• Tidak ada hasil yang ditemukan

Potensi Daya Tarik Objek dan Atraksi Wisata Sejarah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Analisis dan Sintesis

4.3.2 Potensi Daya Tarik Objek dan Atraksi Wisata Sejarah

Pengembangan wisata sejarah ini dapat diterapkan pada tapak melalui analisis potensi daya tarik objek dan atraksi wisata sejarah yang didukung dengan analsis pendukung wisata. Kawasan wisata sejarah di Pusat Kota Banda Aceh memiliki beberapa objek sejarah serta potensi daya tarik wisata yang dapat dikembangkan dalam kegiatan wisata. Analisis potensi daya tarik objek dan atraksi wisata sejarah pada kawasan ini dilakukan dengan menggunakan analisis metode skoring (Tabel 18) dan analisis spasial (Gambar 24). Analisis ini dilakukan berdasarkan tata guna lahan dan berhubungan dengan pengembangan wisata sejarah yang dapat diterapkan pada pengembangan konsep perencanaan tapak. Potensi daya tarik objek dan atraksi wisata sejarah ini dianalisis pada tapak berdasarkan kriteria penilaian yang terdapat pada subbab metode dan tahapan penelitian di bab metodologi. Kriteria penilaian tersebut akan menentukan potensi daya tarik wisata sejarah dalam kategori ruang rendah (skor 5 sampai 9), ruang sedang (skor 10 sampai 12) dan ruang tinggi (skor 13 sampai 15).

Tabel 18 Analisis potensi daya tarik wisata sejarah dengan metode skoring

Area Sejarah Kriteria Penilaian Total

Skor

Kategori Ruang

A B C D E

Taman Putroe Phang (Gunongan dan Kandang)

3 3 3 3 1 13 Tinggi

Taman Putroe Phang (Pintoe Khop) 3 3 3 3 2 14 Tinggi Pendopo 3 3 3 3 2 14 Tinggi Mesjid Raya Baiturrahman 3 3 3 3 3 15 Tinggi

Lapangan Blang Padang 3 3 3 3 3 15 Tinggi

Pemakaman Belanda 3 3 3 3 1 13 Tinggi

Museum Tsunami Aceh 3 3 3 3 3 15 Tinggi

Taman Budaya 1 1 2 2 3 9 Sedang

Pasar Aceh 2 2 2 2 3 11 Sedang

Taman Sari 2 2 2 2 3 11 Sedang

Kawasan Militer 1 1 2 2 1 7 Rendah

Kawasan Permukiman 1 1 1 1 1 5 Rendah

Keterangan: A : nilai sejarah; B : keunikan objek sejarah; C : keaslian objek sejarah; D : keutuhan objek sejarah; E : atraksi seni dan budaya

4.3.3 Pendukung Wisata

Analisis pendukung wisata pada kawasan wisata sejarah ini dilakukan dengan menggunakan analisis metode skoring (Tabel 19) dan analisis spasial (Gambar 28). Analisis ini dilakukan berdasarkan tata guna lahan. Analisis ini juga berhubungan dengan upaya pengembangan wisata sejarah yang dapat diterapkan pada pengembangan konsep perencanaan tapak. Zonasi ini diterapkan pada tapak berdasarkan kriteria penilaian yang terdapat pada subbab metode dan tahapan penelitian di bab metodologi. Kriteria penilaian tersebut akan menentukan pendukung wisata dalam kategori ruang rendah (skor 7 sampai 13), ruang sedang (skor 14 sampai 17) dan ruang tinggi (skor 18 sampai 21).

Tabel 19 Analisis pendukung wisata dengan metode skoring

Area Sejarah Kriteria Penilaian Total

Skor

Kategori Ruang

A B C D E F G

Taman Putroe Phang (Gunongan dan Kandang)

3 3 2 3 2 3 3 19 Tinggi

Taman Putroe Phang (Pintoe Khop) 3 3 3 3 3 3 3 21 Tinggi Pendopo 3 3 3 3 3 3 3 21 Tinggi Mesjid Raya Baiturrahman 3 3 3 3 3 3 3 21 Tinggi Lapangan Blang Padang 3 3 3 3 3 3 3 21 Tinggi

Pemakaman Belanda 3 3 2 3 2 3 3 19 Tinggi

Museum Tsunami Aceh 3 3 3 3 3 3 3 21 Tinggi Kawasan Taman Budaya 3 3 3 3 3 2 2 19 Tinggi

Kawasan Pasar Aceh 2 3 3 3 3 2 2 18 Tinggi

Kawasan Taman Sari 3 3 3 3 3 2 2 19 Tinggi

Kawasan Militer 2 2 1 2 1 2 2 12 Rendah

Kawasan Permukiman 1 1 1 1 1 2 2 9 Rendah

Keterangan: A : aksesibilitas dan sirkulasi menuju elemen lanskap sejarah; B : informasi dan promosi; C :aktivitas wisata; D :kunjungan wisatawan; E : fasilitas wisata untuk interpretasi (jalur dan media interpretasi); F : pelestarian/ pengelolaan wisata; G : kebijakan pemerintah

Gambar 25 Analisis spasial pendukung wisata

Analisis potensi daya tarik wisata sejarah dan pendukung wisata dilakukan analisis dengan metode skoring dan spasial berdasarkan tata guna lahan pada analisis unit lanskap sejarah. Sintesis tapak yang dihasilkan dari kedua analisis ini berhubungan dengan upaya pengembangan wisata sejarah yang dapat diterapkan pada pengembangan konsep perencanaan tapak. Penilaian dengan metode skoring terhadap analisis potensi daya tarik wisata sejarah dan analisis pendukung wisata, maka didapatkan sintesis tapak secara skoring, spasial dan deskriptif berupa zonasi-zonasi dengan penjelasan dari zonasi tersebut yang dapat dikembangkan menjadi ruang objek wisata, ruang transisi, ruang pelayanan dan ruang penerimaan dalam konsep perencanaan kawasan wisata sejarah ini. Berdasarkan analisis unit lanskap sejarah, potensi daya tarik wisata sejarah dan pendukung wisata, maka diperoleh kesesuaian ruang wisata sejarah dengan kategori ruang rendah (skor 12 sampai 19), kategori ruang sedang (skor 20 sampai 27) dan kategori ruang tinggi (skor 28 sampai 36) yang dapat dilihat pada Gambar 26 dengan penjelasannya pada Tabel 20.

Tabel 20 Kesesuaian ruang wisata sejarah

Area Sejarah Total Skor Kategori Ruang Keterangan Taman Putroe Phang (Gunongan dan Kandang)

32 Tinggi - Terdapat elemen lanskap sejarah yang merupakan BCB dan objek wisata sejarah dengan nilai sejarah dalam skala

nasional dan internasional.

- Terdapat objek sejarah dengan keunikan internasional. - Terdapat objek sejarah yang memiliki keaslian lebih dari 80%. - Objek sejarah memiliki keutuhan lebih dari 80%.

- Terdapat satu jenis atraksi seni dan budaya.

- Akses jalan sangat mendukung (jalan raya, kondisi jalan yang lebar, beraspal, tidak rusak, ada pedestrian), sehingga sangat mudah untuk menuju elemen lanskap sejarah.

- Informasi dan promosi tentang elemen lanskap sejarah sangat jelas dan sudah menjadi program wisata. - Terdapat dua sampai lima jenis aktivitas wisata sejarah.

- Kunjungan wisatawan ke elemen lanskap sejarah banyak. - Terdapat dua sampai lima jenis fasilitas wisata untuk interpretasi.

- Terdapat aktivitas pelestarian/ pengelolaan dengan baik dan intensif terhadap elemen lanskap sejarah.

- Kawasan cagar budaya yang ditetapkan dan dipertahankan dengan adanya kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan wisata.

Taman Putroe Phang (Pintoe Khop)

35 Tinggi - Terdapat elemen lanskap sejarah yang merupakan BCB dan objek wisata sejarah dengan nilai sejarah dalam skala

nasional dan internasional.

- Terdapat objek sejarah dengan keunikan internasional. - Terdapat objek sejarah yang memiliki keaslian lebih dari 80%. - Objek sejarah memiliki keutuhan lebih dari 80%.

- Terdapat dua sampai lima jenis atraksi seni dan budaya.

- Akses jalan sangat mendukung (jalan raya, kondisi jalan yang lebar, beraspal, tidak rusak, ada pedestrian), sehingga sangat mudah untuk menuju elemen lanskap sejarah.

- Informasi dan promosi tentang elemen lanskap sejarah sangat jelas dan sudah menjadi program wisata. - Terdapat lebih dari enam jenis aktivitas wisata sejarah.

- Kunjungan wisatawan ke elemen lanskap sejarah banyak. - Terdapat lebih dari enam jenis fasilitas wisata untuk interpretasi.

- Terdapat aktivitas pelestarian/ pengelolaan dengan baik dan intensif terhadap elemen lanskap sejarah.

- Kawasan cagar budaya yang ditetapkan dan dipertahankan dengan adanya kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan wisata.

Area Sejarah Total Skor Kategori Ruang Keterangan Pendopo, Makam Sultan Iskandar Muda dan Museum Aceh

35 Tinggi - Terdapat elemen lanskap sejarah yang merupakan BCB dan objek wisata sejarah dengan nilai sejarah dalam skala

nasional dan internasional.

- Terdapat objek sejarah dengan keunikan internasional. - Terdapat objek sejarah yang memiliki keaslian lebih dari 80%. - Objek sejarah memiliki keutuhan lebih dari 80%.

- Terdapat dua sampai lima jenis atraksi seni dan budaya.

- Akses jalan sangat mendukung (jalan raya, kondisi jalan yang lebar, beraspal, tidak rusak, ada pedestrian), sehingga sangat mudah untuk menuju elemen lanskap sejarah.

- Informasi dan promosi tentang elemen lanskap sejarah sangat jelas dan sudah menjadi program wisata. - Terdapat lebih dari enam jenis aktivitas wisata sejarah.

- Kunjungan wisatawan ke elemen lanskap sejarah banyak. - Terdapat lebih dari enam jenis fasilitas wisata untuk interpretasi.

- Terdapat aktivitas pelestarian/ pengelolaan dengan baik dan intensif terhadap elemen lanskap sejarah.

- Kawasan cagar budaya yang ditetapkan dan dipertahankan dengan adanya kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan wisata.

Mesjid Raya Baiturrahman

36 Tinggi - Terdapat elemen lanskap sejarah yang merupakan BCB dan objek wisata sejarah dengan nilai sejarah dalam skala

nasional dan internasional.

- Terdapat objek sejarah dengan keunikan internasional. - Terdapat objek sejarah yang memiliki keaslian lebih dari 80%. - Objek sejarah memiliki keutuhan lebih dari 80%.

- Terdapat lebih dari enam atraksi seni dan budaya.

- Akses jalan sangat mendukung (jalan raya, kondisi jalan yang lebar, beraspal, tidak rusak, ada pedestrian), sehingga sangat mudah untuk menuju elemen lanskap sejarah.

- Informasi dan promosi tentang elemen lanskap sejarah sangat jelas dan sudah menjadi program wisata. - Terdapat lebih dari enam jenis aktivitas wisata sejarah.

- Kunjungan wisatawan ke elemen lanskap sejarah banyak. - Terdapat lebih dari enam jenis fasilitas wisata untuk interpretasi.

- Terdapat aktivitas pelestarian/ pengelolaan dengan baik dan intensif terhadap elemen lanskap sejarah.

- Kawasan cagar budaya yang ditetapkan dan dipertahankan dengan adanya kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan wisata.

Area Sejarah Total Skor Kategori Ruang Keterangan Lapangan Blang Padang

36 Tinggi - Terdapat elemen lanskap sejarah yang merupakan BCB dan objek wisata sejarah dengan nilai sejarah dalam skala

nasional dan internasional.

- Terdapat objek sejarah dengan keunikan internasional. - Terdapat objek sejarah yang memiliki keaslian lebih dari 80%. - Objek sejarah memiliki keutuhan lebih dari 80%.

- Terdapat lebih dari enam atraksi seni dan budaya.

- Akses jalan sangat mendukung (jalan raya, kondisi jalan yang lebar, beraspal, tidak rusak, ada pedestrian), sehingga sangat mudah untuk menuju elemen lanskap sejarah.

- Informasi dan promosi tentang elemen lanskap sejarah sangat jelas dan sudah menjadi program wisata. - Terdapat lebih dari enam jenis aktivitas wisata sejarah.

- Kunjungan wisatawan ke elemen lanskap sejarah banyak. - Terdapat lebih dari enam jenis fasilitas wisata untuk interpretasi.

- Terdapat aktivitas pelestarian/ pengelolaan dengan baik dan intensif terhadap elemen lanskap sejarah.

- Kawasan cagar budaya yang ditetapkan dan dipertahankan dengan adanya kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan wisata.

Pemakaman Belanda

34 Tinggi - Terdapat elemen lanskap sejarah yang merupakan BCB dan objek wisata sejarah dengan nilai sejarah dalam skala

nasional dan internasional.

- Terdapat objek sejarah dengan keunikan internasional. - Terdapat objek sejarah yang memiliki keaslian lebih dari 80%. - Objek sejarah memiliki keutuhan lebih dari 80%.

- Terdapat satu jenis atraksi seni dan budaya.

- Akses jalan sangat mendukung (jalan raya, kondisi jalan yang lebar, beraspal, tidak rusak, ada pedestrian), sehingga sangat mudah untuk menuju elemen lanskap sejarah.

- Informasi dan promosi tentang elemen lanskap sejarah sangat jelas dan sudah menjadi program wisata. - Terdapat dua sampai lima jenis aktivitas wisata sejarah.

- Kunjungan wisatawan ke elemen lanskap sejarah banyak. - Terdapat dua sampai lima jenis fasilitas wisata untuk interpretasi.

- Terdapat aktivitas pelestarian/ pengelolaan dengan baik dan intensif terhadap elemen lanskap sejarah.

- Kawasan cagar budaya yang ditetapkan dan dipertahankan dengan adanya kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan wisata.

Area Sejarah Total Skor Kategori Ruang Keterangan Museum Tsunami Aceh

36 Tinggi - Terdapat elemen lanskap sejarah yang merupakan BCB dan objek wisata sejarah dengan nilai sejarah dalam skala

nasional dan internasional.

- Terdapat objek sejarah dengan keunikan internasional. - Terdapat objek sejarah yang memiliki keaslian lebih dari 80%. - Objek sejarah memiliki keutuhan lebih dari 80%.

- Terdapat lebih dari enam atraksi seni dan budaya.

- Akses jalan sangat mendukung (jalan raya, kondisi jalan yang lebar, beraspal, tidak rusak, ada pedestrian), sehingga sangat mudah untuk menuju elemen lanskap sejarah.

- Informasi dan promosi tentang elemen lanskap sejarah sangat jelas dan sudah menjadi program wisata. - Terdapat lebih dari enam jenis aktivitas wisata sejarah.

- Kunjungan wisatawan ke elemen lanskap sejarah banyak. - Terdapat lebih dari enam jenis fasilitas wisata untuk interpretasi.

- Terdapat aktivitas pelestarian/ pengelolaan dengan baik dan intensif terhadap elemen lanskap sejarah.

- Kawasan cagar budaya yang ditetapkan dan dipertahankan dengan adanya kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan wisata.

Kawasan Taman Budaya

25 Sedang - Terdapat elemen lanskap sejarah yang mendukung objek sejarah dan terkait dengan peristiwa sejarah.

- Terdapat objek sejarah dengan nilai keunikan lokal. - Terdapat objek sejarah yang memiliki keaslian 30-80%. - Objek sejarah memiliki keutuhan 30-80%.

- Terdapat lebih dari enam atraksi seni dan budaya.

- Akses jalan sangat mendukung (jalan raya, kondisi jalan yang lebar, beraspal, tidak rusak, ada pedestrian), sehingga sangat mudah untuk menuju elemen lanskap sejarah.

- Informasi dan promosi tentang elemen lanskap sejarah sangat jelas dan sudah menjadi program wisata. - Terdapat lebih dari enam jenis aktivitas wisata sejarah.

- Kunjungan wisatawan ke elemen lanskap sejarah banyak. - Terdapat lebih dari enam jenis fasilitas wisata untuk interpretasi.

- Terdapat perencanaan aktivitas pelestarian/ pengelolaan dengan perkembangan lingkungan yang mendukung terhadap elemen lanskap sejarah.

- Kawasan yang sangat mendukung kawasan cagar budaya dalam upaya pelestarian yang ditetapkan oleh kebijakan pemerintah.

Area Sejarah Total Skor Kategori Ruang Keterangan Kawasan Pasar Aceh

29 Tinggi - Terdapat elemen lanskap sejarah yang bukan BCB dengan nilai sejarah dalam skala lokal.

- Terdapat objek sejarah dengan keunikan nasional. - Terdapat objek sejarah yang memiliki keaslian 30-80% - Objek sejarah memiliki keutuhan 30-80%.

- Terdapat lebih dari enam atraksi seni dan budaya.

- Akses jalan cukup mendukung (kondisi jalan yang lebar, beraspal, tidak rusak, tetapi tidak terdapat pedestrian) , sehingga cukup mudah untuk menuju elemen lanskap sejarah.

- Informasi dan promosi tentang elemen lanskap sejarah sangat jelas dan sudah menjadi program wisata. - Terdapat lebih dari enam jenis aktivitas wisata sejarah.

- Kunjungan wisatawan ke elemen lanskap sejarah banyak. - Terdapat lebih dari enam jenis fasilitas wisata untuk interpretasi.

- Terdapat perencanaan aktivitas pelestarian/ pengelolaan dengan perkembangan lingkungan yang mendukung terhadap elemen lanskap sejarah.

- Kawasan yang sangat mendukung kawasan cagar budaya dalam upaya pelestarian yang ditetapkan oleh kebijakan pemerintah.

Kawasan Taman Sari

30 Tinggi - Terdapat elemen lanskap sejarah yang bukan BCB dengan nilai sejarah dalam skala lokal.

- Terdapat objek sejarah dengan keunikan nasional. - Terdapat objek sejarah yang memiliki keaslian 30-80% - Objek sejarah memiliki keutuhan 30-80%.

- Terdapat lebih dari enam atraksi seni dan budaya.

- Akses jalan sangat mendukung (jalan raya, kondisi jalan yang lebar, beraspal, tidak rusak, ada pedestrian), sehingga sangat mudah untuk menuju elemen lanskap sejarah.

- Informasi dan promosi tentang elemen lanskap sejarah sangat jelas dan sudah menjadi program wisata. - Terdapat lebih dari enam jenis aktivitas wisata sejarah.

- Kunjungan wisatawan ke elemen lanskap sejarah banyak. - Terdapat lebih dari enam jenis fasilitas wisata untuk interpretasi.

- Terdapat perencanaan aktivitas pelestarian/ pengelolaan dengan perkembangan lingkungan yang mendukung terhadap elemen lanskap sejarah.

- Kawasan yang sangat mendukung kawasan cagar budaya dalam upaya pelestarian yang ditetapkan oleh kebijakan pemerintah.

Area Sejarah Total Skor

Kategori Ruang

Keterangan

Kawasan Militer 19 Rendah - Terdapat elemen lanskap sejarah yang mendukung objek sejarah dan terkait dengan peristiwa sejarah.

- Terdapat objek sejarah dengan nilai keunikan lokal. - Terdapat objek sejarah yang memiliki keaslian 30-80%. - Objek sejarah memiliki keutuhan 30-80%.

- Terdapat satu jenis atraksi seni dan budaya.

- Akses jalan cukup mendukung (kondisi jalan yang lebar, beraspal, tidak rusak, tetapi tidak terdapat pedestrian) , sehingga cukup mudah untuk menuju elemen lanskap sejarah.

- Informasi dan promosi tentang elemen lanskap sejarah cukup jelas, tetapi belum menjadi program wisata. - Terdapat satu jenis variasi aktivitas wisata sejarah.

- Kunjungan wisatawan ke elemen lanskap sejarah sedang. - Terdapat satu jenis fasilitas wisata untuk interpretasi.

- Terdapat perencanaan aktivitas pelestarian/ pengelolaan dengan perkembangan lingkungan yang mendukung terhadap elemen lanskap sejarah.

- Kawasan yang sangat mendukung kawasan cagar budaya dalam upaya pelestarian yang ditetapkan oleh kebijakan pemerintah.

Kawasan Permukiman

14 Rendah - Terdapat elemen lanskap sejarah yang mendukung objek sejarah dan terkait dengan peristiwa sejarah.

- Terdapat objek sejarah dengan nilai keunikan lokal.

- Terdapat objek sejarah yang memiliki keaslian kurang dari 30%. - Objek sejarah memiliki keutuhan kurang dari 30%.

- Terdapat satu jenis atraksi seni dan budaya.

- Akses jalan kurang mendukung ( kondisi jalan yang sempit, beraspal, tetapi di beberapa tempat ada yang mengalami kerusakan dan tidak terdapat pedestrian), sehingga kurang mudah untuk menuju elemen lanskap sejarah.

- Informasi dan promosi tentang elemen lanskap sejarah kurang jelas dan tidak mejadi program wisata. - Terdapat satu jenis variasi aktivitas wisata sejarah.

- Kunjungan wisatawan ke elemen lanskap sejarah sedikit. - Terdapat satu jenis fasilitas wisata untuk interpretasi.

- Terdapat perencanaan aktivitas pelestarian/ pengelolaan dengan perkembangan lingkungan yang mendukung terhadap elemen lanskap sejarah.

- Kawasan yang sangat mendukung kawasan cagar budaya dalam upaya pelestarian yang ditetapkan oleh kebijakan pemerintah.

Secara administratif, lokasi wisata sejarah di Pusat Kota Banda Aceh sangat strategis karena berada pada pusat kota, sehingga dapat memudahkan pengunjung untuk berwisata di kawasan ini. Menurut RTRW Kota Banda Aceh 2009-2029, Kecamatan Baiturrahman merupakan kawasan cagar budaya yang banyak terdapat peninggalan sejarah. Oleh karena itu, lokasi wisata sejarah yang berada di Pusat Kota Banda Aceh merupakan suatu potensi dalam mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan wisata sejarah. Saat ini, objek- objek sejarah pada kawasan ini telah tertata dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada Museum Tsunami Aceh yang sedang dilakukan proses pengembangan terutama pada fasilitas yang dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung. Sedangkan objek-objek sejarah lainnya dilakukan renovasi, seperti pengecatan kembali dinding pada Mesjid Raya Baiturrahman dan objek sejarah lainnya. Oleh karena itu, kondisi ini dapat ditingkatkan dengan mendata dan mengurutkan rangkaian objek-objek bersejarah, serta mengadakan atraksi wisata yang berpotensi dan berkaitan dengan sejarah dan budaya di Kota Banda Aceh.

Berdasarkan data jumlah pengunjung yang mengunjungi kawasan wisata sejarah di Pusat Kota Banda Aceh ini dari tahun 2006-2010, jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah ini semakin meningkat setiap tahunnya, dimana jumlah wisatawan lokal lebih banyak dibandingkan dengan wisatawan mancanegara. Berdasarkan jumlah pengunjung tersebut, jumlah pengunjung tertinggi terdapat pada tahun 2010, sedangkan jumlah pengunjung terendah terdapat pada tahun 2006. Oleh karena itu, jumlah pengunjung pada tahun 2011 dan tahun berikutnya berpotensi meningkat, karena adanya program wisata “Visit Banda Aceh 2011” yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Pengelolaan kawasan objek sejarah di Pusat kota Banda Aceh didasarkan pada Qanun Kota Banda Aceh No. 5 Tahun 2007 yang menjelaskan bahwa pengelolaan dan pelestarian kawasan merupakan tanggung jawab pemerintah, tetapi masyarakat, kelompok atau perorangan dapat ikut berpartisipasi dalam pengelolaan dan pelestarian kawasan ini. Pengelolaan kawasan ini merupakan kerjasama antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3). Selain itu, berdasarkan peraturan tersebut, maka masyarakat asli Kota Banda Aceh yang mengetahui sejarah di

kawasan Pusat Kota Banda Aceh dapat diikutsertakan dalam kegiatan pengelolaan dan pemeliharaan kawasan seperti promosi dan turut serta dalam kegiatan wisata sebagai pemandu wisata maupun penyedia makanan khas dan souvenir khas di kawasan ini. Keberadaan masyarakat asli dalam kegiatan wisata akan memberikan nilai tambah dan meningkatkan kenyamanan berwisata bagi para wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan yang baik terhadap masyarakat asli agar dapat ikut berpartisipasi aktif untuk mendukung kegiatan wisata. Pemasaran dan promosi kawasan wisata sejarah ini dilakukan oleh pengelola kawasan melalui program wisata “Visit Banda Aceh 2011”. Pengembangan kawasan wisata sejarah ini diharapkan memiliki pengelolaan yang lebih baik, seperti ditetapkannya biaya khusus bagi penyelenggaraan kegiatan wisata. Pemberlakuan biaya khusus bagi penyelenggaraan kegiatan wisata pada kawasan ini dapat memberikan masukan bagi pengelola untuk pemeliharaan kawasan, pembayaran retribusi dan pajak daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Berdasarkan hasil kuesioner terhadap 90 responden, umumnya masyarakat, pengelola dan pengunjung menilai bahwa kondisi fasilitas, akses dan informasi mengenai objek-objek sejarah pada kawasan tersebut sudah cukup baik, tetapi perlu adanya pelestarian dan pengelolaan terhadap objek-objek sejarah, serta pengelolaan terhadap kawasan wisata sejarah secara terkoordinir. Berdasarkan hasil kuesioner, lebih dari 60% dari 90 responden menilai bahwa fasilitas wisata yang ada pada objek-objek wisata sejarah tersebut sudah memadai. Sedangkan untuk akses menuju objek-objek wisata sejarah tersebut, lebih dari 80% dari 90 responden berpendapat bahwa akses menuju ke objek-objek tersebut mudah dan jelas karena berada di pusat kota. Untuk informasi mengenai objek- objek wisata sejarah tersebut, sebanyak lebih dari 70% dari 90 responden berpendapat bahwa informasi mengenai objek-objek tersebut sudah cukup jelas. Selain itu, baik masyarakat, pengunjung maupun pengelola juga setuju dengan adanya perencanaan kawasan sejarah di Pusat Kota Banda Aceh menjadi kawasan wisata sejarah yang mempertimbangkan kenyamanan wisata dan kelestarian sejarahnya secara optimal, seperti menyediakan fasilitas yang kurang pada objek sejarah untuk dapat menunjang segala bentuk aktivitas atau kegiatan pengunjung.

Tabel 21 Analisis dan sintesis deskriptif pada fasilitas penunjang wisata

Fasilitas Penunjang

Wisata

Analisis Sintesis

Potensi Kendala Pemanfaatan Potensi Pemecahan Kendala

Gerbang •Fasilitas yang digunakan oleh

pengelola objek untuk menjaga keamanan, serta sebagai pembatas masif yang membatasi kawasan objek wisata sejarah dengan kawasan yang berada di sekitarnya, seperti pemukiman penduduk.

•Belum ada gerbang masuk yang

menandakan kawasan wisata sejarah.

•Mempertahankan gerbang

tersebut pada setiap objek wisata sejarah dengan dilakukan proses renovasi, seperti pengecatan kembali atau perbaikan pada gerbang yang mengalami kerusakan.

•Merencanakan pembuatan gerbang

masuk yang dapat dijadikan sebagai penanda kawasan wisata sejarah di Pusat Kota Banda Aceh.

Pos jaga •Sarana penunjang keamanan

yang juga dapat digunakan sebagai tempat pendataan pengunjung yang berkunjung ke objek wisata sejarah tersebut.

•Pos jaga pada beberapa objek wisata sejarah saat ini kurang memadai sebagai tempat penjaga keamanan karena bangunan pos yang kurang luas, sehingga pos tersebut kurang nyaman digunakan penjaga untuk berjaga pada siang dan malam hari.

•Keberadaan pos jaga juga

memiliki jumlah yang kurang, karena pada objek wisata di Lapangan Blang Padang tidak terdapat pos penjagaan

•Mempertahankan keberadaan pos

jaga pada setiap objek wisata sejarah.

•Pengelola memberi perhatian

terhadap keberadaan pos jaga karena fungsinya yang sangat penting untuk menunjang kegiatan wisata, khususnya terhadap letak, jumlah dan luas bangunan pos jaga.

•Luas bangunan pos jaga sebaiknya

disesuaikan dengan banyaknya penjaga keamanan yang bertugas pada pos tersebut agar mereka dapat nyaman berada dalam pos dan pos dapat digunakan dengan baik sesuai dengan fungsinya.

•Akan lebih baik jika dilakukan penambahan pos jaga pada setiap objek wisata yang berdekatan dengan area parkir, sehingga dapat memudahkan pendataan para pengunjung dan menambah keamanan pada setiap objek wisata sejarah.

Pusat informasi

•Tempat yang menyediakan

pedoman dan pemandu wisata bagi para pengunjung, serta sarana penunjang yang

Dokumen terkait