• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. Dimensi Promosi

3.3. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi penelitian ini adalah konsumen dalam para pengguna jasa transportasi Cipaganti yang terdapat dalam satu hari, yang berjumlah sekitar 235 orang perhari.

3.3.2. Sampel

Teknik penarikan sampel penelitian ini menggunakan metode rumus Slovin, adapun rumus slovin (Suliyanto, 2005) yaitu:

n = N 1+Ne2

Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas “BSI Bandung”

Dimana : n = jumlah sampel N = jumlah populasi

e = asumsi tariff kesalahan (10%)

Populasi (N) sebanyak 235 orang, dengan tarif kesalahan (e) sebesar 10%

maka besarnya sampel (n) n= 235

1+235(0.10)2 n= 235

3.35 n= 70.14

Berkaitan dengan penelitian ini, sampel ditarik dari konsumen pengguna jasa transportasi yaitu, 70 orang responden.

3.4. Proses Pengumpulan Data 3.4.1. Instrumen Penelitian a. Variabel Promosi (X1)

1) Definisi Konseptual

Promosi adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam rangka memberitahukan, membujuk dan mengingatkan tentang barang, atau jasa dengan cara iklan, personal selling, sales promotion, sehingga konsumen memiliki keinginan untuk mencoba dan membeli produk perusahaan.

2) Definisi Operasional

Berdasarkan variabel Promosi terdiri dari :

i. Iklan adalah pesan komunikasi mengenai produk, atau jasa yang sampaikan melalui media kepada konsumen, sehingga konsumen berubah sikap untuk membeli produk tersebut.

ii. Promosi Penjualan adalah alat promosi yang bertujuan untuk merangang pembelian dan minat dagang dengan menggunakan aktivitas jangka pendek seperti promosi tertentu/potongan harga.

iii. Penjualan personal (personal selling) adalah penyajian lisan dalam suatu pembicaraan dengan satu atau beberapa calon pembeli potensial untuk melakukan penjualan, atau pembelian.

Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas “BSI Bandung”

3) Dimensi, Indikator dan Nomor Butir Kuesioner

Sumber: Nickels and McHugh (2008) b. Variabel ekuitas merek (X2)

1) Definisi Konseptual

Ekuitas merek, atau brand ekuitas adalah nilai positif atau negatif yang diberikan konsumen mengenai produk, merupakan hasil pengalaman konsumen berinteraksi dengan produk.

2) Definisi Operasional

Berdasarkan variabel ekuitas merek, maka definisi operasionalnya adalah :

i. Brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali, atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori merek tertentu, baik itu mengenalinya melalui

No. Dimensi Indikator Nomor Butir

Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas “BSI Bandung”

brosur, ataupun keunggulan lain yang membedakannya dengan pesaing.

ii. Kesan kualitas merek adalah persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas, atau keunggulan suatu produk, maupun pelayanannya berkenaan dengan maksud yang diharapkan.

iii. Asosiasi merek adalah sesuatu yang berkaitan dengan ingatan mengenai sebuah produk. Asosiasi ini tidak hanya eksis, namun memiliki suatu tingkat kekuatan. Keterikatan pada suatu merek akan lebih kuat, apabila dilandasi pada banyak pengalaman atau penampakan untuk mengkomunikasikannya, atau asosiasi merek adalah kesan yang muncul dibenak konsumen terhadap suatu merek dan alasan membeli produk yang ditawarkan.

3) Dimensi, Indikator dan Nomor Butir Kuesioner

Sumber: Surachman (2008)

No. Dimensi Indikator Nomor Butir

kuetioner

Skala 1 Kesadaran merek 1. Tingkat pengetahuan

produk

2 Kesan kualitas merek 1. Kualitas produk/jasa yang ditawarkan

Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas “BSI Bandung”

c. Variabel Loyalitas konsumen (Y) 1. Definisi Konseptual

Loyalitas konsumen adalah suatu komitmen untuk berlangganan suatu produk atau jasa dengan konsisten, sehingga dapat menyebabkan konsumen melakukan pengulangan pembelian merek. Hal ini disebabkan karena produk berkualitas dan promosi yang dilakukan terus menerus oleh perusahaan.

2. Definisi Operasional

Faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen terdiri dari:

i. Repeat Purchase adalah kesetiaan terhadap pembelian produk.

ii. Retention adalah Ketahanan terhadap pengaruh yang negatif mengenai perusahaan.

iii. Referalls adalah mereferensikan secara total esistensi perusahaan.

3. Demensi, Indikator dan Nomor bukti kuistioner

Sumber: Kotler & Keller (2006)

Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas “BSI Bandung”

3.4.2. Uji Coba Instrumen a. Uji Validitas

Untuk mengukur tingkat validitas instrumen angket penelitian, digunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson, yaitu menggunakan korelasi sekor butir dengan skor total, sehingga sering disebut sebagai inter item-total corrrelation. Menurut Sugiyono dan Wibowo dalam Sujianto (2009), ketentuan validitas instrument sahih apabila r hitung yang lebih besar dari r kritis. item pertanyaan atau pernyataan dinyatakan valid jika mempunyai r hitung yang lebih besar dari r standar, jika dianggap tidak valid (drop), sehingga instrumen tidak dapat digunakan dalam penelitian.

b. Uji Reliabilitas

Menurut Sujianto (2009), Reliabilitas instrumen adalah hasil pengukuran yang dapat dipercaya. Reabilitas instrument diperlukan untuk mendapatkan data sesuai tujuan pengukuran. Untuk mencapai hal tersebut, uji reliabilitas dengan menggunakan metode Alpha Cronbach’s diukur berdasarkan skala Alpha Cronbach’s 0 sampai 1.

Koefisien reliabilitas instrumen dimaksudkan untuk melihat konsistensi jawaban butir-butir pernyataan yang diberikan oleh responden, dengan metode belah dua (split half) dengan mengkorelasikan total skor ganjil lawan genap.

Selanjutnya dihitung reliablitasnya dengan rumus “Alpha Cronbach’. Apabila

hitung > rtabel dan hitung bernilai positif, maka instrumen penelitian dapat disebut reliabel.

c. Uji Coba Instrumen

Uji coba instrumen di uji coba kepada 10 responden dengan 15 butir dengan r tabel = Nilai kritis menurut tabel (N-2) = 8, D.f = 0,05 adalah 0,632 pertanyaan setiap variabelnya, hasil uji coba instrumen sebagai berikut :

1. Variabel Y (Loyalitas Konsumen) terdapat 1 butir pernyataan (nomor 3) yang tidak valid dan tidak reliabel karena r hitung adalah 0,34 lebih kecil dari pada t tabel, sehingga terdapat 14 butir pertanyaan yang dapat digunakan.

2. Variabel X1 (Promosi) terdapat 2 butir pernyataan (nomor 10 dan 15) yang tidak valid dan tidak reliabel karena r hitung untuk butir pertanyaan nomor

Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas “BSI Bandung”

10 yaitu 0,58 dan nomor 15 yaitu 0,44 masih lebih kecil dari t tabel, sehingga terdapat 13 butir pertanyaan yang dapat digunakan.

3. Variabel X2 (Ekuitas Merek) terdapat 2 butir pernyataan (nomor 6 dan 15) yang tidak valid dan tidak reliabel karena r hitung untuk butir pertanyaan nomor 6 yaitu 0,31 dan nomor 15 yaitu 0,06 masih lebih kecil dari t tabel, sehingga terdapat 13 butir pertanyaan yang dapat digunakan.

3.4.3. Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data pada penelitian ini, menggunakan data primer dan sekunder.

a. Data Primer

Data primer dalam penelitian diperoleh data dengan cara menyerahkan kuesioner yang diisi oleh para responden, yaitu konsumen Cipaganti.

b. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang secara tidak langsung berhubungan dengan penelitian, atau berhubungan dengan responden yang diteliti dan merupakan pendukung bagi penelitian yang dilakukan, seperti dokumentasi perusahaan, buku-buku referansi, dan informasi lain yang berhubungan dengan penelitian.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Metode Interview

Metode ini digunakan untuk survei pendahuluan dengan maksud memperoleh data awal pada obyek yang akan diteliti.

b. Metode Kuesioner

Metode kuesioner digunakan untuk memperoleh data yang akan dianalisa dengan membagikan kuesioner kepada respoden dan meminta para responden yang menjadi sampel mengisi kuesioner tersebut. Setelah kuesioner terkumpul kembali, maka peneliti akan melakukan uji statistik dan menganalisis untuk menjawab hipotesa yang telah ditetapkan.

Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas “BSI Bandung”

Dokumen terkait