BAB II : KERANGKA TEORI
B. Prestasi Hasil Belajar
Hasil belajar menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang telah diberikan oleh guru.15
Menurut Oemar Hamalik hasil belajar adalah apabila seseorang yang telah belajar itu mengalami perubahan tingkah laku, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti.16 Sedangkan menurut Syaiful Bahri hasil belajar adalah perubahan yang terjadi sebagai akhibat dari kegiatan belajar yang telah dicapai oleh individu dari proses
14Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008, Tentang Standar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Arab di madrasah, hlm. 19
15Tim Penyusun KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), hlm. 895
16Oemar Hamalik, .
18 belajar. Berbeda lagi menurut Nana Sudjana, hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.17
Seseorang dikatakan telah mengalami proses belajar apabila di dalam dirinya telah terjadi perubahan, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti dan sebagainya. Dalam proses pembelajaran, hasil belajar dapat dilihat secara langsung. Oleh sebab itu agar dapat dikontrol dan berkembang secara optimal melalui proses pembelajaran di kelas, maka program pembelajaran tersebut harus dirancang terlebih dahulu oleh guru dengan memperhatikan berbagai prinsip yang telah terbukti keunggulannya secara empirik.18
2. Unsur-unsur hasil belajar
Keberhasilan belajar siswa dipengaruhi oleh unsur-unsur belajar, baik unsur luar maupun unsur dalam. Unsur-unsur tersebut adalah:
a. Unsur luar, antara lain lingkungan alami seperti keadaan suhu, kelembaban udara berpengaruh dalam proses dan hasil belajar.
Lingkungan social, baik yang berwujud manusia maupun yang lainnya berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Instrumental yang terdiri dari kurikulum, program, sarana dan prasaran, serta guru sebagai pendidik.
b. Unsur dalam ( kondisi individu ) Kondisi fisiologis dan panca indra terutama pendengaran dan penglihatan. Kondisi psikologis yang terdiri atas minat, kecerdasan, bakat, motivasi, dan keterampilan kognitif.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Dalam pembelajaran banyak faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari individu maupun faktor yang eksternal yang datang dari lingkungan indivdu. Faktor internal yang mempengaruhi
17Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1999), hlm. 22
18Aunurrahman, hlm. 34 – 35.
19 hasil belajar terdiri dari dua aspek, yaitu fisiologis (yang bersifat jasmaniah) dan aspek psikologis. Faktor-faktor psikis memiliki peran yang sangat menentukan di dalam belajar.
Menurut Lilik Sriyanti, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar sebagai berikut :
a. Faktor Intern
Faktor yang berasal dari anak itu sendiri, yang meliputi : 1) Faktor Psikologis
a) Tingkat intelegensi
Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui / menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat. Intelegensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar, tinggi rendahnya intelegensi siswa akan mempengaruhi hasil belajar.
b) Minat
Minat merupakan kecenderungan untuk memperhatikan dan berbuat sesuatu, minat siswa terhadap pelajaran akan banyak pengaruhnya terhadap keberhasilan belajarnya
c) Bakat
Merupakan kemampuan potensial pada anak, yang akan menjadi aktual jika sudah melalui proses belajar / latihan. Dengan adanya bakat membuat anak hanya memerlukan waktu sedikit dalam menyelesaikan sesuatu, termasuk dalam hal pencapaian hasil belajar.
d) Motivasi
Motivasi merupakan dorongan yang mendasari dan mempengaruhi dalam setiap usaha dan kegiatan seseorang. Hal ini akan memperbesar kegiatan dan usahanya dalam belajar yang
20 pada akhirnya akan memungkinkan pencapaian hasil belajar yang tinggi.
e) Kematangan
Kematangan merupakan kondisi siap baik jasmani maupun rohani untuk melakukan aktivitas belajar. Tanpa adanya kematangan akan menyulitkan proses belajar. Kematangan tiap anak untuk melakukan aktivitas belajar tidaklah sama, disamping faktor umur juga karena faktor pembawaan.
f) Konsentrasi dan perhatian
Hanya dengan perhatian dan konsentrasi anak dapat memahami dan menyerap pelajaran. Anak dengan kemampuan konsentrasi tinggi dan perhatian yang terfokus terhadap belajar akan lebih mudah meraih sukses, daripada anak yang kurang mempunyai daya konsentrasi dan kekuatan perhatian.
g) Kepribadian
Kepribadian seseorang seperti ketekunan, daya saing, ketabahan, atau kondisi pribadi yang mudah putus asa, takut gagal, cemas, rendah diri, besar pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar.
2) Faktor Fisik
Faktor fisik yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar diantaranya adalah :
a) Kesehatan, penyakit kronis b) Cacat fisik
c) Gangguan panca indera d) Kelelahan
Keadaan tubuh yang sehat merupakan kondisi yang memungkinkan seorang anak untuk dapat belajar, dan sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar karena belajar tidak hanya melibatkan aspek pikir dan aspek psikologis lainnya, namun yang tak kalah penting adalah adanya keterlibatan aspek fisik.
21 b. Faktor Ekstern
Merupakan faktor yang berasal dari luar diri anak, yang termasuk faktor ekstern adalah :
1) Keadaan keluarga
Keadaan keluarga yang turut berpengaruh terhadap keberhasilan belajar antara lain kondisi ekonomi, status anak dalam keluarga, pendidikan orang tua, hubungan antar anggota keluarga dan sebagainya.
2) Faktor sekolah
Banyak faktor dari sekolah yang berperan mempengaruhi keberhasilan belajar, diantaranya adalah kualitas guru, pengajar, hubungan antar anggota sekolah, kurikulum yang dipakai, kedisiplinan yang ditegakkan di sekolah, kondisi gedung dan fasilitas sekolah, suasana lingkungan sekolah dan sebagainya.
3) Lingkungan masyarakat
Anak sebagai makhluk sosial tidak akan lepas dari interaksi dengan orang lain beserta lingkungan. Lingkungan yang turut mempengaruhi belajar antara lain, teman pergaulannya, adat / kebiasaan masyarakatnya, kondisi alam tempat tinggalnya serta tata tertib yang berlaku di masyarakat.19
C. Metode Card Sort