hip Hop, tinjauan Lobby,

tinjauan area penjualan, tinjauan area dance floor, tinjuan dance studio, tinjauan modern, dan tinjauan Industrial. Pendekatan desain meliputi

hubungan antar ruang, organisasi ruang, pola sirkulasi, furniture, warna,

elemen pembentuk ruang.

BAB III KAJIAN LAPANGAN

Merupakan tinjauan umum meliputi pembahasan tentang lokasi.

serta tinjauan kusus berisi tentang data-data hasil survey lapangan yang

berhubungan dengan proyek interior yang akan dikerjakan.

BAB IV PROGRAMMING DAN KONSEP DESAIN

Merupakan uraian tentang program kegiatan dan program ruang

yang akan melatar belakangi terciptanya karya desain interior yang

meliputi definisi proyek, asumsi lokasi, status kelembagaan, struktur

(26)

commit to user

8

pembentuk ruang, pengisi ruang, sistem interior, sistem keamanan, sistem

organisasi ruang, sistem sirkulasi, pola hubungan antar ruang, zoning dan

grouping.

Konsep desain merupakan uraian tentang ide atau gagasan beserta

tema, suasana ruang, pola penataan ruang, pembentuk ruang, pengisi

ruang, sistem interior, dan sistem keamanan yang akan melatar belakangi

terciptanya karya desain interior.

BAB V KESIMPULAN

Meliputi kesimpulan evaluasi konsep perancangan dan keputusan

desain serta saran-saran penulis mengenai perancangan Interior Hip Hop Dance Center di Jakarta.

DAFTAR PUSTAKA

(27)

commit to user

9 BAB II

KAJIAN LITERATUR

A. KAJIAN TEORI

1.Pengertian Judul

Pengertian judul proyek “ Desain Interior Hip hop Dance Center di Jakarta” dengan pendekatan konsep Modern Industrial adalah sebagai berikut :

Desain : 1) Rancangan, rencana suatu bentuk dan

sebaginyan (Kamus Besar Bahasa

Indonesia, 1990 : 138).

2) Suatu sistem yang berlaku untuk segala

macam jenis perancangan dimanan titik

beratnya adalah melihat sesuatu persoalan

tidak secara tepisah atau tersendiri

melainkan sebagi suatu kesatuan dimana

satu masalah dengan lainnya saling kait

mengkait (Suptandar, 1999 : 12).

Interior : 1) Ruang dalam suatu bangunan, yang

mengungkapkan tata kehidupan manusia

melalui media ruang (Ensiklopedi Nasional

Indonesia, 1991 : 197).

2) Bagian dalam gedung (ruang, dsb), tatanan

perabot (hiasan, dsb) di ruang dalam

gedung (Kamus Besar Bahasa

Indonesia,1993 : 483).

Desain Interior : Adalah karya arsitek atau desainer yang khusus

menyangkut bagian dalam dari suatu bangunan.

(28)

commit to user

10 Hip hop : Adalah sebuah gerakan kebudayaan yang mulai

tumbuh sekitar tahun 1970an yang

dikembangkan oleh masyarakat Afro-Amerika

dan Latin-Amerika. Hip hop merupakan

perpaduan yang sangat dinamis antara

elemen-elemen yang terdiri dari MC (lebih dikenal

rapping), DJ, Breakdance, dan Graffiti.

Dance (Tari) :Ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh

imajinasi dan diberi bentuk melalui media

gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang

simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta.

Center : Pusat, titik, tempat yang menjadi pokok

kegiatan untuk melakukan suatu hal dengan

segala fasilitasi.

Jakarta : Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia.

Jakarta merupakan satu-satunya kota di

Indonesia yang memiliki status setingkat

provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut

Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan

nama Sunda Kelapa/Kalapa (sebelum 1527),

Jayakarta (1527-1619), Batavia (1619-1942),

dan Djakarta (1942-1972).

Modern : yang terbaru, tidak tradisional, kekinian

(Kamus Besar Bahasa Indonesia,1993 : 370).

Industrial : adalah permukaan yang kasar, tampilan yang

belum selesai (unfinished) dan segala sesuatu

yang berhubungan dengan industri, kain dan

(29)

commit to user

11 Jadi, “Desain Interior Hip hop Dance Center” adalah sebuah

tempat atau wadah edukasi yang mempunyai berbagai fasilitas rekreasi

dan informasi tentang Hip hop Dance, sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ingin mencari informasi dan edukasiserta tema interior

yang disesuaikan dengan mengikuti perkembangan.

2. Tinjauan Hip hop Dance a. SejarahHip hop

Hip hop adalah sebuah gerakan kebudayaan yang mulai tumbuh

sekitar tahun 1970’an yang dikembangkan oleh masyarakat Afro-Amerika

dan Latin-Amerika. Hip hop merupakan perpaduan yang sangat dinamis

antara elemen-elemen yang terdiri dari MC (Master of Ceremony atau pembicara untuk acara tertentu yang lebih dikenal rapping),DJ (disc jockey atau seseorang yang memainkan music), Breakdance(Tari patah-patah), dan Graffiti(seni lukis dinding) (Johan Kugelberg, 2007).

Awalnya pertumbuhan hip hop dimulai dari The Bronx di kota New York dan terus berkembang dengan pesat hingga keseluruh dunia. hip

hop pertama kali diperkenalkan oleh seorang Afro-Amerika, Grandmaster

Flash dan The Furious Five. Awalnya musik hip hop hanya diisi dengan

musik dari Disk Jockey dengan membuat fariasi dari putaran disk hingga

menghasilkan bunyi-bunyi yang unik. "Rapping" kemudian hadir untuk

mengisi vokal dari bunyi-bunyi tersebut. Sedangkan untuk koreografinya,

musik tersebut kemudian diisi dengan tarian patah-patah yang dikenal

dengan breakdance. Pada perkembangannya Hip hop juga dianggap sebagai bagian dari seni dan untuk mengekspresikan seni visual muncullah

Graffiti sebagai bagaian dari budaya hip hop (Jorge Pabon, 2010).

Ada pendapat yang mengatakan hip hop sebenarnya berasal dari

kosakata Afro-Amerika, yakni hip yang secara harfiah dapat diartikan

sebagai “memberitahu” atau “sekarang” dan akhiran hep. Ada juga

(30)

commit to user

12 Bebop. Namun menurut Keith “Cowboy” Wiggins, salah satu anggota

Grandmaster Flash and the Furious Five, istilah “hip hop” terinspirasi saat

sedang bercanda dengan temannya yang baru bergabung dengan Angkatan

Bersenjata. Bunyi “hip hop” sendiri merupakan tiruan bunyian hentakan

kaki tentara.Pada setiap pementasannya kemudian, Cowboy menjadikan

kata tersebut sebagai improvisasi saat rapping. Hal ini kemudian di ikuti

oleh musisi hip hop lain. Termasuk oleh Afrika Bambaataa yang kemudian

mempopulerkannya sebagai nama dari genre musik yang dibawakannya

itu.

Hip hop music tidak lengkap apabila tidak diiringi dengan tarian. hip hop dance berevolusi sebagai bagian dari budaya hip hop. Ini

mencakup berbagai gaya terutama breakdance (tarian patah-patah),

Locking (gerakan mengunci) yang muncul dan diciptakan pada tahun

1970-an dan dipopulerkan oleh crew (kelompok) tari di Amerika Serikat. Acara televisi Seol Train dan pada tahun 1980-an film Breakin', Shake The

Street, dan Wild Style menampilkan gaya tari hip hop crew ini, sehingga memberikan Hip hop lebih dikenal oleh masyarakat. Industri tari

menanggapi dengan versi studio berbasis Hip hop disebut new style.

Komersialisasi hip hop berlanjut sampai tahun 1990-an dan

2000-an deng2000-an produksi beberapa acara televisi lain d2000-an film seperti The Grind, Tari 360, Planet B-Boy, Rize, StreetDance 3D, Kru Best Dance Amerika, Step Up Film, dan LXD ini, serangkaian web. Meskipun tarian berkembang didunia hiburan, tetapi masih mempertahankan kehadiran

yang kuat di lingkungan perkotaan dan telahmenciptakanstreet dance.

Hip hop memiliki pengaruh sangat kuat di Perancis dan Inggris.

Perancis adalah rumah Juste Debout, sebuah kompetisi tari hip hop

internasional, dan Battle Year, persaingan tim- tim besar seluruh dunia.

Seperti Perancis, Inggris juga menjadi tuan rumah dua kompetisi

internasional, Inggris B-Boy Championships dan World Street Dance

(31)

commit to user

13 Apa yang membedakan tarian hip hop dari bentuk-bentuk tari lain

adalah tari hip hop sering menggunakan gaya freestyle (gaya bebas) dan penari hip hopsering terlibat dalam pertempuran-formal maupun informal.

Freestyle dan pertempuran (battle) yang biasanya dilakukan di sebuah tempat atau bahkan dipinggiran jalan, sebuah ruang dansa melingkar yang

terbentuk secara alami setelah lagu dimulai dan merekapun mulai menari

(Chang, 2006).

Gambar II.1 DJ (Disk Jockey)

(sumber : www.google.com)

Gambar II.2 Rapper

(32)

commit to user

14 Gambar II.3 Hip hop Grafitti

(sumber : www.google.com)

Gambar II.4 Hip hop Dance

(sumber : www.google.com)

b. Pengertian Hip hop Dance Centre

Kata Centre memiliki arti pusat, tempat bersatu suatu titik yang

menjadi tujuan. Centre memiliki beberapa pengertian yaitu 1. tempat di

mana kegiatan tertentu atau jasa, 2. Sebuah titik asal, sebagai pengaruh,

ide, atau tindakan, 3.Seseorang atau hal yang merupakan objek utama

perhatian, minat, aktivitas emosi, 4.Seseorang, objek, atau kelompok

menempati posisi tengah, 5.objek di mana minat dan perhatian berfokus.

Fungsi dari dance centre itu sendiri adalah sebuah tempat atau wadah

terwujudnya kegiatan Hip hop dance yang dilakukan oleh sekelompok

orang.

Dari berbagai penjelasan diatas, dapat dipahami bahwa pengertian

(33)

commit to user

15 dan misi, serta memenuhi kebutuhan pengguna baik dibidang

edukasimaupun hiburan. Bertujuan sebagai tempat informasi tentang hip

hop yang akan mempelajari tentang bagaimana dan apa tari hip hop. Hip

Hop Dance Center ini bersifat public space, yaituruang lingkup yang mencakup seluruh masyarakat sehingga tempat ini nantinya akan dibuka

untuk umum.Dengan fasilitas ruang berupa dance studio, hip hop shop, dan dance floor, yaitu tempat untuk mementaskan kreatifitas para pengunjung dibidang tari hip hop.

Hip hop dance, jenis dance satu ini sedang di gandrungi remaja dan anak muda di Indonesia saat ini, gerakan tariannya yang bebas dan

keren membuat pecinta hip hop semakin banyak, tidak hanya di kalangan

anak muda, orang dewasa dan ibu-ibu pun rasanya mulai ingin mencoba.

Hip hop dance telah berkembang dalam berbagai bidang, yaitu hiburan,

sebagai kebugaran dan dalam hal pendidikan. Karakter tari hip hop itu

sendiri yaitu semangat, bebas mengekspresikan apa yang ada dihati

ataupun ide-idenya ke dalam gerakan tarian dan menciptakan koreografi.

Gerakan akrobatik yang lentur namun kuat serta gerakan patah-patah yang

berkesan dinamis (Chang, 2006).

3. Perkembangan Hip hop Di Berbagai Negara a. Korea – Perancis

GambarII.5 Bendera Negara Korea dan Perancis

(sumber : www.google.com)

Internasional, hip hop tari telah memiliki pengaruh yang sangat

kuat di Perancis dan Korea Selatan. Sebuah tempat tari di Paris yang

(34)

commit to user

16 merupakan rumah Juste Debout, dimana internasional tari hip hop

diadakannya kompetisi. Korea Selatan merupakan tempat bagi kompetisi

breaking internasional R16 yang disponsori oleh pemerintah dan disiarkan setiap tahun di televisi Korea. Negera yang secara konsisten memproduksi

b-boy crew yang profesional, pemerintah Korea Selatan telah ditetapkan sebagai Gamblerz Resmi awak duta budaya Korea.

Untuk sebagian orang, tari Hip hopmungkin hanya suatu bentuk hiburan atau hobi. Bagi orang lain itu telah menjadi gaya hidup suatu cara

untuk aktif dalam kebugaran fisik atau tari kompetitif dan cara untuk

mencari nafkah dengan menari profesional.

Rock Steady Crew (RSC) adalah breaking yang paling terkenal di dunia dance breaking. Seiring dengan Afrika Bambaataa 's Mighty Zulu Raja-raja mereka juga salah satu tertua terus aktif. Situs ini didirikan pada

tahun 1977 di Bronx . Untuk orang lain yang ingin masuk ke dalam kru

mereka harus berjuang melawan salah satu Rock Steady B-boy crew. Kru berkembang setelah berada di bawah pimpinan Richard "Crazy Legs"

Colón. Crazy Legs membuka Manhattan bab dari kru dan kemudian

membuat teman-temannya dan b-boy b-Wayne "Frosty Freeze". Rock

Steady muncul dalam film Gaya liar dan Beat Street - '80-an film-film

tentang budaya Hip hop. Mereka juga tampil di Ritz, di Kennedy Center,

dan muncul pada Jerry Lewis Telethon. Situs ini sekarang berkembang di

seluruh dunia dengan anggota unit di Jepang, Inggris, dan Italia (World

Dance Tour, 2012).

b. Newyork – California

Funk Styles dan California renaissance. Seperti breaking berkembang di Newyork, gaya-gaya tari lain sedang berkembang pada saat

yang sama di California. Tidak seperti breaking, maka gaya funkyang berasal dari tahun 70-an, di California mereka tidak menari tarian hip hop

tetapi mereka menari untuk musik funk daripada musik hip hop dan

mereka tidak terkait dengan pilar budaya lainnya hip hop (DJ, grafiti, dan

(35)

commit to user

17 Gaya funk sebenarnya sedikit lebih tua daripada breaking

dilakukan oleh Charles "Robot" Washington dan The Robot Brothers

(crew) pada akhir 1960-an. 1520 Sedwick Avenue adalah sebuah kawasan

di New York yang diklaim sebagai tempat awal lahirnya komunitas hip

hop. “Disinilah kami berasal”, Clive Campbell, salah seorang yang

merelakan lantai satu di rumahnya dijadikan sebuah markas untuk

berkumpul. “Kebudayaan hip hop berawal dan lahir disini, yang nantinya

akan tersebar di seluruh dunia, di sinilah kami barasal karena memang

album adalahiwa.k, yang telah merilis lima album hingga saat ini (kuingin

kembali, topeng, kramotak, mesin imajinasi, Vinividivunky). sebelum merilis album solo diapun sempat berkolaborasi dengan Meliyana manuhutu dalam album beatify yang dirilis di jepang. Selain Iwa.k rapper yang bisa dibilang eksis pada era itu adalah Boys got no brain dan NEO.

Rapper - rapper indonesia mencoba mengkombinasikan bahasa

slank, serta simbol-simbol anak muda, serta bahasa pergaulan pada saat itu

dan juga mengangkat bahasa regional atau daerah setempat (sunda, jawa,

betawi).

Satu kunci yang mendasari perbedaan antara indonesian hip hop

dengan american hip hop adalah dari segi bahasa, kebanyakan rapper

indonesia menggunakan kata-kata yang sopan dan tidak terlalu vulgar, dan

jarang sekali mengangkat tema-tema tentang kekerasan dan sex bebas. Jika

american rapper pada waktu itu lebih banyak mengangkat tema tentang ketidakpuasaan rasial (african-american), rapper indonesia lebih banyak

mengangkat tentang ketidakpuasan pemerintahan pada masa itu (orde

baru).

(36)

commit to user

18 ditujukan untuk kaum muda yang cenderung mengarah ke arah Boredom

(Blake “Bosan), dan tema-tema kesenjangan sosial seperti ( Sound da clan

“anak gedongan”, Black skin “cewek matre) dan tentang degradasi moral

dalam pemerintahan (NEO “KKN”). Pada perkembangannya hiphop mulai

menunjukkan taringnya di Indonesia di pertengahan tahun 90an.

Pada tahun 2006 stasiun televisi swasta Global TV menampilkan

acara lomba dance crew ‘Let’s Dance’ yang diikuti dari berbagai kota di

Indonesia. Acara ini menampilkan tim-tim dance dari usia anak-anak

hingga dewasa. Dalam setiap episode terdapat 4 peserta yang tampil sesuai

dengan lagu dan gerakan dari masing-masing tim. Kemudian juri akan

memilih 2 tim yang akan masuk final dank e-2 tim tersebut mengadu

battle dari choreography tim dance masing-masing. Dan pada akhir acara

akan diumumkan pemenangnya (Wordpress, 2011).

4. Jenis Jenis Tarian Hip hop a. Breakdance

Gambar II.6 Breakdancing

(sumber : www.google.com)

Breakdance yang paling murni tarian gaya hip hop, breakdance

dimulai pada awal 1970-an tentang bagaimana James Brown menari-nari

di TV. Orang-orang menirukan, bergerak dalam ruang keluarga mereka, di

lorong-lorong, dan di pesta-pesta.Hal ini berkembang dan masuk ke dalam

lingkungan masyarakat dengan bantuan seorang pemuda bernama Clive

Campbell. Campbell, yang lebih dikenal sebagai DJ Kool Herc, adalah

seorang Jamaika DJ Amerika yang sering tampil di lingkungan sekitar

(37)

commit to user

19 b. Popping

Gambar II.7 Popping

(sumber : www.google.com)

Popping diciptakan oleh Sam Salomo di Fresno, California dan

dilakukan oleh krunya Boogaloos Electric. Hal ini didasarkan pada teknik

cepat otot-otot berkontraksi dan relaksasi menyebabkan pergerakan dalam

tubuh penari, disebut sebagai pop atau hit. Setiap pop atau hit harus

disinkronisasikan dengan irama dan ketukan musik. Popping juga

digunakan sebagai istilah umum untuk mengacu ke berbagai bentuk lain

terkait erat dengan gaya tarian ilusi seperti nyala, cair, animasi, dan

melambaikan tangan yang sering terintegrasi dengan komentar standar

untuk menciptakan kinerja yang lebih bervariasi. Perbedaan antara

masing-masing genre adalah bagaimana muncul yang disebabkan

melebih-lebihkan.Dalam gerakan cairan tubuh seperti air (Chang, 2006).

c. Krumping

Gambar II.8 Krumping

(38)

commit to user

20 Krumping adalah jenis tarian jalanan yang dipopulerkan di

Amerika Serikat yang dicirikan oleh free, ekspresif, berlebihan, dan sangat

energik bergerak yang melibatkan lengan, kepala, kaki, dada, dan kaki.

Krumping berasal dari Los Angeles pada tahun 1990-an. Ada

empat langkah utama: bergoyang, ayunan lengan, dada muncul, dan

stomps. Berbeda dengan tarian Hip hop Krumping jarang koreografer,

melainkan hampir seluruhnya freestyle (improvisasi) dan menari-nari

paling sering dalam pertempuran atau sesi bukan di panggung. Krumping

Gaya berbeda dari Hip hop lain gaya dansa seperti b-boy dan turfing.

Krumping sangat agresif dan menari tegak untuk bersemangat dan cepat

musik, di mana sebagai b-boy lebih akrobatik dan menari-nari di lantai

untuk istirahat ketukan.

The Oakland gaya tari turfing adalah perpaduan dari Popping dan

mimeing (pantomim) yang menggabungkan bercerita dan ilusi. Krumping

tidak menggunakan teknik mime.Hal ini juga kurang tepat dari turfing dan

lebih freestyle. Tematis, semua gaya dansa berbagi kesamaan asal usul

termasuk jalan mereka, mereka freestyle alam, dan penggunaan melawan.

Kesamaan ini membawa mereka bersama di bawah payung tarian Hip hop

(Taisha Pagget, 2004).

d. Locking

Gambar II.9 Locking

(39)

commit to user

21 Locking (awalnya Campbellocking) adalah gaya tari funk, yang

juga terkait dengan Hip hop. Nama ini didasarkan pada konsep gerakan

locking, yang pada dasarnya berarti pembekuan dari gerakan cepat dan

"Locking" dalam posisi tertentu, menahan posisi itu untuk sementara

waktu dan kemudian berlanjut di kecepatan yang sama seperti

sebelumnya. Hal ini bergantung pada lengan cepat dan gerakan tangan

yang dikombinasikan dengan pinggul lebih dan kaki yang lebih

rileks.Gerakan umumnya besar dan berlebihan, dan sangat berirama dan

erat disinkronisasikan dengan musik.

Locking lebih berorientasi pada penampilan, sering berinteraksi

dengan penonton dengan tersenyum atau memberikan mereka tos (yaitu

salam antara sesama dengan mengangkat tangan 5 jari), dan beberapa

gerakan yang cukup lucu secara alami. Seorang penari yang melakukan

locking disebut locker. Locker biasanya menggunakan gaya pakaian yang

khas, seperti pakaian berwarna-warni dengan garis-garis dan bretel

(Chang, 2006)

5. Fasilitas Besaran Ruang

Ruangan-ruangan yang akan dipakai pada perencanaan ini adalah :

a. Lobby /Reception area

Reception adalah ruang untuk menerima tamu sebelum dipersilahkan duduk di ruang tunggu (Delbert J. Duncan dan Stanley D.

Hollander). Reception berada di ruangan yang paling depan, setelah pintu

(40)

commit to user

22 Gambar II.10 Pos Penerima Tamu

(Sumber : Human Dimention hal 189)

1. Fungsi lobby

Fungsi lobby dapat dibedakan atas fungsi umum dan khusus :

a. Fungsi umum

sebagai suatu tempat atau wadah seluruh karyawan pada

kantor dalam melaksanakan tugas mengurus serta

mengelola segala macam yang berhubungan dengan

management di perusahaan tersebut.

b. Fungsi khusus

sebagai suatu wadah dari pihak perusahaan untuk

penerimaan awal pengunjung. Tempat memperoleh

informasi dan melayani segala macam keperluan dari

pengunjung, tempat untuk bertemu janji.

2. Fasilitas lobby

Di dalam area lobby terdapat fasilitas sebagai berikut :

a. area tempat duduk, yang berfungsi sebagai ruang duduk

dan ruang tunggu.

b. area komunikasi.

c. area resepsionis

Lokasi dari resepsionis harus dapat segera dilihat oleh

tamu yang masuk dan staf resepsionis harus dapat melihat

dan mengontrol arah masuk pengunjung.

b. Dance Studio

Gambar II.11 Dance Studio

(41)

commit to user

23 Dance studio (studio tari) adalah ruang di mana penari belajar atau berlatih. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan

ruang dibangun atau dilengkapi untuk tujuan tersebut. Studio tari

biasanya terdiri dari penutup lantai halus jika digunakan untuk menari

tap, dengan lantai kayu keras. Berarti dalam pembangunan lantai ini

berpengaruh pada tingkat fleksibilitas untuk kenyamanan dari latihan

tari yang intensif, seperti gaya melompat. Hal ini dianggap penting

karena berpengaruh terhadap keselamatan dan kesehatan.

Fitur-fitur umum lain dari sebuah studio tari termasuk barre

(tiang pegangan untuk tari ballet), yang tetap ke dinding pada

ketinggian sekitar pinggang dan digunakan sebagai sarana pendukung.

Seperti musik adalah bagian integral dari tari, hampir semua studio tari

memiliki sistem suara untuk memutar CD yang masih umum digunakan

untuk mengiringi tari Hip hop, terutama di studio profesional. Dalam

tujuan-dibangun studio tari, adalah satu dinding yang akan di bangun,

lantai ke langit-langit cermin, yang digunakan oleh penari untuk

melihat keselarasan dan posisi tubuh mereka (Wordpress, 2012).

c. Shop

Shop adalah suatu tempat jual beli suatu barang dimana menjual barang-barang kusus untuk mendukung suatu bangunan dengan luas

area yang tidak terlalu besar (Delbert J. Duncan dan Stanley D.

Hollander, 1977). Oleh karena itu dengan keterbatasan lahan biasanya

retail shop memilki desain interior yang ergonomis supaya para

pengunjung lebih nyaman dan dapat melakukan aktifitas belanja dengan

(42)

commit to user

24 Gambar II.12 Besaran ruang sesuai ergonomi retail shop

(Sumber : Human dimention hal 205)

1. Sistem Pelayanan a. Self Service

Adalah sistem pelayanan dimana pengunjung bebas

memilih dan mengambil produk yang mereka inginkan,

kemudian membawanya ke kasir untuk pembayaran.

b. Self Selection (Swa Seleksi)

Adalah jenis sitem pelayanan dimana pengunjung juga

dapat memilih dan mengambil produk yang mereka

inginkan, kemudian dengan dibantu oleh pramuniaga,

produk dibawa ke bagian kasir untuk pemabayaran.

c. Personal

Adalah jenis sitem pelayanan tertutup dimana segala

bentuk pembelian dilayani oleh pramuniaga, baik dalam

pemilihan maupun pengambilan produk. Dalam sistem ini,

dari proses pemilihan, pengambilan sampai dengan

pembayaran semua dilayani pramuniaga sepenuhnya.

2. Sistem Display a. Serambi Pamer

Untuk menarik perhatian, pada Area Penjualan biasanya

dilengkapi dengan serambi pamer. Pemilihan barang yang

dipajang dengan mempertimbangkan musim atau gaya.

(43)

commit to user

25 efektif, kesan tersebut tentu saja berhubungan dengan

berbagai ide dan harga.

b. Display Interior

Delbert J. Duncan dan Stanley D. Hollander

mengelompokkan display interior menjadi :

1. Merchandise Display, meliputi :

i) Open Display

Merupakan bentuk display yang memberikan kemungkinan pada pembeli untuk mengamati

barang dagangan tanpa bantuan pelayan took.

ii) Closed Display

Berisi barang dagangan yang diperlihatkan dalam

almari dinding (wall case).Keuntungan utamnya

adalah terjaganya barang dagangan dari pencurian

dan menjaga kondidi siap jual.

iii) Architectural Display

Display ini memerlukan ketepatan penyusunan guna menunjukkan bermacam-macam barang

dagangan sesuai dengan bangunan, seperti model

bangunan perumahan, dapur, kamar mandi secara

menyeluruh. Keuntungan utamanya adalah dapat

memberikan gambaran yang utuh dan nyata lewat

peragaan dalam display ini.

2. Vendor Display

Terkenal sebagai bentuk display untuk pengiklanan

tempat penjualan.Terdiri dari tulisan, spanduk dan rak

pajang.

3. Store Sign and Decorations

Istilah Store Sign meliputi tanda pembayaran, kartu hadiah/harga, hiasan tergantung, poster, bendera,

(44)

commit to user

26 3.Perlengkapan Display

Dalam area penjualan sebagian besar pendisplayannya

berupa etalase dan showroom.

Macam-macam Etalase :

a. Etalase Sistem Terbuka.

Etalase tanpa pembatas antara ruang display dengan ruang pemasaran sehingga dari luar akan terlihat keseluruhan

interior ruang dalamnya. Penataan display tidak ada penghalang kasat mata dan arah pandangan kurang

terfokus.

b. Etalase Sistem tertutup

Etalase mempunyai pembatas antara ruang display dengan ruang pemasaran.Interior area penjualan tidak terlihat, dan

mempunyai pandangan visual lebih terfokus.

c. Etalase Khusus

1. Etalase Sudut

Etalase yang dimiliki bangunan yang terletak di persimpangan jalan dan posisinya tepat di sudut.

2. Etalase Atas

Etalase yang terletak diatas lantai dasar dari bangunan bertingkat.Etalase ini berfungsi sebagai papan

reklame.

3. Benam

Merupakan Etalase yang memiliki lantai lebih rendah

daripada lantai disekitarnya.

4. Etalase bertingkat

Etalase penggabungan antara etalase atas dan etalase benam dan lebih lagi dengan sistem etalase terbuka.Sudut pandang kurang sesuai dengan sudut

pandang pengamat.

(45)

commit to user

27 Etalase menjorok ke dalam ruang akibat bangunan yang memanjang ke belakang dengan bagian muka

yang sempit, sehingga ada ruang yang kurang efisien.

d. Café

Kata “café” secara etimologi berasal dari kata “khave” dalam bahasa Turki, yang sama halnya “coffe” dalam bahasa Inggris atau “kopi” dalam bahasa Indonesia. Café dalam Kamus Besar Indonesia diartikan sebagai tempat minum kopi yang pengunjungnya dihibur

dengan sajian musik dan juga diartikan sebagai tempat makan dan

minum.

Sedangkan menurut Marsum. W. A dalam bukunya Restoran

dan Pemahamannya, Café yaitu suatu restoran kecil yang mengutamakan penjualan cakes (kue-kue), sandwich (roti isi), kopi, dan teh. Pilihan makan yang terbatas dan tidak menjual minuman

beralkohol.

Café adalah usaha di bidang makanan yang dikelola secara komersial yang menawarkan makanan/makanan kecil serta minuman

kepada para tamu dengan pelayanan dalam suasana yang tidak formal,

tanpa diikuti aturan service yang berlaku (Sugiarto, 1996: 93).

Dimensi Ruang Gerak

Gambar II.13 Standar konter makan

(46)

commit to user

28 Gambar II.14 Standar jarak bersih antar kursi (stool) Tempat makan

(Sumber : Julius Panero & Martin Zelnik, 1979, hal. 223)

Gambar II.15 Jarak bersih untuk pelayanan pramusaji dan sirkulasi pada

tempat makan

(Sumber : Julius Panero & Martin Zelnik, 1979, hal. 228)

a. Sistem Pelayanan

1. Table Service

Konsumen langsung memesan makanan pada waiters, setelah waiters menghidangkan dan konsumen tersebut menikmati hidangan tersebut, konsumen langsung

membayar sendiri pada cashier atau melalui waiters.

2. Counter Service

Pelaksana counter service pada counter bar, dimana konsumen menikmati hidangan langsung dihadapan

counter. 3. Tray Service

Penyajian makanan dan minuman dengan menggunakan

nampan/baki, dimana konsumen memesan langsung

(47)

commit to user

29 b. Jenis Menu menurut waktu penyajian :

1. Ala Carter Menu

Daftar hidangan terdiridari berbagai pilihan makanan

dengan harga masing-masing.Makanan yang dipilih

disajikan ke meja sesuai dengan urutan penyajian.

2. Table D’hote menu/Set Menu

Daftar hidangan yang terdiri dari satu paket makanan

dengan harga keseluruhan, disajikan satu demi satu.

3. Blue Plate Menu

Daftar hidangan terdiri dari satu paket makanan dengan

pilihansoft drink. Harga keseluruhan, semua disajikan di

atas meja tamu.

4. Buffet Menu

Daftar beberapa paket untuk dipilih. Makanan disajikan di

atas meja panjang yang didesain semenarik mungkin,

pengunjung tinggal memilih sendiri hidangan yang akan

dinikmati sesuai dengan selera masing-masing

(Soekrosno, 2001).

6. Tinjauan Tentang Modern

Gaya modern memiliki ornamen yang minim dan fungsional.Pada

Gaya modern fungsi lebih diutamakan dalam menentukan bentuk, ukuran

dan bahan. Di Indonesia rumah-rumah dengan gaya arsitektur modern

mulai banyak diterapkan pada awal tahun 70-an.

Gaya interior modern muncul sebagai gaya internasional yang

cukup memiliki kemiripan di semua tempat, semua negara. Setidaknya,

gaya modern tetap mengusung fungsi ruang sebagai titik awal desain. Di

Indonesia, gaya modern dipandang sebagai gaya dimana fungsi ruang juga

merupakan titik awal desain.

Gaya modern adalah gaya yang simple, bersih, fungsional, stylish,

trendy, up-to-date yang berkaitan dengan gaya hidup modern yang sedang

(48)

commit to user

30 dimana banyak hal yang sebelumnya tidak bisa dibuat dan didapatkan

menjadi tersedia bagi banyak orang.Desain furniture bergaya modern

memiliki cirri khas kejernihan menggunakan detail pada furniture yang

sangat minima slemakin sedikit semakin baik.Warna-warna yang

digunakan desain modern adalah warna-warna cerah, seperti merah, hijau

dan kuning serta warna-warna metal seperti warna stainlees dan

alumunium (Paul Greenhalgh, 1990).

Dalam arsitektur, gaya modern berimbas kepada keinginan untuk

memiliki bangunan yang simple, bersih dan fungsional, sebagai simbol

dari semangat modern. Namun, gaya hidup semacam ini hanya dimiliki

oleh sebagian masyarakat saja, terutama yang berada di kota besar, dimana

kehidupan menuntut gaya hidup yang lebih cepat, fungsional dan efisien.

Untuk menyebut gaya modern yang berornamen tersebut sebagai

gaya modern murni bukanlah hal yang tepat, lagipula proses berkembang

gaya ini tidak terjadi di Indonesia. Untuk menyebutnya sebagai gaya

postmodern, apalagi, di Indonesia bahkan istilah ini cenderung dihindari

untuk menghindari ketidak-fahaman masyarakat. Sehingga gaya arsitektur

modern di Indonesia akan muncul sebagai gaya khas "Modern Indonesia"

dengan karakter sebagai berikut:

a. Memiliki perhatian yang besar terhadap fungsi ruang, yang

didapatkan dari pola aktivitas penghuni.

b. Memiliki perhatian yang besar terhadap material bangunan

yang digunakan untuk mendapatkan hasil akhir (estetika) yang

diinginkan.

c. Memiliki analogi mesin dalam penataan dan pengembangan

ruang-ruang.

Beberapa cirri arsitektur modern sebagaiberikut:

 Asimetris

 Orientasi pola horizontal  Atapdatar

(49)

commit to user

 Aluminium dan stainlessteel trim pada pintu dan jendela  Panel mengkilap

 Baluster metal

 Deretan jendela atau garis-garis  Sedikit atau tidak ada hiasan  Denah terbuka

7. Tinjauan tentang Industrial

Transformasi dalam sejarah Desain Interior yang mengenalkannya

kepada orang umum adalah Revolusi Industri. Perubahan besar-besaran yg

membuat masyarakat menggunakan barang-barang yang murah untuk

dekorasi rumah serta menciptakan sebuah revolusi ekonomi di Amerika

Serikat.

Desain Industri mulai muncul pada awal abad 21.Pada dasarnya,

sejarah desain interior telah dibentuk melalui puluhan tahun dan

berabad-abad oleh artistik, revolusi ekonomi, dan teknologi sepanjang sejarah.

Dalam desain interior, beberapa merasa bahwa industrial design juga

sangat minimalis dan karena itu harus dianggap sebagai subkategori dari

desain minimalis.

Desain Industri adalah tentang permukaan kasar, tampilan yang

belum selesai (unfinished) dan segala sesuatu yang berhubungan dengan

industri, kain dan semacamnya.Untuk menciptakan desain interior industri

sangat mudah yaitu, misalnya membuat dinding rumah dengan tampilan

unfinished, sehingga berkesan tua (Victor Papanek, 1971).

Bukan hanya dinding yang tidak difinishing yang bisa membuat

tampilan industrial style.Tetapi aksesori dan furniture harus satu tema

(50)

commit to user

32 furniture dari besi dan beberapa furniture modern untuk tampilan yang

lebih nyaman.

1. Aspek Pembentuk Ruang

 Dinding

Kombinasi dari dinding bata atau bahkan dengan beberapa

furniture dari material besi / baja sangat cocok untuk

menampilkan kesan industrial design. Tapi, menampilkan unsur kayu pun juga tidak dilarang. Kayu tidak hanya

menambah kesan industrial tetapi juga memberikan kesan

‘hangat’ dan melembutkan kesan kasar+kokoh dari bata dan

besi, bias juga mengaplikasikan beberapa warna atau poster

vintage di dinding.

 Lantai

Untuk lantai,dapat menggunakan material kayu atau batu

untuk kesan industrial.Lantai juga dapat dibuat dari beton

(concrete floor) ataupun dari bilah-bilah kayu reklamasi.

 ceiling

Dapat menggunakan kayu reklamasi atau mengekspos

pipa-pipa saluran air di ceiling bangunan.

2. Material

 biasanya terbuat dari berbagai logam seperti baja,

aluminium, kuningan, perak atau krom dan sesekali emas,

kaca bening, cermin kayu direklamasi.

 Aksesoris yang cocok dengan industrial design cenderung alami: tanaman, terrariums, karya seni vintage dan patung

logam. Selain itu juga bisa menggunakan keranjang

anyaman, barang-barang tua, guci kaleng antik dan

(51)

commit to user

33 B. PENDEKATAN DESAIN

1. Hubungan Antar Ruang a.Ruang di dalam ruang

Sebuah bangunan yang luas dapat melingkupi dan memuat sebuah

ruangan lain yang lebih kecil di dalamnya. Kontitunitas visual dan ruang

di antara kedua ruang tersebut dengan mudah mampu dipenuhi tetapi

hubungan dengan ruang luar dari ruang yang dimuat tergantung kepada

ruang penutupnya yang lebih besar. Misalnya ruang kelas dalam gedung

sekolah.

b. Ruang-ruang yang saling berkaitan

Suatu hubungan ruang yang saling berkaitan terdiri dari 2 buah

ruang yang kawasannya membentuk volume berkaitan seperti,

masaing-masing ruang mempertahankan identitasnya dan batasan sebagai ruang.

Tetapi, hasil konfigurasi kedua ruang yang saling berkaitan akan

tergantung pada beberapa penafsiran.

c. Ruang-ruang yang bersebelahan

Bersebelahan adalah jenis hubungan ruang yang paling umum. Hal

tersebut memungkinkan definisi dan respon masing-masing ruang menjadi

jelas terhadap fungsi dan persyaratan simbolis menurut cara

masing-masing simbolisnya.

d. Ruang-ruang yang dihubungkan oleh ruang bersama

Dua buah ruang yang terbagi oleh jarak dapat dihubungkan atau

dikaitkan satu sama lain oleh ruang ketiga yaitu ruang pertama. Hubungan

akan kedua ruang tersebut menempati satu ruang bersama-sama (Ching,

2000).

2. Organisasi Ruang

Penyusunan ruang-ruang dapat menjelaskan tingkat kepentingan

relatif dan fungsi serta peran simbolis ruang-ruang tersebut di dalam suatu

organisasi bangunan. Keputusan mengenai jenis organisasi yang harus

digunakan dalam situasi khusus akan tergantung pada: kebutuhan atas

(52)

commit to user

34 klasifikasi hirarki ruang-ruang dan syarat-syarat pencapaian, pencahayaan

atau pemandangan. Kondisi-kondisi eksterior dari tapak yang mungkin

akan membatasi bentuk atau pertumbuhan organisasi atau yang mungkin

merangsang organisasi tersebut untuk mendapatkan gambaran-gambaran

tertentu tentang tapaknya dan terpisah dari bentuk-bentuk lainnya (Ching,

2000, 188).

Berbagai macam pengorganisasian ruang menurut Francis.D.K.

Ching antara lain sebagai berikut :

a. Terpusat

Gambar II.16 Organisasi ruang terpusat

(Sumber : Ching, 2000, hal 189)

Suatu ruang dominant, dimana pengelompokan sejumlah ruang

sekunder dihadapkan.

b. Linier

Gambar II.17 Organisasi ruang Linier

(Sumber : Ching, 2000, hal 189)

Suatu urutan linier dari ruang-ruang yang berulang.Organisasi

linier pada dasarnya terdiri dari sederetan ruang. Ruang-ruang ini dapat

berhubungan secara langsung satu dengan yang lain atau dihubungkan

(53)

commit to user

35 c. Radial

Gambar II.18 Organisasi ruang Radial

(Sumber : Ching, 2000, hal 190)

Sebuah ruang pusat yang menjadi acuan organisai ruang yang

linier berkembang menurut bentuk jari-jari.Organisasi ruang

radialmemadukan unsur-unsur baik organisasi terpusat maupun linier.

d. Cluster

Gambar II.19 Organisasi ruang Cluster

(Sumber : Ching, 2000, hal 190)

Ruang-ruang dikelompokan berdasarkan adanya hubungan atau

bersama-sama memanfaatkan ciri atau hubungan visual.Untuk memperkuat

dan menyatukan bagian-bagian Organisaai dalam bentuk kelompok atau

cluster mempertimbangkan pendekatan fisik untuk menghubungkan suatu

ruang terhadap ruang lainnya.

e. Grid

(54)

commit to user

36 (Sumber : Ching, 2000, hal 190)

Ruang-ruang diorganisir dalam kawasan grid struktural atau grid

tiga dimensi lain.Organisasi grid terdiri dari bentuk-bentuk dan

ruang-ruang dimana posisinya dalam ruang-ruangan dan hubungan antar ruang-ruang diatur oleh

pola atau bidang grid tiga dimensi.

3. Pola sirkulasi

Sirkulasi menurut Francis.D.K. Ching dalam bukunya “Bentuk

Ruang dan Susunannya”, adalah :

a. Linear

Gambar II.21 Sirkulasi Linier

(Sumber : Ching, 2000, hal 221)

Semua jalan adalah linier, jalan-jalan yang lurus dapat menjadi

unsur pengorganisir yang utama untuk satu deretan ruang. Sebagai

tambahan, jalan dapat melengkung atau terdiri atas segmen-segmen,

memotong jalan lain, bercabang-cabang, membentuk kisaran.

b. Radial

Gambar II.22Sirkulasi Radial

(Sumber : Ching, 2000, hal 221)

Bentuk Radial memiliki jalan yang berkembang dari atau berhenti

(55)

commit to user

37 c. Spiral

Gambar II.23 Sirkulasi Spiral

(Sumber : Ching, 2000, hal 221)

Sebuah bentuk Spiral adalah sesuatu jalan yang menerus yang

berasal dari titik pusat, berputar mengelilinginya dengan jarak yang

berubah.

d. Grid

Gambar II.24 Sirkulasi Linier

(Sumber : Ching, 2000, hal 221)

Bentuk Grid terdiri dari dua set jalan-jalan sejajar yang saling

berpotongan pada jarak yang sama dan menciptakan bujur sangkar atau

kawasan-kawasan ruang segi empat.

e. Network

Gambar II.25 Sirkulasi Network

(Sumber : Ching, 2000, hal 221)

Satu bentuk jaringan terdiri dari beberapa jalan yang

(56)

commit to user

38 f. Komposit

Untuk menghindarkan orientasi yang membingungkan, suatu

susunan herarkis diantara jalur-jalur jalan bisa dicapai dengan membedakan

skala, bentuk dan panjangnya.

4. Furniture

Furniture adalah benda dalam bangunan atau ruang yang berfungsi membantu manusia beraktifitas.Juga berperan menghadirkan

nilai estetis dalam hunian.Bentuk, warna, detail rancangan furniture kini

menjadi faktor penting yang membuat hunian lebih enak dilihat (Imelda

Akmal, seri rumah Ide edisi 03 hal 4). Furniture akan memenuhi fungsinya

apabila memenuhi faktor-faktor :

a. Ergonomi dan Antropometrik

Human engineering atau sering pula disebut sebagai ergonomi didefinisikan sebagai perancang man-machine interface sehingga pekerja dan mesin atau produk lainnya bisa berfungsi

lebih efektif dan efisien sebagai sistem manusia-mesin yang

terpadu. Disiplin ini akan mencoba membawa ke arah proses

perancangan mesin yang tidak saja memiliki kemampuan produksi

yang lebih canggih lagi, melainkan juga memperhatikan

aspek-aspek yang berkaitan dengan kemampuan dan keterbatasan

manusia yang mengoperasikan mesin tersebut.

Maksud dan tujuan dari ergonomi adalah mendapatkan

suatu pengetahuan yang utuh tentang permasalahan-permasalahan

interaksi manusia dengan produk-produknya, sehingga

dimungkinkan adanya suatu rancangan sistem manusia-mesin yang

optimal. Dengan demikian disiplin ergonomi melihat permasalahan

interaksi tersebut sebagai suatu sistem dengan

pemecahan-pemecahan masalahnya melalui proses pendekatan sistem pula.

Antropometrik adalah ilmu yang secara khusus

Gambar

Gambar II.1 DJ (Disk Jockey)
Gambar II.3 Hip hop Grafitti
Gambar II.6 Breakdancing
Gambar II.7 Popping
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian pembelajaran di atas dapat disimpulkan bahwa modifikasi jala hip hop dapat meningkatkan hasil belajar sepak takraw. Hal ini terlihat dengan

Tugas Akhir yang berjudul “Desain Interior Cat Center di Jakarta dengan Konsep.. Modern” ini tepat pada

Kombinasi tari ini bisa juga dijadikan event berkala untuk tari tradisional Jawa Barat lainnya untuk semakin memperkenalkan tari budaya kita sendiri dan membuat anak muda

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Hubungan Pengetahuan Gizi, Kebiasaan Makan, dan Gangguan Makan dengan Persen Lemak Tubuh pada Penari

baik dari masyarakat pada umumnya, pecinta kopi, pengusaha kedai. kopi, hingga para petani kopi

P: Kapanan kan koko ngomong kalo profesi Hip Hop dancer e Honey ini dihargai orang bukti e banyak yang nari bareng sama banyak seng nonton dee nari to. Nah menurute koko kalo

Pusat tari modern adalah bangunan yang berfungsi sebagai wadah berbagai macam kegiatan komunitas pecinta tari modern. Kegiatan utama yang biasanya dilakukan oleh

Hal ini menjadi paradoks tersendiri ketika pesan dalam karya mereka coba untuk disampaikan terhadap penerima pesan dengan pemahaman adat jogja, lewat media music hip hop