• Tidak ada hasil yang ditemukan

Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel

METODE PENELITIAN

C. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian di tarik kesimpulan. Populasi dari penelitian ini adalah siswa –siswi SD Inpres Bime di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Adapun jumlah 124 siswa perinciannya adalah sebagai berikut:

Tabel III.1

Populasi Siswa SD Inpres BimeKabupaten Pegunungan Bintang Papua

No Kelas Jumlah siswa

1. 2. 3 4 5 6 Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 6 20 28 20 19 18 19 Jumlah 124

Sumber : data sekunder tahun 2013

Arikunto (2006:130) menyatakan apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya adalah penelitian populasi. Hal itu dikarenakan subjek yang diteliti adalah seluruh siswa putra dan putri kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 SD Inpres Bime, di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua.

2. Sampel Penelitian

Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Solvin (Etta M.S. dan Sophia, 2010:189) sebagai berikut:

𝑛 = 𝑁 1 +𝑁(𝑒2) 𝑛 = 124 1+124(0,052)= 94,7 dibulatkan 95 Keterangan: n = ukuran sampel N= ukuran populasi

e = prestasi kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan

sampel yang masih ditolerir.

Jumlah populasi adalah 124, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah : 95

3. Teknik Penarikan Sampel

Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode proporsional random sampling, dilakukan dengan cara menentukan proporsi tertentu dari kelas 1 sampai kelas 6 sehingga

totalnya menjadi sebanyak 95. Distribusi populasi setiap sampel dapat diamati pada tabel berikut ini:

Tabel III.2 Populasi dan Sampel Siswa SD Inpres Bime Kabupaten Pegunungan

Bintang Papua No Kelas Jumlah Siswa Jumlah Sampel (Jumlah Siswa*95/124) 1. I 20 (20*95)/124 = 15,32 = 15 2. II 28 (28*95)/124 = 21,45 = 21 3. III 20 (20*95)/124 = 15,32 = 15 4. IV 19 (19*95)/124 = 14,55 = 15 5 V 18 (18*95)/124 = 13,79 = 14 6 VI 19 (19*95)/124 = 14,55 = 15 Sumber : data sekunder tahun 2013

D. Variabel Indikator, Definisi Operasional, dan Cara Pengukuranya

1. Variabel Indikator

Variabel adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran dalam objek penelitian. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah:

Tabel III.3

Instrumen Untuk Mengukur Peran Fasilitas Sekolah, Orang Tua Dan Pendidik Dalam meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Inpres Bime di

Kabupaten Pegunnungan Bintang Papua

Variabel Penelitian Indikator Data Yang Akan Dicari

Fasilitas Sekolah  Meja Ketersediaan meja belajar tidak

cukup sehingga mereka belajar di tanah.

 Kursi Ketersediaan kursi tempat duduk siswa tidak cukup.

 Papan tulis Ketersediaan papan tulis tidak cukup maka, guru sulit menjelaskan/

mengambarkan di papan tulis.

 Kapur Ketersediaan kapur untuk menulis juga tidak ada sehingga tidak bisa menulis dan tidak bisa menjelaskan.

 Toilet Ketersediaan toilet tidak tersedia di sekolah

 Buku-buku Ketesediaan buku-buku sangat kurang di sekolah sehingga, daya membaca siswa juga kurang

 Ruang Belajar Ruang belajar, yang kurang bagus sehingga aktivitas belajar yang kurang efektif

 Ruang guru/Kantor

Ruangan guru/ kantor , tidak ada maka, persiapan mengajar guru kurang

 RuangKepalaSek olah

Ruang kepala sekolah tidak ada sehingga kepala sekolah tidak bekerja dengan maksimal.

 Ruang

Perpustakaan

Perpustakaan tidak ada maka, siswa juga meminjam buku untuk belajar sendiri kurang

Orang Tua

 Biaya sekolah Biaya sekolah yang kurang mampu karena sektor ekonomi

Variabel Penelitian Indikator Data Yang Akan Dicari  Menyediakan

fasilitas belajar

Menyediakan alat-alat belajar tetapi, sektor ekonomi kurang mampu

 Memberi motivasi belajar

Tidak memberikan motivasi, siswa belajar dengan baik.

Pendidik  Lulusan SPG Guru-guru yang mengajar pun

lulusan SPG jadi, kualitas siswa yang kurang begitu baik

 Lulusan DIPLOMA

Lulusan diploma, maka penguasan materi kurang.

 Lulusan S1 Belum ada guru –guru SD lulusan S1 SD Inpres Bime.

Belajar Siswa  UTS Mengukur kemampuan siswa apakah

sudah paham atau tidak melalui tes ujian tengah semester ( uts)

 Hasil akhir/ nilai rapot

Hasil akhir /ujian akhir akan terlihat, hasil yang diperoleh siswa sehingga guru bisa mengukur kemampuan siswa.

Sumber : data sekunder tahun 2013

2. Definisi Operasional

Untuk menghindari kesalahan penafsiran tentang variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, maka peneliti membatasi pengertian dari variabel-variabel tersebut adalah:

a. Variabel Bebas (Independent Variable) meliputi fasilitas sekolah (X1),

orang tua (X2), dan pendidik (X³).

1) Peran fasilitas sekolah adalah fasilitas yang disediakan oleh sekolah untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti:

meja, kursi,papantulis, kapur, buku-buku, toilet, ruang belajar, ruang guru/kantor, ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan dll.

2) Peran orang tua adalah memberikan semangat belajar anak dalam bentuk secara finansial seperti: biaya sekolah menyediakan fasilitas belajar belikan buku tulis, buku- buku pelajaran, bolpoin, tas sekolah, sepatu sekolah agar anak mempunyai semangat belajar yang tinggi maka akan sangat juga secara otomatis mempengaruhi hasil belajar anak. 3) Peran pendidik, di Papua khususnya Kabupaten Pegunungan Bintang

guru-guru yang mengajar adalah lulusan SPG, DIPLOMA, dan tidak ada S1 yang mengajar SD Inpres Bime di Kabupate Pegunnungan Bintang Papua, sehinggahasil belajar siswa yang tidak optimal. Menurut Masjumi (2008:74) peranan dan tugas guru seharusnya dipilih dan ditetapkan sebelum pelaksanaan proses belajar mengajar. Oleh karena itu guru harus memahami betul peranannya dalam proses belajar mengajar yang bersifat majemuk, artinya peran guru tidak hanya satu tetapi lebih dari satu.

b. Variabel Terikat (Dependent Variable) hasil belajar siswa

Hasil adalah merupakan nilai rapot yang diperoleh siswa SD Inpres Bime di Kabuapaten Pegunungan Bintang Papua, pada semester ganjil. Cara Menentukan Hasil Belajar Dalam dunia pendidikan, khususya persekolaan guru wajib mengetahui sejauh

mana keberhasilan siswanya telah mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru.

3. Cara Pengukurannya

Indikator yang diperoleh dari variabel fasilitas sekolah, peran orang tua, peran pendidik, dan hasil belajar siswa yang diubah ke dalam daftar pernyataan (kuisioner) dengan bentuk pernyataan tertutup. Teknik pengukuran yang dipergunakan adalah dengan menggunakan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap seseorang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian ini, fenomena sosial yang dimaksud adalah hasil belajar siswa yang dipengaruhi oleh peran fasilitas sekolah, peran orang tua, dan peran pendidik. Penilaian atas jawaban-jawaban yang diberikan oleh responden diukur dengan tingkat 1 s.d 4, tingkat jawabannya adalah sebagai berkut:

Tabel III.4 Skoring Berdasarkan Skala Likert

Kriteria Jawaban Skor

Positif Negatif

Sangat setuju (SS) 4 1

Setuju (S) 3 2

Kurang Setuju (KS) 2 3

Tidak Sejutu (TS) 1 4

Dokumen terkait