OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.2. Metode Penelitian
3.2.3.1. Populasi Penelitian
Menurut Sugiyono (2012:215), populasi adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh program studi yang ada pada Universitas Pendidikan Indonesia. Dan yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah ketua program studi. Alasan peneliti menjadikan ketua program studi sebagai responden adalah karena ketua program studi merupakan orang-orang yang lebih memahami tentang proses penyusunan anggaran karena mereka terlibat secara langsung dalam pembuatan anggaran dan mereka yang merasakan apa pengaruh yang mereka dapat dengan memiliki peran ganda sebagai seorang dosen dan juga sebagai seorang ketua program studi.
Tabel 3.2.
Daftar Populasi Penelitian
No Fakultas Jumlah Program Studi
1. Fakultas Ilmu Pendidikan 9 Program Studi 2. Fakultas Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial 11 Program Studi
3. Fakultas Pendidikan Bahasan dan Seni 12 Program Studi 4. Fakultas Pendidikan Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam 11 Program Studi
5. Fakultas Pendidikan Terknik dan
Kejuruan 15 Program Studi
6. Fakultas Pendidikan Olahraga dan
Kesehatan 5 Program Studi
7. Fakultas Pendidikan Ekonomi dan
Bisnis 7 Program Studi
8. Sekolah Pasca Sarjana 36 Program Studi
Jumlah 106 Program Studi
52
Ashma Nurul Fajri,2014
Pengaruh Orientasi Profesional dan Orientasi Manajerial Terhadap Konflik Peran Dalam Partisipasi Penyusunan Anggaran
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3.2.3.2. Sampel Penelitian
Menurut Suharsimi (2010:174) sampel adalah “sebagian wakil populasi
yang diteliti”. Sedangkan Sugiyono (2008:80) menyatakan bahwa sampel
didefinisikan sebagai “bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut”. Selanjutnya menurut Husein Umar (2008:136) menyatakan
bahwa “sampel merupakan bagian dari populasi”.
Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah probability
sampling. Sugiyono (2012:82) menyatakan bahwa probability sampling adalah “teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel”. Teknik probability
sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling.
Menurut Sugiyono (2012:82) “simple random sampling dikatakan simple
(sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu”. Metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel ini adalah menggunakan rumus Slovin (Sevilla et. al., 1993:182), dengan rumus sebagai berikut:
dimana:
n : jumlah sampel N : jumlah populasi
E : batas toleransi kesalahan (error tolerance)
Untuk menggunakan rumus ini, pertama ditentukan berapa batas toleransi kesalahan. Batas toleransi kesalahan ini dinyatakan dengan persentase. Semakin kecil toleransi kesalahan, semakin akurat sampel menggambarkan populasi.
53
Ashma Nurul Fajri,2014
Pengaruh Orientasi Profesional dan Orientasi Manajerial Terhadap Konflik Peran Dalam Partisipasi Penyusunan Anggaran
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Misalnya, penelitian dengan batas kesalahan 5% berarti memiliki tingkat akurasi 95%. Penelitian dengan batas kesalahan 2% memiliki tingkat akurasi 98%. Dengan jumlah populasi yang sama, semakin kecil toleransi kesalahan, semakin besar jumlah sampel yang dibutuhkan.
Sesuai dengan penjelasan di atas maka jumlah sampel minimal yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
Berdasarkan perhitungan di atas maka sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 84 responden.
Setelah jumlah seluruh sampel didapatkan, maka ditentukan jumlah sampel untuk setiap fakultas yang dihitung secara proporsional. Dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden, maka menurut Harun Al Rasyid (1993:80) penentuan sampel dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:
Dimana:
ni = ukuran sampel yang harus diambil Ni = ukuran populasi ke-i
N = populasi
54
Ashma Nurul Fajri,2014
Pengaruh Orientasi Profesional dan Orientasi Manajerial Terhadap Konflik Peran Dalam Partisipasi Penyusunan Anggaran
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tabel 3.3.
Distribusi Sampel Proporsional
No Fakultas Jumlah
Program Studi Sampel
1. Fakultas Ilmu Pendidikan 9 7
2. Fakultas Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial 11 9
3. Fakultas Pendidikan Bahasan
dan Seni 12 10
4. Fakultas Pendidikan Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam 11 9
5. Fakultas Pendidikan Terknik
dan Kejuruan 15 12
6. Fakultas Pendidikan Olahraga
dan Kesehatan 5 4
7. Fakultas Pendidikan Ekonomi
dan Bisnis 7 5
8. Sekolah Pasca Sarjana 36 28
Jumlah 106 84
Sumber: Data Penelitian (diolah kembali)
3.2.4. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian 3.2.4.1. Teknik Pengumpulan Data
Sugiyono (2012:137) menyatakan bahwa:
pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Terdapat tiga teknik pengumpulan data menurut Sugiyono, yaitu pengumpulan data melalui wawancara, angket, dan observasi. Adapun penjelasan mengenai ketiga teknik pengumpulan data ini adalah sebagai berikut:
55
Ashma Nurul Fajri,2014
Pengaruh Orientasi Profesional dan Orientasi Manajerial Terhadap Konflik Peran Dalam Partisipasi Penyusunan Anggaran
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1. Interview (Wawancara)
Wawancara digunakan apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang akan diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal yang mendalam dari responden dan jumlah respondennya sedikit. Wawancara terbagi ke dalam dua bagian yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. Wawancara terstruktur digunakan apabila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa saja yang akan diperoleh sedangkan wawancara tidak terstruktur digunakan dalam penelitian pendahuluan atau untuk penelitian lebih mendalam tentang responden. Model wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara tidak terstruktur.
2. Kuisioner (Angket)
Kuisioner dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden. Kuisioner merupakan teknik yang efisien apabila peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel yang akan diukur dan apabila responden yang diberikan kuisioner jumlahnya cukup besar dan tersebar di wilayah yang cukup jauh.
3. Observasi
Observasi dilakukan dengan cara wawancara dan kuisioner. Observasi tidak hanya terbatas pada orang, akan tetapi dapat dilakukan terhadap objek-objek alam yang lainnya. Observasi terbagi dalam empat bagian yaitu observasi berperan serta, observasi nonpartisipan, observasi terstruktur dan observasi tidak terstruktur. Observasi berperan serta yaitu
56
Ashma Nurul Fajri,2014
Pengaruh Orientasi Profesional dan Orientasi Manajerial Terhadap Konflik Peran Dalam Partisipasi Penyusunan Anggaran
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
peneliti berperan serta dalam kegiatan sehari-hari orang yang menjadi sumber penelitian, observasi nonpartisipan yaitu peneliti hanya sebagai pengamat independen saja, observasi terstruktur yaitu observasi yang telah dirancang secara sistematis tentang apa yang akan diamati, dan observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dirancang secara sistematis tentang apa yang akan diteliti. Model observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi nonpartisipan.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sumber data primer dan teknik pengambilan data yang digunakan melalui kuisioner. Menurut Sugiyono
(2012:142) kuisioner merupakan “teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada
responden untuk dijawabnya”. Menurut Uma Sekaran (2010) dalam Sugiyono
(2012:142) terdapat tiga prinsip dalam penulisan angket yaitu „prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran, dan prinsip penampilan fisik angket‟. Adapun penjelasan dari ketiga prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
1. Prinsip Penulisan Angket
Prinsip ini menyangkut beberapa faktor yaitu: isi dan tujuan pertanyaan, bahasa yang digunakan mudah, pertanyaan tertutup terbuka-negatif positif, pertanyaan tidak mendua, tidak menanyakan hal-hal yang sudah lupa, pertanyaan tidak mengarahkan, panjang pertanyaan, dan urutan pertanyaan.
2. Prinsip Pengukuran
Angket yang diberikan kepada responden adalah merupakan instrumen penelitian, yang digunakan untuk mengukur variabel yang akan diteliti. Oleh karena itu instrumen angket tersebut harus dapat digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel tentang variabel yang diukur. Supaya diperoleh data penelitian yang valid dan reliabel, maka sebelum instrumen angket tersebut diberikan pada responden, maka perlu diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dulu. Instrumen yang
57
Ashma Nurul Fajri,2014
Pengaruh Orientasi Profesional dan Orientasi Manajerial Terhadap Konflik Peran Dalam Partisipasi Penyusunan Anggaran
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
tidak valid dan reliabel bila digunakan untuk mengumpulkan data, akan menghasilkan data yang tidak valid dan reliabel pula.
3. Prinsip Penampilan Fisik Angket
Penampilan fisik angket sebagai alat pengumpul data akan mempengaruhi respon atau keseriusan responden dalam mengisi angket. Angket yang dibuat dari kertas buram, akan mendapat respon yang kurang menarik bagi responden, bila dibandingkan angket yang dicetak dalam kertas yang bagus dan berwarna akan menjadi mahal.