BAB V : KESEHATAN LINGKUNGAN
5.2 Prilaku Hidup Bersih dan Sehat
PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.
PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bisa ratusan. Misalnya tentang Gizi: makan beraneka ragam makanan, minum Tablet Tambah Darah,
mengkonsumsi garam beryodium, memberi bayi dan balita Kapsul Vitamin A. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan.
Setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan.
Berdasarkan tatanan (setting) atau tempat pelaksanaannya PHBS di kelompokkan menjadi 5 (lima) tatanan yaitu :
1. PHBS di Rumah Tangga
PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
PHBS di Rumah Tangga : Persalinan harus ditolong oleh tenaga kesehatan, Memberi bayi ASI ekslusif, Balita di timbang setiap bulan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangannya, Menggunakan air bersih, Mencuci tangan pakai sabun
2. PHBS di Sekolah
PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.
3. PHBS di Institusi Kesehatan
PHBS di Institusi Kesehatan adalah upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan
mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat dan mencegah penularan penyakit di institusi kesehatan.
4. PHBS di Tempat Kerja
PHBS di Tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam mewujudkan Tempat Kerja sehat.
Kurangi menggunakan plastik/steroform, manfaatkan kertas bekas, matikan komputer dan peralatan listrik jika sudah tidak dipergunakan, tidak merokok, cuci tangan pakai sabun sesering mungkin.
5. PHBS di Tempat–Tempat Umum
PHBS di tempat-tempat umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat-tempat umum agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat-tempat umum sehat.
Tempat-tempat umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah/swasta, atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat seperti sarana pariwisata, transportasi, sarana ibadah, sarana perdagangan dan olahraga, rekreasi dan sarana sosial lainnya.
Gambar 5.1
Cakupan Persentase Rumah Tangga ber Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2011-2015
Sumber : ProfilKesehatan Provinsi Kepulauan Riau, 2011-2015
Cakupan persentase rumah tangga ber-PHBS cenderung menurun.
Persentase rumah tangga ber-PHBS tahun 2015 sebesar 40,69%, persentase ini mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2014 sebesar 54,30%.
Menurut data lampiran profil kesehatan kabupaten/kota tahun 2015 data persentase rumah tangga ber-PHBS Kota Batam tidak terpantau, yang menyebabkan persentase provinsi menurun. Gambaran lengkap persentase rumah tangga ber-PHBS menurut kabupaten/kota dapat dilihap pada lampiran profil kesehatan tabel 57.
Tercapainya rumah tangga ber-PHBS tidak terlepas dari peranan masyarakat itu sendiri. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya rumah tangga PHBS maka dilakukan program penyuluhan kepada masyarakat. Salah satu yang dilakukan Dinas
41,83
Kesehatan adalah dengan menggalakkan promosi kesehatan “Cuci Tangan Pakai Sabun”.
5.3 PENYELENGGARAN KABUPATEN/KOTA SEHAT
Pengertian dari Kabupaten/Kota Sehat adalah suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.
Pengembangan Kabupaten/Kota Sehat adalah bagian dari dinamika dan semangat warga, pemerintah daerah, serta lembaga ligislatif di daerah tersebut. Pemerintah pusat hanya berperan membina dan memfasilitasi potensial yang ada. Pencapaian Kabupaten/Kota sehat merupakan suatu proses yang berjalan terus menerus menciptakan dan meningkatkan kualitas lingkungan baik, fisik, sosial, budaya, mengembangkan potensi-potensi ekonomi masyarakat dengan cara memberdayakan mereka agar cepat saling mendukung dalam menerapkan fungsi-fungsi kehidupan dalam membangun potensi maksimal suatu kota/desa.
Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat adalah berbagai kegiatan untuk mewujudkan kabupaten/kota sehat melalui pemberdayaan masyarakat, melalui forum yang difasilitasi oleh pemerintah kabupaten/kota. Forum adalah wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi dan berpartisipasi.
Pelaksanaan Kabupaten/Kota Sehat, diwujudkan dengan menyelenggarakan semua program yang menjadi permasalahan di
daerah, secara bertahap, di mulai dengan kegiatan prioritas bagi masyarakat di sejumlah kecamatan pada sejumlah desa/kelurahan atau bidang usaha yang bersifat sosial ekonomi dan budaya di kawasan tertentu.
Pelaksanaan Kabupaten/Kota sehat dilaksanakan dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan, yaitu melalui pembentukan atau pemanfaatan Forum Kota atau nama lain yang disepakati masyarakat, dengan dukungan pemerintah daerah dan mendapatkan fasilitas dari sektor terkait melalui program yang telah direncanakan daerah.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah mensosialisasikan tentang pelaksanaan Kabupaten/Kota Sehat sejak tahun 2010. Tahun 2011 dilakukan penyusunan Draft Pembentukan Tim Pembinaan Kabupaten/Kota Sehat tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Di tahun 2012 dibentuk Tim Pembina dan Sekretariat Tim Pelaksanaan Program Kabupaten/Kota Sehat Provinsi melalui Keputusan Gubernur Kepulauan Riau No. 424 tahun 2012 tentang Tim Pembina dan sekretariat Tim Pelaksanaan Program Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Kepulauan Riau.
Pada 2 tahun terakhir, mulai dilaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mendukung suksesnya penerapan Kabupaten/Kota Sehat di Provinsi Kepulauan Riau. tahun 2014 dilakukan persiapan Kabupaten/Kota untuk usulan Kabupaten/Kota Sehat tahun 2015. Tahun 2015 dilakuakn pembinaan pada 2 Kabupaten/Kota secara intensif yang telah lulus verifikasi tingkat Provinsi untuk dipersiapkan pada pelaksanaan verifikasi tingkat nasional oleh Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat. Daerah yang diusulkan ke tingkat nasional yaitu Kota Tanjungpinang dan Kabupaten
Bintan.
Pada awal keikutsertaan Provinsi Kepulauan Riau memperoleh penghargaan Swastisaba kategori "Padapa" untuk Kabupaten Bintan yang telah melaksanakan 2 tatanan Kabupaten/Kota Sehat pada tahun 2015 yaitu Tatanan kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum dan Tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri.
Tahun 2016, Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang dapat meningkatkan tatanan ke taraf Pembinaan sehingga ikut dalam penilaian kategori "Wiwerda" di tahun 2017.
5.4 AIR MINUM
Air minum adalah air yang digunakan untuk konsumsi manusia.
Menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya, dan tidak mengandung logam berat.
Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan ataupun tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung di minum (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002).
Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya.
Bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100°C, namun banyak zat berbahaya, terutama logam, yang tidak dapat dihilangkan dengan cara ini. Saat ini terdapat krisis air minum di berbagai negara berkembang di dunia akibat jumlah penduduk yang terlalu banyak dan pencemaran air.
Penduduk yang memiliki akses air minum di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2015 adalah 62,13%, yang nilainya tidak berbeda jauh dari
tahun 2014 yaitu 60,96%. Angka ini menunjukkan masih kurangnya akses air minum yang berkualitas bagi penduduk.
Gambar 5.2
Cakupan Persentase Penduduk yang memiliki akses air Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2015
Sumber : ProfilKesehatan Provinsi Kepulauan Riau, 2015
Akses penduduk terhadap air minum berkualitas (layak) terdiri dari sumur gali, sumur pompa, terminal air, mata air, penampungan air hujan, dan PDAM. Dari tabel lampiran profil kabupaten/kota, penduduk yang memilik akses air minum tertinggi adalah kabupaten Bintan (84,35%), Kota Batam (78,04%) dan yang terendah adalah Kota Tanjungpinang (26,43%). Rincian lengkap per Kabupaten/Kota dapat dilihat pada lampiran tabel 59.
5.5 SANITASI LAYAK
Sanitasi adalah upaya yang kita lakukan untuk mewujudkan suatu
26,57
kondisi lingkungan yang sesuai dengan persyaratan kesehatan. Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Definisi lain dari sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan.
Penduduk dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat) provinsi Kepulauan Riau tahun 2015 adalah 65,5%.
Penduduk dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat) menurut kabupaten/kota tertinggi adalah Kota Batam (82,3%), Kabupaten Bintan (76,5%) dan yang terendah adalah Kabupaten Natuna (22,7%). Gambaran lengkap penduduk dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat) menurut kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 61.
5.6 PENYELENGGARAAN KEGIATAN PENYEHATAN PEMUKIMAN DAN TEMPAT-TEMPAT UMUM
5.6.1 RUMAH SEHAT
Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia disamping sandang, pangan dan papan. Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. Rumah yang kita tempati haruslah sehat, agar penghuninya dapat bekerja secara produktif. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor risiko sebagai sumber penularan berbagai penyakit.
Adapun sebuah rumah dikatakan sehat yaitu dapat memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis, mencegah penularan penyakit, dan mencegah terjadinya kecelakaan. Definisi rumah sehat lainnya adalah rumah yang dapat memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani secara layak sebagai suatu tempat tinggal atau perlindungan dari pengaruh alam luar.
Gambar 5.3
Cakupan Persentase Rumah Sehat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2011-2015
Sumber : ProfilKesehatan Provinsi Kepulauan Riau, 2011-2015
Gambar diatas menunjukkan bahwa persentase rumah sehat selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir berfluktuatif. Cakupan persentase rumah sehat tahun 2015 adalah 59,23% mengalami peningkatan dari tahun 2014 yaitu 34,5%.
Gambar 5.4
Cakupan Persentase Rumah Sehat Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2015
66,44
88,00
76,42
34,50
59,23
0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00
2011 2012 2013 2014 2015
persentase
Sumber : ProfilKesehatan Provinsi Kepulauan Riau, 2015
Gambar diatas menunjukkan cakupan persentase rumah sehat menurut kabupaten/kota tahun 2015. Cakupan tertinggi adalah Kabupaten Bintan (86,18%), Kabupaten Karimun (66,71%) dan yang terendah adalah Kabupaten Kepulauan Anambas (23,75%). Gambaran lengkap cakupan persentase rumah sehat menurut Kabupaten/Kota dapat dilihat pada lampiran profil kesehatan tabel 58.
5.6.2 TEMPAT-TEMPAT UMUM
Tempat umum adalah suatu tempat yang umumnya terdapat banyak orang yang berkumpul untuk melakukan suatu kegiatan baik secara sementara maupun secara terus menerus dan baik membayar maupun tidak membayar. Tempat umum juga dapat diartikan sebagai sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah, swasta atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat.
Persentase tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan provinsi Kepulauan Riau tahun 2015 adalah 61,5%, yang tertinggi menurut
66,71
kabupaten/kota adalah Kabupaten Bintan (92,6%), Kota Tanjungpinang (85,7%) dan yang terendah adalah Kabupaten Lingga (28,9%). Gambaran lengkap Persentase tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan menurut Kabupaten/Kota dapat dilihat pada lampiran profil kesehatan tabel 63.
5.7 PENYELENGGARAAN KEGIATAN PENYEHATAN TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN
Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap makanan yang disediakan di luar rumah, maka produk-produk makanan yang disediakan oleh perusahaan atau perorangan yang bergerak dalam usaha penyediaan makanan untuk kepentingan umum, haruslah terjamin kesehatan dan keselamatannya. Hal ini hanya dapat terwujud bila ditunjang dengan keadaan hygiene dan sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang baik dan dipelihara secara bersama oleh pengusaha dan masyarakat. TPM yang dimaksud meliputi rumah makan dan restoran, jasaboga atau catering, industri makanan, kantin, warung dan makanan jajanan dan sebagainya.
Sebagai salah satu jenis tempat pelayanan umum yang mengolah dan menyediakan makanan bagi masyarakat banyak, maka TPM memiliki potensi yang cukup besar untuk menimbulkan gangguan kesehatan atau penyakit bahkan keracunan akibat dari makanan yang dihasilkannya.
Dengan demikian kualitas makanan yang dihasilkan, disajikan dan dijual oleh TPM harus memenuhi syarat-syarat kesehatan. Salah satu syarat kesehatan TPM yang penting dan mempengaruhi kualitas hygiene sanitasi makanan tersebut adalah faktor lokasi dan bangunan TPM. Lokasi dan bangunan yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan memudahkan
terjadinya kontaminasi makanan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus dan parasit serta bahan-bahan kimia yang dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan.
Tempat pengelolaan makanan (TPM) menurut higiene sanitasi provinsi Kepulauan Riau tahun 2015 yang memenuhi syarat higiene sanitasi adalah 75,65% dan yang tidak memenuhi syarat higiene sanitasi adalah 21,40%. Menurut data Kabupaten/Kota TPM yang memenuhi syarat higiene sanitasi tertinggi yaitu Kota Batam (92,25%), Kabupaten Karimun (84,92%), dan yang terendah adalah Kabupaten Natuna (15,42%). TPM yang tidak memenuhi syarat higiene sanitasi menurut kabupaten/kota yang tertinggi adalah Kabupaten Natuna (46,96%), Kota Tanjungpinang (41,94%), dan yang terendah adalah Kota Batam (9,34%).
Gambaran lengkap Tempat pengelolaan makanan (TPM) menurut higiene sanitasi dapat dilihat pada lampiran profil kesehatan tabel 64.
L P L + P Satuan A. GAMBARAN UMUM
1 Luas Wilayah 226.864 Km2 Tabel 1
2 Jumlah Desa/Kelurahan 415 Desa/Kel Tabel 1
3 Jumlah Penduduk 1.037.104 990.387 2.027.491 Jiwa Tabel 2
4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 3,2 Jiwa Tabel 1
5 Kepadatan Penduduk /Km2 8,9 Jiwa/Km2 Tabel 1
6 Rasio Beban Tanggungan 46,6 per 100 penduduk produktif Tabel 2
7 Rasio Jenis Kelamin 104,7 Tabel 2
8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf 46,01 45,51 56,06 % Tabel 3
9 Penduduk 10 tahun yang memiliki ijazah tertinggi
a. SMP/ MTs 9,64 8,83 9,24 % Tabel 3
b. SMA/ SMK/ MA 27,82 27,43 27,63 % Tabel 3
c. Sekolah menengah kejuruan 0,33 0,14 0,24 % Tabel 3
d. Diploma I/Diploma II 0,43 0,65 0,54 % Tabel 3
e. Akademi/Diploma III 1,33 1,53 1,43 % Tabel 3
f. Universitas/Diploma IV 2,92 2,62 2,77 % Tabel 3
g. S2/S3 (Master/Doktor) 0,21 0,12 0,16 % Tabel 3
B. DERAJAT KESEHATAN B.1 Angka Kematian
10 Jumlah Lahir Hidup 23.478 21.563 45.041 Tabel 4
11 Angka Lahir Mati (dilaporkan) 6,9 5,8 6,4 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 4 12 Jumlah Kematian Neonatal 209 142 351 neonatal Tabel 5 13 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) 8,9 6,6 7,8 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5 14 Jumlah Bayi Mati 272 173 445 bayi Tabel 5 15 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) 11,6 8,0 9,9 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
16 Jumlah Balita Mati 298 219 517 Balita Tabel 5
17 Angka Kematian Balita (dilaporkan) 12,7 10,2 11,5 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5 18 Kematian Ibu
Jumlah Kematian Ibu 66 Ibu Tabel 6
Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 146,5 per 100.000 Kelahiran Hidup Tabel 6
B.2 Angka Kesakitan 19 Tuberkulosis
Jumlah kasus baru TB BTA+ 675 410 1.085 Kasus Tabel 7
Proporsi kasus baru TB BTA+ 62,21 37,79 % Tabel 7
CNR kasus baru BTA+ 33,29 20,22 53,51 per 100.000 penduduk Tabel 7
Jumlah seluruh kasus TB 1.800 1.029 2.829 Kasus Tabel 7
CNR seluruh kasus TB 88,78 50,75 139,53 per 100.000 penduduk Tabel 7
Kasus TB anak 0-14 tahun 5,20 % Tabel 7
Persentase BTA+ terhadap suspek 27,22 5,65 11,35 % Tabel 8
Angka kesembuhan BTA+ 46,67 43,37 45,45 % Tabel 9
Angka pengobatan lengkap BTA+ 3,69 2,53 3,26 % Tabel 9
Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) BTA+ 50,37 45,89 48,72 % Tabel 9
Angka kematian selama pengobatan 0,69 0,39 1,09 per 100.000 penduduk Tabel 9
20 Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani 11,27 10,41 10,85 % Tabel 10
21 Jumlah Kasus Baru HIV 612 454 1.066 Kasus Tabel 11
22 Jumlah Kasus Baru AIDS 294 146 440 Kasus Tabel 11
23 Jumlah Infeksi Menular Seksual Lainnya 75 97 172 Kasus Tabel 11
24 Jumlah Kematian karena AIDS 294 146 440 Jiwa Tabel 11
25 Donor darah diskrining positif HIV 0,44 0,17 0,40 % Tabel 12
26 Persentase Diare ditemukan dan ditangani 0,00 0,00 0,00 % Tabel 13
27 Kusta
Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) 19 19 38 Kasus Tabel 14
Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) 1,83 1,92 1,87 per 100.000 penduduk Tabel 14
Persentase Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun 7,89 % Tabel 15
Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0,00 % Tabel 15
Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0,00 per 100.000 penduduk Tabel 15
Angka Prevalensi Kusta 0,36 2,52 3,06 per 10.000 Penduduk Tabel 16
Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) 50,00 100,00 83,33 % Tabel 17
Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) 52,00 53,85 52,63 % Tabel 17
28 Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
AFP Rate (non polio) < 15 th 2,06 per 100.000 penduduk <15 tahun Tabel 18
Jumlah Kasus Difteri 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Difteri #DIV/0! % Tabel 19
Jumlah Kasus Pertusis 0 0 0 Kasus Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus (non neonatorum) #DIV/0! % Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus Neonatorum #DIV/0! % Tabel 19
Jumlah Kasus Campak 134 115 249 Kasus Tabel 20
Case Fatality Rate Campak 0 % Tabel 20
Jumlah Kasus Polio 0 0 0 Kasus Tabel 20
Jumlah Kasus Hepatitis B 2 0 2 Kasus Tabel 20
29 Incidence Rate DBD 123,13 66,24 95,34 per 100.000 penduduk Tabel 21
30 Case Fatality Rate DBD 2,02 22,39 4,33 % Tabel 21
31 Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence ) 0,34 0,27 0,61 per 1.000 penduduk berisiko Tabel 22
32 Case Fatality Rate Malaria 0,00 0,00 0,00 % Tabel 22
33 Angka Kesakitan Filariasis 6 4 5 per 100.000 penduduk Tabel 23
34 Cakupan pengukuran tekanan darah 15,08 21,58 18,25 % Tabel 24
35 Cakupan pemeriksaan obesitas 1,40 3,29 2,37 % Tabel 25
RESUME PROFIL KESEHATAN
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2015
L P L + P Satuan ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
C. UPAYA KESEHATAN C.1 Pelayanan Kesehatan
39 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 97 % Tabel 29
40 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 91,16 % Tabel 29
50 Bayi baru lahir ditimbang 100 100 100 % Tabel 37
51 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) 1,67 1,78 1,72 % Tabel 37
65 Balita berat badan di bawah garis merah (BGM) 0,41 0,35 0,38 % Tabel 47
66 Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan 99,03 101,35 100,00 % Tabel 48 C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
Persentase
L P L + P Satuan ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
D.2 Tenaga Kesehatan
103 Jumlah Dokter Spesialis 255 130 385 Orang Tabel 72 104 Jumlah Dokter Umum 352 506 858 Orang Tabel 72
105 Rasio Dokter (spesialis+umum) 61,31 per 100.000 penduduk Tabel 72
106 Jumlah Dokter Gigi 66 186 252 Orang Tabel 72
107 Jumlah Bidan 1.819 Orang Tabel 73
108 Rasio Bidan per 100.000 penduduk 89,72 per 100.000 penduduk Tabel 73
109 Jumlah Perawat 909 3.004 3.913 Orang Tabel 73
110 Rasio Perawat per 100.000 penduduk 193,00 per 100.000 penduduk Tabel 73
111 Jumlah Perawat Gigi 25 67 92 Orang Tabel 73 112 Jumlah Tenaga Kefarmasian 95 277 372 Orang Tabel 74 113 Jumlah Tenaga Kesehatan masyarakat 83 131 214 Orang Tabel 75
114 Jumlah Tenaga Sanitasi #REF! #REF! #REF! Orang Tabel 76
115 Jumlah Tenaga Gizi 19 129 148 Orang Tabel 76 D.3 Pembiayaan Kesehatan
116 Total Anggaran Kesehatan 82.990.138.610 Rp Tabel 81
117 APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota 2,30 % Tabel 81
118 Anggaran Kesehatan Perkapita 1.436.603,78 Rp Tabel 81
21 Jumlah Provinsi Kepulauan
Riau 935.053 51 882.399 49 1.817.452 661.235 3 DATA AGREGAT KEPENDUDUKAN
PROVINSI KEPULAUAN RIAU SEMESTER I
KODE
WILAYAH Kota/Kabupaten LAKI-LAKI (Jiwa)
Keterangan : DATA BERDASARKAN DATABASE HASIL KONSOLIDASI 30 JUNI 2015
** Data tersebut sudah dibersihkan Oleh Kementerian Dalam Negeri cq Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sesuai Undang-Undang 24 tahun 2013
TABEL 1
LUAS JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN
WILAYAH RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK
(km2) TANGGA TANGGA per km2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Karimun 1.524,0 42 29 71 225.298 54.233 4,15 147,83 2 Bintan 1.946,1 38 13 51 141.415 39.826 3,55 72,67
3 Natuna 2001,3 70 6 76 74.535 20.027 3,72 37,24
4 Lingga 218.848,2 75 6 81 100.448 23.843 4,21 0,46 5 Batam 1.670,3 0 64 64 1.188.985 428.787 2,77 711,84 6 Tanjungpinang 239,5 0 18 18 251.484 76.545 3,29 1050,04
7 Kep. Anambas 634,3 52 2 54 45.326 #DIV/0! 71,46
JUMLAH (PROVINSI) 226.863,7 277 138 415 2.027.491 643.261 3,15 8,94 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau, 2015
DESA + KELURAHAN
LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KABUPATEN/KOTA
PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2015
NO KABUPATEN /KOTA
JUMLAH
JUMLAH PENDUDUK DESA KELURAHAN
TABEL 2
JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN
1 2 3 4 5 6 7
1 Karimun 0 - 4 11.066 10.529 21.595 105,10
5 - 9 12.571 11.984 24.555 104,90
10 - 14 12.638 12.004 24.642 105,28
15 - 19 9.290 8.284 17.574 112,14
20 - 24 6.833 6.276 13.109 108,88
25 - 29 8.417 9.231 17.648 91,18
30 - 34 9.942 10.354 20.296 96,02
35 - 39 9.912 9.562 19.474 103,66
40 - 44 8.544 8.232 16.776 103,79
45 - 49 7.725 6.718 14.443 114,99
50 - 54 6.009 5.499 11.508 109,27
55 - 59 4.523 4.109 8.632 110,08
60 - 64 2.942 2.954 5.896 99,59
65 - 69 2.054 2.093 4.147 98,14
70 - 74 1.376 1.326 2.702 103,77
75+ 1.080 1.221 2.301 88,45
114.922 110.376 225.298 104,12
JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR PROVINSI KEPULAUAN RIAU
TAHUN 2015
NO KABUPATEN/
KOTA KELOMPOK UMUR (TAHUN)
Jumlah
JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN NO KABUPATEN/
KOTA KELOMPOK UMUR (TAHUN)
2 Bintan 0 - 4 4.475 4.164 8.639 107,47
5 - 9 7.717 7.229 14.946 106,75
10 - 14 7.475 7.096 14.571 105,34
15 - 19 5.811 5.314 11.125 109,35
20 - 24 5.395 5.124 10.519 105,29
25 - 29 5.361 5.422 10.783 98,87
30 - 34 6.655 7.049 13.704 94,41
35 - 39 7.010 7.137 14.147 98,22
40 - 44 6.325 5.635 11.960 112,24
45 - 49 5.209 4.105 9.314 126,89
50 - 54 3.774 3.183 6.957 118,57
55 - 59 2.683 2.377 5.060 112,87
60 - 64 1.868 1.839 3.707 101,58
65 - 69 1.206 1.129 2.335 106,82
70 - 74 986 859 1.845 114,78
75+ 989 814 1.803 121,50
72.939 68.476 141.415 106,52
Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio)
Jumlah
JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN NO KABUPATEN/
KOTA KELOMPOK UMUR (TAHUN)
45,38
3 Natuna 0 - 4 3.861 3.824 7.685 100,97
5 - 9 4.238 4.120 8.358 102,86
10 - 14 4.461 4.221 8.682 105,69
15 - 19 2.967 2.541 5.508 116,77
20 - 24 1.978 1.785 3.763 110,81
25 - 29 2.911 3.022 5.933 96,33
30 - 34 3.233 3.083 6.316 104,87
35 - 39 3.375 3.131 6.506 107,79
40 - 44 2.899 2.721 5.620 106,54
45 - 49 2.689 2.398 5.087 112,14
50 - 54 1.963 1.686 3.649 116,43
55 - 59 1.454 1.293 2.747 112,45
60 - 64 1.088 987 2.075 110,23
65 - 69 675 578 1.253 116,78
70 - 74 333 359 692 92,76
75+ 285 376 661 75,80
38.410 36.125 74.535 106,33
Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio)
Jumlah
JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN NO KABUPATEN/
KOTA KELOMPOK UMUR (TAHUN)
57,90
4 Lingga 0 - 4 2.865 2.682 5.547 106,82
5 - 9 4.632 4.209 8.841 110,05
10 - 14 4.925 4.802 9.727 102,56
15 - 19 4.144 3.958 8.102 104,70
20 - 24 4.050 3.852 7.902 105,14
25 - 29 4.305 4.147 8.452 103,81
30 - 34 4.998 4.543 9.541 110,02
35 - 39 4.580 4.079 8.659 112,28
40 - 44 3.966 3.505 7.471 113,15
45 - 49 3.213 2.905 6.118 110,60
50 - 54 2.746 2.561 5.307 107,22
55 - 59 2.476 2.429 4.905 101,93
60 - 64 1.952 1.759 3.711 110,97
65 - 69 1.238 1.248 2.486 99,20
70 - 74 944 880 1.824 107,27
75+ 846 1.009 1.855 83,85
51.880 48.568 100.448 106,82
Jumlah
Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio)
JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN NO KABUPATEN/
KOTA KELOMPOK UMUR (TAHUN)
43,15
5 Batam 0 - 4 76.604 73.841 150.445 103,74
5 - 9 65.363 61.368 126.731 106,51
10 - 14 44.539 42.069 86.608 105,87
15 - 19 32.843 36.213 69.056 90,69
20 - 24 57.435 67.785 125.220 84,73
25 - 29 76.099 80.840 156.939 94,14
30 - 34 78.150 76.895 155.045 101,63
35 - 39 65.252 57.308 122.560 113,86
40 - 44 46.542 35.015 81.557 132,92
45 - 49 27.218 18.703 45.921 145,53
50 - 54 16.040 11.958 27.998 134,14
55 - 59 9.788 8.317 18.105 117,69
60 - 64 5.795 5.035 10.830 115,09
65 - 69 2.854 2.945 5.799 96,91
70 - 74 1.621 1.799 3.420 90,11
75+ 1.257 1.494 2.751 84,14
607.400 581.585 1.188.985 104,44
Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio)
Jumlah
JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN NO KABUPATEN/
KOTA KELOMPOK UMUR (TAHUN)
46,21
6 Tanjungpinang 0 - 4 7.700 7.036 14.736 109,44
5 - 9 11.639 10.988 22.627 105,92
10 - 14 11.993 11.182 23.175 107,25
15 - 19 10.062 9.469 19.531 106,26
20 - 24 9.887 9.490 19.377 104,18
25 - 29 9.632 9.855 19.487 97,74
30 - 34 12.171 12.523 24.694 97,19
35 - 39 12.905 12.865 25.770 100,31
40 - 44 11.156 10.714 21.870 104,13
45 - 49 8.976 7.865 16.841 114,13
50 - 54 6.936 6.417 13.353 108,09
55 - 59 5.317 4.857 10.174 109,47
60 - 64 3.793 3.585 7.378 105,80
65 - 69 2.333 2.455 4.788 95,03
70 - 74 1.692 1.746 3.438 96,91
75+ 1.904 2.341 4.245 81,33
128.096 123.388 251.484 103,82
Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio)
Jumlah
JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN NO KABUPATEN/
KOTA KELOMPOK UMUR (TAHUN)
40,91
7 Kep. Anambas 0 - 4 1.867 1.846 3.713 101,14
5 - 9 2.394 2.267 4.661 105,60
10 - 14 2.236 2.220 4.456 100,72
15 - 19 2.075 1.946 4.021 106,63
20 - 24 1.965 1.871 3.836 105,02
25 - 29 2.245 2.093 4.338 107,26
30 - 34 2.298 2.016 4.314 113,99
35 - 39 2.004 1.842 3.846 108,79
40 - 44 1.755 1.478 3.233 118,74
45 - 49 1.295 1.064 2.359 121,71
50 - 54 1.140 1.041 2.181 109,51
55 - 59 820 782 1.602 104,86
60 - 64 599 530 1.129 113,02
65 - 69 322 350 672 92,00
70 - 74 233 269 502 86,62
75+ 209 254 463 82,28
Jumlah 23.457 21.869 45.326 107,26
Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio)
JUMLAH PENDUDUK
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN NO KABUPATEN/
KOTA KELOMPOK UMUR (TAHUN)
46,88
8 PROVINSI 0 - 4 108.438 103.922 212.360 104,35
5 - 9 108.554 102.165 210.719 106,25
10 - 14 88.267 83.594 171.861 105,59
15 - 19 67.192 67.725 134.917 99,21
20 - 24 87.543 96.183 183.726 91,02
25 - 29 108.970 114.610 223.580 95,08
30 - 34 117.447 116.463 233.910 100,84
35 - 39 105.038 95.924 200.962 109,50
40 - 44 81.187 67.300 148.487 120,63
45 - 49 56.325 43.758 100.083 128,72
50 - 54 38.608 32.345 70.953 119,36
55 - 59 27.061 24.164 51.225 111,99
60 - 64 18.037 16.689 34.726 108,08
65 - 69 10.682 10.798 21.480 98,93
70 - 74 7.185 7.238 14.423 99,27
75+ 6.570 7.509 14.079 87,50
JUMLAH (PROVINSI) 1.037.104 990.387 2.027.491 104,72
ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 46,65
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau, 2015 Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio)
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+
PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Karimun PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 91.285 87.863 179.148
PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG
MELEK HURUF 88.631 83.397 172.028 97,09 94,92 96,03
PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN:
a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 18.612 20.842 39.454 20,39 23,72 22,02
b. SD/MI 28.231 28.679 56.910 30,93 32,64 31,77
c. SMP/ MTs 17.632 14.461 32.093 19,32 16,46 17,91
d. SMA/ MA 18.524 16.420 34.944 20,29 18,69 19,51
e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 3.377 1.436 4.813 3,70 1,63 2,69
f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 749 699 1.448 0,82 0,80 0,81
g. AKADEMI/DIPLOMA III 969 1.117 2.086 1,06 1,27 1,16
h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 2.723 3.809 6.532 2,98 4,34 3,65
i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR) 470 399 869 0,51 0,45 0,49
TABEL 3
PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN
PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2015
NO KABUPATEN/
KOTA VARIABEL
JUMLAH PERSENTASE
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+
PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+
PEREMPUAN NO KABUPATEN/
KOTA VARIABEL
JUMLAH PERSENTASE
2 Bintan PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 12.192 11.393 23.585
PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG
MELEK HURUF 0 0,00 0,00 0,00
PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN:
a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 13.114 12.198 25.312 107,56 107,07 107,32
b. SD/MI 11.621 11.124 22.745 95,32 97,64 96,44
c. SMP/ MTs 8.549 7.588 16.137 70,12 66,60 68,42
d. SMA/ MA 15.089 13.671 28.760 123,76 119,99 121,94
e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 0 0 0 0,00 0,00 0,00
f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 394 616 1.010 3,23 5,41 4,28
g. AKADEMI/DIPLOMA III 775 922 1.697 6,36 8,09 7,20
h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 1.259 1.184 2.443 10,33 10,39 10,36
i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR) 48 37 85 0,39 0,32 0,36
3 Natuna PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 30.311 28.181 58.492
PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG
MELEK HURUF 24.115 22.235 46.350 79,56 78,90 79,24
PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN:
a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 6.197 5.945 12.142 20,44 21,10 20,76
b. SD/MI 10.435 10.675 21.110 34,43 37,88 36,09
c. SMP/ MTs 4.494 4.070 8.564 14,83 14,44 14,64
d. SMA/ MA 6.976 5.329 12.305 23,01 18,91 21,04
e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 0 0 0 0,00 0,00 0,00
f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 413 497 910 1,36 1,76 1,56
g. AKADEMI/DIPLOMA III 440 599 1.039 1,45 2,13 1,78
h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 1.274 1.041 2.315 4,20 3,69 3,96
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+
PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+
PEREMPUAN NO KABUPATEN/
KOTA VARIABEL
JUMLAH PERSENTASE
4 Lingga PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 44.383 41.714 86.097
PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG
MELEK HURUF 38.890 37.630 76.520 87,62 90,21 88,88
PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN:
a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 6.062 5.655 11.717 13,66 13,56 13,61
b. SD/MI 16.004 14.965 30.969 36,06 35,88 35,97
c. SMP/ MTs 4.770 3.890 8.660 10,75 9,33 10,06
d. SMA/ MA 5.276 4.077 9.353 11,89 9,77 10,86
e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 0 0 0,00 0,00 0,00
f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 472 645 1.117 1,06 1,55 1,30
g. AKADEMI/DIPLOMA III 365 475 840 0,82 1,14 0,98
h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 855 760 1.615 1,93 1,82 1,88
i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR) 39 16 55 0,09 0,04 0,06
5 Batam PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 465.433 446.376 911.809
PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG
MELEK HURUF 325.537 307.464 633.001 69,94 68,88 69,42
PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN:
a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 204.208 193.319 397.527 43,87 43,31 43,60
b. SD/MI 41.501 38.553 80.054 8,92 8,64 8,78
c. SMP/ MTs 47.814 41.598 89.412 10,27 9,32 9,81
d. SMA/ MA
e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 1.945 2.845 4.790 0,42 0,64 0,53
g. AKADEMI/DIPLOMA III 9.060 9.234 18.294 2,01 2,07 2,01
h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 18.204 14.063 3,91 3,15 3,54
206.038 200.770 406.808 44,27 44,98 44,62
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+
PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+
PEREMPUAN NO KABUPATEN/
KOTA VARIABEL
JUMLAH PERSENTASE
6 Tanjungpinang PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 106.634 103.488 210.122 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG
6 Tanjungpinang PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 106.634 103.488 210.122 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG