BAB IV DESKRIPSI WILAYAH PENELITIAN
5.1 Sistem Agribisnis Ikan Mas
5.1.1 Pra Produksi (Penyediaan Sarana Produksi)
Ketersedian input produksi ikan mas di daerah penelitian yaitu di Desa Mariah Jambi secara tidak langsung ikut mempengaruhi tingkat optimasi penggunaan input produksi ikan mas itu sendiri. Input produksi yang dimaksud dalam hal ini adalah lahan, tenaga kerja, benih, pestisida serta alat dan mesin pertanian. Secara keseluruhan, input produksi cukup tersedia di daerah penelitian sehingga hal ini cukup memudahkan petani dalam menjalankan usahataninya. Kebanyakan petani memperoleh input produksi dari petani dan kios-kios pertanian yang ada di daerah sekitar Desa Mariah Jambi maupun di Desa Mariah Jambi itu sendiri.
Input produksi tersebut dapat diperoleh dengan mudah kecuali benih. Untuk benih petani memperolehnya dari petani lain baik yang berada di desa yang sama maupun petani dari desa lain. Petani lebih memilih untuk membeli benih dari petani disebakan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar, serta kualitas benih ikan mas dari petani juga lebih baik dibandingkan dengan benih yang ada di pasar. Input produksi seperti benih, pakan, pestisida dan alat-alat petani dibeli
dari pasar maupun kios pertanian yang letaknya tidak jauh dari daerah penelitian.
Ketersediaan input pada dasarnya dapat diketahui dengan melihat input yang tersedia di daerah produksi dengan input yang dibutuhkan untuk proses produksi tersebut. Apabila kebutuhan input produksi dapat dipenuhi atau tidak dapat dipenuhi.
1. Penggunaan Lahan
Ketersediaan lahan dalam usahatani adalah faktor yang sangat penting dalam suatu usahatani. Untuk penggunaan lahan, rata-rata luas penggunaanya adalah 0,4762 ha. Demikian juga dalam usahatani Ikan Mas ini, lahan juga menjadi hal yang penting diperhatikan oleh petani Ikan Mas. Lahan untuk tanaman Ikan Mas ini adalah milik mereka sendiri (tanah adat). Namun lokasi dari tanaman Ikan Mas ini ada yang dekat dengan rumah petani namun ada juga yang jauh dari lokasi permukiman warga.
Keadaan lahan yang ada di Desa Mariah Jambi juga mendukung untuk usahatani ikan mas. Dimana jenih tanah yang ada jenis letasol dan andosol dengan ketinggian 15 mdpl sehingga ikan mas dapat tumbuh dengan baik. Maka dapat disimpulkan ketersedian lahan yang ada di Desa Mariah Jambi bersifat tersedia.
2. Modal Investasi
Modal investasi adalah modal yang dikeluarkan petani selama tanaman belum berproduksi. Modal tersebut adalah biaya benih,pakan, pestisida, dan tenaga kerja sampai pada tahap pemanenan.
a. Penggunaan Tenaga Kerja Pra Produksi
Ketersediaan tenaga kerja di Desa Mariah Jambi dapat diketahui dengan mengetahui jumlah tenaga kerja yang tersedia yaitu masyarakat pada usia produktif yang berprofesi sebagai petani dan jumlah petani dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pada produksi ikan mas.
Pada umumnya sistem tenaga kerja yang digunakan dalam produksi ikan mas adalah sistem borongan. Dimana untuk satu pekerjaan terdiri dari beberapa orang dengan sistem upah sesuai dengan luas lahan yang dikerjakan. Pekerjaan tersebut terdiri atas pengolahan tanah, pemberian pakan, penyemprotan hama dan penyakit dan pemanenan.
Tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting dalam suatu usahatani karena tenaga kerja merupakan penunjang terhadap keberlangsungan dari usahatani di daerah penelitian. Dalam pengelolaan usahatani terdiri dari tenaga kerja yang berasal dari masyarakat yang tinggal daerah penelitian dengan upah harian sebesar Rp 80.000-100.000/hari.
Petani ikan mas di Desa Mariah Jambi pada umumnya banyak menggunakan tenaga kerja luar keluarga khusunya untuk kegiatan pemanenan dan pekerjaan seperti pengolahan tanah seperti drainase, pemberian pakan, dan pengendalian hama dan penyakit. Adapun rata-rata penggunaan tenaga kerja per petani dan per hektar serta biaya tenaga kerja dapat dilihat pada Tabel 5.1 berikut:
Tabel 5.1. Rata-Rata Biaya Penggunaan Tenaga Kerja di Desa Mariah Jambi, Kecamatan Jawamaraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun Per Musim Tanam Tahun 2020
No Kategori Total Biaya Penggunaan Tenaga Kerja (Rp)
1 Per Petani 604.800
2 Per Hektar 1.120.980
Sumber : Lampiran 2, 2020
Berdasarkan Tabel 5.1 di atas dapat diketahui bahwa petani Ikan Mas di Desa Mariah Jambi dimana biaya tenaga kerja secara keselurahan pada usahatani ikan mas dengan rata-rata biaya tenaga kerja pra produksi di daerah penelitian per tahun untuk kategori per petani adalah Rp 604.800 dan kategori per hektar Rp 1.120.980. Di Desa Mariah Jambi lebih banyak menggunakan tenaga kerja luar keluarga dibandingkan tenaga kerja dalam keluarga. Pada kenyataannya, biaya tenaga kerja dalam keluarga tidak diberi upah sehingga semua biaya tidak perlu diperhitungan.
b. Penggunaan Bibit
Petani ikan mas mendapatkan bibit dari hasil pembenihan ikan mas dengan cara membelinya. Biasanya yang dibeli masih dalam bentuk bibit dan akan melakukan tahap pembesaran di lahan yang telah disediakan. Adapun besarnya penggunaan benih para petani ikan mas di Desa Mariah Jambi untuk masing-masing lahan dapat dilihat pada Tabel 5.2 berikut:
Tabel 5.2. Rata-Rata Biaya Penggunaan Bibit di Desa Mariah Jambi, Kecamatan Jawamaraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun Per Musim Tahun 2020
No Kategori Penggunaan Bibit
Jumlah (Kg/musim tanam)
Biaya (Rp)
1 Per-Petani 116.5 2.912.500
2 Per-Hektar 245.18 5.549.000
Sumber: Lampiran 3 dan 4, 2020
Berdasarkan Tabel 5.2 di atas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata jumlah bibit dan rata-rata biaya bibit per petani dan per hektar yang digunakan untuk satu kali musim. Pada umumnya para petani menggunakan bibit sebanyak 1-10 kg bibit per rante atau 0,04 Ha. Adapun jenis bibit yang digunakan di Desa Mariah Jambi adalah jenis ikan mas Majalaya dan seluruh petani di Desa Mariah Jambi menggunakan bibit dengan jenis ikan yang sama.
c. Pakan Pra Produksi
Pemberian pakan adalah kegiatan rutin yang harus dilakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi agar ikan dapat tumbuh secara optimal. Pakan yang diberikan berupa jenis pelet. Pembudidaya pembesaran ikan mas di Desa Mariah Jambi Kecamatan Jawamaraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun umumnya menggunakan pakan buatan yaitu pelet dan pakan buatan yaitu jagung.
Pembudidayaan menggunakan berbagai macam merek pakan pelet. Merek pakan pelet yang digunakan yaitu seperti: Sinta dan Bintang. Pakan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. pakan dengan kandungan protein yang tinggi dan serat kasar yang tinggi memberikan nilai terendah, semakin tinggi persentase tepung limbah pada pakan semakin berdampak negative terhadap efisiensi dan konversi pakan. Nilai efisiensi pakan ikan mas selama pemeliharaan berbeda-beda pada setiap pakan. Pembudidayaan biasanya membeli pakan tersebut di salah satu kios supplier pakan yang berada di Desa Mariah Jambi, Kecamatan Jawamaraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun. Adapun gambaran jumlah pakan yang digunakan untuk ikan mas dapat dilihat pada Tabel 5.3 berikut:
Tabel 5.3. Rata-Rata Jumlah Kebutuhan dan Biaya Pakan Usahatani Ikan Mas di Desa Mariah Jambi, Kecamatan Jawamaraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun Per Musim Tahun 2020
Sumber: Lampiran 5 dan 6, 2020
Berdasarkan Tabel 5.3 tersebut dapat ditunjukkan bahwa pakan yang digunakan oleh petani adalah pakan buatan jenis Sinta dan Bintang 88 dan pakan alami jenis jagung. Biaya pakan pra produksi pada Sinta Rp 866.700, jenis pakan Bintang 88 Rp 756.000, dan pada jenis pakan Jagung Rp 500.000 untuk kategori per petani.
Pada kategori per hektar Jenis pakan yang banyak digunakan adalah Jagung karena harga yang murah, mudah didapat, dan dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan mas yang digunakan dalam usahatani ikan mas di daerah penelitian.
d. Pestisida
Pestisida merupakan pembasmi hama dan penyakit pada budidaya ikan mas.
Hama dan penyakit yang akan menggangu pertumbuhan ikan mas. Ikan mas yang terserang hama dan penyakit juga akan menurunkan kualitas dari ika mas itu sendiri. Petani ikan mas menggunakan jenis pestisida tertentu sesuai dengan jenis hama yang menyerang ikan mas yaitu pestisida jenis PK. Penanggulangan dilakukan para petani ikan mas secara fisik. Pestisida tersebut dapat dengan cara dicampur dengan air sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Kemudian dituangkan ke dalam kolam ikan mas.
No Jenis Pakan Per Petani Per Hektar
Kebutuhan Biaya (Rp) Kebutuhan Biaya (Rp)
1 Sinta 96,3 866.700 337,3 1.982.240
2 Bintang 88 84,0 756.000 159,8 1.442.220
3 Jagung 117,0 500.000 262,8 1.719.200
Petani ikan mas di Desa Mariah Jambi pada umumnya membeli pestisida per botol dengan ukuran berkisar 20-100 ml dengan harga 50.000/botol. Ukuran pemakaian pestisida masing-masing petani pada umumnya dengan ukuran per botol tersebut. Adapun rata-rata penggunaan dan biaya pestisida untuk per petani dan per hektar di Desa Mariah Jambi dapat dilihat pada Tabel 5.4 berikut:
Tabel 5.4. Rata-Rata Biaya Penggunaan Pestisida di Desa Mariah Jambi, Kecamatan Jawamaraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun Per Musim Tahun 2020
No Jenis Pestisida
Per Petani Per Hektar
Kebutuhan Biaya (Rp) Kebutuhan Biaya (Rp)
1 PK 2.04 102.000 4.39 225.374
Sumber: Lampiran 7 dan 8, 2020
Berdasarkan Tabel 5.4 di atas dapat diketahui bahwa penggunaan Pestisida yang paling banyak digunakan oleh petani di Desa Mariah Jambi adalah pestisida PK yang digunakan petani dengan dosis paling banyak sehingga jumlah penggunaannya besar. Rata-rata biaya pestisida yang dikeluarkan petani untuk kategori per petani adalah Rp 102.000 dan untuk kategori per hektar Rp 225.374.
Hasil wawancara dari 50 petani tersebut dapat diketahui bahwa pestisida cair, dan hanya menggunakan satu jenis pestisida saja.
e. Alat dan Mesin Pertanian
Alat-alat pertanian adalah sarana yang sangat penting dalam usahatani termasuk usahatani ikan mas karena dalam melaksanakan pemupukan, pemeberian pakan, pengendalian HPT dan kegiatan pemanenan diperlukan peralatan seperti cangkul, kelambu ikan, corong dan pipa paralon. Alat-alat tersebut dibeli petani dari pasar dan dekat daerah penelitian yang diperoleh dengan mudah. Alat-alat tersebut
digunakan sampai ikan mas dapat dijual, dan petani dapat dengan mudah memperoleh alat-alat tersebut, dimana pada umumnya permintaan terhadap alat-alat tersebut tidak banyak dikarenakan umur ekonomis untuk pemakaian alat-alat pertanian biasanya sampai 5 tahun.
Tabel 5.5. Rata-Rata Biaya Penyusutan Alat Pertanian di Desa Mariah Jambi, Kecamatan Bah Jambi, Kabupaten Simalungun Per Musim Tahun 2020
No Jenis Alat (Unit) Per Petani Per Hektar Kebutuhan Biaya (Rp) Biaya (Rp)
1 Cangkul 5.76 52.992 115.888
2 Kelambu Ikan 2 275.800 636.280
3 Corong 4 36.860 92.170
4 Pipa Paralon 4 133.200 271.340
Sumber : Lampiran 9 dan 10, 2020
Berdasarkan Tabel 5.5 di atas dapat diketahui bahwa rata-rata biaya penyusutan paling besar terdapat pada kelambu ikan sebagai alat untuk penampungan ikan mas setelah selesai di panen. Rata-rata biaya penyusutan yang dikeluarkan petani
untuk kategori per petani adalah Rp 498.852 dan kategori per hektar Rp 1.115.678. Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka diperoleh dari hasil
bahwa para petani di Desa Mariah Jambi tidak memilki kesulitan dalam memperoleh alat-alat pertanian tersebut. Sehingga dapat diketahui bahwa semua peralatan yang dibutuhkan dalam usahatani ikan mas selalu tersedia di Desa Mariah Jambi.