• Tidak ada hasil yang ditemukan

Populasi penelitian merupakan sempel khusus mengenai penduduk, yaitu jumlah tertentu dari manusia yang diselidiki secara nyata. Sudjana (2002:6) mengatakan bahwa populasi adalah: “Totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua angggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang inggin dipelajari sifat-sifatnya”. Menurut Sutrisno Hadi (2001:102), Populasi adalah sejumlah individu yang mempunyai satu sifat yang sama.

Dari pengertian di tersebut dapat disimpulkan bahwa populasi adalah jumlah seluruh nilai yang ada, nilai tersebut sebagai hasil dari menghitung atau

commit to user

mengukur, baik secara kuantitatif maupun kualitatif tentang karakteristik atau sifat-sifat yang sama dari semua anggota suatu kumpulan tertentu. Sesuai dengan penelitian ini maka populasinya adalah seluruh siswa kelas X SMA Bhinneka Karya 2 Boyolali tahun ajaran 2009-2010, berjumlah 296 siswa.

2. Sampel Penelitian

Pengertian sampel menutut Suharsimi Arikunto (2002:109). “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti”. Menurut Sudjan (2002:6) “ Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi”. Berdasarkan kedua pendapat itu dapat diambil kesimpulan bahwa sempel adalah sebagian dari populasi yang dianggap dapat mewakili populasi untuk dijadikansubyek dalam peneitian. Berdasarkan pengertian tersebut maka dalam penelitian ini yang menjadi sempel adalah sebagian dari siswa kelas X SMA Bhinneka Karya 2 Boyolali Tahun ajaran 2009-2010.

Dasar pengambilan sampel menurut Suharsimi Arikunto (2002:109) sebagai berikut: “ Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitian nyaadalah penelitian populasi. Selanjudnya jika jumlahnya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih tertantung setidaknya-tidaknya dari:

1. Kemampuan penelitian dilihat dari waktu, tenaga, dan dana. 2. Sempit luasnya pengamatan dari subyek.

3. Besar kecinya resiko yang ditanggung oleh peneliti.

Untuk penelitian yang resikonya besar, tentu saja jika sampel lebih besar hasilnya akan lebih baik.”

Dalam penelitian ini tiap masing kelas peneliti mengambil sampel 10% dari populasi yang berjumlah 296 siswa yaitu sebesar 4 siswa. Untuk lebih jelasnya perincian populasi dan sampel dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:

commit to user Tabel. 3. Populasi dan Sampel

Kelas Populasi Persentase

Sampel Sampel X-1 X-2 X-3 X-4 X-5 X-6 X-7 X-8 37 siswa 37 siswa 37 siswa 37 siswa 37 siswa 37 siswa 37 siswa 37 siswa 10%

3,7 siswa di bulatkan 4 siswa 3,7 siswa di bulatkan 4 siswa 3,7 siswa di bulatkan 4 siswa 3,7 siswa di bulatkan 4 siswa 3,7 siswa di bulatkan 4 siswa 3,7 siswa di bulatkan 4 siswa 3,7 siswa di bulatkan 4 siswa 3,7 siswa di bulatkan 4 siswa Jumlah

Total

296 10% 32 siswa

3. Teknik Pengambilan Sampel

Dalam pengambilan sampel diperlukan teknik-teknik yang dapat digunakan untuk mendapatkan sampel yang benar-benat akurat. Teknik tersebut adalah teknik sampling. Menurut Burhan Bungin (2005:105) “Sampling adalah teknik dalam penarikan atau pengambilan sampel penelitian, bagaimana kita merencanakan tata cara pengambilan sampel agar menjadi sampel yang representif”. Iqbal Hasan (2003: 84) mengemukakan bahwa “metode sampling adalah cara pengumpulan data yang mengambil sebagian elemen populasi atau karakteristik yang ada pada populasi”.

Berdasarkan pendapat di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa metode sampling yaitu cara pengambilan sampel dengan cara mengambil sebagian dari populasi yang ada.

Pada dasarnya ada dua macam teknik pengambilan sampel yaitu teknik random sampling dan teknik non random sampling. Sutrisno Hadi dalam Cholid Narbuko dan Abu Achmadi (2002 : 110-117) mengemukakan bahwa “Cara-cara pengambilan sampel penelitian dapat dilakukan sebagai berikut”:

commit to user a. Secara random sampling

Pada teknik random sampling setiap individu dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel. Sesuai dengan pendapat Sutrisno Hadi menyatakan bahwa : “Teknik random sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang mana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk menjadi angggota sampel”.

Selanjutnya cara yang digunakan untuk teknik random sampling dapat dilakukan dengan:

1. Cara undian

Cara undian dilakukan dengan mengadakan undian atau lotere. 2. Cara ordinal

Cara ordinal dilakukan dengan menyusun subyek atau membuat daftar secara urut dari atas kebawah yang dapat disesuaikan berdasarkan alpabet, tanggal lahir atau tempat tinggalnya, kemudian sampel dapat dapat diambil menurut urutan ganjil genap atau bilangan kelipatan.

3. Cara randomisasi dari tabel bilangan random

Cara randomisasi diambil dari tabel bilangan random dilakukan dengan menyusun subyek seperti tabel. Sampel dapat diambil menjatuhkan ujung pensil diatas tabel tersebut.

b. Secara non random sampling

Pada teknik sampling ini tidak semua individu dalam populasi diberi peluang yang sama untuk menjadi anggota sampel. Selanjutnya cara yang digunakan untuk teknik non random sampling dapat dilakukan dengan:

1. Sampel proporsi atau Proportional random sampling, yaitu pengambilan subyek dari setiap strata atau setiap wilayah ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subyek dalam masing-masing strata atau wialah.

2. Sampel bersrata atau Stratified sampling teknik ini biasanya digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat.

commit to user

3. Sampel bertujuan atau Purposive sampling teknik ini berdasarkan pada ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang diperkirakan mempunyai sangkut paut erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat yang ada dalam populasi yang sudah diketahui sebelumnya.

4. Sampel kuota atau Quota sampling teknik ini menghendaki pengambilan sampel dengan mendasarkan diri pada quotum.

5. Sampling kembar atau Double sampling yaitu pengambilan sampel yang mengusahakan adanya sampel kembar.

6. Sampel berdasarkan wilayah atau Area probability sampling teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel yang mendasarkan pada pembagian area (daerah-daerah) yang ada pada populasi.

7. Sampel kelompok atau Cluster sampling teknik ini menghendaki adanya kelompok-kelompok dalam pengambilan sampel berdasarkan atas kelompok-kelompok yang ada pada populasi.

Menutut Chorid Narkubo dan Abu Achmadi (2002: 110):

Pada dasarnya, ada dua macam teknik sampling, yaitu teknik random sampling dan non random sampling(…..). Lebih lanjut lagi dikatakan bahwa teknik random sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih untuk menjadi angora sampel (…..). Dalam praktek, prosedur random sampling meliputi; cara undian , cara ordinal ,cara randomisasi dalam table bilangan random.

Berdasarkan pendapat diatas pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik Proportional Random Sampling atau sampel porposional, yaitu pengambilan subyek dari setiap stara atau setiap wilayah ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subyek dalam masing-masing stara atau wilayah. Sedangkan pengambilan random dengan cara undian.

Dokumen terkait