KUMPULAN TIPS UNTUK ORANG TUA DAN GURU
6. Tumbuhkan anak Anda menjadi pembaca yang baik.
5.3. Tips Membantu Anak Belajar Menurut Seorang Dokter
Dokter adalah ahli kesehatan dan selalu identik dengan hafalan dan pemecahan masalah tentang penyakit dan pengobatannya.
Agak janggal sebetulnya memilih dokter untuk jadi narasumber nasehat tentang cara membantu anak belajar yang baik.
Namun, karena dalam sejarah pernah ada sarjana fisika seperti Maria
Montesori yang bisa sangat mahir dalam merumuskan metode pembelajaran., penyusun buku ini akhirnya memberanikan diri memetik beberapa saran dari nara sumber seorang dokter DTMH (dokter spesialis kesehatan dan obat- obatan tropika) yang bernama Martin Leman. Bertugas di Bogor, Cisarua. 1. Jadwallah jam belajar, dengan harapan akan membentuk perasaan kebiasaan
yang harus dilakukan setiap hari. Dengan belajar yang di jadwal secara rutin akan membantu agar lebih santai menjelang ujian sebab pelajaran sudah dicicil lebih dulu.
2. Tumbuhkan perasaan bahwa kegiatan belajar adalah prioritas kegiatan sehari- hari. Jangan kacaukan jam belajar anak dengan acara-acara seperti berbelanja ke mall, atau malah mengajaknya bermain pada saat seharusnya ia belajar. Agar ia tak pernah menemukan yang lebih prioritas daripada belajar pada jam belajar rutinnya. Bila anak sejak kecil belajar bahwa orang tuanya tak pernah mengganggu jam belajar, ia akan percaya bahwa belajar adalah memang penting.
3. Perhatikan bagaimana ekspresi emosi anak saat belajar. Perhatikan apakah ia senang, kesal, depresi atau bahkan frustrasi. Pelajarilah apa yan gmembuat anak senang pada saat belajar, lalu kondisikan agar penyebab senang itu selalu
tekun dalam belajar.
4. Jika terlihat anak kesulitan mengerjakan PR, bantulah dia tapi tidak dengan mengambil alih pembuatan tugas itu dari anak kita. Segera amati, apa
penyebab kesulitan pengerjaan PR-nya, karena soal yang tak difahami, karena tak tahu dengan rumus mana jawaban harus dibuat, ataukah karena sebab- sebab yang lain ?
5. Berilah pujian kepada anak atas usahanya mengerjakan PR. Dapat dilakukan pada saat anak terlihat tekun menulis atau memecahkan soal. Sebab yang lebih penting dari hasil belajar adalah dukungan moral pada saat anak belajar agar ia suka tekun belajar atau mengerjakan soal PR.
6. Aturlah agar anak punya meja belajar, atau gunaka nmeja makan sambil ditemani orang tuanya. Biasanya anak yang masih kecil dan masih lekat dengan ibunya, akan merasa senang bila saat ia belajar atau mengerjakan PR nya, berada tidak jauh dari ibunya. Ia akan merasa aman dan mudah jika perlu suatu bantuan dari ibunya sewaktu-waktu.
7. Sediakanlah buku pelajaran, buku tulis, buku latihan, dan alat tulis yang ia butuhkan. Lebih pastinya, tanyakan kepada anak dan gurunya apa saja keperluannya belajar.
8. Bimbinglah anak untuk punya jadwal kegiatannya sehari-hari. Bentuknya bisa kalender yang memiliki kotak-kotak contreng pada setiap tanggalnya.
menulis pesan atau catatan kecil.
9. Memiliki agenda sekolah, adalah peningkatan yang lebih baik dari
pembiasaan membuat jadwal kegiatan pada kolom kalender. Bila agenda ini dapat di terapkan, orang tua dapat mengontrol seluruh kegiatan anak pada satu buku saja secara mudah.
10. Biasakan anak untuk “menceritakan kembali “ tentang apa yang ia kerjakan di sekolah setiap hari. Selain membuat anak lebih diperhatikan anak terdorong untuk mengingat-ingat segala hal tentang kegiatan di sekolah setiap hari. Dengan catatan pilihlah waktu untuk meminta bercerita pada waktu-waktu yang tidak ‘bertabrakan’ dengan kesenangannya seperti nonton acara TV kesayangannya, atau anak saat hendak pergi main dengan teman akrabnya. Anak akan malah merasa terganggu, dan kesal, dan anak akan menjawab sekenanya saja, agar cepat selesai. Gunakanlah saat – saat di mana anak juga dalam keadaan rileks, misalnya saat makan malam bersama.
11. Bila anak sedang belajar, jauhkan TV. Jangan pecahkan ketenangannya oleh siaran TV. Atau tontonan dan hiburan yang lain.
12. Ajari anak membuat rangkuman pelajaran. Serta biasakan kerapihan buku catatan. Pembiasaan membuat catatan kecil sebagai ulasan isi bacaan ketika membaca buku adalah kebiasaan yang sangat baik jika bisa dibiasakan kepada anak. Kegunaannya adalah membentuk sikap mandiri dalam belajar.
memonopoli pembicaraan dengan nasehat bertubi-tubi. Dan banyaklah memberi kesempatan anak berbicara mengemukakan pikiran. Menghindari kebiasaan menegur kekeliruan akan positif karena menghindarkan anak dari kebisaan berbohong.
14. Ajaklah bicara baik-baik dan buat ia mengerti. Hal ini penting karena akan mengkondisikan anak untuk biasabicara terbuka juga untuk menunjukkan pada anak bahwa orang tuanya peduli padanya dan selalu bersedia membantu bila diperlukan.
15. Dukunglah jika anak hendak belajar bersama temannya. Belajar bersama
dapat membantu anak dalam pelajaran maupun dalam perkembangannya bersosialisasi. Peran orang tua adalah mengontrol apakah memang belajar bersama atau sekedar alasan saja untuk bermain dengan temannya. Langkah termudah mengontrol anak tanpa membuatnya merasa dicurigai, adalah dengan menyediakan rumah kita sendiri sebagai tempat mereka belajar bersama. Kita bisa mengawasi sekaligus bisa mengenal teman-teman anak.
16. Usahkanlah agar hadir dalam pertemuan POMG sebagai kesempatan terbaik untuk bertemu guru anak kita. Kita dapat mendengar langsung dari pihak guru, bagaimana polah si anak di sekolah. Kita dapat mendiskusikan apa ada kesulitan belajar atau masalah yang di alami anak. Demikian juga saat
pengambilan rapor.
17. Dengarkan juga komentar anak tentang gurunya, pujian maupun keluhan tentang gurunya. Kadang anak mengeluh guru mengajar terlalu cepat, tidak jelas, terlalu galak, dan lain sebagainya. Jangan anggap sepele komentar-
anak kita, lalu diskusilah dengannya. Harus diingat menemui guru harus dengan persetujuan anak, untuk mencegah anak merasa malu atau lainnya dihadapan guru dan teman.
18. Akhirnya, hal yang tak kalah penting yang harus diingat adalah bahwa setelah anak seharian berhadapan dengan gurunya di sekolah,jangan lagi kita yang seharusnya menjadi orang tuanya malah memposisikan diri sebagai guru lagi. Jadilah “orang tua” bagi anak kita, …. Yang merupakan tidak sekedar guru, melainkan juga pendidik, pengasuh, pelindung, penolong, sekaligus sahabat yang paling memahami sang anak…. Sebuah kedudukan yang lebih tinggi dan mulia