• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara stambuk 2017, 2018, 2019 berjumlah 759 orang.

3.3.2 Sampel

Sampel penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara stambuk 2017, 2018, 2019 yang memenuhi kriteria inklusi penelitian.

3.3.3 Besar Sampel Penelitian

Pengambilan sampel dilakukan menggunakan stratified random sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelas (tingkat).

Besar sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin:

( )

( )

Berdasarkan rumus besar sampel diatas, maka jumlah sampel minimum yang dibutuhkan untuk penelitian ini dibulatkan menjadi 88 orang.

Keterangan:

= besar sampel N = jumlah populasi

e = batas toleransi kesalahan (error tolerance)

Dari sampel minimum 88 orang maka untuk menentukan sampel tiap angkatan menggunakan rumus sebagai berikut : Ni

i

Keterangan :

ni : besar sampel yang diambil berdasarkan strata Ni : besar populasi yang diteliti berdasarkan strata N : besar populasi

n : besar sampel yang diambil

Dari jumlah sampel mininum sebanyak 88 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, maka sampel penelitian minimum untuk setiap angkatan adalah sebagai berikut :

 Stambuk 2017

i

 Stambuk 2018

i

 Stambuk 2019

i

Jadi sampel minimal untuk stambuk 2017 sebanyak 30 orang, stambuk 2018 sebanyak 30 orang, stambuk 2019 sebanyak 29 orang.

3.4 KRITERIA INKLUSI DAN EKSKLUSI

Adapun kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian ini adalah:

1. Kriteria inklusi

Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Sumatera Utara stambuk 2017, 2018, 2019 dan bersedia menjadi subjek penelitian setelah mendapat penjelasan tentang penelitian yang akan dilakukan.

2. Kriteria Eksklusi

Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara stambuk 2017, 2018, 2019 yang tidak mengisi kuesioner penelitian dengan lengkap.

3.5 METODE PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden dengan alat

pengumpulan data kuesioner yang diisi sendiri oleh responden. Kuesioner yang dibagikan berupa pertanyaan yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara terhadap radioterapi sebagai salah satu modalitas dalam pengobatan kanker.

Responden mengisi kuesioner setelah bersedia dan menandatangani lembar persetujuan atau informed consent. Kemudian kuesioner yang telah diisi oleh responden akan dikumpulkan dan dilakukan penganalisaan data.

Sebelum kuesioner diberikan kepada responden maka kuesioner akan dilakukan uji validitas untuk mengetahui apakah kuesioner tersebut mampu mengukur apa yang hendak peneliti ukur dan uji reliabilitas untuk memastikan apakah kuesioner reliable atau tidak.

Pengukuran instrumen penelitian menggunakan skala guttman yaitu Benar (B) dan Salah. Jumlah pertanyaan sebelum dilakukan uji validitas dan reliabilitas adalah 40 pertanyaan yang telah disetujui oleh Dosen Pembimbing kemudian diberikan kepada 30 responden untuk dilakukan uji validitas dan reliabilitas.

Kuesioner berisi pertanyaan yang meliputi pengertian, peranan, dan efek samping radioterapi sebagai salah satu modalitas pengobatan kanker. Dari hasil uji validitas dan reliabilitas diperoleh 20 pertanyaan yang valid dan reliable.

Data yang diperoleh kemudian dikelompokkan bedasarkan kelompok variable yang sudah ditentukan, selanjutnya dilakukan pengolahan dan analisis menggunakan perangkat lunak komputer berupa aplikasi statitik yaitu Statistic Package for Social Science (SPSS).

3.6 DEFENISI OPERASIONAL

Berikut ini defenisi operasional dari kerangka konsep yang telah disampaikan dalam bentuk tabel.

3.7 JADWAL PENELITIAN

Jadwal penelitian dapat disajikan dalam bentuk bagan Gantt (Gantt Chart) sebagai berikut:

No Kegiatan Bulan Ke Indikator Kinerja

6 7 8 9 10 11 12 1. Pengajuan kelayakan etik

ke komisi etik FK USU

Surat persetujuan komisi Etik untuk pelaksanaan penelitian 2. Uji validitas kuesioner Kuesioner sudah selesai divalidasi 3.. Memberikan kuesioner

kepada responden untuk diisi di lingkungan kampus FK USU.

Terkumpulnya kuesioner yang

sudah terisi di kampus FK USU

4. Menganalisa data dan mengevaluasi kuesioner.

Data mentah hasil penelitian

5. Analisis hasil penelitian dan pembuatan skripsi.

Hasil penelitian untuk diujikan pada ujian Hasil Penelitian

6. Ujian hasil penelitian dan perbaikan, penyerahan skripsi kepada dosen pembimbing, penguji, secretariat MEU FK USU dan perpustakaan USU.

Skripsi dan terpenuhinya syarat administrasi untuk wisuda

Tabel 4.1 Jadwal Penelitian

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deksripsi Lokasi Penelitian

Penelitian ini seharusnya dilakukan di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Akan tetapi dikarenakan kondisi pandemi covid-19 saat ini yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pengisian kuesioner secara tatap muka, maka pengisian kuesioner dilakukan dengan tidak melakukan tatap muka oleh responden di tempat masing-masing melalui form yang dikirimkan secara online.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Deskripsi Karakteristik Responden

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur tingkat pengetahuan. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran USU stambuk 2017, 2018, 2019. Sebanyak 182 responden telah diberi kuesioner dan bersedia menjadi sampel penelitian.

A. Karakteristik Responden Berdasarkan Tahun Angkatan

Dari diagram 4.1 dapat dilihat bahwa kelompok terbesar adalah kelompok mahasiswa angkatan 2017 yaitu sebanyak 76 orang (41,8%),

41,8%

35,7%

22,5%

Diagram 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Tahun Angkatan.

2017 2018 2019

diikuti dengan angkatan 2018 sebanyak 65 orang (35,7%), dan 2019 sebanyak 41 orang (22,5%).

B. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Pada diagram 4.2 terlihat bahwa dari segi usia, paling banyak responden berada pada usia 20 tahun yaitu sebanyak 80 orang (44%), kemudian diikuti usia 21 tahun sebanyak 44 orang (24,2%), usia 19 tahun sebanyak 41 orang (22,5%), usia 18 tahun sebanyak 9 orang (4,9%), usia 22 tahun sebanyak 6 orang (3%), dan paling sedikit responden berada pada usia 17 tahun yaitu sebanyak 1 orang (0,5%) dan usia 23 tahun sebanyak 1 orang (0,5%).

0,5%

4,9%

22,5%

44%

24,2%

3% 0,5%

Diagram 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia.

17 18 19 20 21 22 23

C. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Dari diagram 4.3 terlihat bahwa kelompok terbesar adalah kelompok perempuan yaitu sebanyak 116 orang (63,7%), diikuti dengan kelompok laki-laki sebanyak 66 orang (36,3%).

D. Karakteristik Responden Berdasarkan Sumber Informasi 36,3%

63,7%

Diagram 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin.

Laki-laki Perempuan

2%

31%

13%

6%

28%

4%

7% 1% 8%

Diagram 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Sumber Informasi.

Media Cetak Media Elektronik Teman

Tenaga Kesehatan

Media Cetak dan Media Elektronik Media Elektronik dan Teman

Media Elektronik dan Tenaga Kesehatan Teman dan Tenaga Kesehatan

Informasi tentang radioterapi didapatkan dari berbagai sumber.

Pada diagram 4.4 dapat dilihat bahwa responden ada yang mendapatkan informasi dari satu sumber dan ada juga yang mendapatkan informasi dari beberapa sumber. Berdasarkan diagram 4.4 sumber informasi terbanyak adalah media cetak elektronik saja yaitu sebanyak 56 jawaban (30,8%), kemudian diikuti media cetak dan media elektronik sebanyak 51 jawaban (28%), teman saja sebanyak 23 jawaban (12,6%), media elektronik, teman, dan tenaga kesehatan sebanyak 15 jawaban (8,2%), media elektronik dan tenaga kesehatan sebanyak 13 jawaban (7,1%), tenaga kesehatan saja sebanyak 10 jawaban (5,5%), media elektronik dan teman sebanyak 8 jawaban (4,4%), media cetak saja sebanyak 4 jawaban (2,2%), dan sumber informasi yang paling sedikit berasal dari teman dan tenaga kesehatan sebanyak 2 jawaban (1,1%).

4.2.2 Deskripsi Tingkat Pengetahuan Berdasarkan Tahun Angkatan A. Tingkat Pengetahuan Mahasiswa FK USU Terhadap

Pengertian Radioterapi

Diagram 4.5 Tingkat Pengetahuan Mahasiswa FK USU Terhadap Pengertian Radioterapi.

Pada diagram 4.5 dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2017 terhadap pengertian radioterapi yaitu berpengetahuan baik sebanyak 64 orang ( 84,2%), diikuti berpengetahuan cukup sebanyak 11 orang (14,5%), dan berpengetahuan kurang sebanyak 1 orang (1,3%). Kemudian tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2018 terhadap pengertian radioterapi yaitu berpengetahuan baik sebanyak 42 orang (64,6%), diikuti berpengetahuan cukup sebanyak 22 orang (33,8%), dan bepengetahuan kurang sebanyak 1 orang (1,5%).

Selanjutnya tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2019 terhadap pengertian radioterapi yaitu berpengetahuan baik sebanyak 34 orang (82,9%), diikuti berpengetahuan cukup sebanyak 7 orang ( 17,1%), dan tidak ada yang berpengetahuan kurang.

B. Tingkat Pengetahuan Mahasiswa FK USU Terhadap Peranan Radioterapi

Pada diagram 4.6 dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2017 terhadap peranan radioterapi yaitu berpengetahuan baik sebanyak 42 orang ( 55,3%), diikuti berpengetahuan

0

Diagram 4.6 Tingkat Pengetahuan Mahasiswa FK USU Terhadap Peranan Radioterapi.

cukup sebanyak 32 orang (42,1%), dan berpengetahuan kurang sebanyak 2 orang (2,6%). Kemudian tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2018 terhadap peranan radioterapi yaitu berpengetahuan baik sebanyak 47 orang (72,3%), diikuti berpengetahuan cukup sebanyak 16 orang (24,6%), dan bepengetahuan kurang sebanyak 2 orang (3,1%).

Selanjutnya tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2019 terhadap peranan radioterapi yaitu berpengetahuan baik sebanyak 24 orang (58,5%), diikuti berpengetahuan cukup sebanyak 12 orang (29,3%), dan berpengetahuan kurang sebanyak 5 orang (12,2%).

C. Tingkat Pengetahuan Mahasiswa FK USU Terhadap Efek Samping Radioterapi

Pada diagram 4.7 dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2017 terhadap efek samping radioterapi yaitu berpengetahuan baik sebanyak 33 orang ( 43,4%), diikuti berpengetahuan cukup sebanyak 15 orang (19,7%), dan berpengetahuan kurang sebanyak 28 orang (36,8%). Kemudian tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2018 terhadap efek samping radioterapi

0

Diagram 4.7 Tingkat Pengetahuan Mahasiswa FK USU Terhadap Efek Samping Radioterapi.

yaitu berpengetahuan baik sebanyak 21 orang (32,3%), diikuti berpengetahuan cukup sebanyak 29 orang (44,6%), dan bepengetahuan kurang sebanyak 15 orang (23,1%). Selanjutnya tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2019 terhadap efek samping radioterapi yaitu berpengetahuan baik sebanyak 15 orang (36,6%), diikuti berpengetahuan cukup sebanyak 13 orang (31,7%), dan berpengetahuan kurang sebanyak 13 orang (31,7%).

4.3 Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian, responden yang berpartisipasi dalam penelitian merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran USU yang terdiri dari 3 angkatan yaitu tahun angkatan 2017, 2018, dan 2019 dengan jumlah responden didominasi oleh tahun angkatan 2017 sebanyak 76 orang (41,8%) ( Diagram 4.1.

). Dari penelitian ini juga diperoleh data demografi responden seperti jenis kelamin, usia, dan sumber informasi yang digunakan responden dalam memperoleh pengetahuan tentang radioterapi sebagai salah satu modalitas dalam pengobatan kanker. Berdasarkan Diagram 4.3. diperoleh mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 116 orang (63,7%) diikuti oleh responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 66 orang (36,3%). Berdasarkan Diagram 4.2 responden terbagi menjadi 7 kelompok kategori usia, yakni kelompok usia 17,18, 19, 20, 21, 22, 23 tahun dengan mayoritas responden berasal dari kelompok usia 20 tahun sebanyak 80 orang (44%) dan kelompok usia paling sedikit berasal dari kelompok usia 17 dan 23 tahun dengan masing-masing berjumlah 1 orang (0,5%).

Seluruh responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini belum pernah mendapatkan perkuliahan mengenai radioterapi sebagai salah satu modalitas dalam pengobatan kanker.

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa secara keseluruhan tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2017, 2018, 2019 terhadap pengertian dan peranan radioterapi sebagai salah satu modalitas dalam pengobatan kanker tergolong baik ( Diagram 4.5 dan Diagram 4.6). Hasil ini sesuai dengan penelitian Arain et al., (2014) dimana secara keseluruhan dari 256 mahasiswa 41%

menjawab benar pertanyaan yang berkaitan dengan radioterapi. Peneliti mengaitkan hal ini dengan motivasi belajar mahasiswa yang tinggi terhadap radioterapi walaupun materi tersebut akan diajarkan disemester 7 pada akhir blok.

Menurut Catur et al,. (2018), peserta didik yang mengaku masuk fakultas kedokteran melalui prosedur seleksi masuk perguruan tinggi menunjukkan tingginya motivasi belajar pada tingkat pertama kuliah. Sesuai dengan penelitian Apriana (2020) bahwa ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi belajar yang baik dengan keberhasilan akademik mahasiswa .

Menurut peneliti, tingkat pengetahuan yang baik ini juga bisa disebabkan karena semakin mudahnya mahasiswa mendapatkan informasi tentang radioterapi, salah satunya dari media elektronik. Hal ini sesuai dengan Diagram 4.4 dimana mayoritas responden mendapatkan informasi melalui media elektronik (31%).

Menurut Ircham (2003) dan Susanti (2011), media elektronik sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan berbeda-beda jenisnya antara lain televisi, radio, video, dan internet. Kemudahan mendapatkan suatu informasi dapat mempercepat seseorang untuk memperoleh pengetahuan yang baru (Mubarok, 2007).

Kemudian untuk tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2017 dan 2019 tentang efek samping radioterapi sebagian besar tergolong baik, tetapi tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2018 sebagian besar tergolong cukup. Hal ini berbeda dengan penelitian Bravery et al., (2019) yang menunjukkan bahwa mayoritas (80%) mahasiswa memiliki pengetahuan yang buruk hingga cukup mengenai efek samping radioterapi. Menurut peneliti, perbedaan ini terjadi dikarenakan perbedaan alat ukur yang digunakan, dimana peneliti menggunakan kuesioner dengan pertanyaan yang umum tentang efek samping radioterapi sementara penelitian Bravery et al., (2019) menggunakan kuesioner dengan pertanyaan yang lebih spesifik ke penyakit tertentu.

Berdasarkan hasil penelitian, secara keseluruhan tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU terhadap radioterapi sebagai salah satu modalitas dalam pengobatan kanker tergolong baik. Dengan adanya pengetahuan yang baik pada mahasiswa FK USU terhadap radioterapi, diharapkan mahasiswa semakin tertarik untuk mempelajari radioterapi yang pada saat ini menjadi salah satu pengobatan modern kanker yang sangat efektif dan luas digunakan ( Arain et al., 2014).

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang didapatkan, maka dapat ditarik kesimpulan:

1. Tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2017, 2018, 2019 terhadap pengertian radioterapi secara keseluruhan tergolong baik.

Didapati 64 orang (84,2%) stambuk 2017, 42 orang (64,6%) stambuk 2018, 34 orang (82,9%) stambuk 2019 berpengetahuan baik.

2. Tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2017, 2018, 2019 terhadap peranan radioterapi secara keseluruhan tergolong baik.

Didapati 42 orang (55,3%) stambuk 2017, 47 orang (72,3%) stambuk 2018, 24 orang (58,5%) stambuk 2019 berpengetahuan baik.

3. Tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU stambuk 2017, 2019 terhadap efek samping radioterapi secara keseluruhan tergolong baik, namun stambuk 2018 secara keseluruhan tergolong cukup.

Didapati 33 orang (43,4%) stambuk 2017, 15 orang (36,6%) stambuk 2019 bepengetahuan baik, tetapi 29 orang (44,6%) stambuk 2018 berpengetahuan cukup.

5.2 Saran

Dari seluruh proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti, terdapat beberapa saran yang sekiranya dapat bermanfaat bagi seluruh pihak, yaitu:

1. Bagi Responden

Diharapkan mahasiswa FK USU sebagai calon dokter masa depan semakin meningkatkan pengetahuannya tentang radioterapi sebagai salah satu modalitas dalam pengobatan kanker agar dapat digunakan sebagai modal dalam profesinya.

2. Bagi staf pengajar FK USU

Diharapkan kepada staf pengajar agar lebih giat dalam memberikan materi tentang radioterapi sebagai salah satu modalitas dalam pengobatan kanker, terutama terhadap efek samping radioterapi.

3. Bagi penelitian selanjutnya

Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sampel yang jumlahnya lebih banyak atau dengan menggunakan metode yang lain dengan mengembangkan variable penelitian seperti hubungan tingkat pengetahuan pasien dan keluarga terhadap radioterapi dengan tingkat kecemasannya.

DAFTAR PUSTAKA

---. Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online], accessed 20 Mei 2020, available at https://kbbi.kemdikbud.go.id/

American Cancer Society. (2014). Signs and Symptoms of Cancer. [Online], accessed 8 Mei 2020 available at https://www.cancer.org/cancer/cancer-basics/signs-and-symptoms-of-cancer.html

Apriana Renatd. (2020). Faktor – Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Kedokteran. Jurnal Medika Hutama. Lampung.

Arain et al,. (2014). Knowledge And Understanding Of Medical Students About Radiotherapy And Palliative Care. [Online], accessed 30 November 2020 available at www.theprofesional.com

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek.

Rineka Cipta. Jakarta.

A. Wawan dan Dewi. (2010). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Nuha Medika. Yogyakarta.

Beyzadeoglu, M., Ozyigit, G & Ebruli, C. (2010). Basic Radiation Oncology.

Springer-Verlag Berlin HeidelBerg. Jerman.

Bravery et al,. (2019). Oncology and Radiation Oncology Awareness in Final Year Medical Students in Australia and New Zealand. Journal of Cancer.

Australia.

Brunner & Suddarth. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah (ed. 8) (Asih, Julia, Karyasa, Kuncara, Waluyo, Penerjemah). EGC. Jakarta.

Catur M, Achisna Rahmatika, Dwita Oktaria. (2018). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Prestasi Akademik pada Mahasiswa Kedokteran Tahap Preklinik. JIMKI. Lampung.

GLOBOCAN. (2018). 360 Indonesian Fact Sheets. [Online], accessed 16 Mei

2020 available at https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf

GLOBOCAN. (2018). 900 World Fact Sheets. [Online], accesses 16 Mei 2020 available at https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/900-world-fact-sheets.pdf

Hoppe BS, Laser B, Kowalski AV, Fontenla SC, Pena-Greenberg E, Yorke ED, et al (2008). Acute skin toxicity following stereotactic body radiation therapy for stage I non-small-cell lung cancer: who’s at risk?. Int J Radiat Oncol Biol Phys. doi: 10.1016/j.ijrobp .2008.08.03.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Situasi Penyakit Kanker.

[Online], accessed 5 Mei 2020 available at https://pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/bulet in/buletin-kanker.pdf

Kusumadjati, Adji & Djakaria, H.M. 2014. Peran Substansi Kimia Dalam Memodifikasi Respon Radiasi. Radioterapi & Onkologi Indonesia Vol.6 (1) Jan. 2015:11-18.

Lyons, L. (2007). The Biology of Cancer: Diagnosis and Treatment of Cancer [book on-line]. Accesses 25 Mei 2020 available at www.bookboon.com Madan R, benson R, Sharma DN, Julka PK, Rath GK (2015). Radiation induced

heart disease: Pathogenesis, management and review literature. doi:

10.1016/j.jnci.2 015.07.005.

Mubarok. (2007). Promosi Kesehatan Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar Dalam Pendidikan. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Notoatmodjo, Prof. Dr. Soekidjo. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.

Petrarizky, A. J. & Gondhowiardjo, S. A. (2018). Akurasi Geometri Pasien yang Menjalani Radioterapi Stereotaktik di Departemen Radioterapi RSCM.

Radioterapi & Onkologi Indonesia, 6(1) Jan. 2015:1-10. [Online], accessed 18 Mei 2020, available at http://www.pori.or.id/wp-content/uploads/2015/08/JORI-12.pdf

Round CE, Williams MV, Mee T, Kirkby NF, Cooper T, Hoskin P, et al. (2013).

Radiotherapy demand and activity in England 2006–2020.doi: 10.101 6/j.clon.2013.05.005

Soussain C, Ricard D, Fike JR, Mazeron JJ, Psimaras D, Delattre JY (2009). CNS complications of radiotherapy and chemotherapy. Lancet. doi:

10.1016/S0140-6736(09)61299-X.

Sudiono, J. and Hassan, I. (2013) ‘DNA Epstein-Barr virus (EBV) sebagai biomaker diagnosis karsinoma nasofaring’, Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi), 46(3), p. 140. doi: 10.20473/j.djmkg.v46.i3.p140-147.

Surjadi N, Amtha R (2012). Radiotherapy reduced salivary flow rate and might induced C. albicans infection. J Dentistry Indones. doi: 10.14693/j di.v19i1.124.

Tim CancerHelps. (2010). Stop Kanker: Panduan Deteksi Dini & Pengobatan Menyeluruh Berbagai Jenis Kanker. Agromedia. Jakarta.

World Health Organization. (2017). Cancer. [Online], accessed 15 Mei 2020 available at https://www.who.int/health-topics/cancer#tab=tab_1

World Health Organization. (2017). Early cancer diagnosis saves lives, cuts treatment costs. [Online], accessed 18 Mei 2020 at

https://www.who.int/news-room/detail/03-02-2017-early-cancer-diagnosis-saves-lives-cuts-treatment-costs

LAMPIRAN A.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Erlika Atmita Sinurat

NIM : 170100172

Tempat/ Tanggal Lahir : Kisaran, 02 Februari 2000

Agama : Kristen Protestan

Nama Ayah : Adil Sinurat

Nama Ibu : Senjayati

Alamat : Jl. Harmonika Baru Gg. Intan No A/I

Riwayat Pendidikan

1. Tahun 2005 - Januari 2006 : SDS Kita Yadika Km. 40 Mahato 2. Januari 2006 - September 2006 : SDS Kita Yadika Bukit Harapan I 3. September 2006 - Januari 2007 : SDS Kita Yadika Rantau Kasai 4. Januari 2007- Juni 2007 : SDS Kita Yadika Bukit Harapan II 5. Tahun 2007 - 2010 : SD Panti Budaya Kisaran

6. Tahun 2010 - 2011 : SDS Hamparan I Km. 65 Sampit 7. Tahun 2011 - 2012 : SMP Katolik St. Albertus Sampit 8. Tahun 2012 - 2014 : SMP Budi Murni 2 Medan 9. Tahun 2014 - 2017 : SMA Santo Thomas 1 Medan 10. Tahun 2017 - sekarang : Fakultas Kedokteran USU Riwayat Pelatihan

1. Peserta PKKMB ( Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru )

2017

2. Peserta MMB ( Manajemen Mahasiswa Baru ) 2017 3. Workshop Basic Life Support Traumatology 2018 Riwayat Organisasi

1. Anggota Divisi Pengembangan Masyarakat (PM) SCORA PEMA FK USU Periode 2018-2020

Riwayat Kepanitiaan

1. Anggota Seksi Konsumsi Perayaan Natal FK USU 2017

2. Angota Seksi Dana dan Sponsor Scripta Research Festival (SRF) SCORE PEMA FK USU 2018

3. Anggota Seksi Dana dan Usaha PEMA Medical Olympiad (PMO) PEMA FK USU 2018

4. Anggota Seksi Dekorasi Senior Junior (SENJUN) FK USU 2018 5. Anggota Seksi Konsumsi Bakti Sosial KMK FK USU 2018 6. Anggota Seksi Konsumsi Perayaan Paskah FK USU 2018 7. Anggota Seksi Konsumsi Perayaan Natal FK USU 2018

8. Koordinator Acara Pengabdian Masyarakat SCORA PEMA FK USU 2019 9. Sekretaris Perayaan Paskah FK USU 2019

10. Anggota Peralatan dan Tempat (PT) Perayaan Natal FK USU 2019

LAMPIRAN B.

LAMPIRAN C.

LAMPIRAN D.

LAMPIRAN E.

LEMBAR PENJELASAN Salam Sejahtera

Dengan hormat,

Nama Saya Erlika Atmita Sinurat, sedang menjalani pendidikan Kedokteran di Program S1 Ilmu Kedokteran FK USU. Saya sedang melakukan penelitian yang berjudul “Gambaran Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Terhadap Radioterapi Sebagai Salah Satu Modalitas Pengobatan Kanker”.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa FK USU terhadap radioterapi sebagai salah satu modalitas dalam pengobatan kanker. Melalui penelitian ini diharapkan mahasiswa FK USU diharapkan lebih termotivasi untuk mengetahui radioterapi sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang lebih baik dari dokter tentang radioterapi.

Pada penelitian ini, saya akan bertanya kepada saudara/saudari tentang data pribadi yaitu nama, jenis kelamin, dan usia. Partisipasi saudara/saudari bersifat sukarela dan tanpa paksaan. Setiap data yang ada dalam penelitian ini akan dirahasiakan dan digunakan untuk kepentingan penelitian. Kemudian saya akan membagikan angket (kuesioner) secara online dengan batasan waktu tertentu kepada saudara/saudari yang berisi tentang beberapa pertanyaan tentang radioterapi sebagai salah satu modalitas dalam pengobatan kanker.

Saya mengucapkan terima kasih kepada saudara/saudari atas partisipasinya. Keikutsertaan saudara/saudari dalam penelitian ini akan menyumbangkan sesuatu yang berguna bagi ilmu pengetahuan. Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini diharapkan saudara/saudari bersedia mengisi lembar persetujuan yang telah saya persiapkan.

Medan, 2020

Peneliti,

Erlika Atmita Sinurat

LAMPIRAN F.

PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TERHADAP RADIOTERAPI SEBAGAI SALAH SATU MODALITAS PENGOBATAN

KANKER

PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN

Nama :

Usia :

Jenis Kelamin : Alamat :

Dengan ini menyatakan kesediaannya menjadi responden penelitian yang dilakukan oleh Erlika Atmita Sinurat, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Memahami bahwa penelitian ini akan dijaga kerahasiannya dan tidak akan berakibat negatif serta merugikan saya, karena ini hanya digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan. Lembar persetujuan ini saya tanda tangani tanpa ada paksaan dari siapapun.

Medan, 2020

LAMPIRAN G.

KUESIONER PENELITIAN

Gambaran Pengetahuan Tentang Radioterapi Pada Pasien yang Menjalani Terapi Radiasi

DATA DEMOGRAFI MAHASISWA FK USU Petunjuk pengisian:

Isilah setiap demografi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi atau keadaan diri pribadi dengan cara mengisi kolom yang tersedia atau silang (X) salah satu yang mewakili jawaban anda. Setiap petanyaan yang kurang dimengerti dapat ditanyakan pada peneliti.

Nama : Usia :

Sumber Informasi:

( Boleh pilih lebih dari satu )

 Media Cetak

 Media Eletronik

 Teman

 Tenaga Kesehatan

LAMPIRAN H.

KUESIONER SEBELUM VALIDASI PETUNJUK PENGISIAN

1. Saudara diharapkan mengisi seluruh nomor pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

2. Cara pengisian yaitu dengan memberi tanda () pada jawaban yang sesuai dengan kehendak sendiri untuk setiap pertanyaannya di kolom yang telah disediakan. Apabila ingin mengganti jawaban, cukup dengan mencoret jawaban yang pertama dengan memberi tanda (=), kemudian mengisi jawaban yang dipilih dengan tanda ().

3. Setiap pertanyaan hanya berlaku satu jawaban.

4. Apabila ada pertanyaan yang tidak dimengerti dapat ditanyakan langsung kepada peneliti.

No Pertanyaan Benar Salah

Pengertian Radioterapi

1. Satuan pengukuran radioterapi dapat dinyatakan dalam Gray (Gy).

 2. Sumber radioterapi eksterna dapat berupa sumber yang

dibangkitkan atau sumber yang berasal dari radioisotop.

 3. Radioterapi adjuvan adalah radioterapi yang diberikan

setelah segala jenis modalitas pengobatan utama.

setelah segala jenis modalitas pengobatan utama.

Dokumen terkait