BAB IV.I PROFIL DESA KARANGDUWET
G. Potensi Unggulan Desa
dikembangkan, baik yang berasal dari sumber daya alam maupun sumber daya buatan. Beberapa potensi unggulan dalam rangka mendukung pengembangan Desa Karangduwet meliputi :
1. Pertanian
Komoditi pertanian penduduk Desa Karangduwet dari hasil pertanian adalah jagung, kacang kedelai, kacang tanah, padi ladang dan ubi kayu. Komoditi utama dari hasil pertanian tersebut adalah Jagung. Hasil produksi tanaman pertanian Desa Karangduwet disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 11. Luas Tanaman Pangan Menurut Komoditas di Desa Karangduwet
No. Jenis Luas Jumlah Produksi
1. Jagung 417 Ha 90 Ton/ Ha 2. Kacang kedelai 10 Ha 3,3 Ton/ Ha 3. Kacang tanah 165 Ha 11 Ton/ Ha 4. Padi ladang 150 Ha 2 Ton/ Ha 5. Ubi kayu 760 Ha 1,25 Ton/ Ha Sumber : Potensi Desa dan Kelurahan Desa Karangduwet, 2017
Jagung yang dihasilkan oleh penduduk Desa Karangduwet umumnya dijual kepada tengkulak yang datang langsung ke Desa Karangduwet, hasil jagung ini selama ini baru dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak dan benih. Besarnya produksi jagung ini perlu dikembangkan pada bentuk pemanfaatan yang dapat memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian tersebut.
2. Peternakan
Besarnya potensi usaha peternakan di Desa Karangduwet terkait dengan besarnya sumber pakan ternak yang tersedia di sekitar kawasan hutan. Namun Peternakan yang ada di Desa Karangduwet hanya berupa peternakan skala kecil/rumah tangga antara lain peternakan Sapi, Kambing, Ayam, Bebek, Angsa, Burung Puyuh, Kelinci, Anjing, dan Kucing. Berikut tabel jenis populasi ternak:
Tabel 12. Jenis dan jumlah populasi ternak Desa Karangduwet No. Jenis Jumlah pemilik
(orang) Jumlah populasi(ekor)
1. Sapi 818 2400 2. Ayam kampung 615 3075 3. Bebek 21 42 4. Kambing 807 2421 5. Angsa 10 250 6. Burung puyuh 5 10000 7. Kelinci 2 5 8. Anjing 12 24 9. Kucing 187 142
3. Perikanan
Jenis ikan yang di budidayakan masyarakat Desa Karangduwet adalah jenis ikan air tawar. Terdapat 2 (dua) jenis ikan yang dibudidayakan antara lain ikan Bawal dan ikan Lele. Produksi setiap tahunnya sebesar 9 ton untuk ikan bawal dan 4 ton untuk ikan lele.
4. Kehutanan
Potensi desa pada sektor ini terdapat 3 jenis kayu yang menjadi komoditas utama dan produksi dalam setahun cukup besar. Berikut adalah data hasil panen ketiga jenis kayu tersebut :
Tabel 13. Jenis dan jumlah produksi kayu Desa Karangduwet No. Jenis Jumlah panen (Batang/Tahun)
1. Jati 859
2. Mahoni 213
3. Sengon 1.320
Sumber : Potensi Desa dan Kelurahan Desa Karangduwet, 2017
5. Wisata
Terdapat beberapa potensi desa yang dapat dikembangkan pada kegiatan yang menunjang kepariwisataan. Berikut tempat yang berpotensi wisata:
Tabel 14. Lokasi Wisata Desa Karangduwet
No. Lokasi/ Tempat/ AreaWisata Keberadaan Luas (Ha) pemanfaatanTingkat (aktif/pasif) 1. Hutan Khusus Ada 260 Aktif
2. Goa Ada 3,5 Aktif
3. Situs sejarah dan Museum Ada 2 Aktif Sumber : Potensi Desa dan Kelurahan Desa Karangduwet, 2017
Potensi Desa Kearangduwet dalam aspek pariwisata dan seni budaya cukup beragam, karenanya terdapat peluang untuk mengembangkan Desa Karangduwet sebagai Desa Wisata. Upaya pengembangan ini dapat dilakukan dengan memperbanyak obyek yang mempunyai daya tarik wisata dan membangun berbagai sarana prasarana pendukungnya, diikuti dengan upaya penyajian dalam paket wisata melaui promosi yang baik. Namun sebelum semua upaya tersebut perlu adanya kesepahaman oleh berbagai pihak terkait, karena di antaranya adalah kawasan hutan yang mempunyai batasan dalam upaya pengelolaannya.
o
H. Arahan Kebijakan Pembangunan Desa Arah kebijakan pembangunan Desa dapat dilihat dari Visi dan Misi Desa. Visi dan Misi Desa Karangduwet yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) periode tahun 2014-2019 adalah sebagai berikut :Visi :
“Desa Mandiri, Sejahtera, Demokrasi, dan Berbudi” Misi :
1. Membangun tata pemerintahan yang lebih baik dengan bersendikan pada prinsip keterbukaan, tanggungjawab, salin percaya dan partisipasi masyarakat.
2. Meningkatkan kualitas hidup menuju kesejahteraan masyarakat Desa secara berkelanjutan.
3. Membangun semangat otonomi desa yang sejati dan bermaknan bagi masyarakat.
4. Menjadikan masyarakat yang berbudi pekerti dan bermoral baik. Berikut adalah tabel penjelasan masing-masing misi sebagai berikut :
Tabel 15. Misi dan Tujuan Desa Karangduwet
No. Misi Tujuan
1. Membangun tata pemerintahan yang lebih baik dengan bersendikan pada prinsip keterbukaan,
tanggungjawab, salin percaya dan partisipasi masyarakat.
- Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa dan pemberian pelayanan kepada masyarakat secara berkualitas dan terpercaya.
- Mewujudkan pola hubungan kemitraan kebersamaan antara pemerintahan desa, BPD dan warga masyarakat. - Meningkatkan peran serta masyarakat
dalam proses pemerintahan dan pembangunan desa
2. Meningkatkan kualitas hidup menuju kesejahteraan masyarakat Desa secara berkelanjutan.
- Menggali sumber-sumber ekonomi rakyat untuk kesejahteraan masyarakat desa
- Memfasilitasi upaya-upaya peningkatan pendapatan masyarakat dan
penanganan kemiskinan 3. Membangun semangat otonomi
desa yang sejati dan bermaknan bagi masyarakat.
- Mengembangkan jaringan dan kerjasama dengan berbagai pihak dari luar untuk mendukung pelaksanaan pemerintah dan pembangunan masyarakat desa
No. Misi Tujuan 4. Menjadikan masyarakat yang
berbudi pekerti dan bermoral baik. - Membentuk masyarakat desa untukhidup saling menghargai satu sama lain.
- Meningkatkan kadar iman dalam beribadah menurut agama dan kepercayaan yang dianutnya.
Pada realisasinya, sebagaimana yang tertuang dalam LPPDes pembangunan Desa Karangduwet lebih banyak dititikberatkan pada pembangunan sarana prasarana /infrastruktur.
o
I. Pemberdayaan Masyarakat Desa Karangduwet Program program pemerintah yang dilakasanakan di Desa Karangduwet dalam rangka pemberdayaan masyarakat antara lain dalam bidang pertanian dan kehutanan, bersesuaian dengan karakter dan kondisi desa yang potensi terbesarnya di bidang tersebut. Berbagai program dan bantuan kepada masyakat Desa Karangduwet yang telah dilaksanakan oleh berbagai instansi pemerintah baik di tingkat daerah maupun instansi pusat.Bantuan yang pernah diterima pemberdayaan masyarakat yang pernah,
sedang akan dilakukan :
1. Bantuan dari kantor BAPPEDA Kabupaten Gunung Kidul yakni BKK (bantuan keuangan khusus). Bantuan ini diberikan kelompok warga miskin berjumlah 16 orang berupa kambing sebesar 1 juta per warga. 2. Bantuan dari kementerian perumahan yakni RTLH (Rumah Tangga Layak
Huni). Bantuan berupa bahan bangunan sebesar 15 juta per warga. 3. Bantuan dari dinas pertanian dan kehutanan kabupaten gunung kidul
yakni SAPRODI. Bantuan berupa pupuk.
4. Bantuan dari dinas peternakan yakni KUBE ( Kelompok Usaha Bersama ) berupa kambing atau sapi, 1 kelompok ada 10 orang.
5. Bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum yakni JUT (Jalan Usaha Tani) berupa pembuatan jalan di tengah area lahan pertanian warga. Kelompok warga mengajukan proposal.
B. DESA KARANGASEM
o
A. Sejarah Desa Sejarah nama Desa Karangasem ini terinspirasi oleh rasa (kecut) dan pada waktu lampau ada sesepuh yang ngendiko “yo bener kecut, KARANGASEM ko”. Asal muasal nama Desa Karangasem yang sampai sekarang digunakan.o
B. Kondisi Umum Desa Karangasem berada di Wilayah Kecamatan Paliyan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Karangasem memiliki luas 1.268 Ha, sekitar 21,84 % dari luas Kecamatan Paliyan. Wilayah Desa Karangasem meliputi 11 (sebelas) Padukuhan yang secara geografis terbagi menjadi 2 (dua) wilayah, yaitu utara dan selatan. Bagian utara meliputi pedukuhan Karangasem A, Karangasem B, Cangkring, Lemahbang, Manggul, Mengger dan Trukan. Bagian utara Desa Karangasem berada di wilayah yang landai, merupakan bagian dari kawasan cekungan Wonosari. Wilayah bagian selatan meliputi pedukuhan Trowono A, Trowono B, Banjaran dan Namberan. Bagian selatan Desa Karangasem berada di wilayah bergunung-gunung termasuk dalam kawasan karst pegunungan sewu.Jarak Desa Karangasem dengan ibu Kota Kecamatan ± 2,5 km sedangkan jarak dengan ibu kota kabupaten ± 22 km dengan batas – batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Desa Grogol
Sebelah Selatan : Desa Kepek
Sebelah Timur : Desa Mulusan
Sebelah Barat : Desa Karangduwet
Desa Karangasem memiliki ketinggian tanah rata – rata 200 – 300 Mdpl dengan kondisi curah hujan rata rata 19, 75 mm/ tahun dan jumlah hari hujan rata rata 85 hari per tahun. Puncak hujan terjadi pada bulan Desember sampai dengan bulan Februari tiap tahunnya. Suhu udara berkisar antara 27⁰ C sampai dengan 34⁰C.
o C. Kondisi Tata Ruang
Sarana dan Prasana pemerintah desaDalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan desa Karangasem memiliki fasilitas penunjang yaitu :
Kantor desa, balai desa, kantor pelayaan masyarakat satu pintu, kantor atau ruang kerja BPD, mushola dan inventaris desa lainnya. Masing masing pedukuhan di desa Karangasem telah memiliki balai pedukuhan dan barang inventarisnya. Namun demikian sarana dan prasarana yang ada belum seluruh nya memadai, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan pembenahan secara berkelanjutan.
Sarana dan prasarana transportasi
Sarana umum wilayah desa Karangasem telah memiliki fasilitas jalan yang menghubungkan antara desa maupun antar pedukuhan namun demikian mengingat kemampuan pendapatan desa Karangasem yang terbatas, berdampak mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat, maka pemeliharaan, pembuatan, serta pengerasan jalan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan perlu dukungan dari berbagai pihak utamanya perhatian pemerintah. Mayoritas sarana transportasi yang memiliki oleh masyarakat desa Karangasem adalah kendaraan roda dua, sedangkan kendaraan roda empat jumlahnya masih terbatas.
Sarana dan prasarana kesehatan
Di desa Karangasem dalam rangka menunjukan tarif hidup sehat bagi masyarakat terdapat posyandu, puskesmas pemandu, dan poskesdes.
Sarana dan prasarana Pendidikan
Dalam upaya menciptakan generasi yang cerdas, di desa Karangasem memiliki fasilitas Pendidikan di sajikan dalam tabel.
Tabel 16. Fasilitas Pendidikan Di Desa Karangasem
No Nama sekolah Jumlah Keterangan
1. SMP
-2. SD 7
3. TK 11
4. PAUD 5
Jumlah 23
Sumber : RPJM Des Tahun 2014-2018
Gambar 3. SDN Paliyan V
Sarana Peribadatan
Desa Karangasem mayoritas penduduk memeluk Agama Islam. Prasarana peribadatan yang ada di Desa Karangasem berupa masjid 15 buah, mushola 5 buah. Gereja tidak ada.
o
D. Demografi Kependudukan
Sampai dengan tahun 2014 desa Karangasem memiliki penduduk sebanyak 8551 jiwa yang terdiri dari laki laki 4232 jiwa, penduduk perempuan 4319 jiwa yang terbagi dalam 2554 kepala keluarga. Penduduk desa Karangasem terbesar di wilayah desa Karangasem yang terbagi dalam 11 padukuhan, 11 rukun warga dan 58 rukun tetangga. Dilihat dari mata pencariannya secara umum memiliki mata pencaharian petani. Data penduduk desa Karangasem berdasarkan mata pencaharian sebagaimana pada Tabel 1.
Tabel 17 . Data Penduduk Desa Karangasem Berdasarkan Mata Pencaharian No. Jenis Pekerjaan Laki-laki Perempuan Jumlah
1. Petani 1135 1617 2752 2. PNS 70 33 103 3. TNI/Polri 27 - 27 4. Pensiunan 62 13 75 5. pedangang 23 27 50 6. buruh 631 356 987 7. Buruh tani 42 45 87 8. Pegawai swasta 734 413 1147 9. jasa 123 6 129 10. pertukangan 64 45 109 Jumlah 2911 2555 5466
Sumber : RPJM Des Tahun 2014-2018
Tabel 18. Data Penduduk Menurut Kelompok Usia/ Umur
No. Kelompok Usia Jumlah Keterangan
1. 0-3 445 2. 0-6 400 3. 7-12 348 4. 13-15 613 5. 16-18 694 6. 19 keatas 3502 Jumlah 6002
Sumber : RPJM Des Tahun 2014-2018
Tabel 19. Data Penduduk Menurut Kelompok Usia Tenaga Kerja
No. Kelompok Usia Jumlah Keterangan
1. 10-14 667 2. 15-19 613 3. 20-26 694 4. 27-40 1913 5. 40-55 1722 6. 56 tahun keatas 1014 Jumlah 6623
Tabel 20. Data Pendudukan Menurut Penyebaran Ditingkat Padukuhan No. Padukuhan Jenis Kelamin Jumlah Keterangan
Laki-laki Perempuan 1. Banjaran 641 647 1288 2. Trowono A 388 389 777 3. Trowono B 320 344 664 4. Namberan 352 375 727 5. Karangasem A 412 440 852 6. Karangasem B 396 395 791 7. Cangkring 164 173 337 8. Lemahbang 384 406 790 9. Trukan 393 293 686 10. Mengger 487 506 993 11. Manggul 382 432 814 Total 8719
Sumber : RPJM Des Tahun 2014-2018
Budaya
Di Desa Karangasem masih melestarikan berbagai kegiatan budaya. Budaya yang tumbuh dan berkembang diantaranya bersih dhusun, kenduren, kirim duwo/ do’a bersama masa tanam dan pasca panen, gumrek dan sebagainya. Bersih dhusun atau yang biasa disebut dengan
Rasulan merupakan tradisi yang rutin diselenggarakan oleh petani setelah
panen raya tiba. Berikut waktu pelaksanaan kegiatan Rasulan di Dhusun Desa Karangasem :
Tabel 21. Data Waktu Pelaksanaan Bersih Dhusun atau Rasulan di Desa Karangasem
No. Nama Dhusun Waktu Pelaksanaan Keterangan 1. Karangasem A Senin pahing
2. Karangasem B Senin pahing 3. Cangkring Senin pahing 4. Manggul Senin pon 5. Mengger Senin pon 6. Trukan Senin pon 7. Lemahbang Senin pon 8. Trowono A Jumat legi 9. Trowono B Jumat legi 10. Banjaran Rabo pon 11. Namberan Rabu pon Sumber : Data Primer 2018
Kelompok seni tradisional yang berkembang dan tetap dilestarikan sebagai kekayaan budaya di Desa Karangasem secara rinci disajikan dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 22. Jenis Kelompok Seni Tradisional Desa Karangasem NO. Jenis Kelompok Jumlah kelompok keterangan
1. Seni terbang 6 2. Seni reog 3 3. Seni ketropak 1 4. Seni kerawitan 3 5. Seni pedalangan 4 Jumlah 18
Sumber : RPJM Des Tahun 2014-2018
Seni tradisional wayangan rutin diadakan Dhusun Karangasem A dan Karangasem B. Budaya kerawitan rutin di adakan Dhusun Trowono A dan Trowono B.
Agama
Penduduk Desa Karangasem mayoritas memeluk agama Islam. Berikut data penduduk berdasarkan agama dan kepercayaan yang dianut :
Tabel 23. Data Pendudukan Berdasarkan Agama dan Kepercayaan. No. Agama Laki-lakiJenis KelaminPerempuan Jumlah
1. Islam 8693
2. Kristen 21
3. Katholik 4. Hindu 5. Budha
Sumber : RPJM Des Tahun 2014-2018
o
E. Sosial Budaya 1. Aktifitas Harian MasyarakatAktivitas sangat terkait dengan mata pencaharian masyarakat sebagai petani. Umumnya masyarakat Desa Karangasem telah memulai aktivitasnya menuju lahan pertanian mereka pada pukul 06.00 WIB, dan kembali ke rumah pada pukul 11.00 untuk beristirahat. Pada pukul 14.00 WIB mereka kembali ke lahan dan mengakhiri aktivitas pada sekitar pukul 16.00 WIB. Aktivitas sosial kemasyarakatan antara lain musyawarah warga (kumpulan RT/ RW), pengajian rutin, dan lain-lain.
2. Kelembagaan Masyarakat
Terdapat beberapa lembaga masyarakat antara lain :
Badan Permusyarawan Desa (BPD)
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD)
Karang Taruna
Peminaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa
Posyandu
Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT)
Kelembagaan Masyarakat yang terkait dengan pengelolaan Kawasan Hutan.
Lembaga kemasyarakatan di Desa Karangduwet yang berkaitan dengan kawasan konservasi adalah MPA (Masyarakat Peduli Api). MPA terbentuk pada tahun 2013 yang difasilitasi oleh BKSDA Yogyakarta. Tujuan utama dibentuknya lembaga ini adalah untuk menampung dan memfasilitasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengendalian kebakaran hutan. Organisasi MPA yang terbentuk belum optimal dalam tujuan pokoknya yaitu pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan.
Kelompok/lembaga masyarakat lain
Di samping kelembagaan masyarakat yang disebutkan di atas, terdapat kelompok masyarakat yang terbentuk dalam rangka pengembangan program pemberdayaan masyarakat oleh Balai KSDA Yogyakarta, terutama di bidang kehutanan. Kelompok tersebut yaitu Kelompok Sodong Makmur.
o
F. Perekonomian Sumber Daya Alam Dan Sektor PenunjangPertumbuhan ekonomi Desa Karangasem masih bertumpu pada sektor pertanian dalam arti luas (pertanian, perkebunan, hutan rakyat, peternakan, sektor lain seperti industry kecil, perdagangan). Diharapakan mampu menopang pertumbuhan ekonomi desa Karangasem. Potensi sumber daya alam dan industry kecil menengah yang ada di desa Karangasem.Pemanfaat lahan di desa Karangasem disajikan dalam table sebagai berikut :
Tabel 24. Pemanfaat lahan di desa Karangasem. No. Jenis lahan Luas (ha) Keterangan
1. Tegalan 513
2. Pekarangan 98
3. Jalan 14
4. Perkebunan 5
5. Hutan 95
Sumber : RPJM Des Tahun 2014-2018
Gambar 5. Lahan tegalan milik masyarakat
Flora dan Fauna Desa Karangasem
a. Jenis flora yang cocok berkembang di Desa Karangasem meliputi : 1. Tanaman Bunga : Melati, Anggrek, Mawar.
2. Tanaman Pertanian : Padi, Jagung, Ketela Pohon, Kacang Kacangan.
3. Tanaman Perkebunan : Jarak, Srikaya, Manga, Pisang, So, Pete, Kluweh, Nangka, Papaya.
4. Tanaman Hutan Rakyat : Jati, Mahoni , Sengon, Akasia.
5. Tanaman Warung Hidup : Tomat, Bayam, Sawi, Terong, Cabai. b. Jenis fauna
1. Jenis Unggas : Ayam, Burung 2. Jenis Hewan Liar : Reptile
Potensi Telaga
Desa Karangasem memiliki potensi telaga atau danau kecil yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dhusun Desa Karangasem. Terdapat 4 (empat) potensi telaga di Desa Karangasem. Berikut data potensi telaga di Desa Karangasem :
Table 25. Potensi Telaga Desa Karangasem
No. Nama Telaga Lokasi Keterangan
1. Namberam Dhusun Namberan
2. Tonton Dhusun Mengger
3. Bromo Dhusun Trowono
4. Jambeanom Dhusun Trowono
5. Banjaran Dhusun Banjaran Sumber : Data Primer
Gambar 6. Tlogo Bromo, Dhusun Trowono
Telaga memiliki peran penting bagi masyarakat desa. Telaga biasa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber air, tempat mandi, cuci pakaian, dan memancing.
Tabel 26. Industri kerajinan di Desa Karangasem.
No. Jenis Industri Kelompok Keterangan
1. Kerajinan Perak 3
2. Produksi Patilo 3
3. Industri tempe dan tahu 21
4. Criping pisang 2
5. Criping ketela 11
6. Industri peyek 2
7. Industri cassava 1
Sumber : RPJM Des Tahun 2014-2018
Gambar 7. Criping Hasil Produksi KTH Sodong Makmur
Pertumbuhan ekonomi desa Karangasem masih cenderung lambat, hal demikian karena dipenggaruhi oleh beberapa factor antara lain
1. Lahan kering dan tandus yang bergantung pada musim dan curah hujan
2. Pola tanam masyarakat masih menggunakan cara tradisional 3. Minimnya ketrampilan yang dimiliki oleh masyarakat
o
G. Organisasi Pemerintahan Desa Organisasi Pemerintah Desa KarangasemOrganisasi pemerintah Desa Karangasem dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Pedoman Penyusunan Organisasi Dan Tata Kerja Pemerintah Desa.
1. Kepala desa dan perangkat desa 2. Perangkat desa terdiri dari :
a. Secretariat desa terdiri dari :
- Urusan umum
- Urusan perencanaan - Urusan keuangan
b. Pelaksana teknis lapangan terdiri dari - Bagian pemerintahan
- Bagian pembangunan
- Kesejahteraan rakyat c. Unsur kewilayahan padukuhan
Padukuhan adalah sebagai wilayah di desa yang merupakan lingkungan kerja pelaksanaan Pemerintah Desa.
Bagan Struktur Organisasi
Bagan struktur organisasi pemerintahan desa Karangasem. Berpedoman kepada peraturan daerah kabupaten gunungkidul. Nomor 17 tahun 2006 tentang pedoman penyusunan organisasi dan tata kerja pemerintahan desa bagian struktur organisasi pemerintahan desa. Berikut bagan struktur organisasi pemerintah Desa Karangasem.
Gambar 8. Bagan Struktur Organisasi Pemerintah Desa Karangasem
Sumber Daya Manusia (SDM)
Pemerintah desa Karangasem melaksanakan aktivitas kinerja dilaksanakan oleh satu orang Kepala Desa, satu orang Sekretaris Desa, satu orang Kepala Urusan, tiga orang Kepala Bagian, 10 orang Dukuh, dan 2 orang Staf Pemerintah Desa. Berikut data Kepala Desa dan Perangkat Desa Karangasem.
Tabel 27. Data Kelapa Desa dan Perangkat Desa Karangasem
No. Nama Tempat/Tanggal
Lahir Jabatan Keterangan
1. Amanat Ichsan 08-05-1965 Kepala Desa 2. Ngatijo S.IP 16-02-1967 Sekretaris 3. AchidSugiyanto A.Md 30-12-1975 Kepala BagianPemerintahan 4. Maryanto 04-03-1962 Kepala BagianPembangunan 5. Wajiran 13-05-1960 Kepala BagianKemasyarakatan
6. Rujiyono 12-11-1986 Kepala Urusan Keuangan 7. Endi Septo 10-01-1982 Kepala Urusan Umum
BPD Kepala Desa
Sekretaris Desa
Urusan
Umum PerencanaanUrusan KeuanganUrusan
Bagian Pemerintaha n Bagian Kesejahteraan Rakyat Bagian Pembangun an Dukuh :garis komando : garis koordinasi
No. Nama Tempat/Tanggal
Lahir Jabatan Keterangan
8. Suyono 24-03-1982 Kepala UrusanPerencanaan 9. SugengFitriyanto 02-08-1981 Staf
10. Sudiyanto 25-09-1985 Staf 11. Karsiyem 29-10-1981 Staf
12. Murtoyo 15-01-1968 Dukuh Banjaran 13. ……….. Dukuh Trowono A 14. Supoyo 27-03-1972 Dukuh Trowono B 15. Sumarwanto 25-09-1980 Dukuh Namberan 16. Sarjono 19-09-1963 Dukuh Karangasem A 17. Sunarman 30-06-1971 Dukuh Karangasem B 18. Subarto 20-05-1959 Dukuh Cangkring 19. Suro Sengojo 18-06-1956 Dukuh Lemahbang 20. Wiyono 19-05-1956 Dukuh Trukan 21. Untung Santoso 18-05-1962 Dukuh Mengger 22. Samsul Bakri 25-01-1972 Dukuh Manggul
Sumber : RPJM Des Tahun 2014-2018
o
H. Potensi dan Permasalahan Desa Karangasem Potensi yang dimiliki dan merupakan factor pendorong dalam akselerasipembangunan di desa Karangasem. Di jabarkan sebagai berikut :
1. Adanya hubungan sinergi antara pemerintah desa dengan Lembaga desa
2. Adanya pembagian tugas dan fungsi pada struktur organisasi 3. Berjalannya tata cara dan prosedur kerja yang baik
4. Jumlah sdm yang cukup memadai
5. Kesadaran masyarakat untuk berswadaya yang cukup tinggi
6. Masih kentalnya jiwa kegotong royongan dengan menerapkan system keroyokan
7. Banyaknya sumber mata air yang dapat dikembangkan untuk mengatasi kebutuhan air bersih pada masyarakat.
8. Sumber daya alam dan lingkungan hidup yang potensial untuk usaha ekonomi
9. Tersedianya jaringan sarana transportasi menjangkau seluruh padukuhan
Masalah
Adanya permasalahan yang dihadapi desa Karangasem dalam penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan antara lain :
1. Kompetensi sdm apartur pemerintah desa yang kurang memadai sehingga berakibat kurang lancarnya pelaksanaan tugas.
2. Belum semua masyarakat dapat menikmati listrik 3. Masih ada masyarakat yang kekurangan air bersih
4. Pendapatan asli desa rendah sehingga masih mengandalkan bantuan dari pemerintah
5. Masih rendah kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana
6. Masih banyak masyarakat miskin maupun dengan tingkat pendapatan yang rendah,
7. Terbatasnya permodalan, teknologi, informasi pasar, lokasi usaha, jaringan usaha, dan kemitraan usaha bagi masyarakat
8. Jaringan komunikasi telepon belum dapat merata seluruh pemerintah desa.
(Sumber : RPJM Des Tahun 2014-2018)
o
I. Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran Visi dan Misi Desa Karangasem :
Visi adalah suatu persyaratan yang merupakan ungkapan atau artikulasi dari nilai, cita cita, arah dan tujuan organisasi yang realistis, memberikan kekuatan, semangat, komitmen serta memiliki daya Tarik yang dapat dipercaya sebagai pemandu dalam pelaksanaan aktivitas dan pencapaian tujuan organisasi. Adapun rumusan visi desa karangaasem tahun 2013. Sebagai berikut :
“Terwujudnya pemerintahan yang bersih menuju masyarakat sejahtera”
Visi desa Karangasem mengandung makna yang diuraikan sebagai berikut : 1. Pemerintah Desa Karangasem yang bersih menggandung makna : terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih bebas dari
korupsi, kolusi, atau nepotisme (KKN) sebagai pengayom dan mampu memberikan masyarakat.
2. Sejahtera menggandung makna : mengambarkan perwujudan kondisi yang semakin meningkatkan tarif hidup dan kualitas hidup masyarakat dari waktu ke waktu. Tercukupnya kebutuhan dasar hidup masyarakat baik lahir maupun batin, yang ditandai oleh kecukupan pangan, sandang, papan, kesehatan, Pendidikan, situasi keamanan yang kondusif, suasana kehidupan yang rukun, saling menghormati dan menghargai dilandasi oleh sikap religious, serta menjunjung nilai nilai demokrasi dan keadilan.
Visi tersebut diarahkan untuk menciptkan tata kelola pemerintah yang baik sehingga terwujudnya kondisi yang lebih baik dalam rangka mendorong pertumbuhan perekonomian menuju masyarakat yang sejahtera dengan manfaatkan sumber daya yang ada.
Misi merupakan yang diemban atau di laksanakan oleh desa Karangasem untuk mencapai visi yang telah di tetapkan agar tujuan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik sesuai yang di harapkan.
Untuk memberikan arahan bagi penyelengara, pemerintah dan pembangunan dalam mencapai visi yang telah ditetapkan maka dirumuskan misi sebagai berikut :
1. Terwujudnya tata kelola pemerintah yang bersih dan bebas dari KKN 2. Meningkatnya kualitas pelayanan yang cepat, tepat dan murah 3. Meningkatnya kapasitas kuangan desa
4. Terwujudnya kondisi wilayah yang kondusif 5. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat
Tujuan dan Sasaran
Tujuan
1. Terwujudnya tata kelola pemerintah yang bersih dan bebas dari KKN 2. Meningkatnya kualitas pelayanan yang cepat tepat, murah
3. Meningkatnya kapasitas keuangan desa 4. Terwujudnya kondisi wilayah yang kondusif 5. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat
Sasaran
1. Meningkatnya kapasitas aparatur pemerintah desa dan Lembaga