• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN TERHADAP SIKAP

2. Praktik Keagamaan

Sebagaimana dalam uraian visi dan misi program keagamaan yang tidak terdokumentasi secara sistematis, hal demikian tidak jauh berbeda dengan jenis kegiatan keagamaan yagn dilaksanakan di SLB. Penulis tidak mendapatkan keterangan melalui dokumen resmi sekolah, melainkan melalui data yang didapatkan dari salah seorang guru agama, dengan data yang diraih dari hasil tulis tangan. Adapun jenis kegiatan keagamaan yang terlaksana adalah sebagai berikut:

a. Praktik shalat dan dzikir (gerakan dan bacaan)

b. Praktik hafalan surat-surat pendek (SMP 10 surat dan SMA 15 surat)

c. Praktik shalat dhuha secara berjamaah pada jumpat minggu pertama

disertai tausiyah dari guru

d. Menyelenggarakan pesantren ramadhan

e. Memperingati hari-hari besar Islam

f. Pelaksanaan qur’ban

Pada poin pertama, menganai pembinaan praktikum shalat dan dzikir, dilaksanakan setiap hari saat pelaksanaan shalat dzuhur. Mengenai shalat dzuhur berjamaah merupakan kegiatan harian yang senantiasa dilaksanakan, didalamnya melibatkan guru yang berkesempatan untuk membimbing, serta seluruh siswa tunanetra yang dihimbau untuk mengikuti kegiatan tersebut. Pada rangkaian kegiatannnya, selepas shalat dzuhur berjama’ah, ada bimbingan dzikir secara bersama.85

84

Hasil Catatan Tangan Maksum S. Ag, M. Pd, Guru Agama SMA-LB, Pada Kegiatan PPKT, September-Desember 2015.

85

Hasil Wawancara dengan H. Abbas Sukardi, Guru Agama SMP-LB, Sabtu, 21 Mei, 2016

Adapun mengenai kegiatan keagamaan yang menyangkut dengan

hafalan al-Qur’an, sebelum masuk jam pelajaran, setia selalu diawali

dengan pembacaan al-Qur’an. Adapun mengenai surat yang dibaca, adalah

yang berhubungan dengan hafalan siswa tunanetra yang telah ditetapkan, dan ada guru yang mendampingi siswa dalam kegiatan tersebut. Selain itu

ada pula jadwal pembacaan al-Qur’an secara bergilir pada setiap kelas,

yaitu membacakan pada radio sekolah. kegiatan tersebut pun dilakukan

setiap pagi kecuali ada kegiatan upacara.86

Pada SLB A Pembina Tingkat Nasional, pada jum’at di bulan pertama sering diadakan kegiatan berupa bimbingan ibadah yang dalam rangkaiannya dimulai shalat dhuha bersama, yang setelahnya diiringi dengan ceramah keagamaan oleh guru serta bimbingan mengenai bacaan setelah shalat dan rangkaian do’a shalat dhuha. Serta tadarus bersama dan

menggalakan hafalan surat-surat pendek.87 Perlu dipahami bahwa kegiatan

kegiatan keagamaan yang bersifat rutin semisal pembinaan shalat dan dzikir, hafalan surat pendek, dan praktik shalat duha di minggu pertama bisa dikatakan terintegrasi dalam satu acara. Dalam hal ini program

keagamaan terkait hafalan al-Qur’an yaitu bagi siswa SMP-LB dianjurkan

untuk menghafal minimal 10 surat pendek, dan SMA-LB adalah minimal 15 surat pendek.

Kegiatan hafalan tersebut sering digalakan pada pelaksanaan Shalat Dhuha berjamaah pada hari jum’at di minggu pertama. Di antaranya membimbing siswa dalam menghafal berbagai surat pendek sekaligus pembinaan serta penugasan hafalan disertai pengetesannya. Siswapun dihimbau untuk bisa menghafal Surat Abasa, karena sebagai surat tentang Tunanetra, dan sebagai bentuk penghargaan Allah kepada Tunanetra. Dengan surat ini, diharap bisa memperkuat ketauhidan serta membentuk

86

Hasil Wawancara degnan H. Abbas Sukardi, Guru Agama SMP-LB, Sabtu, 21 Mei, 2016.

87

Hasil Wawancara dengan H. Abbas Sukardi, Guru Agama SMP-LB, Senin, 02, Mei, 2016.

rasa percaya diri siswa88 maka bisa dipahami bahwa kegiatan keagamaaan yang bersifat rutin atau memiliki jangka waktu harian sampai bulanan merupakan kegiatan yang berkaitan satu sama lain. Yaitu pembinaan

mengenai shalat, dzilkir, dan pembinaan al-Qur’an dan hafalannya.

Adapun poin ke empat, adalah mengenai pesantren ramadhan. Pada setiap bulan Ramadhan, di SLB senantiasa mengadakan pesantren ramadhan dengan kurun waktu tiga sampai empat hari. Kegiatan tersebut meliputi ceramah disertai tanya jawab yang disampaikan guru, kuis dan

game yang bernuansa keagamaan. Biasanya kegiatan tersebut

dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar formal. Tujuannya untuk menambah wawasan keagamaan, terkhusus mengenai rincian pengetahuan puasa, serta diiringi dengan cerita dari sejarah Islam, dan mengenai akidah

dan akhlak.89

Poin ke lima adalah hari besar Islam. Memperingati hari besar yang dimaksud adalah memperingati Maulid Nabi dan Isra Mi’raj. Kegiatan Maulid Nabi dan Isra Mi’raj di SLB tidak setiap momen dilaksanakan, terkadang dilaksanakan dan terbentur dengan dana, maka dari itu kegiatan dilaksanakan tidak terlalu meriah, hanya sekedar mengumpulkan siswa di Mushola sekolah kemudian diadakan kegiatan ceramah yang berisi sejarah Nabi dan cerita keIslaman lainnya, yang

terkhusus dengan Isra Mi’raj mengenai pengetahuan tentang shalat.

dilaksanakannya Shalat, dan hal tersebut merupakan kegiatan untuk

menambah wawasan siswa.90

Dan poin terakhir adalah pelaksanaan qurban. Pada bulan haji, Di SLB, setiap hari raya Idul Adha senantiasa melaksanakan Qurban di sekolah, baik hewan tersebut dari guru, maupun orang tua siswa. siswa diberi kesempatan untuk memegang hewan yang hendak disembelih, serta

88

Hsil Wawancara dengan H. Abbas Sukardi, Guru Agama SMP-LB, Senin, 02, Mei, 2016.

89

Hasil Wawancara dengan Maksum, S. Ag, M. Pd, Senin, 02, Mei, 2016. 90

Hasil Wawancara dengan Maksum, S. Ag, M. Pd, Guru Agama SMA-LB, Senin, 022, Mei, 2016.

hasil sembelihan dibagikan kepada siswa. tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut, untuk menanamkan sikap rela berkorban, serta keikhlasan terhadap apa yang telah dikorbankan, semisal harga hewan kurban yang mahal dan tak perlu memikirkan apa yang telah dikeluarkan berupa harta. Selain itu, mendidik siswa untuk tidak kikir, serta perduli terhadap

sesama.91

Adalagi kegiatan tambahan. Pada SLB menjelang libur pihak sekolah tepatnya satu tahun sekali mengadakan kegiatan di luar program formal, berupa tadabur, yaitu kegiatan untuk mendidik siswa dalam merenungkan perihal kehidupan yang dilaksanakan di tempat tertentu semisal Masjid Kubah Emas yang berlokasi di Depok. Rangkaian kegiatan tersebut berupa ceramah, dzikir, dan do’a. adapun substansinya, adalah pembelajaran mengenai kehidupan dan wisata religius. Tujuannya untuk mendidik siswa dalam mempertebal keimanan serta memahami

kehidupan.92 Maka terangkanlah bahwa sekolah mendidik siswa untuk

senantiasa memperhatikan kehidupan yang di dalamnya bukan hanya sekedar mengenai masalah manusia tetapi dengan alam sekitar. Karena dijumpai pembelajaran mengenai menanam. Oleh karena itu, pendidikan lingkungan terkhusus dalam kaitannya dengan menjaga ekosistem telah di tanamkan di SLB.

Dari berbagai uraian diatas, bisa dipahami bahwa SLB A PTN memiliki berbagai rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan. Maka dari itu bisa dipahami bahwa SLB memiliki sebuah usaha dalam membina keberagamaan siswa tunanetra. Darinya penulis

akan menelusuri keberagamaan melalui kajian terhadap sikap

keberagamaan siswa tunanetra sebagai dampak dari program keagamaan yang telah dijalankan.

91

Hasil Wawancara dengan Maksum, S. Ag, M. Pd, Guru Agama SMA-LB, Senin, 02, Mei, 2016.

92

Hasil Wawancara dengan Ahmad Sudarma, S. Pd, Guru Keterampilan SMP-LB, Senin, 02, Mei, 2016.

Dokumen terkait