• Tidak ada hasil yang ditemukan

Potensi Unggulan Daerah

Dalam dokumen PEMERINTAH KOTA BEKASI TAHUN 2015 (Halaman 45-57)

DATA JUMLAH PELAJAR TAHUN 2012 – 2014

C. Kondisi Ekonomi

1) Potensi Unggulan Daerah

Peningkatan ekonomi masyarakat merupakan faktor utama yang mempengaruhi kondisi sosial budaya masyarakat. Sebagai kota yang memiliki letak cukup strategis (comercial city) memberikan potensi yang cukup besar untuk dapat membuka peluang investasi di bidang jasa dan perdagangan. Jaminan kondusifitas iklim investasi oleh Pemerintah Kota Bekasi merupakan salah satu daya tarik bagi investor untuk menanamkan investasinya di Kota Bekasi.

Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya meningkatkan kemudahan dan kenyamanan dalam berinvestasi di Kota Bekasi. Oleh karena itu, ada beberapa hal pokok yang telah dan terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kota Bekasi antara lain peningkatan kemanan, kepastian hukum, kemudahan proses perizinan investasi, peningkatan infrastruktur, mekanisme ketenagakerjaan, peningkatan kualitas lingkungan, serta perencanaan tata ruang yang terukur. Sehubungan dengan hal

tersebut, beberapa potensi yang merupakan unggulan dari kota Bekasi dapat menjadi daya saing bagi daerah lain serta dapat menjadi alasan mengapa berinvestasi di Kota Bekasi yakni :

a) Potensi Perdagangan

Kota Bekasi tumbuh menjadi kota perdagangan yang maju dan berkembang sejalan dengan upaya Pemerintah Daerah untuk meningkatkan berbagai aspek kenyamanan berinvestasi di Kota Bekasi. Titik tolak hal tersebut adalah dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 9 Tahun 2008 tentang Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT). Kemudahan dan kepastian pelayanan perizinan melalui BPPT dioptimalkan dengan pembentukan Standard Opering Prosedure (SOP) untuk setiap perizinan yang diterbitkan.

Peningkatan aktifitas perdagangan di Kota Bekasi dapat dilihat dari perkembangan peneribitan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) setiap tahunnya.

Tabel I.17

Perkembangan TDP di Kota Bekasi

JENIS PERUSAHAAN 2009 2010 2011 2012 2013 2014 PT 1.412 1.680 1.869 2.098 1.884 2.276 KOPERASI 48 57 66 52 36 36 CV 1.311 1.400 1.415 1.682 1.530 1.445 PO 714 862 695 582 723 653 Badan Usaha Lainnya - - 3 8 - 2 Jumlah 3.485 3.999 4.048 4.422 4.173 3.759

Sumber : BPPT Kota Bekasi

Sentra utama kawasan perdagangan di Kota Bekasi terletak di Jl. Ahmad Yani. Hal ini dapat terlihat dari keberadaan beberapa Toko dan Mall di wilayah tersebut. Pertumbuhan

kawasan perdagangan terus berkembang hingga jalan K.H. Noer Ali (Kalimalang), Kranji, dan Harapan Indah.

Beberapa pusat perbelanjaan terbesar di kota Bekasi diantaranya adalah : Mal Metropolitan, Mega Bekasi Hypermal, Bekasi Square, Plaza Pondok Gede, Grand Mal, Bekasi Cyber Park, Bekasi Trade Centre, Carrefour, Giant, Makro, dan Hypermart.

Selain itu, potensi perdagangan di Kota Bekasi bukan hanya terlihat dari berkembangnya pertokoan tetapi juga dilihat dari tingkat perkembangan nilai ekspor perdagangan Kota Bekasi.

Tabel I. 18

Perkembangan Ekspor Kota Bekasi

TAHUN

NILAI EKSPOR

DALAM (US$) DALAM (Rp)

2010 315.480.103.77 2.916.613.559.353.65

2011 536.478.650.91 4.959.745.127.662.95

2012 98.208.585.06 907.938.368.879.70

2013 463.206.747,13 4.632.067.471.300,00

2014 508.792.384,95 6.359.904.811.875,00

Bidang perdagangan melayani pembuatan dokumen ekspor yaitu Surat Keterangan Asal (SKA)/CO yang digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan referensi dinegara tujuan. Surat Keterangan Asal (SKA) dapat diterbitkan disetiap instansi penerbit dan SKA yang telah ditunjuk oleh Kementerian Perdagangan bukan berdasarkan wilayah. Peningkatan ekspor yang dimulai pada tahun 2013 berlanjut di tahun 2014, hal itu dikarenakan ada beberapa eksportir besar pindah kepengurusan SKA dari kabupaten bekasi ke Kota Bekasi karena perubahan system e-SKA (pelayanan SKA secara elektronik melalui

internet). Fenomena tersebut menyiratkan bahwa produk usaha dari Kota Bekasi banyak diminati oleh pihak luar Kota Bekasi.

b) Potensi Koperasi

Perkembangan koperasi di Kota bekasi sejak tahun 2009 dapat diilustrasikan sebagai berikut : pada tahun 2009 Koperasi berjumlah 703 Koperasi, di tahun 2010 menembus jumlah 772 koperasi atau meningkat 9,82 persen dari tahun sebelumnya, pada tahun 2011 meningkat sebesar 8,81 persen dari tahun sebelumnya menjadi 840, dan tahun 2012 meningkat kembali menjadi 897 Koperasi atau mengalami peningkatan 6,79 persen, begitu juga pada tahun 2013 dan 2014 jumlah koperasi mengalami peningkatan menjadi 928 dan 954.

Tabel I. 19

Perkembangan Jumlah Koperasi

TAHUN JUMLAH KOPERASI

2009 703 2010 772 2011 840 2012 897 2013 928 2014 954

Sumber : Disperindagkop Kota Bekasi, 2014

Berkembangnya Koperasi di Kota Bekasi tidak lepas dari keberhasilan Pemerintah Kota Bekasi dalam melakukan berbagai upaya perbaikan antara lain :

 Keberhasilan dalam melakukan sosialisasi perkoperasian dilingkungan msayarakat;

 Program kegiatan penataan badan hukum sebagai jalan terbaik sehingga peningkatan jumlah koperasi lebih tinggi dibandingkan dengan koperasi yang tidak aktif dan memacu peningkatan kualitas koperasi. Peningkatan kualitas koperasi dilaksanakan secara optimal melalui langkah -langkah :

 Peningkatan SDM pengelola koperasi;  Peningkatan kemitraan;

 Peningkatan permodalan koperasi;

 Peningkatan system dan organisasi koperasi;

 Peningkatan akses teknologi yang berbasis software;  Peningkatan kerjasama antar koperasi;

 Peningkatan sosialisasi perkoperasian bagi tokoh, masyarakat dan pemerintah, kelompok - kelompok mitra strategis,

Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga telah menetapkan kebijakan serta target - target perkembangan koperasi melalui berbagai program dan kegiatan antara lain :  Program yang disusun diarahkan untuk pembinaan dalam

rangka mewujudkan koperasi tetap eksis berkembang;

 Program yang disusun untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tertarik untuk berkoperasi, sehingga jumlah koperasi bertambah terus;

 Pembinaan yang berlanjut kepada gerakan koperasi;

 Perhatian pemerintah daerah dalam menunjang tumbuh kembangnya koperasi di Kota Bekasi, melalui penyediaan anggaran yang terus bertambah;

 Membina hubungan yang harmonis dengan Dekopinda Kota Bekasi sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan perkoperasian di Kota Bekasi.

c) Potensi UMKM

Pelayanan serta pembinaan terhadap sektor UMKM yang ada di Kota Bekasi terus menerus ditingkatkan secara optimal. Hal ini dilaksanakan melalui diambilnya kebijakan-kebijakan yang dapat membantu tumbuh dan berkembangnya sektor ini. Kebijakan dan upaya-upaya yang dilakukan antara lain :

1. Mendata UMKM secara berkelanjutan baik yag aktif maupun tidak aktif;

2. Melakukan bimbingan teknis untuk meningkatkan nilai produk UMKM;

3. Melakukan pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia para UMKM;

4. Mengikutsertakan para UMKM melalui gelar produk dan pameran untuk memperkenalkan produk UMKM.

Dari kebijakan-kebijakan yang telah diambil tersebut munculah sikap penggiat UMKM dikota bekasi yang responsif terhadap perkembangan UMKM dan kebijakan - kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bekasi, seperti:

o Mendaftarkan diri ke Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Bekasi untuk menjadi binaan;

o Secara berkelanjutan aktif dalam mengikuti informasi – informasi tentang regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah atau kegiatan yang dilakukan oleh pelaku UMKM sendiri dalam menunjang keikutsertaan UMKM dalam berbagai aktifitas;

o Mengurus ijin berupa SIUP dan TDP dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi .

Pada akhirnya, dapat dirasakan pertumbuhan UMKM yang ada di Kota Bekasi menjadi hal yang nyata.

Tabel I. 20 Pertumbuhan UMKM

Sumber : Disperindagkop Kota Bekasi, 2014

Jenis usaha UMKM yang menjadi potensi keunggulan Kota Bekasi yaitu UMKM Boneka dan Industri Komponen Industri Otomotif.

1. IKM Boneka

IKM Boneka merupakan salah satu IKM yang mengalami pertumbuhan pesat. Hingga tahun 2013 tercatat 60 IKM inti dengan beberapa IKM plasma didalamnya. Total produksi per tahun mencapai 6,5 juta pcs, dan sudah dipasarkan ke berbagai mancanegara antara lain Malaysia, Brunei, dan Korea Selatan.

Perkembangan IKM Boneka semakin didukung dengan diberlakukannya SNI wajib bagi mainan anak di tahun 2014. Dengan diberlakukan SNI wajib ini semakin mendorong IKM Boneka Kota Bekasi untuk mampu bersaing dengan boneka-boneka produksi luar negeri. Disperindagkop Kota Bekasi sendiri mendukung pemberlakuan SNI wajib bagi mainan anak dengan cara memfasilitasi IKM Boneka Kota Bekasi untuk mendapatkan SNI wajib. Di tahun 2014 ini tercatat 10

Tahun Jumlah UMKM Pertumbuhan (%)

2008 495 7.14 2009 601 21.4 2010 881 46.5 2011 945 7.26 2012 1057 11,85 2013 1226 15,99 2014 1431 16,72

IKM sudah mendapatkan SNI dan akan disusul IKM lainnya di tahun 2015.

2. Industri Komponen Otomotif

Kota Bekasi juga memiliki potensi yang besar dalam produksi Komponen Otomotif. Potensi IKM komponen otomotif di Kota Bekasi dapat dibilang cukup besar. Didukung oleh letaknya yang dekat dengan pusat industri otomotif di Cikarang, IKM komponen otomotif Kota Bekasi telah mensuplai komponen otomotif motor dan mobil (roda 2 dan roda 4) kepada perusahan-perusahaan besar otomotif multinasional. Di tahun 2014 tercatat hampir 14 juta pcs hasil produksi IKM komponen otomotif dan mampu menyerap tenaga kerja hampir 2000 orang.

Tabel I. 21 Pertumbuhan Industri TAHUN INDUSTRI KECIL INDUSTRI MENENGAH INDUSTRI BESAR 2001-2007 2131 352 352 2008 2210 371 360 2009 2255 385 369 2010 2313 405 387 2011 2346 427 407 2012 2381 448 428 2013 2418 470 450 2014 2407 505 457

2). Pertumbuhan Ekonomi / PDRB

Kota Bekasi yang dibentuk pada Tahun 1997 sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bekasi, dimana masing-masing wilayah tersebut dalam perkembangannya mempunyai potensi perekonomian yang berbeda.

Awalnya, kedua daerah memiliki karakteristik perekonomian yang hampir sama yang ditunjukkan dengan besarnya peranan sektor industri dalam perekonomiannya. Namun, dalam perkembangannya perekonomian Kota Bekasi mengalami perubahan potensi ekonomi dari sektor Industri ke sektor Perdagangan dan Jasa. Untuk mengetahui perkembangan ekonomi suatu daerah diperlukan suatu indikator ekonomi yaitu data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

PDRB dihitung atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan, dimana tahun dasar yang dipakai adalah tahun 2000. Data yang disajikan adalah data series tahun 2009 sampai 2013. Disajikan atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan. Dimana PDRB Tahun 2013 merupakan angka sementara dan data tahun 2012 merupakan angka perbaikan.

PDRB perkapita di Kota Bekasi tahun 2013 adalah sebesar Rp. 18.912.208,- meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp. 17.706.402,-. Angka ini memiliki makna bahwa rata-rata pendapatan masyarakat di Kota Bekasi pada tahun 2013 sebesar Rp. 18.912.208,-.

Tabel I. 22

Produk Domestik Regional Bruto Kota Bekasi Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 Dalam Tahun 2009 s.d 2013 (Jutaan Rupiah)

No. LapanganUsaha 2010 2011 2012* 2013**

1. Pertanian 132.841 135.205 135.523 137.668

2. Pertambangan

-No. LapanganUsaha 2010 2011 2012* 2013**

3. Industri

Pengolahan 6.539.236 6.868.060 7.290.967 7.703.205

4. Listrik. Gas dan

Air Bersih 627.785 696.315 755.573 814.640 5. Bangunan 564.793 620.425 695.464 796.721 6. Perdagangan Hotel dan Restoran 4.424.414 4.782.975 5.184.613 5.595.957 7. Pengangkutan dan Komunikasi 1.550.993 1.707.287 1.763.144 1.860.411 8. Keuangan. Persewaan dan Jasa Perusahaan 646.581 704.352 765.523 826.450 9. Jasa-Jasa 989.466 1.056.921 1.115.595 1.177.156 Jumlah 15.476.109 16.571.540 17.706.402 18.912.208 * Angka Perbaikan ** Angka Sementara

Sumber : BPS Kota Bekasi, 2014

Tabel 1. 23

Produk Domestik Regional Bruto Kota Bekasi Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2009 s.d 2013

(Jutaan Rupiah)

No. Lapangan Usaha 2010 2011 2012* 2013**

1. Pertanian 318.618 341.294 368.027 400.857

2. Pertambangan dan

Penggalian - - -

-3. Industri Pengolahan 15.092.961 17.168.824 19.269.708 21.639.476

4. Listrik. Gas dan Air

Bersih 1.364.064 1.607.057 1.791.736 2.085.214 5. Bangunan 1.218.520 1.376.313 1.719.379 2.058.944 6. Perdagangan. Hotel dan Restoran 11.077.001 12.491.928 14.320.618 16.377.800 7. Pengangkutan dan Komunikasi 3.137.586 3.572.443 3.937.104 4.343.739 8. Keuangan. Persewaan

dan Jasa Perusahaan 1.360.573 1.566.220 1.763.490 1.944.664

9. Jasa-Jasa 2.109.743 2.404.729 2.613.099 3.028.966

Tabel I. 24

Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bekasi atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000

*Angka Perbaikan ** Angka Sementara

Sumber : BPS Kota Bekasi, 2014

Berdasarkan data PDRB Tahun 2009 - 2013, pertumbuhan ekonomi mengalami pola yang berbeda. Laju Pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi tahun 2013 mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor yang mengalami laju pertumbuhan paling tinggi dibandingkan tahun sebelumnya adalah sektor bangunan sebesar 14,56 persen. Sedangkan sektor yang mengalami pertumbuhan paling lambat adalah sektor pertanian yaitu pada tahun 2012 pertumbuhannya 0,24 persen dan pada tahun 2013 pertumbuhannya 1,58 persen.

No. Lapangan Usaha 2011 2012 2013

1. Pertanian 1,78% 0,24% 1,58%

2. Pertambangan dan

Penggalian - -

-3. Industri Pengolahan 5,03% 6,16% 5,65%

4. Listrik. Gas dan Air

Bersih 10,92% 8,51% 7,82% 5. Bangunan 9,85% 12,09% 14,56% 6. Perdagangan. Hotel dan Restoran 8,10% 8,40% 7,93% 7. Pengangkutan dan Komunikasi 10,08% 3,27% 5,52% 8. Keuangan. Persewaan

dan Jasa Perusahaan 8,93% 8,68% 7,96%

9. Jasa-Jasa 6,82% 5,55% 5,52%

Gambar I. 4

Grafik Pertumbuhan Ekonomi Kota Bekasi

Sumber: BPS Kota Bekasi, 2014

Dari grafik di atas dapat terlihat bahwa pertumbuhan perekonomian Kota Bekasi periode Tahun 2009 - 2011 menunjukkan trend yang meningkat. Dimulai dengan laju pertumbuhan ekonomi 4,13 persen, pada tahun 2010 laju pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi meningkat menjadi 5,84 persen dan pada tahun 2011 perkonomian Kota Bekasi kembali meningkat, bahkan melebihi pertumbuhan ekonomi secara nasional yaitu 7,08%. Namun pada tahun 2012 laju pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi terkoreksi menjadi 6,85 persen dan kembali terkoreksi 0,04 persen di tahun 2013 menjadi 6,81 persen.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Tahun 2014 II - 1

BAB II

Dalam dokumen PEMERINTAH KOTA BEKASI TAHUN 2015 (Halaman 45-57)

Dokumen terkait