BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH
2.1 Aspek Geografi
2.1.2 Potensi Pengembangan Wilayah
Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Semarang, maka kebijakan utama pembentukan struktur tata ruang di Kabupaten Semarang diwujudkan berdasarkan:
a. Arahan pengembangan sistem pusat pelayanan kegiatan meliputi:
PKN Kedungsepur (perkotaan PKL Ungaran), PKL perkotaan Ambarawa, PKLp meliputi perkotaan Tengaran dan Suruh, PPK (perkotaan Bergas, Pringapus, Bandungan, Sumowono, Jambu, Banyubiru, Tuntang, Getasan, Pabelan, Susukan, Kaliwungu, Bancak dan Bringin), Pusat Pelayanan Lingkungan pada setiap pusat Desa; dan kawasan agropolitan(kawasan Sumowono, Bandungan, Jambu, Getasan, Suruh, Susukan, Kaliwungu, Pabelan, Bringin dan Bancak);
b. Sistem jaringan prasarana wilayah, meliputi SWP-1 (kawasan yang ditetapkan menjadi bagian dari Ibukota Kabupaten serta kawasan sekitarnya dalam jangkauan pelayanan yaitu Kecamatan Ungaran Barat, Ungaran Timur, Bergas, dan Pringapus dengan pusat pengembangan di perkotaan Ungaran), SWP-2 (kawasan yang menjadi wilayah pengaruh dari Kota Ambarawa yaitu Kecamatan Ambarawa, Tuntang, Banyubiru, Bandungan, Jambu, Bawen, dan Sumowono dengan pusat penegmbangan perkotaan Ambarawa), dan SWP-3 (kawasan di daerah Selatan yaitu Kecamatan Suruh, Tengaran, Getasan, Susukan, Kaliwungu, Pabelan, Bancak, dan Bringin dengan pusat pengembangan di perkotaan Suruh dan Tengaran.
Tabel 2.5
Rencana Pengembangan Kawasan Budidaya No. Rencana Pengembangan
Kawasan Uraian
1
Kawasan peruntukan hutan produksi dan
hutan rakyat
Hutan produksi terbatas tersebar di Kecamatan
Sumowono, Kecamatan Bandungan, Kecamatan Bergas, Kecamatan Ungaran Barat, Kecamatan Ungaran Timur, Kecamatan Pringapus, dan Kecamatan Banyubiru
Hutan produksi tetap tersebar di Kecamatan Bergas,
Bappeda Kab. Semarang (2016)
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2016-2021 II - 10 No. Rencana Pengembangan
Kawasan Uraian
Kecamatan Ungaran Barat, Kecamatan Ungaran Timur, Kecamatan Pringapus, Kecamatan Bringin, dan
Kecamatan Bancak
Kawasan peruntukan hutan rakyat tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Semarang
2 Kawasan peruntukan pertanian
Kawasan pertanian tanaman pangan tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Semarang
Kawasan holtikultura tersebardi seluruh Kecamatan Kawasan perkebunan tersebar di seluruh Kecamatan Kawasan peternakan:
a. Kawasan peternakan skala besar berlokasi pada seluruh Kecamatan di luar kawasan perkotaan dan kawasan pariwisata sesuai ketentuan yang berlaku b. Kawasan peternakan skala kecil diarahkan dalam
bentuk sentra peternakan di kawasan perdesaan yang diarahkan di seluruh Kecamatan yang dikelola secara terpadu dengan kegiatan pertanian lainnya
3 Kawasan peruntukan perikanan
Kawasan peruntukan budidaya perikanan kolam dapat dilakukan di seluruh Kecamatan
Kawasan peruntukan perikanan tangkap berbasis budidaya pada perairan waduk dan sungai diarahkan di perairan Rawa Pening dan sungai di Kecamatan
Tuntang, Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Banyubiru, dan Kecamatan Bawen
Kawasan minapolitan diarahkan pada Kecamatan Banyubiru, Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Bawen, Kecamatan Jambu dan Kecamatan Tuntang
4 Kawasan peruntukan pertambangan
Kawasan peruntukan pertambangan mineral bukan logam dan batuan, terdapat: di kawasan Bakalrejo dan Karangsalam (Kecamatan Susukan);
kawasan Gunung Mergi (Kecamatan Bergas dan Kecamatan Ungaran Timur); kawasan Kandangan dan Polosiri (Kecamatan Bawen); kawasan Delik (Kecamatan Tuntang); kawasan Pucung (Kecamatan Bancak);
kawasan sekitar Sungai Senjoyo (Kecamatan Bringin dan Kecamatan Bancak); kawasan sekitar Sungai Gading (Kecamatan Suruh); kawasan Boto dan Plumutan (Kecamatan Bancak); kawasan di seluruh Kecamatan khusus untuk pengambilan material tanah urug dengan ketentuan tidak pada kawasan lindung dan tidak merusak lingkungan; dan kawasan Rawa Pening
Kawasan peruntukan pertambangan panas bumi di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Telomoyo Kawasan peruntukan pertambangan minyak dan gas bumi di Kecamatan Bringin dan Bancak
Bappeda Kab. Semarang (2016)
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2016-2021 II - 11 No. Rencana Pengembangan
Kawasan Uraian
5 Kawasan peruntukan industri
Kawasan peruntukan industri berlokasi di Kecamatan Ungaran Barat, Kecamatan Ungaran Timur, Kecamatan Bawen, Kecamatan Tengaran, Kecamatan Pringapus, Kecamatan Susukan, Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Bergas
Kawasan peruntukan industri yang menggunakan bahan baku dan/atau proses produksinya memerlukan lokasi khusus dapat didirikan di seluruh Kecamatan Kawasan industri diarahkan di Kecamatan Pringapus, Kecamatan Bawen, Kecamatan Tengaran, Kecamatan Susukan dan Kecamatan Kaliwungu
Kawasan peruntukan industri kecil diarahkan di seluruh Kecamatan terpadu dengan kawasan permukiman dengan syarat melakukan pengelolaan lingkungan sesuai Ketentuan Peraturan Perundangan
6 Kawasan peruntukan pariwisata
Kawasan peruntukan pariwisata diarahkan pada pembentukan Wilayah Pengembangan Pariwisata yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan sesuai potensi dan daya tarik wisata wilayah
7 Kawasan peruntukan permukiman
Permukiman perdesaan meliputi permukiman perdesaan yang tersebar di seluruh Kecamatan, dikembangkan dengan berbasis perkebunan,
agrowisata, pertanian tanaman pangan, perikanan darat dan peternakan disertai pengolahan hasil atau
agroindustri
Permukiman perkotaan tersebar di seluruh kecamatan Sumber: RTRW Kabupaten Semarang 2011-2031
Gambar 2.3 Peta Pola Ruang
Sumber: RTRW Kabupaten Semarang 2011-2031
Bappeda Kab. Semarang (2016)
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2016-2021 II - 12 Kebijakan ruang dalam RTRW Kabupaten Semarang Tahun 2011-2031, adalah sebagai berikut:
Tabel 2.6
Kebijakan Ruang Kabupaten Semarang
ASPEK PENJELASAN
Kebijakan struktur tata ruang
- Membagi wilayah menjadi 3 SWP
Arahan pengembangan pemanfaatan ruang
- Mendorong pengembangan ke wilayah Selatan
- Membatasi aktifitas industri di wilayah perkotaan Ungaran Kebijakan pendukung
struktur tata ruang
- Meningkatkan pelayanan jaringan infrstaruktur di wilayah perbatasan
- Mengembangkan jalan alternatif dan/atau pembangunan jalan lingkar
Sumber: RTRW Kabupaten Semarang 2011-2031
Selain kebijakan di atas, Kabupaten Semarang juga sudah kawasan strategis yang merupakan wilayah fungsional (fungsional region) ataupun wilayah homogen (homogenous region) yang mempunyai nilai strategis bagi pembangunan wilayah Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah atau bahkan pembangunan nasional.
RTRW Nasional telah menetapkan adanya beberapa Kawasan Strategis Nasional di Jawa Tengah, dimana yang terkait dengan Kabupaten Semarang adalah Kawasan Strategis Metropolitan Kedungsepur. Selain kawasan tersebut, RTRW Kabupaten Semarang ini menetapkan beberapa lagi kawasan yang dipandang strategis bagi kepentingan pembangunan Kabupaten Semarang.
Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) terdiri dari:
1. KSK bidang pertumbuhan ekonomi, meliputi:
a. Kawasan industri di Kecamatan Pringapus, Bawen, Tengaran, Susukan dan Kaliwungu
b. Kawasan perkotaan strategis pada kawasan perkotaan Ungaran, Ambarawa, Suruh dan Tengaran
c. Kawasan cepat berkembang di sekitar jalan Tol Semarang–Solo dan sekitar jalan Ungaran–Bawen
d. Kawasan pusat pengembangan pariwisata pada kawasan Bandungan dan kawasan pariwisata Kopeng
2. KSK bidang sosial dan budaya, adalah kawasan Kota bersejarah Ambarawa 3. KSK bidang pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi,
meliputi:
a. Kawasan pembangkit listrik tenaga air Jelok dan Timo Kecamatan Tuntang b. Kawasan pemanfaatan panas bumi di Gunung Telomoyo Kecamatan Getasan 4. KSK perlindungan dan daya dukung lingkungan hidup, meliputi:
a. Kawasan lindung Gunung Ungaran dan Gunung Telomoyo b. Kawasan hulu Daerah Aliran Sungai Bodri di Sumowono
Bappeda Kab. Semarang (2016)
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2016-2021 II - 13 5. KSK bidang pertahanan dan keamanan, meliputi:
a. Kawasan peruntukan bagi kepentingan pemeliharaan keamanan dan pertahanan Negara berdasarkan geostrategik nasional adalah kawasan militer di Kecamatan Ambarawa
b. Kawasan peruntukan bagi basis militer, daerah latihan militer dan daerah uji coba sistem persenjataan adalah kawasan latihan militer di kecamatan Sumowono, Kawasan Gunung Telomoyo dan Kawasan Gunung Ungaran.
Kabupaten Semarang memiliki potensi unggulan terutama dibidang industri, pertanian, dan pariwisata. Hal ini karena faktor-faktor antara lain secara geografis posisi Kabupaten Semarang adalah sebagai Penyangga Ibukota Provinsi Jawa Tengah, selain itu juga merupakan bagian kawasan strategis nasional KEDUNGSEPUR dan dilalui jalur lintas nasional Jogja-Solo-Semarang (JOGLOSEMAR) serta Potensi sumberdaya alam melimpah.
Potensi unggulan tersebut juga tergambar dari kontribusi yang telah disumbangkan terhadap PDRB Kabupaten dari tahun ke tahun yaitu berturut-turut sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor pertanian.
2.1.2.1 Potensi Industri
Industri di Kabupaten Semarang dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, baik dari segi jumlah, tenaga kerja yang terserap maupun dari nilai produksinya. Jumlah industri besar pada Tahun 2010 sebanyak 180 unit dengan tenaga kerja sebanyak 71.506 dan nilai produksinya mencapai 2,737 trilyun rupiah. Sedangkan pada Tahun 2015 jumlah industri besar mengalami kenaikan menjadi 193 unit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 72.387 orang dan nilai produksinya mencapai 3,196 trilyun. Sebaran industri besar mengelompok di Kecamatan Ungaran Barat, Ungaran Timur, Bawen, Pringapus dan Bergas.
Industri kecil menengah pada Tahun 2010 berjumlah 1.469 unit mampu menyerap tenaga kerja sejumlah 12.369 orang dengan nilai produksi mencapai 431 milyar rupiah. Sementara pada Tahun 2015 industri kecil menengah sebanyak 1.660 unit, mampu menyerap 13.484 orang tenaga kerja dan nilai produksinya sebanyak 601 milyar rupiah. Sedangkan untuk industri tingkat rumah tangga tercatat sebanyak 9.558 unit dengan tenaga kerja 17.016 orang tersebar di seluruh kecamatan.
Tabel 2.7
Perkembangan Industri di Kabupaten Semarang Tahun 2010-2015
No Jenis
Industri Satuan Tahun
2010 2011 2012 2013 2014 2015
1 Industri Rumah
Tangga Unit 9.553 9.290 9.558 9.558 9.558 9.558
Tenaga Kerja Orang 17.074 16.503 17.016 17.016 17.016 17.016 Nilai Produksi Jutaan 163.190,5 150.596,6 162.812,9 162.812,9 162.812,9 162.812,9 2 Industri Kecil
Menengah Unit 1.469 1.415 1.424 1.462 1.531 1.660
Tenaga Kerja Orang 12.369 11.542 12.169 12.352 12.049 13.483 Nilai Produksi Jutaan 431.479,6 409.730,8 488.027,6 492.160 449.658 601.999
Bappeda Kab. Semarang (2016)
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2016-2021 II - 14 No Jenis
Industri Satuan Tahun
2010 2011 2012 2013 2014 2015
3 Industri Besar Unit 180 175 182 185 189 193
Tenaga Kerja Orang 71.506 71.578 71.998 72.135 72.290 72.387 Nilai Produksi Jutaan 2.737.615 2.812.531 2.850.038 2.854.699 3.066.829 3.196.628 Sumber: Dinas Koperasi,UMKM dan Perindag Kabupaten Semarang, 2015
2.1.2.2 Potensi Pertanian
Kabupaten Semarang mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah didukung kondisi lahan dan iklim yang sesuai bagi pengembangan pertanian sehingga terbentuklah sentra-sentra potensi komoditas pertanian dan perkebunan. Sentra komoditas tersebut antara lain padi, hortikultura, biofarmaka, tanaman hias, dan tanaman perkebunan. Potensi-potensi yang ada tersebut mendukung program-program yang dikembangkan disektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan guna menciptakan terpenuhinya kebutuhan pangan bagi masyarakat didalamnya. Sentra tanaman pertanian dan perkebunan di Kabupaten Semarang adalah sebagai berikut:
1). Tanaman Pangan
a). Padi : Kecamatan Banyubiru, Suruh, Susukan, Ambarawa, Bringin, dan Pabelan
b). Jagung : Kecamatan Tengaran, Getasan, Bringin, Sumowono, dan Kaliwungu, Suruh, Pabelan, Pringapus, Susukan c). Kedelai : Kecamatan Bringin, Bancak, Susukan, Kaliwungu, dan
Pringapus
d). Kacang tanah : Kecamatan Bancak, Kaliwungu, dan Bringin
e). Ubi Kayu : Kecamatan Susukan, Kaliwungu, dan Suruh, Tengaran, Ungaran Timur
f). Ubi jalar : Kecamatan Sumowono, Bergas, dan Bandungan 2). Tanaman Buah-Buahan
a). Alpukat : Kecamatan Sumowono, Ambarawa, Getasan, Banyubiru Bandungan dan Tengaran
b). Mangga : Kecamatan Bringin, Susukan, Bergas dan Suruh c). Rambutan : Kecamatan Susukan, Ungaran Barat dan Suruh d). Durian : Kecamatan Jambu, Banyubiru, Susukan dan Tuntang e). Pisang : Kecamatan Ambarawa, Getasan, Susukan, Bandungan dan
Sumowono
f). Salak : Kecamatan Ambarawa, Tengaran, Sumowono dan Banyubiru
g). Kelengkeng : Kecamatan Jambu, Bergas, Bandungan dan Banyubiru h). Manggis : Kecamatan Ungaran Barat, Tuntang, Getasan, Banyubiru
dan Tengaran
i). Nangka : Kecamatan Jambu, Sumowono, Getasan Bandungan dan Banyubiru
Bappeda Kab. Semarang (2016)
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2016-2021 II - 15 3). Tanaman Hias
a). Gladiol : Kecamatan Bandungan
b). Krisan : Kecamatan Ambarawa Bandungan dan Sumowono c). Mawar : Kecamatan Ambarawa dan Sumowono Bandungan d). Sedap malam : Kecamatan Ambarawa dan Bawen
4). Tanaman Sayur-Sayuran
a). Bawang Daun : Kecamatan Ambarawa, Bawen, Sumowono, Bandungan dan Getasan
b). Kentang : Kecamatan Getasan
c). Kubis : Kecamatan Getasan, Tengaran, Banyubiru, dan Sumowono d). Petsai/Sawi : Kecamatan Ambarawa, Bawen, Sumowono,
Bandungan dan Getasan
e). Wortel : Kecamatan Getasan, Bandungan, dan Sumowono f). Cabe Besar : Kecamatan Getasan, Ambarawa, Bandungan dan
Sumowono
g). Cabe Rawit : Kecamatan Getasan, Ambarawa, Kaliwungu Bandungan dan Sumowono
h). Tomat : Kecamatan Getasan, Ambarawa, Sumowono, Bandungan dan Bawen
i). Buncis : Kecamatan Bawen, Getasan, Bandungan dan Sumowono 5). Tanaman Biofarmaka
a). Jahe : Kecamatan Sumowono, Getasan, Susukan, Banyubiru, Tengaran, dan Bandungan
b). Temu Lawak : Kecamatan Susukan dan Suruh
c). Kencur : Kecamatan Kaliwungu Suruh dan Susukan
d). Kunyit : Kecamatan Tengaran, Susukan, Kaliwungu dan Suruh 6). Tanaman Perkebunan
a). Kelapa : Semua Kecamatan kecuali Sumowono, Ungaran Barat Bandungan, Getasan, dan Pringapus
b). Kelapa Deres : Kecamatan Suruh, Pabelan, dan Tengaran c). Kopi : Kecamatan Sumowono, Jambu dan Banyubiru
d). Cengkeh : Jambu, Susukan, Banyubiru, Ungaran Barat, Kecamatan Bergas, Getasan, Suruh dan Tengaran
e). Aren : Kecamatan Jambu, Banyubiru dan Sumowono f). Kapok : Kecamatan Ungaran Timur dan Bawen,
g). Tebu : Kecamatan Suruh Kaliwungu dan Tengaran
h). Kakao : Kecamatan Tengaran Kaliwungu, Suruh, dan Sumowono i). Tembakau : Kecamatan Getasan dan Bandungan
j). Karet : Kecamatan Tuntang, Bawen, dan Sumowono
2.1.2.3 Potensi Pariwisata
Posisi strategis Kabupaten Semarang sebagai daerah penyangga ibukota Provinsi Jawa Tengah dan kondisi alam bukit dan pegunungan dengan udara sejuk dan panorama alam yang indah memberikan peluang dan kesempatan untuk lebih mengembangkan potensi dibidang pariwisata. Dengan potensi wisata yang
Bappeda Kab. Semarang (2016)
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2016-2021 II - 16 sangat variatif yang terdiri dari wisata alam, wisata budaya, wisata buatan, maupun wisata industri dan wisata minat khususnya, menjadikan Kabupaten Semarang sebagai tempat tujuan wisata yang sangat diminati oleh para wisatawan mengingat letak yang sangat dekat dengan Ibukota Provinsi Jawa Tengah.
Jumlah kunjungan wisata pada Tahun 2010 sebanyak 1.191.118 wisatawan, pada Tahun 2015 meningkat menjadi 2.161.803 wisatawan.
Peningkatan ini antara lain karena kegiatan promosi bersama dengan pelaku pariwisata seperti biro perjalanan dan pengelola obyek wisata swasta serta informasi pariwisata melalui media cetak dan media elektronik. Jumlah kunjungan wisata ini berdampak langsung pada peningkatan jumlah PAD dari retribusi tempat wisata pada Tahun 2010 sebesar Rp1.562.044.880,00 meningkat pada Tahun 2015 menjadi sebesar Rp3.669.328.320,00 atau mengalami kenaikan sebesar 57,43%.
Adapun Obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Semarang dapat kita lihat pada Tabel 2.8 berikut ini :
Tabel 2.8 OBYEK WISATA