DAFTAR LAMPIRAN
II ANALISIS MASALAH
A. Prinsip Analisis
Usaha minuman jamu “PD. Budi Lestari yang dirintis dan dikelola oleh Bapak Amir utama sejak tahun 1996, hingga kini masih tetap eksis, berjalan semakin maju, patut dijadikan contoh bagaimana seseorang yang tingkat pendidikannya rendah dapat mengelola sebuah perusahaan yang cukup berhasil, berdampak luas, utamanyya terhadap terbukanya lapangan kerja dan peningkatan pendapatan bagi perusahaan dan sebagian masyarakat lingkunga nnya.
Nampaknya keberhasilan suatu usaha, tidak sangat tergantung kepada tingkat pendidikan seseorang saja, akan tetapi justru pengalaman menjadi modal penting, bagaimana seseorang dapat mencapai sukses usaha yang ditekuni, seperti Pak Amir Utama.
Pak Amir utama sukses dalam menjalankan usahanya, karena faktor pengalaman beliau yang diperoleh selama 11 tahun bekerja di “PD. Budaya Kita” sebuah perusahaan yang bergerak dibidang penjualan jamu.
1. Tujuan Analisis
Untuk mengenal lebih jauh, bagaimana seseorang yang berpendidikan rendah dapat mengelola suatu usaha yang cukup berhasil oleh karena hanya pengalaman,
10
kiat-kiat seperti apa yang dapat menjadikan suatu usaha sukses dapat dipakai sebagai contoh / model dan tantangan bagi orang lain yang berminat untuk membuka usaha, namun keberaniannya kurang karena disamping tidak memiliki modal yang cukup, juga karena tingkat pendidikan, pengalaman dan pengetahuannya yang kurang menunjang.
Untuk memperoleh kiat-kiat seperti apa yang dapat menjadikan usaha PD. Budi Lestari sukses, diperlukan kajian lengkap dengan pembahasannya sebagai berikut :
- aspek tehnis dan produksi
- aspek pemasaran
- aspek keuangan
- spesifikasi tiap unit produksi
2. Implementasi Praktis
Sebagai warisan leluhur, minuman jamu sampai saat ini masih banyak diminati dan dicintai oleh masyarakat.
Mendengar kata jamu, secara spontanitas masyarakat lebih mengenalnya sebagai obat tradisional, walaupun tidak semua minuman jamu menjadi obat tradisionil, dan bahkan jamu dapat dikatagorikan obat alternatif dikala obat-obatan buatan pabrik harganya semakin meningkat.
Bagaimanapun bantuk kemasannya, kalau yang dikemas itu adalah jamu yang oleh pecintanya dikatagorikan sebagai obat tradisionil, maka masyarakatpun mulai
11
tergerak hatinya untuk mencobanya, dan kalau cocok, maka akan menjadi konsumen peminum jamu yang fanatik.
Nampaknya image ketradisionalannya yang menjadikan penyebab adanya kesukaan masyarakat untuk mencintai minum jamu, bagaimanapun bentuk kemasannya, apakah dikemas dalam bentuk kapsul, apakah dikemasan dalam bentuk bungkusan, ataukah dikemas dalam bentuk tablet, ataukah dikemas dalam bentuk botol siap minum, maka jamu tetap disukai oleh konsumen pecintanya yang sudah terlanjur fanatik minum jamu.
Melihat dari kenyataan ini, maka usaha bisnis jamu adalah suatu bisnis yang menjanjikan, karena dapat mendatangkan keuntungan bagi pengelolanya.
B. METODE ANALISIS
Metode kerja yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian ini, adalah dengan metode diskriptif, yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang ada di lapangan berdasarkan fakta-fakta yang kelihatan, kemudian dianalisis berdasarkan teori. Dengan pendekatan kajian yang digunakan beserta kedalamannya mengacu kepada teori analisis Lini produk yang dikemukakan Kotler (1997) meliputi :
a. Analisa laporan penjualan tiap unit produk
Analisa ini bertujuan untuk mencatat produk-produk yang menghasilkan volume dan keuntungan penjualan tinggi. Idealnya produk yang memiliki volume penjualan yang baik berarti sangat diminati pasar. Disamping tersebut dengan
12
analisa ini dapat dipertimbangkan untuk melepas unit produk mana yang patut dikembangkan, dipertahankan, dikurangi atau dihentikan sama sekali.
b. Analisia laba penjualan
Analisa ini dibuat dengan tujuan untnuk mengetahui tingkat keuntungan atau laba masing-masing satuan unit yaitu satuan unit yang mana yang paling menguntungkan dan produksinya tetap masih harus dipertahankan, dan satuan unit produksi mana yang tidak menguntungkan dan harus dihentikan produksinya, atau tetap dipertahankan produksinya.
Disamping analisis yang mengacu teori Kotler, metode lain yang digunakan adalah metode swot yang dapat memberikan gambaran tentang kekuatan dan kelemahan internal maupun external berupa peluang dan tantangan, sehingga daa metode ini dapat menentukan strategi yang paling tepat untuk dilakukan kemudian.
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan adalah data primer dan data sekunder. a. Data Primer : adalah data yang bersumber dari objek yang diteliti,
dilakukan dengan mengadakan penyelidikan secara langsung pada kegiatan usaha “PD. Budi Lestari”, meliputi proses produksi, pemasaran, volume penjualan, dan laba rugi perusahaan.
b. Data Sekunder : adalah data pendukung yang bersumber dari
kepustakaan, literatur majalah dan lain-lain, yang metode ini biasa disebut dengan metode kepustakaan.
13
Adapun teknik pengumpualan data primer yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Wawancara (interview) yaitu memperoleh informasi dengan cara
melakukan wawancara langsung pada bagian-bagian produksi, pemasaran, gudang, pimpinan kantor dan karyawan yang ada kaitan pekerjaan dengan data yang diperlukan.
b. Daftar Pertanyaan (kuesioner) yaitu dengan cara mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun secara sitematis, khususnya yang berkaitan dengan topik yang ingin dibahas, berikut permasalahan yang dihadapi.
c. Pengamatan (observation) yaitu dengan cara melihat secara
langsung terhadap kegiatan pencucian botol, pengisian minuman kedalam botol, dan menutup botol, seluruhnya masih dikerjakan secara tradisionil, dan umumnya dikerjakan secara borongan. Sedangkan teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara membaca banyak buku yang berkaitan dengan obyek yang diteliti.
Dari hasil penelitian ini, manfaat yang ingin diperoleh adalah sebagai berikut : 1. Bagi Penulis
a. Dapat belajar dari pengalaman orang lain dalam mengelola perusahaan
menjadi berhasil karena faktor pengalaman, dan dari hasil pembelajaran ini barangkali akan dapat menggerakkan hati penulis atau siapa saja yang ingin
14
mencoba atau meneruskan usaha secara profesional dibidang usaha apa saja yang kuncinya menguntungkan.
b. Hasil penelitian dapat dipakai penulis sebagai bahan penulisan laporan akhir guna memenuhi persyaratan penulis dalam mengakhiri Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam Program Management Profesional industrri (MPI) angkatan ke IV.
2. Bagi Manajemen PD. Budi Lestari .
Untuk memberi dukungan dan sumbangan pemikiran dan atau saran perbaikan kepada PD. Budi Lestari dalam pengambangan usahanya agar lebih sukses dalam masa-masa berikutnya.
3. Bagi Masyarakat Akademik (MPI)
Untuk menambah daftar pustaka sebagai acuan dan sumber informasi bagi yang memerlukan, serta memperkaya kajian penelitian yang bervariasi.
Sebagaimana telah dikemukakan diatas, bahwa metode yang digunakan adalah metode diskriptif, maka analisis kualitatip yang dikedepankan adalah analisa model SWOT.
a. Analisis Kualitatip model SWOT.
Analisis SWOT adalah analisis Strength (kekuatan), weakness (kelemahan) opportunity (kesempatan) dan threats (ancaman).
15
SWOT menurut Rangkuti (2003) adalah singkatan dari lingkunga n internal strength dan weakness, serta lingkungan eksternal opportunity dan threat yang dihadapi dunia bisnis.
Analisis SWOT ini membandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan.
Analisis SWOT atau analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman merupakan cara sistematik untuk mengidentifikasi berbagai faktor internal dan eksternal yang dimiliki dan dihadapi oleh usaha industri minuman jamu.
Analisis ini dapat memberikan gambaran secara jelas tentang bagaimana menjadi peluang, dan ancaman eksternal yang dihadapi oleh perusahaan yang dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, sehingga dapat dirumuskan berbagai alternatif strategi yang sesuai berkaitan dengan masa depan perusahaan.
Beberapa item yang perlu dianalisa berdasarkan model SWOT diantaranya sebagai berikut :
a. Strength (kekuatan), keunggulan sumberdaya, hasil atau mutu produk,
segmen pasar, lokasi tempat usaha, strategi pemasaranhasil dan lain-lain. b. Weakness (kelemahan), sarana dan prasarana yang berkaitan dengan proses
produksi, kemasan, permasalahan, dan lain-lain.
c. Opportunity (kesempatan), adalah situasi utama yang menguntungkan
16
d. Threats (ancaman) adalah situasi utama yang tidak menguntungkan
perusahaan, seperti misalnya pesaing usaha, bahan baku, bentuk atau model kemasannya dan lain-lain.
2. Pengolahan Data
Jawaban yang diperoleh peneliti dari obyek yang diteliti diolah dalam bentuk tabulasi dan dianalisis dengan model kartesius. Sistim analisa yang dibuat adalah analisa lini produk, meliputi :
1. Analisa laporan penjualan tiap unit produk volume dan laba penjualan tiap unit produk dalam periode satu tahun terakhir akan dihitung secara kumulatif per produknya. Langkah ini untuk mendata produk-produk yang diminati pasar dan memiliki keuntungan.
2. Membuat presentasi total penjualan. Sesudah mendata volume penjualan tiap unit produk, langkah berikutnya perlu membuat persentasi total dari penjualan, dan hal ini akan dapat memberi gambaran yang riil terhadap volume dan laba penjualan tiap unit produk.
3. Mengidentifikasi profil pasar, yang sangat berguna untuk dapat mengetahui kondisi lini produk perusahaan terhadap lini pesaingnya.
18