• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Prestasi Belajar Akuntansi

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.Prestasi Belajar Akuntansi 1. Pengertian Belajar

Cronbach (Sadirman, 2005:20) mengemukakan bahwa “Learning is shown by a change is behavior as aresult of experience”. Belajar adalah memperlihatkan perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman.

Sedangkan Harold Spears (Sadirman, 2005:20) memberikan batasan,

Learning is to observe, to read, to initiate, to try something themselves, to listen, to follow direction”. Belajar adalah mengamati, membaca, berinisisasi, mencoba sesuatu sendiri, mendengarkan, mengikuti petunjuk/

arahan. Geoch, mengatakan Spears (Sadirman, 2005:20) “Learning is a change in performance as a result of practice”. Belajar adalah perubahan dalam penampilan sebagai hasil praktek. Dari ketiga definisi di atas, maka

dapat diterangkan bahwa belajar itu senantiasa merupakan perubahan

tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya

dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.

Winkel (1991:36) dalam bukunya yang berjudul Psikologi

Pengajaran. Menurutnya, pengertian belajar adalah:

“suatu aktivitas mental/ psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai-nilai sikap”. Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas.

8

 

Menurut Nasution (1982: 68), belajar adalah:

“sebagai perubahan kelakuan, pengalaman dan latihan. Jadi belajar membawa suatu perubahan pada diri individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya mengenai sejumlah pengalaman, pengetahuan, melainkan juga membentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, minat, penyesuaian diri. Dalam hal ini meliputi segala aspek organisasi atau pribadi individu yang belajar”.

Menurut Hilgard (Sanjaya, 2008:112) belajar dianggap sebagai proses

perubahan perilaku sebagai akibat dari pengalaman dan latihan. Hilgard

mengungkapkan: ‘Learning is the process by wich an activity originates or changed through training procedurs (wether in the laboratory or in the in naural environment) as distinguished from cahnges not atributable to training’. Bagi Hilgard, belajar itu adalah proses perubahan melalui kegiatan atau prosedur latihan baik latihan di dalam laboratorium maupun dalam

lingkungan alamiah.

1. Ciri-ciri Belajar

William Burton menyimpulkan uraiannya yang cukup panjang

terhadap prinsip-prinsip belajar sebagai berikut:

1. proses belajar ialah pengalaman, berbuat, mereaksi dan melampaui

(under going)

2. proses itu melalui bermacam-macam ragam pengalaman dan mata

pelajaran-mata pelajaran yang terpusat pada suatu tujuan tertentu.

3. pengalaman belajar secara maksimum bermakna bagi kehidupan murid

4. pengalaman belajar besumber dari kebutuhan dan tujuan murid sendiri

yang mendorong motivasi yang kontinyu

6. proses belajar dan hasil usaha belajar secara materiil dipengaruhi oleh

perbedaan-perbedaan individual di kalangan murid-murid

7. proses belajar berlangsung secara efektif apabila

pengalaman-pengalaman-pengalaman dan hasil-hasil yang diinginkan disesuaikan

dengan kematangan murid

8. proses belajar yang terbaik apabila murid mengetahui status dan

kemajuan

9. proses belajar merupakan kesatuan fungsional dari berbagai prosedur

10. hasil-hasil belajar secara fungsional bertalian satu sama lain, tetapi

dapat didiskusikan secara terpisah

11. proses belajar berlangsung secara efektif di bawah bimbingan yang

merangsang dan membimbing tanpa tekanan dan paksaan

12. hasil-hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai,

pengertian-pengertian sikap-sikap, apresiasi, abilitas dan keterampilan

13. hasil-hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai,

pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, abilitas dan keterampilan

14. hasil-hasil belajar dilengkapi dengan jalan serangkaian

pengalaman-pengalaman yang dapat dipersamakan dan dengan pertimbangan yang

baik

15. hasil-hasil belajar itu lambat laun dipersatukan menjadi kepribadian

dengan kecepatan yang berbeda-beda

16. hasil-hasil belajar yang telah dicapai adalah bersifat kompleks dan

10

 

Ada enam ciri pembelajaran yang efektif menurut Eggen dan Kauchak

(1998) adalah sebagai berikut.

1. Siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui

mengobservasi, membandingkan, menemukan kesamaan-kesamaan dan

perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi

berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan.

2. Guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi

dalam pelajaran

3. Aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian

4. Guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada

siswa dalam menganalisis informasi

5. Orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan

keterampilan berpikir

6. Guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan

tujuan dan gaya mengajar

2. Pengertian Prestasi Belajar

Istilah hasil belajar berasal dari bahasa Belanda “prestatie,” dalam

Bahasa Indonesia menjadi prestasi yang berarti hasil usaha. Winkel

(1996: 226) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti

keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Maka prestasi belajar

merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah

melaksanakan usaha-usaha belajar. Selanjutnya Winkel (1996:162)

atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegaitan belajarnya

sesuai dengan bobot yang dicapainya. Sedangkan menurut Gunarso (1993 :

77) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang

dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.

a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi dalam Pembelajaran

Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang

diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang

mempengaruhi prestasi belajar antara lain; faktor yang terdapat dalam

diri siswa (faktor intern) dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor

ekstern) (Baharudin, 2008:19). Faktor-faktor yang berasal dari dalam

diri anak bersifat bilogis sedangkan faktor-faktor ayng berasal dari luar

diri anak antara lain adalah faktor keluarga, sekolah, masyarakat dan

sebagainya.

1. Faktor intern

Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu

sendiri, adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu

kecerdasan/ intelegensi, bakat, minat dan motivasi.

a. Kecerdasan/ intelegensi

Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk

menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Kemampuan ini

sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi yang normal selalu

menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya.

12

 

berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya, sehingga

seseorang anak pada usia tertentu sudah memiliki tingakt kecerdasan

yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawan sebayanya. Oleh karena

itu jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak

diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar.

b. Bakat

Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai

kecakapan pembawaan. Ungkapan ini sesuai dengan apa yang

dikemukakan oleh Purwanto (1986:28) bahwa “bakat dalam hal ini

lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan,

yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu.” Kartono (1995:2)

menyatakan bahwa “bakat adalah potensi atau kemampuan kalau

diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui belajar akan

menjadi kecakapan yang nyata.” Menurut Muhibbin (1999:136)

mengatakan “bakat diartikan sebagai kemampuan indivedu untuk

melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan

latihan.”

c. Minat

Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan

mengenai beberapa kegaitan. Kegiatan yang dimiliki seseorang

diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa sayang. Menurut

diri seseorang untuk merasa tertarik pada bidang/ hal tertentu dan

merasa senang berkecimpung dalam bidang itu.

Menurut Winkel (1996:24) minat adalah “kecenderungan yang

menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu

dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu.” Selanjutnya

Slameto (1995:57) mengemukakan bahwa minat adalah

“kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang

beberapa kegiatan, kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus

yang disertai dengan rasa sayang.”

d. Motivasi

Kata “motif”, diartikan sebagai daya upaya yang mendorong sesorang

untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya

penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan

aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.

Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut

merupkan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan

belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar seorang anak didik akan

berhasil jika mempunyai motivasi untuk belajar.

2. Faktor Ekstern

Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi

belajar yang sifanya di luar diri siswa, yaitu beberpa pengalaman-pengalaman,

14

 

ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada

individu.

a. Keadaan keluarga

Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam masyarakat tempat

seseorang dilahirkan dan dibesarkan. Sebagaimana yang dijelaskan oleh

Slameto bahwa: “Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan

utama. Keluarga yanng sehat besar artinya untuk pendidikan kecil,

tetapi bersifat menentukan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa,

negara dan dunia.” Dalam hal ini Hasbullah (1994:46) yang diambil

dari mengatakan: “Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang

pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan

pendidikan dan bimbingan, sedangkan tugas utama dalam keluarga bagi

pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan

pandangan hidup keagamaan.”

b. Keadaan Sekolah

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang

sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa, karena itu

lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk belajar yang

lebih giat. Keadaan sekolah ini meliputi cara penyajian pelajaran,

hubungan guru dengan siswa, alat-alat pelajaran dan kurikulum.

Hubungan antara guru dan siswa kurang baik akan mempengaruhi

hasil-hasil belajarnya. Menurut Kartono (1995:6) mengemukakan “guru

memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar.” Oleh sebab itu,

guru harus dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang disajikan,

dan memiliki metode yang tepat dalam mengajar.

c. Lingkungan Masyarakat

Dalam hal ini Kartono (1995:5) berpendapat: Lingkungan

masyarakat dapat menimbulkan kesukaran belajar anak, terutama

anak yang sebayanya. Apabila anak yang sebaya merupakan

anak-anak yang rajin belajar, maka anak-anak akan terangsang untuk mengikuti

jejak mereka. Sebaliknya bila anak-anak di sekitarnya merupakan

kumpulan anak-anak nakal yang berkeliaran tiada menentukan anakpun

dapat terpengaruh pula.

Dokumen terkait