v Praktik Mengajar
PINTU KELAS 5A Volume Tiang
4.4. PRAKTEK PEMBELAJARAN IPS-7 SMP/Mts Kls
Satu hal yang belum nampak dari beberapa buku bahan ajar terbitan diknas IPS-7 (Kelas 1 SMP/Mts), adalah penguasaan benang merah bahan ajar dari semester satu sampai dengan semester 2 ketika sekolah selesai. Masing-masing bab masih terlihat terpisah dan berdiri sendiri-sendiri, kemudian larut dalam keasikan merinci berbagai deskripsi dari setiap bab sedetail mungkin.
Di Sekolah Dasar anak didik sejak kelas 1 SD telah dengan amat baik
mendapat fondasi pemahaman tentang peran dan status dalam struktur keluarga, yang kemudian amat bermanfaat bagi mereka memahami berbagai kemunculan kegiatan, peran dan status di tengah masyarakat sepeti yang harus dipelajari pada kelas 3 s/d 6. Kemudian direncanakan pada jenjang SMP anak anak akan memahami berbagai kenyatan dan proses sosial yang awalnya terlahir karena terkait atau ditentukan berbagai situasi relief alam yang berbeda.
Ada empat pokok pemahaman yang harus jadi kompetensi anak didik sepanjang tahun pertama mereka duduk di kelas 7 SMP. (1) relief permukaan alam geografis, wilayah dan kondisi udara (2) pemahaman tentang struktur dan proses kemasyarakatan yang ada diatasnya (3) sejarah perkembangan masyarakat sejak zaman pra-aksara (4) berbagai gejala dan proses sosial ekonomi baru di masyarakat modern. Amat disayangkan ke empat bahasan pokok itu didistribusi secara kurang sinambung dan berkaitan pada hampir semua buku bestandar kompetensinasional untuk jenjang SMP/Mts kelas 1. Materi yang tidak sinambung itu akan menghambat proses pembentukan atau pertumbuhan pemahaman anak didik yang seharusnya terjadi sejak mempelajari bab pertama sampai bab terakhir. Bahkan buku yang diberi label contextual learning dalam penyajiannya pun tidak berbeda dengan buku
lainnya, dan sama sekali tidak memperlihatkan penataan materi yang bersifat mendukung pengembangan teknis pembelajaran kontekstual.
4.4.1. Pembelajaran IPS-7 Di Sekolah
Untuk mengatasi masalah penyajian buku bahan ajar yang kurang sistimatis dan koheren, guru penanggung jawab pembelajaran IPS harus sedikit kerja ekstra
ajar, dari yang tadinya berbentuk buku wajib berstandar kompetensi, menjadi sebuah buku baru praktik mengajarkan atau praktik menumbuhkan pemahaman IPS-7 kepada anakdidiknya. Buku praktik penumbuhan pemahaman ini bisa memasang target pertumbuhan pemahaman dalam empat hal :
(1) menemukan keterkaitan relief alam dan kondisi masyarakat (2) sejarah masyarakat sejak zaman pra-aksara, Hindu-Budha, Islam,
(3) menemukan peta sebagai kunci pengelompokan data informasi geografis alam dan geografis social ekonomi
(4) memahami berbagai kegiatan sosial ekonomi modern di Indonesia saat ini.
i. Praktik Mengajar
Karena materi bahan ajar yang tercantum dalam buku wajib / buku berstandar kompetensi nasional terlalu banyak, dan tidak mungkin diselesaikan secara sendiri- sendiri, guru harus membuat sendiri RPP aplikatif yang bersifat menyederhanakan dan mempermudah.
Empat target ini harus selalu menjadi bagian dari RPP sehari-hari para guru dalam mengajar bab demi bab sejak bab 1 sampai terakhir. Kegunaannya adalah : (1) akan membuat anak didik merasa mudah menghafal semua materi (2) memahami secara terpadu atau koheren, sehingga setiap pertambahan materi pembelajaran justru akan saling memperkuat ingatan14.
Jika RPP kita menyediakan waktu untuk membangunkan saling keterkaitan antara satu bab dengan bab lain, kita bisa menyiapkan fondasi pemahaman yang merangkum tiga atau empat bab sekaligus hanya dalam sekali pertemuan. Di atas fondasi
pemahaman itu bisa ditumbuhkan susunan piramida kompetensi yang isinya adalah kompetensi demi kompetensi yang secara teknis didistribusikan kepada tiga atau empat bab yang dirangkum sekaligus.
14
Menurut salah satu filsafat ilmu social modern, satu kelemahan dari teori-teori ilmu social saat ini adalah tidak muncul dan tersaji untuk saling melengkapi dan bertemu pada irisan-irisan yang konsisten dan koheren. Ini terjadi karena keteraturan dunia nyata (first order) tidak berhasil di interpretasi menjadi keteraturan pemikiran (keteraturan teori sebagai abstraksi kenyataan = second order) secara saling melengkapi.
Contoh praktis :
RPP yang kita susun dengan rencana agar pada sesi akhir proses pembelajaran mengajak anak didik untuk berkesimpulan tentang adanya keterkaitan antara
kenampakan alam (bab 1) dengan kondisi masyarakat diatasnya. Dengan pemahaman relasional ini kita sebetulnya telah menyiapkan fondasi untuk memahami beberapa bab sekaligus yaitu :
1. Bab 1 Ragam Bentuk Muka Bumi 15 2. Bab 15, Pola penggunaan lahan
3. Bab 16, Kegiatan Produksi, Konsumsi dan Distribusi 4. Bab 8 Peta Atlas dan Globe
5. Bab 9 Sketsa Peta dan Wilayah
6. Bab 6 , sub-bab keterbatasan pemanfaatan sumberdaya ekonomi
Hasil pemahaman terpadu dari 6 bab ini nantinya akan saling memperkuat struktur pemahaman, sehingga definisi contextual learning serta definisi penumbuhan pemahaman (seperti dikehendaki quantum learning) betul betul akan terwujud. Pemahaman menjadi terkonstruksi karena adanya tiang-tiang pembentuk kesimpulan akhir. Yang sangat disayangkan adalah kalau kita mengajak mempelajari anatomi tiang-tiang tersebut untu kemudian membiarkannya berdiri masing-masing saja.
Bahkan jika kita berorientasi dengan mempertemukan berbagai pokok bahasan dari setiap bab tadi kita juga akan membangun keteraturan teori yang benar : (1) sebagai simplifikasi kenyataan, (2) setiap bagian teorinya akan saling mengkoreksi agar konstruksi pemahaman akan terpelihara benar.
Dengan pemahaman terpadu ini, seorang anak didik akan justru menjadi teringat tentang materi kegiatan ekonomi produksi dan distribusi hanya dengan mengetahui profile kenampakan alamnya. Anak didik juga dengan mudah mengkoreksi
15
Menggunakan pembabakan bab pada buku BSE, Jelajah Cakrawala Sosial. Nurhadi dkk. BSE 2009.
membaca dibuku, jika tiba-tiba saja ia menemukan ada penjelasan yang menerangkan bahwa kegiatan ekonomi di kabupaten Cianjur adalah budidaya ikan tuna16.
ii. membuatkan beberapa bagan peta konsep / bagan penyederhanaan seluruh pokok bahasan di sebuah karton
Peta konsep yang dimaksud adalah yang bersifat merangkai berbagai bab dan pokok bahasan menjadi satu atau beberapa kesimpulan umum bersama. Jika pembaca mengikuti format saran penulis buku ini, peta konsep akan dibuat menjadi :
Bagan 1 : Peta Kenampakan Alam Darat : Gunung, Dataran Tinggi Dataran rendah
Pantai (Teluk / Tanjung) Rawa-rawa
Perairan : Danau, Sungai, Laut Perairan dangkal, sedang, dalam
WILAYAH Pengaruhnya terhadap kegiatan
ekonomi yang muncul
Administratif Suku / ethnic Hasil bumi Kota-2
Batas-batas pelabuhan jalan-jalan industri
universitas Tambang Energi Pertanian / Budidaya
16
Pada tingkat perumpamaan yang paling sederhana.
Bagan 2
Zaman pra aksara Asal-usul suku bangsa peradaban
Hindu Kemunculan Hindu & Ajarannya Hindu di Indonesia
Kerajaan-2 Hindu Indonesia Pengaruh Hindu di Masyarakat Budha Kemunculan Budha & ajarannya
Budha di Indonesia
Kerajaan-2 Budha Nusantara Pengaruh Budha di kehidupan bermasyarakat
Islam Kemunculan Islam di dunia & ajarannya Perkembangan Islam di Indonesia
Kerajaan-2 islam nusantara
Bahasa arab melayu (lingua franca) Pengaruh Islam di kehidupan bermasyarakat
Kolonial Eropa Kemunculan Kolonialisme Portugis
Belanda di Banten
Inggris ke Tumasik & Bengkulu Belanda di seluruh Indonesia