BAB I PENDAHULUAN
1.8. Potensi Unggulan Daerah
Kehadiran PT. Badak NGL sebagai industri pengilangan gas alam cair dan PT. Pupuk Kalimantan Timur, Tbk. sebagai industri pupuk serta PT. Black Bear dan PT. Kaltim Nitrat Indonesia sebagai industri pembuat bahan amonium nitrat yang bertaraf internasional,
menjadi potensi unggulan Kota Bontang karena mampu memberikan income besar serta mendorong pertumbuhan ekonomi baik di Kota Bontang, Kalimantan Timur dan Nasional.
Potensi lainnya yang dapat diproyeksikan menjadi potensi unggulan serta dapat dikembangkan menjadi penggerak ekonomi Kota Bontang diantaranya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Jasa Kelautan
Sebagai daerah pesisir, Kota Bontang memiliki potensi jasa kelautan yang dapat dikembangkan berupa jasa transportasi laut. Tujuannya adalah untuk memperlancar kegiatan perdagangan lokal, regional dan internasional. Dengan kedalaman alur yang berkisar antara 17-20 meter, perairan Kota Bontang dapat dilalui kapal-kapal besar dengan kapasitas 20.000-40.000DWT serta dapat melakukan bongkar muat.
Saat ini Kota Bontang memiliki beberapa pelabuhan untuk mendukung aktivitas industri dan masyarakat umum, antara lain pelabuhan khusus yang berjumlah 3 unit (PT. Pupuk Kaltim, PT. Badak NGL, dan PT. Indominco Mandiri), pelabuhan Umum di Loktuan, Pelabuhan Rakyat di Tanjung Laut Indah dan Pelabuhan Pendaratan Ikan di Tanjung Limau.
Perikanan
Dengan dukungan perairan yang luasnya mencapai 49,757 ha atau 70,30% dari luas Kota Bontang, maka perikanan dan kelautan sangat potensial dikembangkan.
Pemanfaatan sumber daya ikan dapat dilakukan melalui kegiatan penangkapan dan budidaya. Potensi perikanan yang menjadi unggulan saat ini adalah kepiting, ikan kerapu, kakap, lobster, teripang dan rumput laut. Jenis-jenis ikan tersebut bernilai ekonomi tinggi di pasar domestik dan pasar internasional.
Ikan-ikan hasil tangkapan nelayan hanya memenuhi kebutuhan lokal sedangkan kebutuhan pasar regional dan internasional hanya dapat dipenuhi dalam jumlah kecil.
Dengan demikian pengembangan kegiatan perikanan mempunyai peluang yang sangat besar mengingat kebutuhan konsumsi ikan baik dalam negeri maupun luar negeri terus mengalami peningkatan. Begitupun dengan rumput laut yang sangat menjanjikan karena mempunyai kualitas terbaik ditingkat nasional.
Pariwisata
Sebagai kawasan pesisir, Kota Bontang mempunyai potensi wisata yang layak untuk dikembangkan seperti: pemukiman di atas air, wisata kuliner, hutan mangrove dan
terumbu karang. Terdapat pula pesta laut sebagai event tahunan untuk masyarakat pesisir yang diisi dengan acara adat disertai hiburan rakyat. Juga acara pesta adat Erau Pelas Benua yang dilaksanakan di Kelurahan Guntung sebagai ritual tolak bala bagi warga sekitar, yang dirangkai dengan olah raga tradisional berupa permainan sumpit dan gassing.
Luas hutan mangrove Kota Bontang adalah 2.105 ha. Kawasan tersebut potensial untuk dikembangkan menjadi ekowisata karena beberapa faktor pendukung antara lain:
mudah dijangkau, memiliki struktur tegakan yang sempurna, serta spesies penyusun tegakannya beraneka ragam. Hutan mangrove Kota Bontang tersebar di sepanjang pesisir pantai yang membentang mulai dari Guntung, Gunung Elai, Bontang Kuala, Rawa Indah, Teluk Kadere dan Manuk-manukan. Ketebalannya dari garis pantai ke arah darat bervariasi antara 50-710 M.
Terumbu karang potensial untuk wisata snorkeling dan diving. Lokasinya berada di Karang Kiampau, Karang Segajah, Agar-agar, Melahing, Kedindingan, Beras Basah dan Tihik-tihik. Terumbu karang dapat dijumpai sampai kedalaman 15 M dan dihuni oleh ikan-ikan hias maupun komersil.
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
2.1 Rencana Strategis Pemerintah Kota Bontang 2.1.1 Visi dan Misi
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kota Bontang merupakan kerangka pembangunan strategis untuk periode 5 tahun. RPJMD Pemerintah Kota Bontang periode 2016-2021 disahkan melalui Perda Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 merupakan pedoman bagi pemangku kepentingan dalam melaksanakan pembangunan di Kota Bontang. Visi pembangunan Kota Bontang Periode 2016-2021 adalah :
“Menguatkan Kota Bontang sebagai Kota Maritim Berkebudayaan Industri Yang Bertumpu pada Kualitas Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Hidup untuk Kesejahteraan Masyarakat.”
Pada Visi Pembangunan Pemerintah Kota Bontang terdapat dimensi pembangunan yang memerlukan penguatan dalam periode rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021 yaitu dimensi Manusia (SDM), dimensi lingkungan hidup, dan dimensi ekonomi. Keberhasilan pembangunan pada masing-masing dimensi pembangunan akan memperbesar harapan terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera. Rumusan visi tersebut mengandung elemen pokok pembangunan yaitu menguatkan Kota Bontang sebagai Kota Maritim Berkebudayaan Industri yang bertumpu pada Kualitas Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Hidup untuk Kesejahteraan Masyarakat. Secara filosopis masing-masing elemen pembangunan mengandung makna yang saling berkaitan seperti gambar berikut.
Kesejahteraan Masyarakat
Lingkungan Hidup
Ekonomi Industri Sumber
Daya Manusia
Pertama. Kota Bontang disebut-sebut sebagai Kota Maritim karena didominasi oleh wilayah pesisir dan laut. Elemen Kota Maritim ini mencakup domain fungsional ekonomi dan industri kelautan yaitu jasa-jasa kelautan, kepelabuhan, transportasi laut, perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil laut, industri penyedia jasa kemaritiman, perdagangan maritim, eksplorasi, ekspoiltasi dan pengolahan minyak-gas di laut (off-shore) dan wilayah pesisir (on-shore). Kedua. Sektor Industri merupakan sektor utama yang telah menjadi cikal-bakal tumbuh dan terbentuknya Kota Bontang sebagai daerah otonom. Pengembangan sektor industri merupakan pilihan rasional mengingat berkembangnya industri merupakan salah satu indikator kemajuan pembangunan. Sebagai elemen visi yang secara filosofis menggambarkan cita-cita pembangunan ekonomi daerah masa depan, berkebudayaan industri bermakna bahwa industry baik industry maritim maupun industri petrokimia akan berkembang dan semakin mapan dalam perannya mendukung pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan. Ketiga. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia merupakan salah satu elemen kunci dalam rangka mewujudkan investasi masa depan yang akan menjadi salah satu pemicu efektifnya pencapaian dimensi pembangunan lainnya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan peningkatan pelayanan kesehatan menjadi elemen utama peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia sejalan dengan visi untuk mewujudkan kota berkebudayaan industri dimana pengembangan SDM tentu akan diarahkan pada penguatan dan penguasaan bidang industri sehingga pada saatnya akan siap bersaing dan siap mengisi kebutuhan tenaga kerja baik pada lingkup lokal, regional maupun global. Keempat. Kota Bontang adalah dengan struktur industri yang sangat kuat, disamping menjadi sektor utama penopang perekonomian kota, keberadaan industri tersebut juga berimplikasi pada ancaman terhadap kelestarian lingkungan dan pencemparan. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan yang akan dirumuskan harus mampu mengaplikasikan konsep-konsep pencapaian sasaran pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup.
Kelima. Elemen Kesejahteraan Masyarakat merupakan tujuan yang ingin diwujudkan melalui implementasi berbagai program pembangunan. Kesejahteraan masyarakat akan terwujud melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan industri yang produktif dan berkeadilan, dan terjaminnya kualitas lingkungan hidup yang berkelanjutan. Terwujudnya elemen-elemen pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang mencakup aspek kesejahteraan ekonomi dan kesejahteraan social baik untuk saat ini maupun masa yang akan datang. Sebagai upaya mewujudkan Visi Pembangunan Kota Bontang di atas, maka disusun lah Misi Pembangunan Kota Bontang selama lima tahun ke
a. Menjadikan Kota Bontang sebagai Smart City melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia
Smart City adalah sebuah konsep kota cerdas/pintar yang membantu masyarakat yang berada di dalamnya mengelola sumber daya yang ada secara efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat/lembaga dalam melakukan kegiatannya atau pun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya. Tujuan dari penerapan konsep smart city adalah untuk membentuk suatu kota yang aman, nyaman bagi warganya serta memperkuat daya saing kota dalam hal perekonomian. Dalam konsepsi misi “Menjadikan Kota Bontang sebagai Smart City melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia”, pengadopsian konsep kota cerdas utamanya akan difokuskan pada penguatan kualitas sumber daya manusia “smart people” sebagai salah satu faktor penting dalam menjadikan sebuah kota sebagai kota cerdas. Namun demikian 135 elemen-elemen lainnya dalam konsep kota cerdas secara bertahap akan diimplementasikan melalui program-program terkait. Oleh karena itu secara operasional misi ini upaya peningkatan kualitas SDM akan dilaksanakan melalui berbagai sektor pembangunan, antara lain sektor pendidikan, kesehatan, sosial kependudukan, tenaga kerja dan sektor pembangunan terkait lainnya.
b. Menjadikan Kota Bontang sebagai Green City melalui peningkatan kualitas lingkungan hidup
Green City merupakan salah satu konsep pendekatan perencanaan kota yang berkelanjutan, Green City juga dikenal sebagai Kota Ekologis atau kota yang sehat.
Artinya adanya keseimbangan antara pembangunan dan perkembangan kota dengan kelestarian lingkungan. Dengan kota yang sehat dapat mewujudkan suatu kondisi kota yang aman, nyaman, bersih, dan sehat untuk dihuni penduduknya dengan mengoptimalkan potensi sosial ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan forum masyarakat, difasilitasi oleh sektor terkait dan sinkron dengan perencanaan kota. Untuk dapat mewujudkannya, diperlukan usaha dari setiap individu anggota masyarakat dan semua pihak terkait (stakeholders).
c. Menjadikan Kota Bontang sebagai Creative City melalui pengembangan kegiatan perekonomian berbasis sektor maritim
Bontang sebagai Creative City merupakan hasil dari pengembangan pengetahuan yang
kompetitif kota. Pengembangan bontang sebagai Creative City merupakan hasil dari gabungan modal sumber daya manusia (contohnya angkatan kerja terdidik), modal infrastruktur (contohnya fasilitas komunikasi yang berteknologi tinggi), modal sosial (contohnya jaringan komunitas yang terbuka)dan modal entrepreuneurial (contohnya aktifitas bisnis kreatif). Pemerintahan yang kuat dan dapat dipercaya disertai dengan orang-orang yang kreatif dan berpikiran terbuka akan meningkatkan produktifitas lokal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu kota. Dalam rangka untuk mencapai misi tersebut maka berikut ini adalah kebijakan serta program kerjanya.
2.1.2 Tujuan dan Sasaran
Berdasarkan visi dan misi pembangunan Kota Bontang 2016-2021, berikut disajikan tujuan dan sasaran pembangunan Kota Bontang Tahun 2016-2021.
Tabel 2.1. Tujuan dan Sasaran Pembangunan berdasarkan Misi Pembangunan Misi I : Menjadikan Kota Bontang sebagai Smart City melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia
Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kondisi Awal Kualitas Sumber Daya Manusia
Meningkatnya Kualitas
Pendidikan untuk semua
Rata-rata Lama Sekolah Penduduk Usia 15 tahun ke
Kesehatan untuk semua
Angka Harapan Hidup
73,94 73,96 Persentase Angka Kematian
Bayi
11,6 7 Persentase Angka Kematian
Ibu per 100.000 kelahiran
110,9 50 Rasio
Prevalensi Balita Gizi Kurang
0,39 <5% Persentase Mengembangkan
masyarakat dan pemerintahan yang cerdas serta kompetitif, berbasis
informasi dan teknologi
Meningkatnya kesejahteraan kehidupan sosial
Tingkat Kemiskinan 10,33 4 Persentase Tingkat Akuntabel dan Partisipatif Indeks Kepuasan
Masyarakat
79,43 85,21 Indeks Indeks Reformasi
Birokrasi
43,20/C B Nilai
Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGi)
Misi II : Menjadikan Kota Bontang sebagai Green City melalui peningkatan kualitas lingkungan hidup
Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kondisi Awal kota yang ramah lingkungan
94,85 85,00 Persentase
Meningkatnya kuantitas dan kualitas
pelayanan air minum
Meningkatnya akses pelayanan air minum
Misi III : Menjadikan Kota Bontang sebagai Creative City melalui pengembangan kegiatan perekonomian berbasis sektor maritime
Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kondisi Awal Dalam Struktur Ekonomi PDRB Non Migas
12,26 8-10 Persentase
95,80 91,45 Persentase
Jumlah sarana perdagangan/pasar
3 4 Unit
Jaringan gas rumah tangga
3 15 Kelurahan
2.1.3 Program
Untuk mewujudkan capaian keberhasilan misi pembangunan, Pemerintah Kota Bontang telah menetapkan program pembangunan sebagai berikut.
a. Program untuk mencapai Misi I : Menjadikan Kota Bontang sebagai Smart City melalui
Tabel 2.2. Program untuk Mencapai Misi I
Sasaran Indikator Sasaran Program
1 Meningkatnya Kualitas Pendidikan untuk semua
1 Rata-rata Lama Sekolah Penduduk usia 15 tahun ke atas
1 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun
2 Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidkan
3 Program Pendidikan Inklusif 2 Harapan Lama Sekolah 4 Program Manajemen Pelayanan
Pendidikan
5 Program Peningkatan Pelayanan Pendidikan
6 Program Peningkatan Manajemen Pendidikan
7 Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan
8 Program Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama dan Pelayanan Sarana Peribadatan 9 Program Pembinaan dan Fasilitasi
Kesejahteraan Sosial Masyarakat 2 Meningkatnya Kualitas
Kesehatan untuk semua 3
4
5
6
Angka Kematian Bayi
Angka Kematian Ibu
Prevalensi Balita Gizi Buruk
Angka Harapan Hidup
10 Program Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak
11 Program Perbaikan Gizi Masyarakat
12 Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas
Pembantu dan Jaringannya 13 Program Pengadaan,
Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-paru/Rumah Sakit Mata
14 Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/
Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-paru/Rumah Sakit Mata 15 Program Kemitraan Peningkatan
Pelayanan Kesehatan
16 Program Peningkatan Pelayanan Rumah Sakit BLUD
17 Program Obat dan Perbekalan 21 Program Pengembangan
Lingkungan Sehat
22 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit
Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Masalah Kejiwaan 24 Program Peningkatan Pelayanan
Kesehatan Dasar dan Rujukan 25 Program Peningkatan Surveilans
Penyakit, Imunisasi dan Penanggulangan Wabah Bencana 26 Program Pengembangan
Manajemen Kesehatan
27 Program Pengembangan Sumberdaya Manusia Kesehatan 28 Program Peningkatan Pelayanan
Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda)
3 Meningkatnya Kesejahteraan Kehidupan Sosial
7 Tingkat Kemiskinan 29 Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 30 Program Pemberdayaan Sosial 31 Program Perlindungan dan
Jaminan Sosial
32 Program Perencanaan Sosial dan Budaya
8 Tingkat Pengangguran 33 Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan
34 Program Peningkatan Kesempatan Kerja
4 Terwujudnya Penyelenggaraan Pemerintahan yang Transparan, Akuntabel dan Partisipatif
9 Predikat Akuntabilitas Kinerja Pemerintah
35 Program Evaluasi Perencanaan Pembangunan Daerah
36 Program Peningkatan Pelayanan Administrasi Pemerintahan 37 Program Peningkatan
Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 38 Program Perencanaan
Pembangunan Daerah
39 Program Perencanaan Pembangunan EKonomi
40 Program Perencanaan Sosial dan Budaya
41 Program Perencanaan Pengembangan Wilayah
42 Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
43 Program Peningkatan Penerimaan Pendapatan Daerah 44 Program Peningkatan Manajemen
Informasi Kekayaan/Aset Daerah 45 Program Penataan Peraturan
Perundang-undangan
10 Nilai LPPD 46 Program Peningkatan Pembinaan dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan
11 Indeks Kepuasan Masyarakat
47 Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
48 Program Penataan Administrasi Kependudukan
49 Program Fasilitasi
12 Indeks Reformasi Birokrasi
50 Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH
51 Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan
52 Program Pengintensifikasian Penanganan Pengaduan Masyarakat
53 Program Pengembangan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa 54 Program Pembinaan dan
Pengembangan Aparatur
55 Program Peningkatan Disiplin Aparatur
56 Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Masa
57 Program Kerjasama Informasi dengan Mass Media
58 Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi 59 Program Diseminasi Informasi dan
Komunikasi Publik
b. Program untuk mencapai Misi II : Menjadikan Kota Bontang sebagai Green City melalui Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup, adalah sebagai berikut.
Tabel 2.3. Program untuk Mencapai Misi II
Sasaran Indikator Sasaran Program
1 Meningkatnya Cakupan Pengelolaan Sanitasi
1 Cakupan Pelayanan Air Limbah Domestik
1 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
2 Cakupan Penanganan Sampah
2 Program Pengembangan Kinerja Pengolahan Sampah
2 Meningkatnya Kualitas Lingkungan Permukiman
3 Kawasan Perumahan dan Permukiman Kumuh
3 Program Pengembangan Perumahan
4 Program Lingkungan Sehat Perumahan
5 Program Penataan Permukiman Kumuh
6 Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (Rth)
7 Program Fasilitasi Partisipasi Masyarakat
3 Meningkatnya Akses Pelayanan Air Minum
4 Cakupan Pelayanan Air Minum
8 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
9 Program Perencanaan
Pengembangan Infrastruktur Prasarana Wilayah dan Sumber Daya Alam
Permasalahan Banjir Drainase/Gorong-Gorong
11 Program Pembangunan Turap/Talud/Bronjong
12 Program Pengendalian Banjir 13 Program Peningkatan Jalan dan
Jembatan
c. Program untuk mencapai Misi III : Menjadikan Kota Bontang sebagai Creative City melalui Pengembangan Kegiatan Perekonomian Berbasis Sektor Maritim, adalah sebagai berikut.
Tabel 2.4. Program untuk Mencapai Misi III
Sasaran Indikator Sasaran Program
1 Meningkatnya
Pertumbuhan Ekonomi Non Migas
1 Pertumbuhan PDRB Non Migas
1 Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil dan Menengah
2 Program Pengembangan Sistem Pendukung Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah
3 Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
4 Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah
5 Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 6 Program Peningkatan Iklim
Investasi dan Realisasi Investasi 7 Program Pengembangan
Budidaya Perikanan
8 Program Pengembangan Perikanan Tangkap
9 Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata
10 Program Pengembangan Destinasi Wisata
11 Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
12 Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan 13 Program Peningkatan Produksi
Pertanian/Perkebunan
14 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak 15 Program Peningkatan Produksi
Hasil Peternakan
16 Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan 17 Program Perlindungan Konsumen
dan Pengamanan Perdagangan 18 Program Peningkatan dan
Pengembangan Ekspor
19 Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri 20 Program Pembinaan Pedagang
21 Program Koordinasi Perumusan dan Implementasi Kebijakan Ekonomi
22 Program Pengelolaan Kekayaan Budaya
23 Program Pengelolaan Keragaman Budaya
2 Tersedianya Infrastruktur Kota yang memadai untuk mendukung Pembangunan Ekonomi Kota
2 Panjang Jalan Kondisi Baik
24 Program Pembangunan Jalan dan Jembatan
25 Program
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan
26 Program Peningkatan Infrastruktur Permukiman
27 Program Pembangunan Sistem Informasi/Data Base Jalan dan Jembatan
3 Jumlah Sarana
Perdagangan Pasar
28 Program Peningkatan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Perdagangan
29 Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri
2.2 Indikator Kinerja Utama (IKU)
Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Kota Bontang dituangkan dalam Keputusan Wali Kota Bontang Nomor 060.4/261/Org.3 Tahun 2016 tentang Perubahan Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kota Bontang Tahun 2016-2021. Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kota Bontang dituangkan pada tabel sebagai berikut.
Tabel 2.5. Indikator Kinerja Utama Sasaran Indikator Kinerja
Utama 1 Meningkatnya
Kualitas Pendidikan untuk Semua dijalani, kelas yang diduduki dan thn tertentu dengan jumlah penduduk usia tertentu pada tahun tertentu
Dinas
2 Meningkatnya Kualitas Kesehatan
3 Angka Kematian Bayi
(Jumlah kematian bayi dalam setahun
Dinas
Kesehatan dan
Profil Kesehatan
4 Angka Kematian Ibu
(Jumlah kematian ibu dalam setahun : Jumlah kelahiran hidup) x 100.000
Dinas
5 Prevalensi Balita Gizi Kurang
(Jumlah Balita gizi kurang : jumlah balita) x 100%
Meninggal : Jumlah Orang Meninggal
3 Meningkatnya Kesejahteraan Kehidupan Sosial
7 Tingkat kemiskinan (Jumlah penduduk miskin : Jumlah penduduk) x 100%
DSP3M DSP3M dan
DPMTKPTSP DPMTKPTSP dan BPS
4 Terwujudnya Penyelenggaraan
Nilai evaluasi laporan 11 Indeks Kepuasan
Masyarakat Daerah dan Unit Kerja
Laporan hasil SKM
12 Indeks Reformasi Birokrasi
Nilai komponen 8 area perubahan
5 Meningkatnya Cakupan yang dikelola : Total limbah) x 100% yang tertangani : Jumlah produksi 6 Meningkatnya
Kualitas Lingkungan
7 Meningkatnya Akses Pelayanan Air air bersih : jumlah seluruh rumah 8 Terselesaikannya
Permasalahan Banjir
18 Luas Wilayah Tergenang
(Jumlah wilayah tergenang : Jumlah Luas Wilayah) x 100%
DPKP2 Laporan
presentasi wilayah tergenang Dinas PU dan
Tata Ruang
9 Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Non Migas
19 Pertumbuhan PDRB Non Migas
Hasil dari penetapan BPS
DKUMP Laporan BPS
10 Tersedianya Infrastruktur Kota yang Memadai untuk Mendukung
Perkembangan Ekonomi Kota
20 Panjang Jalan Kondisi Baik
(Jumlah panjang jln dalam kondisi baik : jumlah jalan
DPKP2 Laporan
pelayanan instalasi Gas RT.
2.3 Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2020
Perjanjian Kinerja Pemerintah Kota Bontang Tahun 2020 dijadikan acuan untuk mengukur Kinerja Pemerintah Kota Bontang Tahun 2020 dan melaporkannya dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP). Perjanjian Kinerja Pemerintah Kota Bontang Tahun 2020 disajikan pada tabel berikut.
Tabel 2.6. Perjanjian Kinerja Tahun 2020
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target
1 Meningkatnya Kualitas Pendidikan Untuk Semua
1 Rata-rata lama Sekolah Penduduk usia 15 tahun Ke Atas
Tahun 10,30
2 Harapan lama Sekolah (HLS) Tahun 12,86 2. Meningkatnya
Kualitas Kesehatan Untuk Semua
3 Angka Kematian Bayi Rasio 7
4 Angka kematian Ibu Rasio 123
5 Prevalensi Balita Gizi Kurang Persentase <2
6 Angka Harapan Hidup Tahun 73,96
3. Meningkatnya Kesejahteraan Kehidupan Sosial
7 Tingkat Kemiskinan Persentase 4,50 8 Tingkat Pengangguran Persentase 9,80 4. Terwujudnya
Penyelenggaraan Pemerintahan yang Transparan, Akuntabel dan Partisipatif
9 Predikat Akuntabilitas Kinerja Pemerintah
Nilai BB
10 Nilai LPPD Nilai ST
11 Indeks Kepuasan Masyarakat Indeks 83,97 12 Indeks Reformasi Birokrasi Nilai B 13 Nilai Pemeringkatan
e-Goverment Indonesia (PeGi)
Poin/Score - 5. Meningkatnya
Cakupan
14 Cakupan pelayanan Air Limbah Domestik
Persentase 96,35
6. Meningkatnya Kualitas Lingkungan Permukiman
16 Kawasan Perumahan dan Permukiman Kumuh
Luas (Ha) 14,4
7. Meningkatnya Akses Pelayanan Air Minum
17 Cakupan Pelayanan Air Minum Persentase 98,04 8. Terselesaikannya
Permasalahan Banjir
18 Luas Wilayah Tergenang Luas (Ha) 28,83 9. Meningkatnya
Pertumbuhan Ekonomi Non Migas
19 Pertumbuhan PDRB Non Migas Persen 3 – 5
12. Tersedianya Insfrastruktur Kota yang Memadai untuk Mendukung
Perkembangan Ekonomi Kota
20 Panjang Jalan Kondisi Baik Persen 90,63 21 Jumlah Sarana Perdagangan
Pasar
Unit 3
22 Jaringan Gas Rumah Tangga Kelurahan 14
BAB III
CAPAIAN KINERJA PEMERINTAH
3.1. Hasil Tindak Lanjut Rekomendasi Tahun Sebelumnya
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Bontang yang setiap tahun dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPANRB) bertujuan untuk menilai tingkat akuntabilitas atau pertanggungjawaban atas hasil (outcome) terhadap penggunaan anggaran dalam rangka terwujudnya Pemerintahan yang berorientasi kepada hasil (result oriented government) serta memberikan saran dan perbaikan yang diperlukan. Pada Tahun 2020, hasil evaluasi belum diserahkan kepada Pemerintah Daerah sehingga masih menggunakan data pada tahun 2019. Pada tahun 2019, Inspektorat Daerah Provinsi Kalimantan Timur melalui surat nomor 700/2060/SAKIP-Kab-Kota/IX/2019 tanggal 15 November 2019 perihal Laporan Hasil Evaluasi atas Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) Tahun 2019 pada Pemerintah Kota Bontang, telah memberikan rekomendasi atas evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kota Bontang tahun 2019, dan ditindaklanjuti sebagai berikut.
Tabel 3.1. Rekomendasi dan Tindak Lanjut
Rekomendasi Tindak Lanjut
1. Evaluasi terhadap IKU yang merupakan core business perangkat daerah yaitu masih berproses secara bertahap hingga akhir tahun 2019
1. Pemerintah Kota Bontang akan melakukan evaluasi serta pendampingan penyusunan dokumen perencanaan seluruh Perangkat Daerah sebagai upaya menyelaraskan perencanaan perangkat daerah dengan perencanaan Kota Bontang 2. Beberapa perangkat daerah
belum menerapkan indikator kinerja utama sesuai dengan tujuan akhir (goal) organisasi tersebut
2. Akan melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan terhadap Indikator Kinerja Utama perangkat daerah, terutama ketika melakukan penyusunan Renstra Perangkat Daerah
3. Hasil pengukuran capaian kinerja (IKU) dimanfaatkan sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran
3. Melakukan koordinasi dan sinkronisasi kepada tim terkait berkaitan dengan
3. Melakukan koordinasi dan sinkronisasi kepada tim terkait berkaitan dengan