• Tidak ada hasil yang ditemukan

Praktik berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk dijadikan sebagai kaidah dan

Dalam dokumen TOTO Indonesia | Investors (Halaman 49-53)

pedoman bagi pengelola perusahaan dalam menjalankan aktivitas

bisnis serta melindungi stakeholder dan perusahaan dari kemungkinan

terjadinya benturan kepentingan. Tata kelola perusahaan yang baik

diharapkan dapat menjadi sarana untuk mencapai visi, nilai, misi dan

tujuan jangka panjang perusahaan bagi kesejahteraan semua pihak

yang berkepentingan secara lebih baik.

The implementation of good corporate governance can assist the company in managing and controlling many risks. The ability in good management and control of risks will give impact of investors’ increasing conidence, ultimately giving value added to the stakeholders.

Improvement of Corporate Governance will be constantly conducted according to the best practices and the latest situation or condition at national as well as international levels. Hence all activities and work practices of all stakeholders could always observe the latest good corporate governance.

Implementasi tata kelola perusahaan yang baik dapat membantu perusahaan dalam mengelola dan mengendalikan berbagai risiko. Kemampuan pengelolaan dan pengendalian risiko yang baik akan berdampak terhadap peningkatan kepercayaan investor, yang pada akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi para stakeholder. Penyempurnaan Tata Kelola Perusahaan akan terus dilakukan sesuai dengan praktik-praktik terbaik serta keadaan atau kondisi terbaru baik dari tingkat nasional ataupun internasional. Dengan demikian semua kegiatan serta praktik kerja seluruh stakeholder dapat selalu berpegang pada tata kelola perusahaan yang baik dan terbaru.

47 Corporate Governance Tata Kelola Perusahaan

In applying the basic principles of good corporate governance, the company also observes the regulations in the Law of Republic of Indonesia No.40/2007 on Limited Company. Therefore, the principles serving as a guide for the implementation of Corporate Governance can be concluded in the 5 elements as follows:

a. Transparency, i.e. giving material and relevant information in manners easily accessible and understood, timely, properly, clearly, accurately and comparable and presented proportionally to the stakeholders according to the rights held by the parties.

b. Accountability, i.e. function balance, in which each party acting correctly, measurably according to the rights, liabilities and authorities speciied responsibly by all the company’s organs in the company’s interest while considering the stakeholders.

c. Responsibility, i.e. prioritizing observance to the prevailing legislation and performing responsibility to public and environment according to the principles of sound corporate and SOP in order to maintain business sustainability.

d. Independency, i.e. taking actions independently without disregarding good cooperation with the Company’s internal as well as external parties in order that the respective company’s organs do not dominate each other and are unable to intervene by other parties. e. Fairness and equality, i.e. the Company shall continuously consider the shareholders’ interest, including the rights of minority shareholders and other stakeholders. The Directive of Corporate Governance was signed and ratiied by the President Director on 18th March 2009 after having gone through several discussions with the Board of Directors, and now has been distributed to all Management members in the company.

Dalam menetapkan prinsip-prinsip dasar tata kelola perusahaan yang baik, perusahaan juga memperhatikan peraturan yang terdapat pada UU Republik Indonesia No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Oleh karena itu prinsip-prinsip yang menjadi pedoman bagi pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan dapat disimpulkan menjadi 5 unsur sebagai berikut:

a. Transparansi yaitu memberikan informasi yang material dan relevan dengan cara yang mudah di akses dan dipahami, tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta disampaikan secara proporsional kepada para pemangku kepentingan sesuai dengan hak-hak yang dimiliki para pihak. b. Akuntabilitas yaitu keseimbangan fungsi dimana

masing-masing pihak bertindak secara benar, terukur sesuai dengan hak, liabilitas dan wewenang yang telah ditetapkan secara bertanggung jawab oleh seluruh organ perusahaan sesuai dengan kepentingan perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan stakeholder.

c. Pertanggungjawaban yaitu mengutamakan kepatuhan terhadap perundang-undangan yang berlaku serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat serta lingkungan sesuai dengan prinsip-prinsip korporasi yang sehat dan SOP sehingga terpelihara kesinambungan usaha.

d. Kemandirian yaitu mengambil tindakan secara mandiri tanpa mengabaikan kerja sama yang baik dengan pihak-pihak internal maupun eksternal Perusahaan sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain.

e. Kewajaran dan kesetaraan yaitu Perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan para pemegang saham, termasuk hak-hak pemegang saham minoritas dan pemangku kepentingan lainnya. Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang baik ditandatangani dan disahkan oleh Presiden Direktur pada tanggal 18 Maret 2009 setelah melalui beberapa kali pembahasan dengan Direksi, dan saat ini sudah didistribusikan kepada seluruh jajaran Manajemen

di perusahaan.

48

As a real form of the corporate governance application in the company’s environment, independent work units like Internal Audit, Risk Management, and committees (Audit Committee, Risk Management Committee, Remuneration and Nomination Committee) were established to work assisting the Board of Commissioners in its functions as supervisor and advisor of the Board of Directors as speciied in the articles of association or legislation.

In order to materialize the development of good corporate governance in the company, the management has several work programs for 2010 to 2013, namely:

1. To conduct evaluation and assessment on the implementation of corporate governance.

2. To streamline the work of each committee in the Company.

3. To plan the ratiication of charter/license of the Board of Commissioners, Board of Directors, Risk Management, Audit and Internal Audit Committee in 2013.

4. To socialize Corporate Governance to all Company’s employees by using internal communication means (email/wall announcement).

The implementation of good corporate governance is not only limited to the company’senvironment, however such implementation shall be efected to outsiders (consumers, suppliers, shareholders, thegovernment, investors, employees and the public).

Sebagai bentuk nyata dari penerapan tata kelola perusahaan di dalam lingkungan perusahaan, maka dibentuk satuan kerja yang independen seperti Internal Audit, Manajemen Risiko, serta komite-komite (Komite Audit, Komite Manajemen Risiko, Komite Remunisasi dan Nominasi) yang bekerja membantu Dewan Komisaris dalam fungsinya sebagai pengawas dan penasehat Direksi sesuai dengan yang ditetapkan dalam anggaran dasar atau peraturan perundang -undangan.

Demi mewujudkan perkembangan tata kelola perusahaan yang baik dalam perusahaan, manajemen memiliki beberapa program kerja untuk tahun 2010 sampai 2013, antara lain sebagai berikut:

1. Melakukan evaluasi dan penilaian atas implementasi tata kelola perusahaan.

2. Mengefektifkan kerja setiap komite yang ada di dalam Perusahaan.

3. Rencana pengesahan piagam Dewan Komisaris, Direksi, Risk Manajement, Komite Audit dan Internal Audit pada tahun 2013.

4. Mensosialisasikan Tata Kelola Perusan kepada semua jajaran karyawan Perusahaan dengan menggunakan sarana komunikasi internal (email/ pengumuman dinding).

Penerapan tata kelola perusahaan yang baik tidak terbatas di dalam lingkungan perusahaan saja, akan tetapi penerapan ini sampai kepada pihak-pihak luar (konsumen, pemasok, pemegang saham, pemerintah, investor, karyawan dan masyarakat).

49 Corporate Governance Tata Kelola Perusahaan

The Implementation of Good

Dalam dokumen TOTO Indonesia | Investors (Halaman 49-53)