• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Prestasi Belajar Siswa

Menurut Tulus (2004:75), Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. Selain prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Berdasarkan hal itu, prestasi belajar siswa dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah. 2. Prestasi belajar siswa tersebut terutama dinilai aspek kognitifnya karena

bersangkutan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis dan evaluasi.

3. Prestasi belajar siswa dibuktikan dan ditunjukkan melalui nilai atau angka nilai dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru terhadap tugas siswa dan ulangan-ulangan atau ujian yang ditempuhnya.

4. Proses perubahaan perilaku siswa

Dalam suatu proses belajar mangajar siswa mengalami suatu perubahaan dalam bidang pengetahuan, pemahaman ketrampilan dan sikap. Adanya perubahaan ini dilihat dari prestasi siswa yang dihasilkan siswa oleh siswa dari kegiatan mengerjakan soal ulangan dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Prestasi belajar mengandung dua kata yakni

“prestasi” dan “belajar” yang mempunyai arti yang berbeda. Oleh karena itu dijelaskan satu persatu.

Prestasi belajar siswa merupakan salah satu bukti yang menujukkan keberhasilan belajar sekolah. Menangani prestasi belajar Winkel (198:4:3) mengatakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti usaha yang dicapai. Sedangkan belajar sendiri diartikan sebagai aktivitas yang merupakan yang miliki perubahaan dengan hadapinya kemampuan baru yang diperoleh.

Menurut Djamarah (1994) prestasi adalah penilain pendidikan tentang perkembangan dan kemampuan murid berkenan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada mereka dan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya.

Prestasi belajar dalam wujud angka-angka yang diperoleh dari ulangan, ujian, tugas-tugas merupakan hasil pengukuran dari prestasi belajar. Menurut pengalaman, untuk mengukur tinggi rendah prestasi yang

dicapai siswa dalam mengikuti pelajaran di sekolah digunakan nilai raport. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang dikemukakan Suryabrata bahwa prestasi belajar merupakan nilai yang tercantum dalam raport, dan merupakan rumusan hasil terakhir yang diberikan guru mengenai kemajuan atas prestasi siswa selama masa tertentu. Uraian tersebut dapat disimpulkan bahwah belajar merupakan suatu hasil yang telah capai, dan razim ditunjukan dengan nilai-nilai yang dicantumkan dalam raport didapat dalam masa tertentu.

5. Faktor yang pengaruhi Prestasi belajar siswa

Belajar adalah kegiatan yang telah dikenal bahkan sadar atau tidak sadar dilakukan manusia untuk mengembangkan pengetahuan dirinya tentang banyak hal. Perubahan dalam pola perilaku dapat menandakan telah terjadi perubahaan. Proses belajar ini merupakan kegiatan mental yang tidak dapat saksikan di luar.

Menurut Fontana, (1995:2) mengidentifikasikan belajar sebagai suatu proses perubahaan yang relatif dalam prilaku individu sebagai hasil dari pengalaman. Sedangkan menurut ahli lain, disebut bahwa “belajar

adalah suatu proses yang tandai dengan adanya perubahaan tingkah laku

pada diri seseorang” Purwanto, (2003:5). Perubahaan sebagai hasil proses belajar dapat ditujukkan dalam berbagai pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, serta aspek-aspek lain yang ada didalam individu belajar. Beberapa definisi tentang belajar tersebut dapat simpulkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha sadar yang

dilakukan individu dimana melakukan tingkah laku dalam pengetahuan dan pemahaman tentang suatu pengetahuan.

Menurut singih (1983:77) Prestasi belajar sudah berasil maksimum yang capai oleh seseorang melaksanakan usaha-belajar. Menurut Azwar (2002: 90) prestasi belajar adalah maksimal seseorang dalam menguasai materi-materi yang telah ajarakan. Dimyati (2002:251) mendefininisikan hasil belajar sebagai tingkat perkembangan mental yang lebih baik dibanding pada pra-pelajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terkait dengan bahan pelajaran. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kongnitif, afektif dan psikomotorik. Dengan kata lain pretasi belajar adalah hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi aspek kongnitif, afektif dan psikomotorik setelah mengikuti proses belajar mengajar yang ukur dengan menggunakan dengan instruman tes atau instrumen lain yang relevan.

Beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai siswa, berupa pengetahuan, keterampilan, dan perubahan sikap setelah siswa tersebut mengalami proses belajar. Pengukuran prestasi belajar lakukan dengan penilaian hasil belajar secara menyuluruh. Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan mengunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar yang baik melalui instrumen tes maupun non tes. Hasil belajar diukur menurut ukuran-ukuran yang ditentukan guru dan sekolah.

Tes hasil belajar digunakan untuk: menilai kemajuan belajar, mencari masalah-masalah dalam belajar yang pada giliranya dapat dipakai untuk memperbaiki proses pembelajaran Modyono, (2002), juga mengolongkan faktor yang mempengaruhi hasil atau prestasi belajar dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut saling mempengaruhi dalam proses belajar individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar.

a. Faktor internal

Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri (individu) dan dapat mempengaruhi hasil belajar individu. Faktor internal ini meliputi faktor fisologis. Faktor fisiologis adalah hubungan dengan kondisi fisik. Faktor fisiologis yang utama dalah kecerdasan siswa, motivasi, minat, sikap, dan bakat. Faktor intern meliputi: motivasi berlajar, konsentrasi belajar dan sikap terhadap belajar, kemampuan mengelola bahan belajar, kemampuan menyimpan hasil perolehan hasil belajar, kemampuan mengali hasil belajar yang tersimpan, kemampuan untuk berprestasi atau untuk hasil belajar, rasa percaya diri siswa, Intelgensia, kebiasaan belajar, cita-cita.

b.Faktor eksternal

Menurut Mudjono (2002:260), faktor eksternal dapat di golongkan menjadi dua lingkungan sosial dan lingkunan non sosial. Lingkungan sosial meliputi lingungan sosial sekolah, masyarakat, dan keluarga. Lingkungan non sosial meliputi lingkungan alamiah seperti

udara segar atau sinar yang terang, dan faktor instrumental yaitu perangkat belajar seperti gedung sekolah, alat-alat belajar, kurikulum peraturan sekolah buku, model pembelajaran dan lain sebagainya. Faktor ekstern meliputi: (1) guru sebagai Pembina belajar, (2) prasarana dan sarana pembelajaran, (4) kebiasaan penilaian, (5) lingkungan sosial siswa di sekolah, (6) kurikulum sekolah, dan (7) model pembelajaran.

Dokumen terkait